Akan ada reuni duet maut Arema di Persik Kediri. Namun kali ini, dua figur tersebut berada di jajaran staf pelatih, Joko Susilo sebagai pelatih kepala, Johan Prasetyo Wibowo sebagai asisten.

Joko Susilo resmi menukangi Persik pada Liga 1 2020. Beban cukup berat bakal diemban pelatih yang akrab disapa Getuk itu, yakni mengembalikan kejayaan Macan Putih di pentas sepak bola Indonesia.

Persik memang pernah merasakan kejayaan pada 2003 dan 2006. Kala itu, klub kebanggaan warga Kediri itu sukses meraih gelar juara.

Joko Susilo mengaku bangga bisa menangani Persik di Liga 1 2020 mendatang. Yang lebih membuatnya makin senang, dia bereuni kembali dengan Johan Prasetyo Wibowo.

Masih membekas kenangan Getuk saat berduet dengan Johan yang ketika itu masih berusia muda. Menurutnya, Johan adalah penyerang yang bertalenta.

"Saya masih ingat ketika duet dengan Johan. Saya juga masih simpan foto selebrasi bersama dia usai cetak gol di Arema. Saat itu Johan penyerang muda yang sangat berbakat. Dia sempat dipanggil Timnas U-19," kata Joko Susilo.

Tahun berikutnya Johan Prasetyo bersama beberapa pemain diboyong Iwan Budianto hijrah ke Persik yang akhirnya merebut gelar juara 2003. Sementara Joko Susilo tetap bertahan di Arema.

Persik Kediri datangkan duo bomber dari Arema

Akan ada reuni duet maut Arema di Persik Kediri. Namun kali ini, dua figur tersebut berada di jajaran staf pelatih, Joko Susilo sebagai pelatih kepala, Johan Prasetyo Wibowo sebagai asisten.

Joko Susilo resmi menukangi Persik pada Liga 1 2020. Beban cukup berat bakal diemban pelatih yang akrab disapa Getuk itu, yakni mengembalikan kejayaan Macan Putih di pentas sepak bola Indonesia.

Persik memang pernah merasakan kejayaan pada 2003 dan 2006. Kala itu, klub kebanggaan warga Kediri itu sukses meraih gelar juara.

Joko Susilo mengaku bangga bisa menangani Persik di Liga 1 2020 mendatang. Yang lebih membuatnya makin senang, dia bereuni kembali dengan Johan Prasetyo Wibowo.

Masih membekas kenangan Getuk saat berduet dengan Johan yang ketika itu masih berusia muda. Menurutnya, Johan adalah penyerang yang bertalenta.

"Saya masih ingat ketika duet dengan Johan. Saya juga masih simpan foto selebrasi bersama dia usai cetak gol di Arema. Saat itu Johan penyerang muda yang sangat berbakat. Dia sempat dipanggil Timnas U-19," kata Joko Susilo.

Tahun berikutnya Johan Prasetyo bersama beberapa pemain diboyong Iwan Budianto hijrah ke Persik yang akhirnya merebut gelar juara 2003. Sementara Joko Susilo tetap bertahan di Arema.