PROBOLINGGO JATIM - Seorang Pria yang bernama Nurul Abidin (31), warga asal Desa Gendis, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan ditemukan tewas dalam konter miliknya di Desa / Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jumat (7/2/2020).

Kapolsek Sukapura Iptu Sugeng Hariono mengatakan, korban ditemukan meninggal oleh pengikut, sekitar 09.00 Wib. Sebelum ditemukan tewas, pada Kamis (6/7/2020), korban masih membuka konter HP bersama dua rekannya.

"Korban tutup konternya sekitar pukul 23.00 Wib. Korban kemudian mulai aktivitasnya dengan membenahi HP konsumennya hingga pukul 03.00 Wib," tutur Sugeng.

Menurut Sugeng, korban tewas bersama dua rekannya yang tidur. Namun setelah terbangun dari tidurnya, dua rekan kerja korban melihat korban tidak bergerak dan tidak bernafas.

"Berdsarkan keterangan kedua saksi, korban yang punya riwayat penyakit terkendali. Dua minggu lalu korban juga terserang penyakit typus dan sempat opname lima hari di rumah sakit, jadi korban masih dalam perawatan," jelasnya.

Setelah mengevakuasi jasad korban, polisi juga mengamankan obat flu milik korban. Keluarga korban tidak disetujui melakukan otopsi pada jenazah korban dan menganggap kejadian itu adalah musibah.

"Jenasah korban akhirnya langsung dibawa ke rumah duka untuk dilakukan proses pemakaman," ungkapnya.

Pria di Probolinggo ditemukan Tewas Dalam Konter

PROBOLINGGO JATIM - Seorang Pria yang bernama Nurul Abidin (31), warga asal Desa Gendis, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan ditemukan tewas dalam konter miliknya di Desa / Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jumat (7/2/2020).

Kapolsek Sukapura Iptu Sugeng Hariono mengatakan, korban ditemukan meninggal oleh pengikut, sekitar 09.00 Wib. Sebelum ditemukan tewas, pada Kamis (6/7/2020), korban masih membuka konter HP bersama dua rekannya.

"Korban tutup konternya sekitar pukul 23.00 Wib. Korban kemudian mulai aktivitasnya dengan membenahi HP konsumennya hingga pukul 03.00 Wib," tutur Sugeng.

Menurut Sugeng, korban tewas bersama dua rekannya yang tidur. Namun setelah terbangun dari tidurnya, dua rekan kerja korban melihat korban tidak bergerak dan tidak bernafas.

"Berdsarkan keterangan kedua saksi, korban yang punya riwayat penyakit terkendali. Dua minggu lalu korban juga terserang penyakit typus dan sempat opname lima hari di rumah sakit, jadi korban masih dalam perawatan," jelasnya.

Setelah mengevakuasi jasad korban, polisi juga mengamankan obat flu milik korban. Keluarga korban tidak disetujui melakukan otopsi pada jenazah korban dan menganggap kejadian itu adalah musibah.

"Jenasah korban akhirnya langsung dibawa ke rumah duka untuk dilakukan proses pemakaman," ungkapnya.

Tidak ada komentar