SIDRAP - Sejumlah warga menyegel dan menduduki paksa kantor Unit Bank Mandiri Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Mereka datang menuntut atas dugaan kehilangan uang nasabah sebesar Rp 2 miliar.

Warga yang datang tersebut adalah massa dari H Podda. Podda mengatakan uang Rp 2 miliar itu hilang dari rekening istrinya, Gusnani.

"Saya datang untuk meminta uang saya kembali sebesar Rp 2 miliar lebih. Menurut informasi Bank Mandiri, itu uang keluar sesuai dengan prosedur internal bank. Kalau sesuai kenapa pemilik uang tidak dikonfirmasi ke istri saya selaku pemilik rekening?" kata Podda.

Podda mengaku sudah berkali-kali mencoba memediasi kasus tersebut. Namun tidak ada jalan keluar yang diberikan pihak bank.

"Di rekening saya awalnya ada uang sejumlah Rp 4,5 miliar, hari itu saya lupa tanggalnya datanglah seorang pegawai Bank Mandiri atas nama Rosni meminta tolong karena tidak capai target untuk mentransfer uang sebesar Rp 2 miliar ke rekening istri saya, Hj Gusnani untuk deposito dalam jangka waktu 1 bulan," kata Podda.

Podda mengatakan rekeningnya sempat diblokir Badan Narkotika Nasional (BNN) atas dugaan pencucian uang terkait narkoba. Namun dugaan tersebut tak terbukti. Podda lalu melapor ke pihak bank dan akhirnya uangnya dikembalikan.

"Setelah saya melapor ke pihak bank, akhirnya uangnya dikembalikan melalui transfer dari BNI dan itu ada konfirmasi sebelumnya," terangnya.

Namun, Podda saat melakukan pengecekan di rekening istrinya melalui rekening koran, uang sebesar Rp 2 miliar lebih hilang. Terekam ada puluhan transaksi di rekening istrinya.

"Di situ tercatat ada 38 transaksi sampai Rp 50 juta dalam sehari, padahal istri saya sebagai pemilik rekening tidak tahu dan tidak ada konfirmasi," katanya.

Pihak Bank Mandiri menjelaskan soal duit Podda yang 'raib'. Pihak Bank Mandiri menyebut rekening Podda diblokir BNN.

"Yang dikatakan uang hilang adalah rekening yang disita oleh BNN, mungkin ada kasus narkoba di sana. Jadi sampai detik ini rekening tersebut diblokir," kata Corsec Bank Mandiri Rohan Nafas kepada wartawan, Senin (17/2).

Rohan mengatakan hingga detik ini Bank Mandiri belum menerima perintah pencabutan blokir dari BNN. Jika telah ada perintah dari BNN, Bank Mandiri tentu akan membuka rekening tersebut.

"Jadi tidak ada uang hilang atau apa pun tidak ada operasional yang dilakukan di perbankan, dari awal sudah hitungan beberapa tahun lalu diblokir oleh BNN," ujar Rohan.

Pihak Bank Mandiri siap buka-bukaan terkait transaksi di rekening Gusnani. Corsec Bank Mandiri Rohan Nafas mengatakan semua transaksi yang tercetak pada buku rekening akan terekam secara jelas.

"Silakan bila istrinya yang merupakan pemegang rekening datang ke Mandiri, nanti akan dijelaskan dan dibuktikan masing-masing transaksi. Kan semua transaksi pasti ada bukti transaksi," kata Rohan.

Uang 2 M Hilang, Nasabah Kerahkan Massa Segel Bank

SIDRAP - Sejumlah warga menyegel dan menduduki paksa kantor Unit Bank Mandiri Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Mereka datang menuntut atas dugaan kehilangan uang nasabah sebesar Rp 2 miliar.

Warga yang datang tersebut adalah massa dari H Podda. Podda mengatakan uang Rp 2 miliar itu hilang dari rekening istrinya, Gusnani.

"Saya datang untuk meminta uang saya kembali sebesar Rp 2 miliar lebih. Menurut informasi Bank Mandiri, itu uang keluar sesuai dengan prosedur internal bank. Kalau sesuai kenapa pemilik uang tidak dikonfirmasi ke istri saya selaku pemilik rekening?" kata Podda.

Podda mengaku sudah berkali-kali mencoba memediasi kasus tersebut. Namun tidak ada jalan keluar yang diberikan pihak bank.

"Di rekening saya awalnya ada uang sejumlah Rp 4,5 miliar, hari itu saya lupa tanggalnya datanglah seorang pegawai Bank Mandiri atas nama Rosni meminta tolong karena tidak capai target untuk mentransfer uang sebesar Rp 2 miliar ke rekening istri saya, Hj Gusnani untuk deposito dalam jangka waktu 1 bulan," kata Podda.

Podda mengatakan rekeningnya sempat diblokir Badan Narkotika Nasional (BNN) atas dugaan pencucian uang terkait narkoba. Namun dugaan tersebut tak terbukti. Podda lalu melapor ke pihak bank dan akhirnya uangnya dikembalikan.

"Setelah saya melapor ke pihak bank, akhirnya uangnya dikembalikan melalui transfer dari BNI dan itu ada konfirmasi sebelumnya," terangnya.

Namun, Podda saat melakukan pengecekan di rekening istrinya melalui rekening koran, uang sebesar Rp 2 miliar lebih hilang. Terekam ada puluhan transaksi di rekening istrinya.

"Di situ tercatat ada 38 transaksi sampai Rp 50 juta dalam sehari, padahal istri saya sebagai pemilik rekening tidak tahu dan tidak ada konfirmasi," katanya.

Pihak Bank Mandiri menjelaskan soal duit Podda yang 'raib'. Pihak Bank Mandiri menyebut rekening Podda diblokir BNN.

"Yang dikatakan uang hilang adalah rekening yang disita oleh BNN, mungkin ada kasus narkoba di sana. Jadi sampai detik ini rekening tersebut diblokir," kata Corsec Bank Mandiri Rohan Nafas kepada wartawan, Senin (17/2).

Rohan mengatakan hingga detik ini Bank Mandiri belum menerima perintah pencabutan blokir dari BNN. Jika telah ada perintah dari BNN, Bank Mandiri tentu akan membuka rekening tersebut.

"Jadi tidak ada uang hilang atau apa pun tidak ada operasional yang dilakukan di perbankan, dari awal sudah hitungan beberapa tahun lalu diblokir oleh BNN," ujar Rohan.

Pihak Bank Mandiri siap buka-bukaan terkait transaksi di rekening Gusnani. Corsec Bank Mandiri Rohan Nafas mengatakan semua transaksi yang tercetak pada buku rekening akan terekam secara jelas.

"Silakan bila istrinya yang merupakan pemegang rekening datang ke Mandiri, nanti akan dijelaskan dan dibuktikan masing-masing transaksi. Kan semua transaksi pasti ada bukti transaksi," kata Rohan.