Social Items

TRENGGALEK JATIM - Nasib nahas dialami oleh pelajar sekolah menengah kejuruan di Trenggalek yang tewas tenggelam di Dam Bagong, tepatnya di Kelurahan Ngantru, Selasa (21/1).

Pelajar nahas itu diketahui adalah Ahmad Rifai (16) warga Desa Sumberdadi Kecamatan/Kabupaten Trenggalek. Saat kejadian, korban tengah bermain dengan dua teman sekolahnya.

Menurut keterangan warga sekitar, Tanto Asmardi, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, korban bersama dua temannya pergi ke Dam Bagong untuk bermain-main ditengarai seusai pulang sekolah.

“Tadi ada tiga anak, pelajar,” kata pria yang juga menjabat sebagai Kasi Kelembagaan Kelurahan Ngantru.

Menurut informasi yang dihimpun, saat itu 3 pelajar tersebut bermain-main di bibir dam. Kemudian korban bersama dua temannya menceburkan diri ke dam.

Saat asyik bermain, korban menuju ke tengah dam dan tenggelam. Dua temannya yang melihat kejadian itu segera meminta pertolongan. “Tadi saya tanya memang mereka tidak pandai berenang,” kata Tanto.

Temannya yang panik mencoba mencari bantuan dengan meminta pertolongan warga sekitar. Mereka diduga tidak bisa berbuat banyak lantaran kondisi dam yang dalam.

Butuh waktu hampir satu jam hingga akhirnya korban berhasil di evakuasi. “Tadi sambil menunggu petugas Basarnas datang, warga ada yang bisa menyelam dan berhasil dievakuasi,” kata Kepala Subsektor Polsek Kota, Ipda Suhadi.

Sedikitnya sebanyak enam warga turun untuk menyelami aliran Sungai Bagong. Korban ditemukan berada di dasar sungai dengan kedalaman sekitar 3 meter.

Korban ditemukan sudah meninggal dunia. Pasca ditemukan, korban langsung dibawa ke rumah sakit setempat. “Korban meninggal dunia,” kata Humas RSUD Dokter Soedomo Trenggalek, Sudjiono.

Pengamatan di lokasi, warga setempat memadati area Dam Bagong, dekat area Makam Ki Ageng Menak Sopal. Beberapa diantaranya melihat proses evakuasi dan sebagian warga berusaha menenangkan orang tua korban.

Kedua orang tua korban kerap kali harus ditandu warga karena syok dan histeris melihat anaknya tidak bernyawa.

Pelajar Di Trenggalek Tewas Tenggelam di Dam

TRENGGALEK JATIM - Nasib nahas dialami oleh pelajar sekolah menengah kejuruan di Trenggalek yang tewas tenggelam di Dam Bagong, tepatnya di Kelurahan Ngantru, Selasa (21/1).

Pelajar nahas itu diketahui adalah Ahmad Rifai (16) warga Desa Sumberdadi Kecamatan/Kabupaten Trenggalek. Saat kejadian, korban tengah bermain dengan dua teman sekolahnya.

Menurut keterangan warga sekitar, Tanto Asmardi, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, korban bersama dua temannya pergi ke Dam Bagong untuk bermain-main ditengarai seusai pulang sekolah.

“Tadi ada tiga anak, pelajar,” kata pria yang juga menjabat sebagai Kasi Kelembagaan Kelurahan Ngantru.

Menurut informasi yang dihimpun, saat itu 3 pelajar tersebut bermain-main di bibir dam. Kemudian korban bersama dua temannya menceburkan diri ke dam.

Saat asyik bermain, korban menuju ke tengah dam dan tenggelam. Dua temannya yang melihat kejadian itu segera meminta pertolongan. “Tadi saya tanya memang mereka tidak pandai berenang,” kata Tanto.

Temannya yang panik mencoba mencari bantuan dengan meminta pertolongan warga sekitar. Mereka diduga tidak bisa berbuat banyak lantaran kondisi dam yang dalam.

Butuh waktu hampir satu jam hingga akhirnya korban berhasil di evakuasi. “Tadi sambil menunggu petugas Basarnas datang, warga ada yang bisa menyelam dan berhasil dievakuasi,” kata Kepala Subsektor Polsek Kota, Ipda Suhadi.

Sedikitnya sebanyak enam warga turun untuk menyelami aliran Sungai Bagong. Korban ditemukan berada di dasar sungai dengan kedalaman sekitar 3 meter.

Korban ditemukan sudah meninggal dunia. Pasca ditemukan, korban langsung dibawa ke rumah sakit setempat. “Korban meninggal dunia,” kata Humas RSUD Dokter Soedomo Trenggalek, Sudjiono.

Pengamatan di lokasi, warga setempat memadati area Dam Bagong, dekat area Makam Ki Ageng Menak Sopal. Beberapa diantaranya melihat proses evakuasi dan sebagian warga berusaha menenangkan orang tua korban.

Kedua orang tua korban kerap kali harus ditandu warga karena syok dan histeris melihat anaknya tidak bernyawa.

Tidak ada komentar

Loading...