Belum juga bergabung ke Persebaya Surabaya, Makan Konate sudah diancam oleh suporter Arema FC, Aremania dengan memberikan label pengkhianat.

"Konate merupakan pemain Arema FC yang dipuja dan dicintai Aremania. Tapi kalau sampai dia pindah ke Persebaya, label pengkhianat akan langsung menempel padanya," kata Aremania Korwil Klayatan, Achmad Ghozali.

Dalam beberapa hari belakangan ini, Makan Konate memang santer akan meninggalkan Arema FC. Yang membuat Aremania berang adalah pemain asal Mali itu diisukan bakal bergabung dengan Persebaya, rival abadi Singo Edan.

Padahal sebelumnya, Aremania berharap manajemen Arema bisa mempertahankan servis Konate. Seiring berjalannya waktu, mereka pesimistis harapan tersebut bakal terwujud.

Usut punya usut, negosiasi antara Arema dengan Konate berjalan alot. Pasalnya, sang agen meminta kenaikan gaji mencapai 50 persen lebih.

Masih menurut Ghozali, kepindahan pemain memang hal biasa dalam sepak bola. Akan tetapi, Aremania berharap Konate tidak hijrah ke Persebaya.

Ada pun Konate sebenarnya pernah menerima kritik dari Persib Bandung karena perkara serupa. Tatkala pemain berusia 28 tahun itu hijrah ke Arema FC, suporter Persib juga sempat menghujani Konate dengan kritikan tajam.

Meski baru bermain satu musim bersama Arema FC, Makan Konate langsung menjadi pemain idola buat Aremania. Itu tak lepas dari performa impresifnya di kompetisi Liga 1 2019.

Hanya saja, Ghozali mengatakan, cap pemain idola bakal dicopot apabila ada pemain Arema yang pindah ke klub rival. Baginya, ini menyangkut harga diri.

"Kalau pindah ke Persebaya, ini bukan persoalan profesionalisme, tapi menyangkut harga diri. Tidak ada lagi pemain label pemain idola jika sudah ke tim rival," kata Ghozali.

Ancaman suporter Arema FC terhadab Makan Konate

Belum juga bergabung ke Persebaya Surabaya, Makan Konate sudah diancam oleh suporter Arema FC, Aremania dengan memberikan label pengkhianat.

"Konate merupakan pemain Arema FC yang dipuja dan dicintai Aremania. Tapi kalau sampai dia pindah ke Persebaya, label pengkhianat akan langsung menempel padanya," kata Aremania Korwil Klayatan, Achmad Ghozali.

Dalam beberapa hari belakangan ini, Makan Konate memang santer akan meninggalkan Arema FC. Yang membuat Aremania berang adalah pemain asal Mali itu diisukan bakal bergabung dengan Persebaya, rival abadi Singo Edan.

Padahal sebelumnya, Aremania berharap manajemen Arema bisa mempertahankan servis Konate. Seiring berjalannya waktu, mereka pesimistis harapan tersebut bakal terwujud.

Usut punya usut, negosiasi antara Arema dengan Konate berjalan alot. Pasalnya, sang agen meminta kenaikan gaji mencapai 50 persen lebih.

Masih menurut Ghozali, kepindahan pemain memang hal biasa dalam sepak bola. Akan tetapi, Aremania berharap Konate tidak hijrah ke Persebaya.

Ada pun Konate sebenarnya pernah menerima kritik dari Persib Bandung karena perkara serupa. Tatkala pemain berusia 28 tahun itu hijrah ke Arema FC, suporter Persib juga sempat menghujani Konate dengan kritikan tajam.

Meski baru bermain satu musim bersama Arema FC, Makan Konate langsung menjadi pemain idola buat Aremania. Itu tak lepas dari performa impresifnya di kompetisi Liga 1 2019.

Hanya saja, Ghozali mengatakan, cap pemain idola bakal dicopot apabila ada pemain Arema yang pindah ke klub rival. Baginya, ini menyangkut harga diri.

"Kalau pindah ke Persebaya, ini bukan persoalan profesionalisme, tapi menyangkut harga diri. Tidak ada lagi pemain label pemain idola jika sudah ke tim rival," kata Ghozali.