CIREBON JABAR - Maut menjemput Anenta Bentar Ramadhan (22) dan Asmail Sevani (15), anggota kelompok Cirebon Gengster. Keduanya tewas akibat bentrok antargeng motor.

Kelompok Anenta dan AS bentrok dengan kelompok Remaja Penggung Untuk Santai (RPUS). Kedua kelompok geng motor ini sudah sepakat untuk tawuran di Jalan Katiasa, Kota Cirebon, Jawa Barat. Tidak jauh dari markas kelompok RPUS.

Kedua geng yang terlibat tawuran itu menggunakan media sosial (medsos). Keduanya janjian untuk tawuran menggunakan kode-kode yang dipahami oleh kelompoknya. "Kedua kelompok ini saling tantang. Kodenya pakai 'Q', itu ajakan untuk menantang. Kemudian ditanggapi," kata Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy di Mapolres Cirebon Kota, Jalan Veteran, Kota Cirebon, Jawa Barat, Senin (6/1/2020).

Roland mengatakan bentrok antargeng Cirebon Gengster dengan RPUS itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Roland tak menyebut secara pasti jumlah kelompok pelaku dan korban yang terlibat.

"Totalnya masih penyidikan. Tujuh pelaku yang kita amankan terlibat tawuran. Sementara dari kelompok korban itu sekitar 20 motor," ujar Roland.

Roland menyebutkan dari tujuh pelaku, dua di antaranya merupakan eksekutor pembacokan terhadap korban yakni MF dan MFS. "Dua orang ini yang membacok menggunakan senjata tajam," katanya.

Ia mengaku masih mendalami kasus tawuran yang menewaskan dua pemuda. "Masih kita kembangkan untuk tersangka lainnya," ucap Roland.

Roland juga mencegah agar kejadian tawuran tak terulang. Sejauh ini, dikatakan Roland, tim patroli siber telah mengidentifikasi sejumlah akun geng. "Cirebon Gengster itu banyak, ada Brigez, Pancuran Slow Man, Nakal Dulu Baru Sukses, dan lainnya. Kita ajak semua elemen, orang tua, sekolah dan pemerintah untuk bersinergi. Harus bergerak semua," tutur Roland.

Salah seorang pelaku, DH mengatakan RPUS sudah berdiri sekitar 10 bulan. DH juga mengatakan Cirebon Gengster melalui akun medsos menantang RPUS.

"Dia yang mengajak menantang. Ya saya sempat pegang celurit, kemudian diberikan ke yang lain," kata DH.

Sebelumnya, polisi berhasil mengamankan tujuh pelaku tawuran antargeng, yakni DH, S, MFS, MF, MTR, AP dan IS. Ketujuh pelaku tergabung dalam geng Remaja Penggung Untuk Santai (RPUS).

"Selain mengamankan tujuh pelaku, kita juga mengamankan dua bilah celurit, dan dua handphone," kata Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP Deni Sunjaya.

2 Pemuda Cirebon Tewas Dipicu Tantangan Medsos

CIREBON JABAR - Maut menjemput Anenta Bentar Ramadhan (22) dan Asmail Sevani (15), anggota kelompok Cirebon Gengster. Keduanya tewas akibat bentrok antargeng motor.

Kelompok Anenta dan AS bentrok dengan kelompok Remaja Penggung Untuk Santai (RPUS). Kedua kelompok geng motor ini sudah sepakat untuk tawuran di Jalan Katiasa, Kota Cirebon, Jawa Barat. Tidak jauh dari markas kelompok RPUS.

Kedua geng yang terlibat tawuran itu menggunakan media sosial (medsos). Keduanya janjian untuk tawuran menggunakan kode-kode yang dipahami oleh kelompoknya. "Kedua kelompok ini saling tantang. Kodenya pakai 'Q', itu ajakan untuk menantang. Kemudian ditanggapi," kata Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy di Mapolres Cirebon Kota, Jalan Veteran, Kota Cirebon, Jawa Barat, Senin (6/1/2020).

Roland mengatakan bentrok antargeng Cirebon Gengster dengan RPUS itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Roland tak menyebut secara pasti jumlah kelompok pelaku dan korban yang terlibat.

"Totalnya masih penyidikan. Tujuh pelaku yang kita amankan terlibat tawuran. Sementara dari kelompok korban itu sekitar 20 motor," ujar Roland.

Roland menyebutkan dari tujuh pelaku, dua di antaranya merupakan eksekutor pembacokan terhadap korban yakni MF dan MFS. "Dua orang ini yang membacok menggunakan senjata tajam," katanya.

Ia mengaku masih mendalami kasus tawuran yang menewaskan dua pemuda. "Masih kita kembangkan untuk tersangka lainnya," ucap Roland.

Roland juga mencegah agar kejadian tawuran tak terulang. Sejauh ini, dikatakan Roland, tim patroli siber telah mengidentifikasi sejumlah akun geng. "Cirebon Gengster itu banyak, ada Brigez, Pancuran Slow Man, Nakal Dulu Baru Sukses, dan lainnya. Kita ajak semua elemen, orang tua, sekolah dan pemerintah untuk bersinergi. Harus bergerak semua," tutur Roland.

Salah seorang pelaku, DH mengatakan RPUS sudah berdiri sekitar 10 bulan. DH juga mengatakan Cirebon Gengster melalui akun medsos menantang RPUS.

"Dia yang mengajak menantang. Ya saya sempat pegang celurit, kemudian diberikan ke yang lain," kata DH.

Sebelumnya, polisi berhasil mengamankan tujuh pelaku tawuran antargeng, yakni DH, S, MFS, MF, MTR, AP dan IS. Ketujuh pelaku tergabung dalam geng Remaja Penggung Untuk Santai (RPUS).

"Selain mengamankan tujuh pelaku, kita juga mengamankan dua bilah celurit, dan dua handphone," kata Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP Deni Sunjaya.