Social Items

PONOROGO JATIM - Seorang bocah bernama Rama Adinata (5), tewas akibat tertimpa pohon di Jalan Desa Sendang, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo. Sedangkan Suharto (60), sang kakek, mengalami luka berat.

Kapolsek Ngrayun AKP Suroso mengatakan, awalnya Amat Aminuddin (21) dan Setiawan (16), warga desa setempat bermaksud mencari kayu bakar di hutan pinus petak 96 RPH Ngrayun, dengan membawa gergaji tangan.

"Sampai di lokasi, keduanya menemukan kayu pinus yang sudah lapuk, kemudian digergaji oleh keduanya," jelas Suroso.

Setelah digergaji, kayu itu pun roboh. Namun saat itu juga, terdengar suara meminta tolong, yang tak lain dari teriakan Suharto.

Kedua pemuda itu langsung mendatangi sumber suara. Keduanya baru menyadari bila pohon yang mereka tebang menimpa Suharto dan cucunya.

Melihat Rama meninggal dunia di lokasi dan Suharto patah tulang tangan dan kaki, kedua remaja itu berteriak minta tolong kepada warga lain hingga sampai ke telinga polisi.

"Korban Suharto langsung kami evakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Harjono Ponorogo. Sedangkan cucunya, kami bawa ke rumah duka," ujar Suroso.

Untuk menindaklanjuti kasus tersebut, Unit Reskrim Polsek Ngrayun membawa kedua pemuda penebang kayu itu ke mapolsek untuk dimintai keterangan.

"Masih belum ada penetapan tersangka, karena masih dalam proses pemeriksaan. Kami masih mendalami, apakah ada unsur pidana atau tidak dalam peristiwa ini," tegas Suroso.

Tertimpa Pohon, Bocah 5 Tahun di Ponorogo Meninggal

PONOROGO JATIM - Seorang bocah bernama Rama Adinata (5), tewas akibat tertimpa pohon di Jalan Desa Sendang, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo. Sedangkan Suharto (60), sang kakek, mengalami luka berat.

Kapolsek Ngrayun AKP Suroso mengatakan, awalnya Amat Aminuddin (21) dan Setiawan (16), warga desa setempat bermaksud mencari kayu bakar di hutan pinus petak 96 RPH Ngrayun, dengan membawa gergaji tangan.

"Sampai di lokasi, keduanya menemukan kayu pinus yang sudah lapuk, kemudian digergaji oleh keduanya," jelas Suroso.

Setelah digergaji, kayu itu pun roboh. Namun saat itu juga, terdengar suara meminta tolong, yang tak lain dari teriakan Suharto.

Kedua pemuda itu langsung mendatangi sumber suara. Keduanya baru menyadari bila pohon yang mereka tebang menimpa Suharto dan cucunya.

Melihat Rama meninggal dunia di lokasi dan Suharto patah tulang tangan dan kaki, kedua remaja itu berteriak minta tolong kepada warga lain hingga sampai ke telinga polisi.

"Korban Suharto langsung kami evakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Harjono Ponorogo. Sedangkan cucunya, kami bawa ke rumah duka," ujar Suroso.

Untuk menindaklanjuti kasus tersebut, Unit Reskrim Polsek Ngrayun membawa kedua pemuda penebang kayu itu ke mapolsek untuk dimintai keterangan.

"Masih belum ada penetapan tersangka, karena masih dalam proses pemeriksaan. Kami masih mendalami, apakah ada unsur pidana atau tidak dalam peristiwa ini," tegas Suroso.

Tidak ada komentar