Social Items

SUMENEP JATIM - Nuraini, warga Kecamatan Kangayan Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, melahirkan bayi perempuan di Kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) III. Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Kalianget menuju Pulau Kangean, kemudian melanjutkan ke Pulau Sapeken.

Saat hampir tiba di Pelabuhan Batu Guluk, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Nuraini semakin sakit perut pertanda mau melahirkan.

Beruntung, ada penumpang kapal yang berprofesi menjadi bidan, jadi persalinan yang diminta oleh bidan tersebut.

“Saat kami menerima informasi tentang ibu yang mau dikirim, kami langsung mengumumkan, barang kali ada petugas medis yang bisa membantunya.

Syukurlah ada jumlah bidan yang ikut di kapal, ”kata Nahkoda Kapal DBS III, Nimawan, Kamis (9/1/2020).

Saat melahirkan, Nuraini didampingi oleh hasil, Hamsah Haib. Nuraini naik kapal DBS III untuk kembali ke Pulau Kangean setelah memeriksakan cadangannya di sebuah rumah sakit di daratan.

Menurut prediksi dokter, Nuraini baru akan dibawa sekitar 15 hari lagi. Karena itu, ia memutuskan untuk kembali ke Pulau Kangean.

“Proses persalinan penumpang kami itu Alhamdulillah cepat. Selain petugas medis yang ikut, di kapal juga sudah ada P3K-nya. Jadi petugas yang ada tinggal menyediakan obat-obatan yang ada, ”ujar nahkoda.

Setelah dibawa dengan sempurna, Nuraini dan bayinya langsung dibawa ke Puskesmas menggunakan ambulan yang telah disediakan di pelabuhan. “Setelah tiba di pelabuhan, ibu dan bayinya langsung dibawa ambulans untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” ucapnya. 

Tak Kuasa Menahan, Warga Kangean Lahirkan Bayi di Kapal DBS III

SUMENEP JATIM - Nuraini, warga Kecamatan Kangayan Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, melahirkan bayi perempuan di Kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) III. Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Kalianget menuju Pulau Kangean, kemudian melanjutkan ke Pulau Sapeken.

Saat hampir tiba di Pelabuhan Batu Guluk, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Nuraini semakin sakit perut pertanda mau melahirkan.

Beruntung, ada penumpang kapal yang berprofesi menjadi bidan, jadi persalinan yang diminta oleh bidan tersebut.

“Saat kami menerima informasi tentang ibu yang mau dikirim, kami langsung mengumumkan, barang kali ada petugas medis yang bisa membantunya.

Syukurlah ada jumlah bidan yang ikut di kapal, ”kata Nahkoda Kapal DBS III, Nimawan, Kamis (9/1/2020).

Saat melahirkan, Nuraini didampingi oleh hasil, Hamsah Haib. Nuraini naik kapal DBS III untuk kembali ke Pulau Kangean setelah memeriksakan cadangannya di sebuah rumah sakit di daratan.

Menurut prediksi dokter, Nuraini baru akan dibawa sekitar 15 hari lagi. Karena itu, ia memutuskan untuk kembali ke Pulau Kangean.

“Proses persalinan penumpang kami itu Alhamdulillah cepat. Selain petugas medis yang ikut, di kapal juga sudah ada P3K-nya. Jadi petugas yang ada tinggal menyediakan obat-obatan yang ada, ”ujar nahkoda.

Setelah dibawa dengan sempurna, Nuraini dan bayinya langsung dibawa ke Puskesmas menggunakan ambulan yang telah disediakan di pelabuhan. “Setelah tiba di pelabuhan, ibu dan bayinya langsung dibawa ambulans untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” ucapnya. 

Tidak ada komentar