MALAYSIA - Media Malaysia The New Straits Times mengabarkan bahwa satu orang tewas dan empat orang cedera dalam kecelakaan mengerikan di jalan bebas hambatan yang menghubungkan Kuala Lumpur dan Putrajaya, Maju Expressway.

Salah seorang yang ada di van tersebut adalah tunggal putra nomor satu dunia asal Jepang, Kento Momota. The KL Fire and Rescue Department sudah berada di lokasi kejadian untuk menangani insiden mengerikan ini.

Kantor Berita Malaysia Bernama menulis, kecelakaan tersebut terjadi di KM 13,7 sekitar pukul 04.40 dini hari waktu setempat.

Sopir yang mengendarai van itu bernama Bavan Nageswarau. Rombongan tersebut dalam perjalanan menuju KL International Airport.

Bagian depan van tersebut hancur. Itu disebabkan karena sopir berusia 24 tahun itu menabrak truk dari belakang. Kabarnya, truk berjalan lamban. Van yang dalam kecepatan tinggi, lantas menghajar kendaraan tersebut. Sang sopir langsung tewas di lokasi kejadian.

Pelatih nasional Jepang Park Joo-bong belum berani berkomentar atas insiden ini.

Selain Momota, para penumpang yang ada dalam van itu adalah Yu Hirayama, Morimoto Arkifuki, dan pria asal Inggris Forster William Thomas.

Menurut Media Prima asal Malaysia, Momota mengalami patah tulang hidung, luka bagian bibir, dan cedera di bagian muka. Beruntung, kondisinya dilaporkan stabil.

Sementara itu, Hirayama yang berumur 35 tahun adalah anggota tim pelatih Jepang. Dia mengalami luka dan cedera di kaki sebelah kanan. Morimoto, 42 tahun,  merupakan fisioterapis mengalami patah tangan.

Sementara itu, Thomas yang bekerja sebagai instant reviewer BWF mengalami luka di bagian kepala. Pria 30 tahun itu harus menerima tujuh jahitan. Selain kepala, Thomas juga mengalami luka di bagian kaki kanan dan paha.

”Para korban yang mengalami cedera langsung dibawa ke Rumah Sakit Putrajaya,” kata Direktur Selangor Fire and Rescue Department Norazam Khamis kepada Bernama.

Norazam mengatakan bahwa dia telah menurunkan 10 orang untuk menangani kecelakaan ini. Dia memperoleh kabar terjadinya insiden tersebut pada pukul 04.57 waktu setempat.

Tadi malam (12/1), Momota baru saja menjadi juara Malaysia Masters 2020 di Axiata Arena, Kuala Lumpur. Pada partai final, Momota mengalahkan pemain Denmark Viktor Axelsen dalam dua game, 24-22, 21-11.

”Berdasarkan keterangan dokter, sejauh ini semua korban sudah pulih seperti sedia kala. Mereka dalam kondisi stabil. Kami akan memantau mereka semua secara intens,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman seperti dikutip media Malaysia, The Star.

Pemain No 1 Dunia Kento Momota Mengalami Kecelakaan

MALAYSIA - Media Malaysia The New Straits Times mengabarkan bahwa satu orang tewas dan empat orang cedera dalam kecelakaan mengerikan di jalan bebas hambatan yang menghubungkan Kuala Lumpur dan Putrajaya, Maju Expressway.

Salah seorang yang ada di van tersebut adalah tunggal putra nomor satu dunia asal Jepang, Kento Momota. The KL Fire and Rescue Department sudah berada di lokasi kejadian untuk menangani insiden mengerikan ini.

Kantor Berita Malaysia Bernama menulis, kecelakaan tersebut terjadi di KM 13,7 sekitar pukul 04.40 dini hari waktu setempat.

Sopir yang mengendarai van itu bernama Bavan Nageswarau. Rombongan tersebut dalam perjalanan menuju KL International Airport.

Bagian depan van tersebut hancur. Itu disebabkan karena sopir berusia 24 tahun itu menabrak truk dari belakang. Kabarnya, truk berjalan lamban. Van yang dalam kecepatan tinggi, lantas menghajar kendaraan tersebut. Sang sopir langsung tewas di lokasi kejadian.

Pelatih nasional Jepang Park Joo-bong belum berani berkomentar atas insiden ini.

Selain Momota, para penumpang yang ada dalam van itu adalah Yu Hirayama, Morimoto Arkifuki, dan pria asal Inggris Forster William Thomas.

Menurut Media Prima asal Malaysia, Momota mengalami patah tulang hidung, luka bagian bibir, dan cedera di bagian muka. Beruntung, kondisinya dilaporkan stabil.

Sementara itu, Hirayama yang berumur 35 tahun adalah anggota tim pelatih Jepang. Dia mengalami luka dan cedera di kaki sebelah kanan. Morimoto, 42 tahun,  merupakan fisioterapis mengalami patah tangan.

Sementara itu, Thomas yang bekerja sebagai instant reviewer BWF mengalami luka di bagian kepala. Pria 30 tahun itu harus menerima tujuh jahitan. Selain kepala, Thomas juga mengalami luka di bagian kaki kanan dan paha.

”Para korban yang mengalami cedera langsung dibawa ke Rumah Sakit Putrajaya,” kata Direktur Selangor Fire and Rescue Department Norazam Khamis kepada Bernama.

Norazam mengatakan bahwa dia telah menurunkan 10 orang untuk menangani kecelakaan ini. Dia memperoleh kabar terjadinya insiden tersebut pada pukul 04.57 waktu setempat.

Tadi malam (12/1), Momota baru saja menjadi juara Malaysia Masters 2020 di Axiata Arena, Kuala Lumpur. Pada partai final, Momota mengalahkan pemain Denmark Viktor Axelsen dalam dua game, 24-22, 21-11.

”Berdasarkan keterangan dokter, sejauh ini semua korban sudah pulih seperti sedia kala. Mereka dalam kondisi stabil. Kami akan memantau mereka semua secara intens,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman seperti dikutip media Malaysia, The Star.

Tidak ada komentar