Social Items

Kabupaten Demak merupakan salah satu kabupaten di provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Demak. Kabupaten Demak memiliki luas 897,43 km² dan berpenduduk 1.116.343 jiwa (2017).

Selain menjadi kota Wali, kabupaten Demak juga menjadi kota santri karena terdapat banyak Pondok pesantren, baik Pondok pesantren Salafiyah maupun Modern. Dari hasil penelusuran tim kami kuwaluhan.com, di Kabupaten Demak terdapat beberapa Ponpes Terbaik dan Terkenal yang banyak diminati masyarakat untuk mendalami ilmu agama. Berikut Pondok pesantren tersebut :

1. PONDOK PESANTREN BUSTANU USYSYAQIL QUR'AN

Lokasi : Jl. Sunan Kalijaga No.35, Tanubayan, Bintoro, Kec. Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59517

Pondok ini didirikan oleh seorang ulama’ yang memiliki sejarah dan nasab yang cemerlang. Beliau adalah KH. R. Muhammad, putra dariKH. Mahfudz At Tarmasi, seorang ulama’ jawa yang aktif dalam percaturan pemikiran ulama-ulama Timur Tengah pada abad ke-18 Masehi.

Dengan meniggalnya kedua orang tua, R. Muhammad akhirnya dibawa boyong ke Tanah Air, oleh KH. Munawwir, sesuai melaksanakan ibadah haji dan menimba ilmu kepada KH. Mahfuzh meski tidak lama. Hal itu dilakukan oleh KH. Munawwir karena beliau telah diwasiati oleh KH. Mahfuzh untuk mendidik anaknya di bidang hafalan Al Qur’an.

Sesampai di Tanah Air, kemudian beliau diserahkan oleh KH. Munawwir kepada KH. Dimyati, kakak KH. Mahfuzh, yang merupakan pengasuh Pondok Tremas saat itu, KH. Dimyati menyerahkan R. Muhammad kepada KH. Munawwir untuk dididik menghafal Al Qur’an.

Kemudian,R. Muhammad diambil KH. Munawwir sebagai anak angkat yang sangat disayangi hingga seakan melebihhi kasih sayang terhadap putra-putra beliau sendiri. Selama kurang lebih 4 tahun, beliau belajar di Pondok Krapyak. Sehabis menimba ilmu disana, beliau diserahkan kembali kepada sang paman, KH. Dimyati di Pondok Tremas.

Di Pondok tersebut, R. Muhammad diasuh dan diawasi langsung oleh KH. Dimyati dan dibantu oleh KH. Ali Ma’shum, putra KH. Ma’shum dari Lasem, yang menjadi menantu KH. Munawwir. Kemudian, setelah cukup banyak ilmu agama yang dikuasai, KH. Dimyati memerintahkannya untuk ber-tabarruk-an kepada KH. Ma’shum Lasem.

Setelah menjadi menantu H. Taslim, R. Muhammad masih mengajar di Pondok Tremas selama satu tahun. Usai waktu rentang tersebut, baru beliau pulang ke rumah mertuanya di Demak. Kepulangan beliau disertai pula oleh santri-santri beliau yang menghafalkan Al Qur’an di Tremas. Kurang lebih tiga tahun beliau tinggal bersama mertua sembari mengajarkan ilmu yang ia kuasai, terutama ilmu Al Qur’an kepada para muridnya

Melihat semakin banyaknya santri yang belajar kepada beliau, H. Taslim, sang mertua, dan masyarakat sekitar, mendorong beliau untuk mendirikan pondok pesantren. Hal itu juga guna menampung para santri yang sebagian bertempat di rumah mertuanya dan sebagian di rumah-rumah penduduk. Akhirnya pada tahun 1936, beliau mendirikan sebuah pesantren di daerah Betengan Bintoro Demak. Pendirian pesantren tersebut juga atas restu dari guru-guru beliau, yaitu KH. Ma’shum Lasem, KH. Masyur Popongan Klaten, dan KH. Munawwir Krapyak Yogyakarta. Pesantren ini diberi nama oleh KH. Munawwir dengan “Bustanu ‘Usysyaqil Qur’an” yang berarti taman para perindu al Qur’an. Disinilah beliau kemudian hidup mandiri mengembangkan ilmu-ilmu yang di perolehnya.

PENDIDIKAN

Proses pendidikan dan pengajaran yang berlangsung sejak tahun 1936 tersebut telah cukup memberikan pengalaman-pengalaman yang sangat berharga bagi pengembangan BUQ, baik dalam system pendidikan, materi pengajian, maupun keterampilan penunjang lainnya.

Sudah barang tentu hal ini dilakukan atas asumsi bahwa alumni pesantren BUQ harus mampu berdikari dan berkiprah di tengah masyarakatnya.

