LAMONGAN JATIM - Perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Lamongan memakan korban. Warga Jambi tewas terserempet kereta saat menyeberang di Dusun Pondok, Desa Pandanpancur, Kecamatan Deket.

Informasi yang didapat, korban bernama Suwandi (33) warga Kelurahan Ujungtanjung, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Jambi. Saat menyeberang, korban dibonceng Anton Widiono (31) warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Kalitengah.

Anton mengendarai motor Yamaya Mio dengan nopol W 6417 YM. Ketika itu, mereka menyeberang dari arah utara menuju selatan.

Sementara dari arah arah barat ke timur melaju KA dengan nomor lok CC2010407.

"Karena jarak sudah sangat dekat, masinis membunyikan klakson agar pemotor segera menghindar dari rel," kata Kapolsek Deket AKP Sunarto Putra pada wartawan di lokasi kejadian, Minggu (26/1/2020).

Motor, kata Sunaryo, sebenarnya sudah berhasil lolos dari sambaran kereta api. Namun Suwandi merasa kaget dan panik sehingga melompat dari boncengan motor ke arah belakang.

"Akibat melompat ini, korban yang bernama Suwandi terbentur atau tertemper serta terseret kereta api," jelasnya.

Polisi bersama warga menemukan Suwandi dalam keadaan meninggal dengan kondisi luka parah di bagian tubuh dan kepala.

Polisi juga telah mengevakuasi korban dan membawa jenazahnya ke RS Muhammadiyah Lamongan.

Sementara pengemudi motor Anton selamat dan tidak mengalami luka. "Motor korban juga berhasil ditemukan tak jauh dari TKP. Yaitu di sebelah selatan rel kereta api dalam keadaan lampu stopan belakang pecah," pungkas Sunaryo.

Terserempet Kereta Api, Pria di Lamongan Meninggal

LAMONGAN JATIM - Perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Lamongan memakan korban. Warga Jambi tewas terserempet kereta saat menyeberang di Dusun Pondok, Desa Pandanpancur, Kecamatan Deket.

Informasi yang didapat, korban bernama Suwandi (33) warga Kelurahan Ujungtanjung, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Jambi. Saat menyeberang, korban dibonceng Anton Widiono (31) warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Kalitengah.

Anton mengendarai motor Yamaya Mio dengan nopol W 6417 YM. Ketika itu, mereka menyeberang dari arah utara menuju selatan.

Sementara dari arah arah barat ke timur melaju KA dengan nomor lok CC2010407.

"Karena jarak sudah sangat dekat, masinis membunyikan klakson agar pemotor segera menghindar dari rel," kata Kapolsek Deket AKP Sunarto Putra pada wartawan di lokasi kejadian, Minggu (26/1/2020).

Motor, kata Sunaryo, sebenarnya sudah berhasil lolos dari sambaran kereta api. Namun Suwandi merasa kaget dan panik sehingga melompat dari boncengan motor ke arah belakang.

"Akibat melompat ini, korban yang bernama Suwandi terbentur atau tertemper serta terseret kereta api," jelasnya.

Polisi bersama warga menemukan Suwandi dalam keadaan meninggal dengan kondisi luka parah di bagian tubuh dan kepala.

Polisi juga telah mengevakuasi korban dan membawa jenazahnya ke RS Muhammadiyah Lamongan.

Sementara pengemudi motor Anton selamat dan tidak mengalami luka. "Motor korban juga berhasil ditemukan tak jauh dari TKP. Yaitu di sebelah selatan rel kereta api dalam keadaan lampu stopan belakang pecah," pungkas Sunaryo.