BOJONEGORO JATIM - Sopir bus tewas mendadak saat mengemudikan kendaraannya. Untung ada si kernet yang bisa mengendalikan laju bus sehingga tak terjadi kecelakaan.

Sopir itu adalah Suhermanto (60). Saat itu Suhermanto sedang menyopiri Bus Margodjoyo yang biasa dibawanya. Bus berjalan dari Bojonegoro menuju ke Surabaya.

Saat melintas di Jalan Raya Baureno, tiba-tiba Suhermanto mendadak mengalami nyeri perut. Tak lama, Suhermanto pingsan jatuh di atas kursi kemudi.

Kernet bus, Paji (45) yang berada di samping kemudi langsung tanggap mengendalikan setir bus dan perlahan-lahan meminggirkan bus ke tepi jalan.

"Tadi sebelumnya sopir bilang, perutku sakit ji...Lalu tangan sopir terlepas dari setir dan pingsan akhirnya bus melaju tidak terkendali. Kemudian kemudi aku ambil alih karena laju bus rada kencang hingga mau nabrak pohon, alhamdulillah selamat dan bisa menepi ke pinggir jalan" ucap Paji kepada polisi di lokasi kejadian, Selasa ( 21/1/2020).

Meski bus pada akhirnya bisa dikendalikan namun para penumpang sempat ketakutan. Suhermanto segera diturunkan dari bus lalu dilarikan ke puskesmas setempat.

"Saat dibawa ke puskesmas, korban diketahui sudah dalam keadaan meninggal dunia," jelas Kapolsek Baureno AKP Marjono.

Setelah dinyatakan meninggal oleh tim medis, Paji dan Kamsuri selaku kondektur langsung memberitahu pihak keluarga.

Marjono mengimbau kepada semua pengemudi kendaraan bahwa musibah setiap kali terjadi di luar dugaan manusia sehingga meminta kepada sopir untuk tetap berhati hati.

"Tetap jaga kesehatan dan periksa kesehatan sebelum mengemudikan kendaraan, karena membawa penumpang yang harus selamat hingga tujuan ucap Marjono.

Supir Bus Bojonegoro Meninggal Saat Menyetir

BOJONEGORO JATIM - Sopir bus tewas mendadak saat mengemudikan kendaraannya. Untung ada si kernet yang bisa mengendalikan laju bus sehingga tak terjadi kecelakaan.

Sopir itu adalah Suhermanto (60). Saat itu Suhermanto sedang menyopiri Bus Margodjoyo yang biasa dibawanya. Bus berjalan dari Bojonegoro menuju ke Surabaya.

Saat melintas di Jalan Raya Baureno, tiba-tiba Suhermanto mendadak mengalami nyeri perut. Tak lama, Suhermanto pingsan jatuh di atas kursi kemudi.

Kernet bus, Paji (45) yang berada di samping kemudi langsung tanggap mengendalikan setir bus dan perlahan-lahan meminggirkan bus ke tepi jalan.

"Tadi sebelumnya sopir bilang, perutku sakit ji...Lalu tangan sopir terlepas dari setir dan pingsan akhirnya bus melaju tidak terkendali. Kemudian kemudi aku ambil alih karena laju bus rada kencang hingga mau nabrak pohon, alhamdulillah selamat dan bisa menepi ke pinggir jalan" ucap Paji kepada polisi di lokasi kejadian, Selasa ( 21/1/2020).

Meski bus pada akhirnya bisa dikendalikan namun para penumpang sempat ketakutan. Suhermanto segera diturunkan dari bus lalu dilarikan ke puskesmas setempat.

"Saat dibawa ke puskesmas, korban diketahui sudah dalam keadaan meninggal dunia," jelas Kapolsek Baureno AKP Marjono.

Setelah dinyatakan meninggal oleh tim medis, Paji dan Kamsuri selaku kondektur langsung memberitahu pihak keluarga.

Marjono mengimbau kepada semua pengemudi kendaraan bahwa musibah setiap kali terjadi di luar dugaan manusia sehingga meminta kepada sopir untuk tetap berhati hati.

"Tetap jaga kesehatan dan periksa kesehatan sebelum mengemudikan kendaraan, karena membawa penumpang yang harus selamat hingga tujuan ucap Marjono.