SURABAYA JATIM - Kakek yang berinisial MK (64) di Krembangan, Surabaya ditemukan tewas gantung diri di rumahnya. Korban diduga depresi karena mengidap sakit lambung yang tak kunjung sembuh.

Korban diketahui tewas gantung diri pada pukul 05.00 WIB. Saat itu salah seorang tetangganya ingin menjenguk korban yang sedang terbaring sakit.

"Tetangga bermaksud menjenguk Korban di kediamannya, karena korban sedang sakit lambung," kata petugas BPB Linmas Surabaya Ali Hurozim, Selasa (21/1/2020).

Namun saat didatangi, lanjut Ali, korban tidak ada di rumahnya. Setelah dicari di bagian dapur ternyata korban sudah tewas dengan keadaan gantung diri.

"Setelah dicek di kediamannya tidak ada, kemudian tetangga mencoba mencari di kediamannya.

Tak lama kemudian korban ditemukan di bagian dapur dengan kondisi gantung diri," terangnya.

Pada saat korban akan dievakuasi ke kamar mayat RSU dr Soetomo, pihak keluarga sempat menolak divisum. Sebab keluarga ingin mengurusnya sendiri dan langsung memakamkannya.

"Pihak keluarga tidak berkenan divisum dan ingin dimakamkan," ujar Ali.

Namun setelah diberi penjelasan, keluarga akhirnya memberikan izin. Korban akhirnya dievakuasi ke rumah sakit dan dilakukan visum dengan didampingi keluarganya.

"Pukul 09.15 WIB korban dibawa ke kamar jenazah RSU dr Soetomo untuk dilakukan visum luar dengan didampingi keluarganya," tandasnya.

Depresi, Kakek Di Surabaya Gantung Diri

SURABAYA JATIM - Kakek yang berinisial MK (64) di Krembangan, Surabaya ditemukan tewas gantung diri di rumahnya. Korban diduga depresi karena mengidap sakit lambung yang tak kunjung sembuh.

Korban diketahui tewas gantung diri pada pukul 05.00 WIB. Saat itu salah seorang tetangganya ingin menjenguk korban yang sedang terbaring sakit.

"Tetangga bermaksud menjenguk Korban di kediamannya, karena korban sedang sakit lambung," kata petugas BPB Linmas Surabaya Ali Hurozim, Selasa (21/1/2020).

Namun saat didatangi, lanjut Ali, korban tidak ada di rumahnya. Setelah dicari di bagian dapur ternyata korban sudah tewas dengan keadaan gantung diri.

"Setelah dicek di kediamannya tidak ada, kemudian tetangga mencoba mencari di kediamannya.

Tak lama kemudian korban ditemukan di bagian dapur dengan kondisi gantung diri," terangnya.

Pada saat korban akan dievakuasi ke kamar mayat RSU dr Soetomo, pihak keluarga sempat menolak divisum. Sebab keluarga ingin mengurusnya sendiri dan langsung memakamkannya.

"Pihak keluarga tidak berkenan divisum dan ingin dimakamkan," ujar Ali.

Namun setelah diberi penjelasan, keluarga akhirnya memberikan izin. Korban akhirnya dievakuasi ke rumah sakit dan dilakukan visum dengan didampingi keluarganya.

"Pukul 09.15 WIB korban dibawa ke kamar jenazah RSU dr Soetomo untuk dilakukan visum luar dengan didampingi keluarganya," tandasnya.