Social Items

Driver ojek online (ojol) yang ditemukan di Sungai Serang Welahan Drainase (SWD) II diduga tewas karena penganiayaan dan pembunuhan.

Pasalnya, ditemukan sejumlah luka tusuk dan sayatan di lima bagian tubuhnya.

"Hasil pemeriksaan awal dari dokter memang ada dugaan penganiayaan," jelas Kanit Reskrim Polsek Welahan Aiptu Seno Sumarjono saat dikonfirmasi, Kamis (6/2) siang.

Kelima titik luka sayat itu meliputi dua di dada bagian kiri dengan lebar 7cm dan 4 cm. Kemudian di dada kiri, pelipis, dan sayatan lengan kanan korban.

"Selain itu, juga ada bekas jeratan tali rafia dan kaki diikat dengan batu bata," paparnya.

Sebelumnya, pihaknya mendapat laporan terkait penemuan mayat oleh warga sekitar pukul 06.10 WIB. Kemudian, dilakukan evakuasi dan pemeriksaan awal oleh dokter Puskesmas Welahan untuk selanjutnya diautopsi di RSUD Kartini Jepara.

"Dari hasil pemeriksaan awal lalu kami koordinasikan dengan Polres Kudus," paparnya.

Melalui koordinasi itu diketahui, bahwa korban ternyata ada indikasi seperti kejadian yang dilaporkan di Kudus. Laporan itu mengenai pengemudi ojol yang disewa penumpang namun hilang dan tidak kunjung pulang.

"Lalu istrinya kami datangkan ke kamar jenazah (RSUD Kartini). Dari istri menjelaskan bahwa korban identik dengan suaminya," pungkasnya.

Diduga Pembunuhan, ojol di Jepara mengalami bekas tusukan

Driver ojek online (ojol) yang ditemukan di Sungai Serang Welahan Drainase (SWD) II diduga tewas karena penganiayaan dan pembunuhan.

Pasalnya, ditemukan sejumlah luka tusuk dan sayatan di lima bagian tubuhnya.

"Hasil pemeriksaan awal dari dokter memang ada dugaan penganiayaan," jelas Kanit Reskrim Polsek Welahan Aiptu Seno Sumarjono saat dikonfirmasi, Kamis (6/2) siang.

Kelima titik luka sayat itu meliputi dua di dada bagian kiri dengan lebar 7cm dan 4 cm. Kemudian di dada kiri, pelipis, dan sayatan lengan kanan korban.

"Selain itu, juga ada bekas jeratan tali rafia dan kaki diikat dengan batu bata," paparnya.

Sebelumnya, pihaknya mendapat laporan terkait penemuan mayat oleh warga sekitar pukul 06.10 WIB. Kemudian, dilakukan evakuasi dan pemeriksaan awal oleh dokter Puskesmas Welahan untuk selanjutnya diautopsi di RSUD Kartini Jepara.

"Dari hasil pemeriksaan awal lalu kami koordinasikan dengan Polres Kudus," paparnya.

Melalui koordinasi itu diketahui, bahwa korban ternyata ada indikasi seperti kejadian yang dilaporkan di Kudus. Laporan itu mengenai pengemudi ojol yang disewa penumpang namun hilang dan tidak kunjung pulang.

"Lalu istrinya kami datangkan ke kamar jenazah (RSUD Kartini). Dari istri menjelaskan bahwa korban identik dengan suaminya," pungkasnya.

Tidak ada komentar