TRENGGALEK JATIM - Bupati Trenggalek menyebut ambrolnya tembok penahan jalan (TPJ) atau plengsengan yang baru dibangun di Desa Sumberdadi, Kecamatan Trenggalek diduga ada unsur kelalaian.

"Kami telusuri dulu, kejadiannya karena bencana atau kesalahan kontraktor. Laporan terakhir ada kelalaian di situ, tapi keputusannya seperti apa belum tahu, saya perintahkan kepala dinas untuk komunikasi dengan TP4D (Tim Pengawal Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan)," kata Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, saat melakukan safari infrastruktur, Kamis (2/1/2019).

Menurut Arifin, pascaambrolnya plengsengan tersebut pihaknya telah meminta inspektorat daerah untuk melakukan pemeriksaan. Hal itu untuk mengetahui ada tidaknya kesalahan dalam proses pengerjaan konstruksinya, serta memastikan penyebab pasti kerusakan tersebut.

"Kemungkinan akan kami bebankan pada pelaksana kalau memang kesalahannya ada di pelaksana. Kami tunggu keputusan dari tim pendampinganya dari TP4D Kejaksaan," ujarnya.

Arifin menjelaskan setiap proyek pemerintah yang bernilai lebih dari Rp 1 miliar mendapatkan pengawalan dari kejaksaan melalui TP4D. Termasuk proyek pembangunan plengsengan di Desa Sumberdadi tersebut.

Namun hingga kini pihaknya mengklaim belum mendapatkan telaah atau hasil kajian dari TP4D terkait peristiwa itu.

"Itukan juga pendampingan TP4D, kami secara legal juga belum mendapatkan laporan," kata Arifin.

Sebelumnya proyek plengsengan di Desa Sumberdadi Kecamatan/Kabupaten Trenggalek ambles. Seluruh konstruksi melorot dan ambyar di dasar sungai. Proyek gabungan senilai Rp 2,6 miliar itu rusak saat terjadi hujan sepekan lalu.

Baru Selesai Dibangun, Plengsengan di Trenggalek Ambrol

TRENGGALEK JATIM - Bupati Trenggalek menyebut ambrolnya tembok penahan jalan (TPJ) atau plengsengan yang baru dibangun di Desa Sumberdadi, Kecamatan Trenggalek diduga ada unsur kelalaian.

"Kami telusuri dulu, kejadiannya karena bencana atau kesalahan kontraktor. Laporan terakhir ada kelalaian di situ, tapi keputusannya seperti apa belum tahu, saya perintahkan kepala dinas untuk komunikasi dengan TP4D (Tim Pengawal Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan)," kata Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, saat melakukan safari infrastruktur, Kamis (2/1/2019).

Menurut Arifin, pascaambrolnya plengsengan tersebut pihaknya telah meminta inspektorat daerah untuk melakukan pemeriksaan. Hal itu untuk mengetahui ada tidaknya kesalahan dalam proses pengerjaan konstruksinya, serta memastikan penyebab pasti kerusakan tersebut.

"Kemungkinan akan kami bebankan pada pelaksana kalau memang kesalahannya ada di pelaksana. Kami tunggu keputusan dari tim pendampinganya dari TP4D Kejaksaan," ujarnya.

Arifin menjelaskan setiap proyek pemerintah yang bernilai lebih dari Rp 1 miliar mendapatkan pengawalan dari kejaksaan melalui TP4D. Termasuk proyek pembangunan plengsengan di Desa Sumberdadi tersebut.

Namun hingga kini pihaknya mengklaim belum mendapatkan telaah atau hasil kajian dari TP4D terkait peristiwa itu.

"Itukan juga pendampingan TP4D, kami secara legal juga belum mendapatkan laporan," kata Arifin.

Sebelumnya proyek plengsengan di Desa Sumberdadi Kecamatan/Kabupaten Trenggalek ambles. Seluruh konstruksi melorot dan ambyar di dasar sungai. Proyek gabungan senilai Rp 2,6 miliar itu rusak saat terjadi hujan sepekan lalu.