BLITAR JATIM - Seorang kakek di Blitar tewas bunuh diri setelah menenggak racun. Ini adalah korban ketiga bunuh diri menggunakan racun serangga dalam sebulan terakhir di Blitar. Dua korban sebelumnya adalah manula dan seorang siswa SD.

Korban terakhir adalah SO (65), warga Kecamatan Gandusari. Kakek ini nekat minum obat pembasmi rumput, diduga depresi karena penyakit stroke yang dideritanya tak kunjung sembuh.

Anak perempuannya melihat korban sudah terlentang di depan pintu dapur dengan mulut berbusa. Di samping korban ada botol obat pembasmi rumput.

Padahal sebelumnya, si anak menyimpan obat rumput itu di dinding belakang rumah. Diduga kuat, korban mengambilnya menggunakan sapu.

"Mengetahui kejadian itu, si anak langsung berteriak minta tolong. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Slumbung," kata Humas Polres Blitar Bripka Didik Dwi dikonfirmasi, Kamis (6/2/2020).

Ternyata Puskesmas Slumbung tidak berkenan mengobati karena korban juga menderita stroke.

Kemudian korban dibawa ke RS Ngudi Waluyo Wlingi untuk mendapat penanganan medis.

Keterangan dari keluarganya, lanjut Didik, korban ini sudah mencoba bunuh diri sebanyak tiga kali. Namun upayanya selalu gagal karena keluarga bertindak cepat menyelamatkannya.

"Kami sarankan kepada pihak keluarga meningkatkan pengawasan kepada korban. Lebih berhati-hati menaruh barang yang berbahaya yang sekiranya dapat digunakan untuk mencoba bunuh diri," imbuhnya.

Rupanya upaya penyelamatan korban kali ini gagal. Setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, nyawa korban tak tertolong. Pihak keluarga yang tidak menghendaki jasad korban diautopsi membuat surat pernyataan. Mereka harus melepaskan kepergian sang kakek dengan ikhlas.

Sebelumnya pada 31 Januari 2020, seorang siswa SD di Kecamatan Panggungrejo ditemukan tewas dengan mulut berbusa. Korban nekad mengakhiri hidup dengan minum obat pembasmi ulat jagung. Keterangan keluarga menyebut, korban diduga depresi karena tidak naik kelas dua kali.

Pada 13 Januari 2020, seorang petani 56 tahun tewas setelah secara tak sengaja meminum racun serangga. Petani tersebut pikun sehingga tak sadar gelas yang diminumnya berisi racun serangga.

Depresi Penyakit Tak Kunjung Sembuh, Kakek di Blitar Tewas Minum Racun

BLITAR JATIM - Seorang kakek di Blitar tewas bunuh diri setelah menenggak racun. Ini adalah korban ketiga bunuh diri menggunakan racun serangga dalam sebulan terakhir di Blitar. Dua korban sebelumnya adalah manula dan seorang siswa SD.

Korban terakhir adalah SO (65), warga Kecamatan Gandusari. Kakek ini nekat minum obat pembasmi rumput, diduga depresi karena penyakit stroke yang dideritanya tak kunjung sembuh.

Anak perempuannya melihat korban sudah terlentang di depan pintu dapur dengan mulut berbusa. Di samping korban ada botol obat pembasmi rumput.

Padahal sebelumnya, si anak menyimpan obat rumput itu di dinding belakang rumah. Diduga kuat, korban mengambilnya menggunakan sapu.

"Mengetahui kejadian itu, si anak langsung berteriak minta tolong. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Slumbung," kata Humas Polres Blitar Bripka Didik Dwi dikonfirmasi, Kamis (6/2/2020).

Ternyata Puskesmas Slumbung tidak berkenan mengobati karena korban juga menderita stroke.

Kemudian korban dibawa ke RS Ngudi Waluyo Wlingi untuk mendapat penanganan medis.

Keterangan dari keluarganya, lanjut Didik, korban ini sudah mencoba bunuh diri sebanyak tiga kali. Namun upayanya selalu gagal karena keluarga bertindak cepat menyelamatkannya.

"Kami sarankan kepada pihak keluarga meningkatkan pengawasan kepada korban. Lebih berhati-hati menaruh barang yang berbahaya yang sekiranya dapat digunakan untuk mencoba bunuh diri," imbuhnya.

Rupanya upaya penyelamatan korban kali ini gagal. Setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, nyawa korban tak tertolong. Pihak keluarga yang tidak menghendaki jasad korban diautopsi membuat surat pernyataan. Mereka harus melepaskan kepergian sang kakek dengan ikhlas.

Sebelumnya pada 31 Januari 2020, seorang siswa SD di Kecamatan Panggungrejo ditemukan tewas dengan mulut berbusa. Korban nekad mengakhiri hidup dengan minum obat pembasmi ulat jagung. Keterangan keluarga menyebut, korban diduga depresi karena tidak naik kelas dua kali.

Pada 13 Januari 2020, seorang petani 56 tahun tewas setelah secara tak sengaja meminum racun serangga. Petani tersebut pikun sehingga tak sadar gelas yang diminumnya berisi racun serangga.