Social Items

PONOROGO JATIM - Sukarlan (50) warga Ponorogo ditemukan tewas setelah menghirup gas beracun dari dalam sumur miliknya.

Warga Dukuh Samen, Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, ini berniat memperbaiki mesin diesel pompa air untuk mengairi sawahnya bersama satu rekannya. Nasib beruntung berpihak pada rekannya yang berhasil diselamatkan warga.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono mengatakan pihaknya mendapat laporan ada warga yang tewas di dalam sumur, Sabtu (28/12) sekitar pukul 23.38 WIB.

"Lokasinya di persawahan Desa Kradenan, Kecamatan Jetis," kata Budi kepada wartawan saat dikonfirmasi, Minggu (29/12/2019).

Menurutnya, proses evakuasi sempat mengalami kendala. Sebab, lokasi di persawahan yang minim pencahayaan membuat petugas kesulitan.

Selain itu, pekatnya gas yang ada di dalam sumur membuat petugas kewalahan untuk mengurai gas.

"Butuh blower untuk mengurai gas itu membutuhkan waktu, pun akhirnya kami menghubungi Basarnas Pos Trenggalek untuk proses evakuasi. Akhirnya pukul 02.00 WIB dini hari tadi berhasil dievakuasi," tandasnya.

Jenazah korban pun diserahkan ke keluarga dan dimakamkan di pemakaman setempat.

Perbaiki Diesel, Warga Ponorogo Malah Tewas Di Dalam Sumur

PONOROGO JATIM - Sukarlan (50) warga Ponorogo ditemukan tewas setelah menghirup gas beracun dari dalam sumur miliknya.

Warga Dukuh Samen, Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, ini berniat memperbaiki mesin diesel pompa air untuk mengairi sawahnya bersama satu rekannya. Nasib beruntung berpihak pada rekannya yang berhasil diselamatkan warga.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono mengatakan pihaknya mendapat laporan ada warga yang tewas di dalam sumur, Sabtu (28/12) sekitar pukul 23.38 WIB.

"Lokasinya di persawahan Desa Kradenan, Kecamatan Jetis," kata Budi kepada wartawan saat dikonfirmasi, Minggu (29/12/2019).

Menurutnya, proses evakuasi sempat mengalami kendala. Sebab, lokasi di persawahan yang minim pencahayaan membuat petugas kesulitan.

Selain itu, pekatnya gas yang ada di dalam sumur membuat petugas kewalahan untuk mengurai gas.

"Butuh blower untuk mengurai gas itu membutuhkan waktu, pun akhirnya kami menghubungi Basarnas Pos Trenggalek untuk proses evakuasi. Akhirnya pukul 02.00 WIB dini hari tadi berhasil dievakuasi," tandasnya.

Jenazah korban pun diserahkan ke keluarga dan dimakamkan di pemakaman setempat.

Tidak ada komentar