KEDIRI JATIM - Seorang wanita berinisial TD (20), warga asal Perum Wilis Indah, RT 06/RW06, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, ditemukan tak bernyawa di rumahnya yang ada di kawasan Perum Griya Amarta D5, RT 10/RW 09, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang (28/1/2020).

Informasi yang diperoleh kondisi korban saat ditemukan cukup mengenaskan.

Sebab, di sekelilingnya terdapat banyak darah dan beberapa barang seperti BH korban juga nampak berserakan di samping jasad korban.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata, menjelaskan pihaknya saat ini masih terus melakukan pendalaman penyebab meninggalnya wanita yang ditemukan tewas di dalam rumahnya tersebut.

"Kita temukan indikasi yang bersangkutan bunuh diri. Sebab di lokasi tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Korban bukan mahasiswa dan dia ini tinggal di rumahnya sendiri," ujarnya (30/1/2020).

Selain itu, petugas usai mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit, juga mendapati janin yang di kandung korban. Janin tersebut diperkirakan sudah berusia enam bulan.

"Saat ditemukan awal belum ditemukan namun saat sudah dibawa ke rumah sakit janinnya keluar. Kalau untuk meninggalnya sudah lebih dari satu hari. Namun untuk lebih pastinya kita masih menunggu hasil visum," jelasnya.

Pihak kepolisian sendiri, sempat mengalami kendala dalam mengungkap penyebab kematian korban.

Pasalnya, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban.

"Kita juga masih menunggu pihak keluarga yang datang dari Medan. Tapi di sini ada paman korban yang keberatan korban diotopsi.

Tapi kalau nanti ibu korban juga keberatan maka kami akan buatkan surat pernyataan dari pihak keluarga kalau suatu saat di kemudian hari ditemukan adanya indikasi pidana atau ada yang melakukan komplain maka kita akan bongkar makamnya," pungkasnya.

Wanita Asal Kediri Tewas Di Perumahan Kota Malang

KEDIRI JATIM - Seorang wanita berinisial TD (20), warga asal Perum Wilis Indah, RT 06/RW06, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, ditemukan tak bernyawa di rumahnya yang ada di kawasan Perum Griya Amarta D5, RT 10/RW 09, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang (28/1/2020).

Informasi yang diperoleh kondisi korban saat ditemukan cukup mengenaskan.

Sebab, di sekelilingnya terdapat banyak darah dan beberapa barang seperti BH korban juga nampak berserakan di samping jasad korban.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata, menjelaskan pihaknya saat ini masih terus melakukan pendalaman penyebab meninggalnya wanita yang ditemukan tewas di dalam rumahnya tersebut.

"Kita temukan indikasi yang bersangkutan bunuh diri. Sebab di lokasi tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Korban bukan mahasiswa dan dia ini tinggal di rumahnya sendiri," ujarnya (30/1/2020).

Selain itu, petugas usai mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit, juga mendapati janin yang di kandung korban. Janin tersebut diperkirakan sudah berusia enam bulan.

"Saat ditemukan awal belum ditemukan namun saat sudah dibawa ke rumah sakit janinnya keluar. Kalau untuk meninggalnya sudah lebih dari satu hari. Namun untuk lebih pastinya kita masih menunggu hasil visum," jelasnya.

Pihak kepolisian sendiri, sempat mengalami kendala dalam mengungkap penyebab kematian korban.

Pasalnya, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban.

"Kita juga masih menunggu pihak keluarga yang datang dari Medan. Tapi di sini ada paman korban yang keberatan korban diotopsi.

Tapi kalau nanti ibu korban juga keberatan maka kami akan buatkan surat pernyataan dari pihak keluarga kalau suatu saat di kemudian hari ditemukan adanya indikasi pidana atau ada yang melakukan komplain maka kita akan bongkar makamnya," pungkasnya.