KEDIRI JATIM - Ratusan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri demo di dalam kampus. Mereka mempertanyakan kualitas bangunan yang cepat rusak dan minimnya fasilitas penunjang.

Demo yang diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan itu diawali dengan long march dari Gedung Fakultas Ushuluddin. Mereka menuntut kelayakan serta dipenuhinya fasilitas umum di kampus.

Mahasiswa menyoroti minimnya jumlah toilet serta mengeluhkan soal kebersihannya yang dirasa mengganggu kenyamanan. Kemudian soal minimnya jumlah pendingin ruangan.

Tidak hanya fasilitas kampus, mahasiswa juga mempertanyakan kualitas Gedung Fakultas Ushuluddin. Sebab, gedung yang baru enam bulan dibangun itu sudah mengalami kerusakan sebagian. Seperti yang diutarakan Korlap Aksi, Fuad Muhammad.

Ia menjelaskan, toilet yang bisa digunakan di gedung tersebut hanya terdapat di lantai 1. Sementara di lantai 2 hingga lantai 4 belum bisa difungsikan.

"Kita menuntut jawaban dan penjelasan dari pihak rektorat. Bukan hanya musibah tapi kenapa bangunan yang baru 6 bulan tapi sudah rusak. Sedangkan warung di sebelah gedung yang terkena angin kencang tidak apa-apa," jelas Fuad, Senin (23/12/2019).

Sementara Rektor IAIN Kediri Nur Chamid mengatakan, pihak kampus akan berkomunikasi dengan kontraktor terkait tuntutan mahasiswa. Sebab, perawatan gedung masih tanggung jawab kontraktor.

"Kita akan berkomunikasi dengan pihak kontraktor. Ini kan mahasiswa ingin kejelasan terkait kondisi gedung dalam waktu dekat akan bertemu dengan kontraktor," ujarnya.

Aksi demonstrasi sempat diwarnai pembakaran ban di halaman rektorat. Orasi mahasiswa berakhir setelah mereka ditemui dan berdialog dengan rektor serta sejumlah wakil rektor.

Ratusan Mahasiswa IAIN Kediri Protes Kualitas Gedung Kampus

KEDIRI JATIM - Ratusan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri demo di dalam kampus. Mereka mempertanyakan kualitas bangunan yang cepat rusak dan minimnya fasilitas penunjang.

Demo yang diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan itu diawali dengan long march dari Gedung Fakultas Ushuluddin. Mereka menuntut kelayakan serta dipenuhinya fasilitas umum di kampus.

Mahasiswa menyoroti minimnya jumlah toilet serta mengeluhkan soal kebersihannya yang dirasa mengganggu kenyamanan. Kemudian soal minimnya jumlah pendingin ruangan.

Tidak hanya fasilitas kampus, mahasiswa juga mempertanyakan kualitas Gedung Fakultas Ushuluddin. Sebab, gedung yang baru enam bulan dibangun itu sudah mengalami kerusakan sebagian. Seperti yang diutarakan Korlap Aksi, Fuad Muhammad.

Ia menjelaskan, toilet yang bisa digunakan di gedung tersebut hanya terdapat di lantai 1. Sementara di lantai 2 hingga lantai 4 belum bisa difungsikan.

"Kita menuntut jawaban dan penjelasan dari pihak rektorat. Bukan hanya musibah tapi kenapa bangunan yang baru 6 bulan tapi sudah rusak. Sedangkan warung di sebelah gedung yang terkena angin kencang tidak apa-apa," jelas Fuad, Senin (23/12/2019).

Sementara Rektor IAIN Kediri Nur Chamid mengatakan, pihak kampus akan berkomunikasi dengan kontraktor terkait tuntutan mahasiswa. Sebab, perawatan gedung masih tanggung jawab kontraktor.

"Kita akan berkomunikasi dengan pihak kontraktor. Ini kan mahasiswa ingin kejelasan terkait kondisi gedung dalam waktu dekat akan bertemu dengan kontraktor," ujarnya.

Aksi demonstrasi sempat diwarnai pembakaran ban di halaman rektorat. Orasi mahasiswa berakhir setelah mereka ditemui dan berdialog dengan rektor serta sejumlah wakil rektor.

Tidak ada komentar