Social Items

MAKASSAR SULSEL - Polisi telah mendatangi kamar kos NW (20), mahasiswi Universitas Negeri Makassar (UNM) yang meninggal dunia secara misterius saat sedang hamil tua.

Polisi menemukan puluhan saset sisa minuman jus instan di kamar kos korban.

"Kalau bungkusan Jasjus-nya itu banyak. Lumayan banyaklah, ada 15 sampai 20-an saset," kata Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Ramli, Senin (30/12/2019).

Menurut Ramli, puluhan saset jus instan itu diduga dikonsumsi korban, Minggu (29/12) sekitar pukul 00.00 Wita.

Namun, Ramlli mengatakan belum ditemukan indikasi jus instan itu menjadi salah satu penyebab korban pingsan lalu meninggal.

"Hanya saja, menurut keterangan dokter, saya cek ke rumah sakit, bahwa memang selama kehamilan (korban) nggak pernah periksa; yang kedua, memang sudah lama bermasalah itu bagian perutnya dan nggak mau periksa," kata Ramli.

"Jadi menurut visum, kuat dugaan bahwa itu darah tinggi dengan gangguan yang di dalam (kandungan)," sambung Ramli.

"Jadi menurut visum, kuat dugaan bahwa itu darah tinggi dengan gangguan yang di dalam (kandungan)," sambung Ramli.

Ramli mengatakan tidak ada indikasi korban berupaya melakukan aborsi terhadap kandungannya. "Menurut dokter RSUD Haji begitu," katanya.

Sementara itu, ibu kos korban, Eda (51), mengatakan dirinya sempat masuk ke kamar kos korban saat polisi datang. Dia mengaku tak melihat ada darah di lokasi.

"Tidak ada darah atau apa, itu saja bungkusan Jasjus yang diambil sama polisi," kata Eda.

Mahasiswi UNM Makassar Hamil Tua Meninggal Tak Wajar di Kos

MAKASSAR SULSEL - Polisi telah mendatangi kamar kos NW (20), mahasiswi Universitas Negeri Makassar (UNM) yang meninggal dunia secara misterius saat sedang hamil tua.

Polisi menemukan puluhan saset sisa minuman jus instan di kamar kos korban.

"Kalau bungkusan Jasjus-nya itu banyak. Lumayan banyaklah, ada 15 sampai 20-an saset," kata Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Ramli, Senin (30/12/2019).

Menurut Ramli, puluhan saset jus instan itu diduga dikonsumsi korban, Minggu (29/12) sekitar pukul 00.00 Wita.

Namun, Ramlli mengatakan belum ditemukan indikasi jus instan itu menjadi salah satu penyebab korban pingsan lalu meninggal.

"Hanya saja, menurut keterangan dokter, saya cek ke rumah sakit, bahwa memang selama kehamilan (korban) nggak pernah periksa; yang kedua, memang sudah lama bermasalah itu bagian perutnya dan nggak mau periksa," kata Ramli.

"Jadi menurut visum, kuat dugaan bahwa itu darah tinggi dengan gangguan yang di dalam (kandungan)," sambung Ramli.

"Jadi menurut visum, kuat dugaan bahwa itu darah tinggi dengan gangguan yang di dalam (kandungan)," sambung Ramli.

Ramli mengatakan tidak ada indikasi korban berupaya melakukan aborsi terhadap kandungannya. "Menurut dokter RSUD Haji begitu," katanya.

Sementara itu, ibu kos korban, Eda (51), mengatakan dirinya sempat masuk ke kamar kos korban saat polisi datang. Dia mengaku tak melihat ada darah di lokasi.

"Tidak ada darah atau apa, itu saja bungkusan Jasjus yang diambil sama polisi," kata Eda.

Tidak ada komentar

Loading...