Social Items

CIANJUR JABAR - Sungguh sangat memprihatinkan melihat kehidupan seorang nenek yang hidup sebatangkara, mbok Isoh (62) warga Kampung Babakan RT 2/ 8, Desa Mekarwangi, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Nenek Isoh yang seringkali sakit-sakitan itu, hidup dirumah berbilik berukuran empat meter persegi yang terlihat nampak sudah miring dan sebagian samping rumah sudah ambruk.

Ketua RT 02/08 Kampung Babakan, Lupi (45) membenarkan, kondisi rumah nenek tersebut, ia meminta harus ada uluran tangan dari para dermawan, meskipun tidak langsung dari pemerintah.

"Kami khawatir juga, kalau tidak dibantu takut cepat ambruk," ujar Lupi Minggu, (26/01/2020).

Ia menjelaskan, kondisi saat ini, Rumah tersebut ditopang sama bambu, kata dia, rumah pasti sudah ambruk, pasalnya kondisi rumah sudah miring.

"Nah, kalau dibiarkan tentu nyawa dia akan terancam, dan rawan akan keselamatan nenek. Apalagi kondisinya sedang sakit saat ini," paparnya.

Ia menambahkan, berharap ada yang mau peduli sosial. Misalnya dari para donatur, pengusaha atau beberapa pemilik perusahaan setempat sekitar lokasi, ada sinyal istilahnya.

"Bisa memberikan bantuan perbaikan rumah, dan pengobatannya secara gratis," pinta Ketua RT 2,

Sementara Isoh mengatakan dirinya hanya bisa pasrah, ikhlas sedang terbaring lemah tidur, di atas tikar tanpa memiliki kasur. Dan, belum pernah ada bantuan.

"Maklum sudah tua, ini juga sedang sakit. Badan seperti lemes," aku dan singkatnya seorang nenek hidup sebatangkara, menjawab dengan nada pelan.

Nenek Di Cianjur Hidup Di Rumah Yang Hampir Roboh

CIANJUR JABAR - Sungguh sangat memprihatinkan melihat kehidupan seorang nenek yang hidup sebatangkara, mbok Isoh (62) warga Kampung Babakan RT 2/ 8, Desa Mekarwangi, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Nenek Isoh yang seringkali sakit-sakitan itu, hidup dirumah berbilik berukuran empat meter persegi yang terlihat nampak sudah miring dan sebagian samping rumah sudah ambruk.

Ketua RT 02/08 Kampung Babakan, Lupi (45) membenarkan, kondisi rumah nenek tersebut, ia meminta harus ada uluran tangan dari para dermawan, meskipun tidak langsung dari pemerintah.

"Kami khawatir juga, kalau tidak dibantu takut cepat ambruk," ujar Lupi Minggu, (26/01/2020).

Ia menjelaskan, kondisi saat ini, Rumah tersebut ditopang sama bambu, kata dia, rumah pasti sudah ambruk, pasalnya kondisi rumah sudah miring.

"Nah, kalau dibiarkan tentu nyawa dia akan terancam, dan rawan akan keselamatan nenek. Apalagi kondisinya sedang sakit saat ini," paparnya.

Ia menambahkan, berharap ada yang mau peduli sosial. Misalnya dari para donatur, pengusaha atau beberapa pemilik perusahaan setempat sekitar lokasi, ada sinyal istilahnya.

"Bisa memberikan bantuan perbaikan rumah, dan pengobatannya secara gratis," pinta Ketua RT 2,

Sementara Isoh mengatakan dirinya hanya bisa pasrah, ikhlas sedang terbaring lemah tidur, di atas tikar tanpa memiliki kasur. Dan, belum pernah ada bantuan.

"Maklum sudah tua, ini juga sedang sakit. Badan seperti lemes," aku dan singkatnya seorang nenek hidup sebatangkara, menjawab dengan nada pelan.

Tidak ada komentar

Loading...