KEDIRI JATIM - Sebuah Video beredar dengan pengakuan seorang anak nyaris diculik tengah menjadi perbincangan warga Kota Kediri. Video tersebut menyebar luas melalui aplikasi percakapan WhatsApp.

Video berdurasi 2 Menit 11 Detik tersebut menggambarkan seorang anak berseragam Pramuka yang didampingi dua orang perempuan. Anak itu ditanya oleh perempuan lainnya yang sambil melakukan perekaman menggunakan ponsel.

Sang anak bercerita soal dirinya yang merasa nyaris menjadi korban penculikan. Menurut si anak, dua terduga penculik awalnya menanyakan soal SPBU. Kemudian mengajaknya masuk ke mobil dengan iming-iming permen.

Tak hanya video, pesan berisi hasil wawancara siswa SD berinisial A itu juga menyebar melalui WhatsApp. A merupakan siswa kelas 5 SD Mrican, Kota Kediri. Dugaan penculikan itu terjadi pada Kamis (20/2/2020).

Saat itu A mengaku diajak mendekati sebuah mobil warna hitam. Saat pintu mobil dibuka, A melihat ada dua anak yang sedang tidur bersama dengan sejumlah orang. Sontak A langsung lari menjauhi mobil dan menuju sebuah kantor bank yang tak jauh dari lokasi.

"Supirnya turun ada 2 orang, mobilnya sudah buka. Di bagian tengahnya sudah ada anak yang pingsan bersama orang dewasa. Saat orangnya merangkul saya takut. Saya lari ke Bank Jatim," ucap A seperti dalam video yang dilihat, Jumat (21/2/2020).

Menanggapi hal itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana langsung memberikan penjelasan. Berdasarkan pemeriksaan awal oleh anggota Bhabinkamtibmas dan Satreskrim Polresta Kediri melalui rekaman CCTV serta saksi, kejadian tersebut patut diwaspadai.

"Dari hasil penyelidikan melalui CCTV, saksi di lokasi, belum ditemukan bukti adanya penculikan. Adanya mobil dalam berita tersebut memang benar. Tetapi yang berada di mobil itu adalah satu keluarga yang sedang bepergian," jelas AKBP Miko.

Kendati demikian, Miko juga tidak menyepelekan kabar dan informasi tersebut. Sejak ada informasi dari A, seluruh personel Polres Kediri Kota baik anggota berseragam maupun preman melakukan pemantauan dan patroli di sejumlah SD.

"Saya mengimbau kepada masyarakat supaya tidak menyebarkan sesuatu yang belum jelas kebenarannya. Patut diwaspadai kabar dan informasi tersebut dengan berpesan pada anak jangan terbujuk rayu orang tak dikenal. Dan pihak sekolah maupun orang tua selalu waspada," Tegas Miko.

Pengakuan Anak Akan Diculik di Kota Kediri, Ini Kata Polisi

KEDIRI JATIM - Sebuah Video beredar dengan pengakuan seorang anak nyaris diculik tengah menjadi perbincangan warga Kota Kediri. Video tersebut menyebar luas melalui aplikasi percakapan WhatsApp.

Video berdurasi 2 Menit 11 Detik tersebut menggambarkan seorang anak berseragam Pramuka yang didampingi dua orang perempuan. Anak itu ditanya oleh perempuan lainnya yang sambil melakukan perekaman menggunakan ponsel.

Sang anak bercerita soal dirinya yang merasa nyaris menjadi korban penculikan. Menurut si anak, dua terduga penculik awalnya menanyakan soal SPBU. Kemudian mengajaknya masuk ke mobil dengan iming-iming permen.

Tak hanya video, pesan berisi hasil wawancara siswa SD berinisial A itu juga menyebar melalui WhatsApp. A merupakan siswa kelas 5 SD Mrican, Kota Kediri. Dugaan penculikan itu terjadi pada Kamis (20/2/2020).

Saat itu A mengaku diajak mendekati sebuah mobil warna hitam. Saat pintu mobil dibuka, A melihat ada dua anak yang sedang tidur bersama dengan sejumlah orang. Sontak A langsung lari menjauhi mobil dan menuju sebuah kantor bank yang tak jauh dari lokasi.

"Supirnya turun ada 2 orang, mobilnya sudah buka. Di bagian tengahnya sudah ada anak yang pingsan bersama orang dewasa. Saat orangnya merangkul saya takut. Saya lari ke Bank Jatim," ucap A seperti dalam video yang dilihat, Jumat (21/2/2020).

Menanggapi hal itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana langsung memberikan penjelasan. Berdasarkan pemeriksaan awal oleh anggota Bhabinkamtibmas dan Satreskrim Polresta Kediri melalui rekaman CCTV serta saksi, kejadian tersebut patut diwaspadai.

"Dari hasil penyelidikan melalui CCTV, saksi di lokasi, belum ditemukan bukti adanya penculikan. Adanya mobil dalam berita tersebut memang benar. Tetapi yang berada di mobil itu adalah satu keluarga yang sedang bepergian," jelas AKBP Miko.

Kendati demikian, Miko juga tidak menyepelekan kabar dan informasi tersebut. Sejak ada informasi dari A, seluruh personel Polres Kediri Kota baik anggota berseragam maupun preman melakukan pemantauan dan patroli di sejumlah SD.

"Saya mengimbau kepada masyarakat supaya tidak menyebarkan sesuatu yang belum jelas kebenarannya. Patut diwaspadai kabar dan informasi tersebut dengan berpesan pada anak jangan terbujuk rayu orang tak dikenal. Dan pihak sekolah maupun orang tua selalu waspada," Tegas Miko.