PACITAN JATIM - Terdapat puluhan kambing milik warga di Pacitan mati mendadak. Hewan-hewan tersebut ditemukan mati saat masih berada di kandang. Umumnya terdapat luka pada bagian tubuh binatang ternak tersebut.

"Teror itu sangat meresahkan masyarakat," ujar Sarginen (43) Kasi Pelayanan Desa Katipugal, Kecamatan Kebonagung kepada wartawan, Selasa (21/1/2020) siang.

Awalnya, kata Ginen, kejadian menimpa 18 ekor kambing di Desa Klesem. Berikutnya merembet ke desa tetangga, yaitu Katipugal.

Di desa itu ada 3 ekor kambing yang ditemukan mati dengan luka di badan.

"Yang paling akhir itu di (desa) Kalipelus. Malah jumlahnya sampai 15 ekor," tambah Sarginen.

Sejak serangan aneh terjadi 3 pekan lalu, belum ada warga yang melihat langsung makhluk pemangsanya. Sebab, peristiwa terjadi sangat cepat.

Biasanya diawali suara mengembik keras. Begitu dihampiri, kambing sudah tak bernyawa.

Ada pula kejadian yang tak diketahui langsung pemilik ternak. Pasalnya, letak kandang berjauhan dengan permukiman. Baru pagi harinya saat pemilik bermaksud memberi pakan ternak, bangkai kambing sudah bergelimpangan dikerumuni anjing rumahan.

"Kadang semalam itu ada 5 ekor kambing mati bersamaan. Padahal tinggalnya di satu kandang yang sama," kata Sarginen heran.

Sejauh ini, lanjut Ginen, warga hanya bisa menjaga kambing piaraannya. Mereka rela tidur di dekat kandang untuk mencegah serangan berikutnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Terlebih hingga saat ini si pembuat teror jenisnya belum diketahui.

Viral, Puluhan Kambing Mati Mendadak di Pacitan

PACITAN JATIM - Terdapat puluhan kambing milik warga di Pacitan mati mendadak. Hewan-hewan tersebut ditemukan mati saat masih berada di kandang. Umumnya terdapat luka pada bagian tubuh binatang ternak tersebut.

"Teror itu sangat meresahkan masyarakat," ujar Sarginen (43) Kasi Pelayanan Desa Katipugal, Kecamatan Kebonagung kepada wartawan, Selasa (21/1/2020) siang.

Awalnya, kata Ginen, kejadian menimpa 18 ekor kambing di Desa Klesem. Berikutnya merembet ke desa tetangga, yaitu Katipugal.

Di desa itu ada 3 ekor kambing yang ditemukan mati dengan luka di badan.

"Yang paling akhir itu di (desa) Kalipelus. Malah jumlahnya sampai 15 ekor," tambah Sarginen.

Sejak serangan aneh terjadi 3 pekan lalu, belum ada warga yang melihat langsung makhluk pemangsanya. Sebab, peristiwa terjadi sangat cepat.

Biasanya diawali suara mengembik keras. Begitu dihampiri, kambing sudah tak bernyawa.

Ada pula kejadian yang tak diketahui langsung pemilik ternak. Pasalnya, letak kandang berjauhan dengan permukiman. Baru pagi harinya saat pemilik bermaksud memberi pakan ternak, bangkai kambing sudah bergelimpangan dikerumuni anjing rumahan.

"Kadang semalam itu ada 5 ekor kambing mati bersamaan. Padahal tinggalnya di satu kandang yang sama," kata Sarginen heran.

Sejauh ini, lanjut Ginen, warga hanya bisa menjaga kambing piaraannya. Mereka rela tidur di dekat kandang untuk mencegah serangan berikutnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Terlebih hingga saat ini si pembuat teror jenisnya belum diketahui.

Tidak ada komentar