Social Items

Persebaya Surabaya belum memastikan kandang yang akan mereka pakai untuk musim 2020. Bonek, suporter Persebaya, juga belum mendapat kejelasan stadion mana yang akan dijadikan kandang untuk klub kebanggaannya itu.

Green Nord 27 alias Bonek yang menghuni tribune utara mempertanyakan kandang Persebaya lewat nyanyian. Mereka menyampaikannya saat Persebaya Surabaya menjamu Persis Solo dalam laga uji coba di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (11/1/2020).

“Mana di mana kandang Persebaya? Kandang Persebaya ada di Surabaya. Besok main di mana? Besok main di mana? Sampai sekarang belum jelas kabarnya,” pekik mereka serempak sebelum laga tersebut dimulai.

Manajemen Persebaya sempat membuka opsi bakal menggunakan stadion di kota satelit. Terdapat dua stadion yang berpotensi dipakai, yaitu Gelora Delta (Sidoarjo) dan Joko Samudro (Gresik). Namun, mereka membatalkannya.

Persebaya akhirnya memutuskan untuk tetap berkandang di Surabaya. Namun, manajemen Bajul Ijo menghadapi kendala meski Kota Surabaya memiliki dua stadion, yaitu Gelora Bung Tomo (GBT) dan Gelora 10 November yang bakal direnovasi untuk Piala Dunia U-20 2020

“Komunikasi untuk Forever Game itu sudah kami lakukan sejak akhir 2019 dan kami mendapatkan izin. Untuk kompetisi musim 2020 belum ada audiensi. Rencananya setelah laga itu manajemen akan bertemu dengan Pemkot,” kata Nanang Prianto, media officer Persebaya,
“Bagaimanapun, kami tetap ingin bermain di Surabaya. Selama tahun ini, manajemen belum melakukan audiensi dengan Pemkot Surabaya terkait stadion. Kami akan menyampaikan keinginan tersebut,” imbuh pria berusia 39 tahun itu terkait keinginan Persebaya Surabaya untuk tetap dekat dengan bonek.

Keputusan manajemen Persebaya Surabaya untuk tetap bermain di Surabaya dilandasi oleh antusiasme suporter, Bonek, yang jelas lebih besar dibanding kota lain. Mereka juga tidak ingin menjadi klub musafir.

“Kalau main di Surabaya, kedatangan Bonek pasti lebih meriah. Pemain tentu punya semangat lebih saat jumlah suporter yang hadir sangat banyak. Semoga ada kepastian terkait venue yang kami gunakan musim 2020,” ucap Nanang.

Persebaya akan memiliki jadwal yang padat dengan tampil di beberapa ajang sekaligus. Setidaknya, mereka berkompetisi di Liga 1 2020 dan ASEAN Club Championship 2020. Klub asal Kota Pahlawan itu juga masih berpeluang tampil di Piala AFC 2020.

Bonek nyannyikan lagu pertanyaan untuk kandang PERSEBAYA

Persebaya Surabaya belum memastikan kandang yang akan mereka pakai untuk musim 2020. Bonek, suporter Persebaya, juga belum mendapat kejelasan stadion mana yang akan dijadikan kandang untuk klub kebanggaannya itu.

Green Nord 27 alias Bonek yang menghuni tribune utara mempertanyakan kandang Persebaya lewat nyanyian. Mereka menyampaikannya saat Persebaya Surabaya menjamu Persis Solo dalam laga uji coba di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (11/1/2020).

“Mana di mana kandang Persebaya? Kandang Persebaya ada di Surabaya. Besok main di mana? Besok main di mana? Sampai sekarang belum jelas kabarnya,” pekik mereka serempak sebelum laga tersebut dimulai.

Manajemen Persebaya sempat membuka opsi bakal menggunakan stadion di kota satelit. Terdapat dua stadion yang berpotensi dipakai, yaitu Gelora Delta (Sidoarjo) dan Joko Samudro (Gresik). Namun, mereka membatalkannya.

Persebaya akhirnya memutuskan untuk tetap berkandang di Surabaya. Namun, manajemen Bajul Ijo menghadapi kendala meski Kota Surabaya memiliki dua stadion, yaitu Gelora Bung Tomo (GBT) dan Gelora 10 November yang bakal direnovasi untuk Piala Dunia U-20 2020

“Komunikasi untuk Forever Game itu sudah kami lakukan sejak akhir 2019 dan kami mendapatkan izin. Untuk kompetisi musim 2020 belum ada audiensi. Rencananya setelah laga itu manajemen akan bertemu dengan Pemkot,” kata Nanang Prianto, media officer Persebaya,
“Bagaimanapun, kami tetap ingin bermain di Surabaya. Selama tahun ini, manajemen belum melakukan audiensi dengan Pemkot Surabaya terkait stadion. Kami akan menyampaikan keinginan tersebut,” imbuh pria berusia 39 tahun itu terkait keinginan Persebaya Surabaya untuk tetap dekat dengan bonek.

Keputusan manajemen Persebaya Surabaya untuk tetap bermain di Surabaya dilandasi oleh antusiasme suporter, Bonek, yang jelas lebih besar dibanding kota lain. Mereka juga tidak ingin menjadi klub musafir.

“Kalau main di Surabaya, kedatangan Bonek pasti lebih meriah. Pemain tentu punya semangat lebih saat jumlah suporter yang hadir sangat banyak. Semoga ada kepastian terkait venue yang kami gunakan musim 2020,” ucap Nanang.

Persebaya akan memiliki jadwal yang padat dengan tampil di beberapa ajang sekaligus. Setidaknya, mereka berkompetisi di Liga 1 2020 dan ASEAN Club Championship 2020. Klub asal Kota Pahlawan itu juga masih berpeluang tampil di Piala AFC 2020.

Tidak ada komentar