TRENGGALEK JATIM - Saat semua orang melihat alunan tetabuhan gamelan yang mengiringi latihan gerak tari kesenian jaranan di salah satu sudut desa Trenggalek berubah petaka. Seorang penonton tiba-tiba masuk ke sumur tua setelah berusaha membantu pemain yang kesurupan.

Kegiatan latihan jaranan yang dilakukan para pemuda di salah satu sudut Desa Buluagung, Kecamatan Karangan, Trenggalek pun mendadak tegang.

Sejumlah warga yang ada di sekitar lokasi kejadian berusaha memberikan pertolongan terhadap Surip (45) warga Kelurahan Sumbergedong yang menceburkan diri ke dalam sumur.

Sebuah tangga bambu pun langsung dimasukkan ke dalam sumur sedalam 8 meter itu, sementara seorang pemuda mencoba menuruni anak tangga sambil membawa seutas tali. Setelah berada di dasar sumur ia berusaha mengaitkan tali itu ke badan Surip, namun tak berselang lama, pemuda itu merasa sesak napas akibat minimnya pasokan oksigen.

"Akhirnya dia kembali ke atas. Karena takut ada gas beracun, akhirnya kejadian itu dilaporkan ke Polisi dan Basarnas," kata Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Sumi Andana saat dikonfirmasi, Jumat (17/1/2020).

Dia menambahkan korban Surip diketahui berada di sekitar lokasi kejadian untuk melihat latihan kesenian jaranan yang dilakukan oleh sejumlah remaja Desa Buluagung.

"Korban ini memang sudah terbiasa terlibat dalam seni jaranan. Nah pada saat itu ada salah seorang pemain mengalami kesurupan lari ke ladang ini, kemudian korban mengikuti bahkan ikut mendoakan agar sembuh kesurupannya," tambahnya.

Namun saat itu, tiba-tiba korban Surip menuju ke arah sumur tua dan masuk ke dalam. Korban pun akhirnya terjebak di dasar sumur. Sejumlah warga mengetahui kejadian itu langsung turun tangan dan berusaha memberikan pertolongan.

"Warga mencoba mengevakuasi korban dengan tangga dan tali. Makanya tadi sudah ada tali saat tim SAR ke sini. Namun upaya itu gagal, karena saat warga turun ke sumur langsung sesak napas," ujarnya.

Akhirnya warga memutuskan untuk membatalkan upaya evakuasi secara manual dan melaporkan kejadian itu ke petugas kepolisian dan Basarnas.

Kasatreskrim menambahkan dari hasil olah TKP dan pemeriksaan medis terhadap jasad korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau unsur kriminal. Namun untuk memastikan lebih lanjut, korban dibawa RSUD dr Soedomo Trenggalek.

"Kami sudah dapat keterangan dari dokter dan menyatakan bahwa korban mati lemas akibat kekurangan oksigen," imbuhnya.

Koordinator Pos Basarnas Tenggalek Yoni Fariza, mengatakan saat tim SAR datang, korban tidak bergerak berada di dalam sumur tua sedalam 8 meter. Korban sempat berusaha ditolong oleh masyarakat sekitar menggunakan tangga dan tali, namun gagal. Sebab di dalam sumur minim oksigen dan diduga terdapat gas beracun.

"Untuk mengevakuasi korban kami menggunakan peralatan lengkap. Kami turun memggunakan tali dan korban kami tarik ke atas. Proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar 30 menit," ujarnya.

Saat jasad korban berada di atas sumur, anggota SAR dikagetkan dengan suara mengorok satu kali dari korban. Tim SAR langsung meminta tim medis melakukan upaya pertolongan, sebab korban diduga masih hidup. Namun setelah melalui serangkaian upaya, korban dinyatakan meninggal dunia.

Asyik Lihat Jaranan, Pria di Trenggalek Jatuh Ke Sumur Hingga Tewas

TRENGGALEK JATIM - Saat semua orang melihat alunan tetabuhan gamelan yang mengiringi latihan gerak tari kesenian jaranan di salah satu sudut desa Trenggalek berubah petaka. Seorang penonton tiba-tiba masuk ke sumur tua setelah berusaha membantu pemain yang kesurupan.

Kegiatan latihan jaranan yang dilakukan para pemuda di salah satu sudut Desa Buluagung, Kecamatan Karangan, Trenggalek pun mendadak tegang.

Sejumlah warga yang ada di sekitar lokasi kejadian berusaha memberikan pertolongan terhadap Surip (45) warga Kelurahan Sumbergedong yang menceburkan diri ke dalam sumur.

Sebuah tangga bambu pun langsung dimasukkan ke dalam sumur sedalam 8 meter itu, sementara seorang pemuda mencoba menuruni anak tangga sambil membawa seutas tali. Setelah berada di dasar sumur ia berusaha mengaitkan tali itu ke badan Surip, namun tak berselang lama, pemuda itu merasa sesak napas akibat minimnya pasokan oksigen.

"Akhirnya dia kembali ke atas. Karena takut ada gas beracun, akhirnya kejadian itu dilaporkan ke Polisi dan Basarnas," kata Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Sumi Andana saat dikonfirmasi, Jumat (17/1/2020).

Dia menambahkan korban Surip diketahui berada di sekitar lokasi kejadian untuk melihat latihan kesenian jaranan yang dilakukan oleh sejumlah remaja Desa Buluagung.

"Korban ini memang sudah terbiasa terlibat dalam seni jaranan. Nah pada saat itu ada salah seorang pemain mengalami kesurupan lari ke ladang ini, kemudian korban mengikuti bahkan ikut mendoakan agar sembuh kesurupannya," tambahnya.

Namun saat itu, tiba-tiba korban Surip menuju ke arah sumur tua dan masuk ke dalam. Korban pun akhirnya terjebak di dasar sumur. Sejumlah warga mengetahui kejadian itu langsung turun tangan dan berusaha memberikan pertolongan.

"Warga mencoba mengevakuasi korban dengan tangga dan tali. Makanya tadi sudah ada tali saat tim SAR ke sini. Namun upaya itu gagal, karena saat warga turun ke sumur langsung sesak napas," ujarnya.

Akhirnya warga memutuskan untuk membatalkan upaya evakuasi secara manual dan melaporkan kejadian itu ke petugas kepolisian dan Basarnas.

Kasatreskrim menambahkan dari hasil olah TKP dan pemeriksaan medis terhadap jasad korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau unsur kriminal. Namun untuk memastikan lebih lanjut, korban dibawa RSUD dr Soedomo Trenggalek.

"Kami sudah dapat keterangan dari dokter dan menyatakan bahwa korban mati lemas akibat kekurangan oksigen," imbuhnya.

Koordinator Pos Basarnas Tenggalek Yoni Fariza, mengatakan saat tim SAR datang, korban tidak bergerak berada di dalam sumur tua sedalam 8 meter. Korban sempat berusaha ditolong oleh masyarakat sekitar menggunakan tangga dan tali, namun gagal. Sebab di dalam sumur minim oksigen dan diduga terdapat gas beracun.

"Untuk mengevakuasi korban kami menggunakan peralatan lengkap. Kami turun memggunakan tali dan korban kami tarik ke atas. Proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar 30 menit," ujarnya.

Saat jasad korban berada di atas sumur, anggota SAR dikagetkan dengan suara mengorok satu kali dari korban. Tim SAR langsung meminta tim medis melakukan upaya pertolongan, sebab korban diduga masih hidup. Namun setelah melalui serangkaian upaya, korban dinyatakan meninggal dunia.

Tidak ada komentar