Social Items

BOYOLALI JATENG - Sesosok bayi ditemukan di teras rumah warga di Boyolali, Jawa Tengah. Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut masih hidup dan kini dirawat di Puskesmas Rawat Inap Ngemplak, Boyolali.

"Tadi pagi di teras rumah Pak Warsito ditemukan bayi perempuan yang usianya diperkirakan baru lahir, kira-kira satu hari," kata Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro saat melihat kondisi bayi tersebut di Puskesmas Rawat Inap Ngemplak, Jumat (10/1/2020).

Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi dimasukkan tas warna merah di depan pintu utama rumah Warsito, Dukuh Welar, Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak.

Pertama kali diketahui oleh istri Warsito, Nanik Rusia Wati, pagi tadi.

Saat itu Nanik hendak keluar rumah untuk membeli sayuran di warung. Setelah membuka pintu depan, ia terkejutnya melihat tas tepat di depan pintu tersebut.

Dia lantas membuka tas berwarna merah itu dan ternyata berisi bayi yang masih hidup.

Saksi kemudian memberitahukan temuan tersebut kepada suaminya dan tetangga. Warga sekitar langsung berdatangan, sehingga sempat membuat heboh.

Bayi itu kemudian dibawa ke bidan desa setempat dan selanjutnya dibawa ke Puskesmas Ngemplak untuk mendapatkan parawatan.

Kejadian tersebut juga dilaporkan ke Polsek Ngemplak untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kusumo menduga bayi tersebut baru saja dilahirkan. Pasalnya saat ditemukan bayi tersebut masih lengkap dengan tali pusarnya.

"Diperkirakan baru lahir, karena itu masih ada tali pusarnya juga, dan juga masih ada lemak di badannya," jelas dia.

Untuk penanganan, bayi malang itu akan dibawa ke RSUD Pandan Arang, Boyolali yang memiliki inkubator. Sebab di Puskesmas Ngemplak fasilitasnya terbatas.

Kusumo menyebutkan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap ibu bayi tersebut dan siapa yang membuangnya.

"Ya ini (ibu bayi) masih dalam proses untuk pencarian," terangnya.

Terpisah, dokter umum Puskesmas Ngemplak, Surani Meiwiyati, menjelaskan bayi perempuan itu dalam kondisi baik. Berat badannya 2,5 kg dan panjang 46 cm.

"Saat ini kondisinya baik, tidak ada kelainan apa-apa, berat badannya 2.500 gram, panjang 46 cm. Sampai sini tadi masih ada tali pusarnya, plasentanya masih melekat di tubuhnya," jelasnya.

Tak butuh waktu lama, Polres Boyolali berhasil mengungkap penemuan bayi tersebut dengan mengamankan ibunya, sore ini.

"Iya, kami sudah mengamankan satu orang yaitu ibu dari bayi tersebut," ujar Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Mulyanto.

Mulyanto menyebutkan, ibu bayi tersebut berinisial NN ditangkap di wilayah Solo. Kemudian oleh polisi dibawa ke Mapolsek Ngemplak untuk dimintai keterangannya.

Meski sudah diamankan, lanjut Mulyanto, kemungkinan ibu bayi tersebut belum akan ditahan. Karena yang bersangkutan masih perlu perawatan medis setelah melahirkan.

"Rencananya (ibu bayi) kami bawa ke RSUD Pandan Arang, karena bayinya kan juga dibawa ke sana. Sudah saya perintahkan untuk dibawa ke rumah sakit," terangnya.

Warga Boyolali Temukan Bayi Di Teras Rumah

BOYOLALI JATENG - Sesosok bayi ditemukan di teras rumah warga di Boyolali, Jawa Tengah. Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut masih hidup dan kini dirawat di Puskesmas Rawat Inap Ngemplak, Boyolali.

"Tadi pagi di teras rumah Pak Warsito ditemukan bayi perempuan yang usianya diperkirakan baru lahir, kira-kira satu hari," kata Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro saat melihat kondisi bayi tersebut di Puskesmas Rawat Inap Ngemplak, Jumat (10/1/2020).

Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi dimasukkan tas warna merah di depan pintu utama rumah Warsito, Dukuh Welar, Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak.

Pertama kali diketahui oleh istri Warsito, Nanik Rusia Wati, pagi tadi.

Saat itu Nanik hendak keluar rumah untuk membeli sayuran di warung. Setelah membuka pintu depan, ia terkejutnya melihat tas tepat di depan pintu tersebut.

Dia lantas membuka tas berwarna merah itu dan ternyata berisi bayi yang masih hidup.

Saksi kemudian memberitahukan temuan tersebut kepada suaminya dan tetangga. Warga sekitar langsung berdatangan, sehingga sempat membuat heboh.

Bayi itu kemudian dibawa ke bidan desa setempat dan selanjutnya dibawa ke Puskesmas Ngemplak untuk mendapatkan parawatan.

Kejadian tersebut juga dilaporkan ke Polsek Ngemplak untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kusumo menduga bayi tersebut baru saja dilahirkan. Pasalnya saat ditemukan bayi tersebut masih lengkap dengan tali pusarnya.

"Diperkirakan baru lahir, karena itu masih ada tali pusarnya juga, dan juga masih ada lemak di badannya," jelas dia.

Untuk penanganan, bayi malang itu akan dibawa ke RSUD Pandan Arang, Boyolali yang memiliki inkubator. Sebab di Puskesmas Ngemplak fasilitasnya terbatas.

Kusumo menyebutkan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap ibu bayi tersebut dan siapa yang membuangnya.

"Ya ini (ibu bayi) masih dalam proses untuk pencarian," terangnya.

Terpisah, dokter umum Puskesmas Ngemplak, Surani Meiwiyati, menjelaskan bayi perempuan itu dalam kondisi baik. Berat badannya 2,5 kg dan panjang 46 cm.

"Saat ini kondisinya baik, tidak ada kelainan apa-apa, berat badannya 2.500 gram, panjang 46 cm. Sampai sini tadi masih ada tali pusarnya, plasentanya masih melekat di tubuhnya," jelasnya.

Tak butuh waktu lama, Polres Boyolali berhasil mengungkap penemuan bayi tersebut dengan mengamankan ibunya, sore ini.

"Iya, kami sudah mengamankan satu orang yaitu ibu dari bayi tersebut," ujar Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Mulyanto.

Mulyanto menyebutkan, ibu bayi tersebut berinisial NN ditangkap di wilayah Solo. Kemudian oleh polisi dibawa ke Mapolsek Ngemplak untuk dimintai keterangannya.

Meski sudah diamankan, lanjut Mulyanto, kemungkinan ibu bayi tersebut belum akan ditahan. Karena yang bersangkutan masih perlu perawatan medis setelah melahirkan.

"Rencananya (ibu bayi) kami bawa ke RSUD Pandan Arang, karena bayinya kan juga dibawa ke sana. Sudah saya perintahkan untuk dibawa ke rumah sakit," terangnya.

Tidak ada komentar

Loading...