MAGETAN JATIM - Seorang Santri bernama Muh Syahrur Rohman (17) ditemukan dalam kondisi tewas.

Ia merupakan santri Ponpes Hidayatul Mubtadiin, Desa Tegalarum, Kecamatan Bendo, Magetan yang hanyut pada Sabtu (15/2).

Jasad korban ditemukan di aliran sungai Desa Bukur, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. "Alhamdulillah untuk korban sudah ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB tadi di sungai Desa Bukur, Jiwan, Madiun," Ujar Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Sukatni saat dihubungi wartawan, Minggu (16/2/2020).

Lokasi penemuan jenazah korban, kata Sukatni, sekitar 4 km dari tempat korban hanyut. Saat jasad korban ditemukan, hidung dan telinga mengeluarkan darah.

"Untuk kondisi jenazah korban mulut, hidung dan telinga mengeluarkan darah. Saat ini masih kita lakukan autopsi di RSUD dr Sayidiman Magetan. Pihak keluarga sudah kita hubungi," paparnya.

Sementara Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana mengatakan, terkait adanya darah yang keluar dari mulut, hidung dan telinga masih menunggu hasil autopsi. Korban merupakan warga Desa Harjosar Kidul, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.

"Dokter RSUD masih melakukan autopsi dan untuk keluarga korban sudah kita hubungi," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, enam santri Ponpes Hidayatul Mubtadiin, Magetan jadi korban meluapnya Sungai Gandong yang ada di belakang ponpes. Lima santri selamat, sementara Syahrur hanyut.

Santri Magetan Yang Hanyut di Sungai Ditemukan Meninggal

MAGETAN JATIM - Seorang Santri bernama Muh Syahrur Rohman (17) ditemukan dalam kondisi tewas.

Ia merupakan santri Ponpes Hidayatul Mubtadiin, Desa Tegalarum, Kecamatan Bendo, Magetan yang hanyut pada Sabtu (15/2).

Jasad korban ditemukan di aliran sungai Desa Bukur, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. "Alhamdulillah untuk korban sudah ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB tadi di sungai Desa Bukur, Jiwan, Madiun," Ujar Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Sukatni saat dihubungi wartawan, Minggu (16/2/2020).

Lokasi penemuan jenazah korban, kata Sukatni, sekitar 4 km dari tempat korban hanyut. Saat jasad korban ditemukan, hidung dan telinga mengeluarkan darah.

"Untuk kondisi jenazah korban mulut, hidung dan telinga mengeluarkan darah. Saat ini masih kita lakukan autopsi di RSUD dr Sayidiman Magetan. Pihak keluarga sudah kita hubungi," paparnya.

Sementara Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana mengatakan, terkait adanya darah yang keluar dari mulut, hidung dan telinga masih menunggu hasil autopsi. Korban merupakan warga Desa Harjosar Kidul, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.

"Dokter RSUD masih melakukan autopsi dan untuk keluarga korban sudah kita hubungi," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, enam santri Ponpes Hidayatul Mubtadiin, Magetan jadi korban meluapnya Sungai Gandong yang ada di belakang ponpes. Lima santri selamat, sementara Syahrur hanyut.

Tidak ada komentar