2. PONDOK PESANTREN AL-FALAH 

Lokasi : Jl. Diponegoro, Rw. 2, Jogoloyo, Kec. Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59571

Pondok Pesantren Al-Falah adalah sebuah pondok pesantren di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Pondok ini mengkombinasikan pesantren dan metode pengajaran klasik berkurikulum seperti sekolah serta mencetak para penghafal Al-Qur'an.

Pondok Pesantren Al-Falah didirikan pada tahun 1963 oleh KH Abdur Rosyid, pada awal pendirian Pesantren tersebut diberi nama Pondok Pesantren Tarbiyatul Athfal, menurut anjuran K. Rohmat Suyuti Demak (pendiri PP.Miftahul Falah Kalisusukan Demak) yang merupakan guru KH. Abdur Rosyid seyogyanya Pondok Pesantren Tarbiyatul Athfal diganti dengan nama yang mirip pesantrennya Mbah Suyuti, sehingga KH. Abdur Rosyid mengubah nama pesantrennya menjadi Pondok Pesantren Al Falah.

PENDIDIKAN

Pondok Pesantren Al-Falah merupakan pesantren dengan tipe kombinasi, maka kegiatan di pesantren ini bermacam-macam. Mulai Salafiyah dengan pembelajaran kitab-kitab salaf, Qur'aniyah dengan mencetak para panghafal qur'an dan lain-lain. Selain itu itu juga kegiatan Madrasah Diniyah mulai tingkatan wustho hingga ulya.

3. PONDOK PESANTREN AT-TASLIM

Lokasi : Petengan Selatan, Bintoro, Kec. Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59511

Pondok Pesantren At-Taslim berdiri pada tahun 1986, Pondok
Pesantren ini berdiri atas inisiatif bapak KH. M. Nurul Huda, MA, setelah
menyelesaikan S2 di Punjab University Pakistan. Sedang Romo KH.
Sa’dullah Taslim sebagai waqif (orang yang menyerahkan tanggung jawab
pengasuhan), semula pada tahun 1985 bapak KH. M. Nurul Huda, MA setiap
pagi mengajar di Madrasah Aliyah NU Demak, dan setiap hari disibukkan
memberi pelajaran di kawasan kota Demak dan sekitarnya, berkat
ketelatenannya beberapa siswanya mulai memberanikan diri mengaji di
rumah bapak KH. M. Nurul Huda, MA, bahkan menginap di rumahnya.

Sejalan dengan bergantinya waktu santri yang mengaji semakin bertambah,
dan di antaranya adalah santri perempuan, maka kemudian santri putra
dipindah ke musholla sedang rumah bapak kyai ditempati oleh santri putri.
Pada tahun 1986 bapak KH. M. Nurul Huda, MA yang dulunya
alumnus IAIN Sunan Kalijaga dan nyantri di pondok Krapyak Yogyakarta
menghadap simbah KH. Aly Maksum untuk minta do’a restu atas pendirian
dan mendukung rencana bapak KH. M. Nurul Huda, MA dan juga membantu
dengan do’a serta memberi sedikit modal awal. Pada tahun itu juga didirikan
kompleks 2 lantai untuk santri putri, sementara santri putra tetap di musholla.

Sejak berdirinya Pondok Pesantren At-Taslim tidak dijumpai bentuk
organisasi yang mengatur kehidupan pesantren sebagaimana kebanyakan
pesantren. Pesantren At-Taslim adalah merupakan milik pribadi kyai, karena
itu segala yang menyangkut kehidupan pesantren diatur sendiri oleh kyai.
Pondok Pesantren At-Taslim sebagai lembaga pendidikan agama yang
bersifat tradisional menganggap Kyai sebagai figur utama dalam
kepemimpinan. Meskipun tidak ada bentuk formal dari organisasi di pondok
pesantren At-Taslim sudah ada kekuasaan yang sifatnya informal yang
bersumber pada kharisma kyai.

4. PONDOK PESANTREN NURUL HIKMAH

Lokasi : Jl. Kyai Singkil No.16, Petengan Selatan, Bintoro, Kec. Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59511

Pondok Pesantren Nurul Hikmah terletak di Bintoro Demak, sepuluh meter dari
makam Sultan Fatah, tujuh puluh lima meter dari Masjid Demak.

Di pesantren ini para santri
putera puteri diharapkan untuk mencintai terhadap kitab suci dan sholawat kepada Nabi. Di
sini juga Kiai Musyaffa menanamkan halusnya rasa, halusnya budi pekerti,
akhlak mulia pada santri dan putra-putrinya.

Dan di pondok pesantren ini juga KH. Abdurrahman Wahid almarhum sering mampir bila
sedang beredar di sekitar Demak.

Kegiatan di Pesantren Nurul Hikmah adalah mengaji Al-Qur’an
setelah subuh, mengaji Qososul Quran dan Washiyatul Musthofa setelah
dhuhur, Matan Abi Jamrah dan Tsalatsu Rosail setelah ashar, tadarus setelah
tarawih dan mengaji tasfsir Yasiin setelah tadarus.

Dalam ngaji Al-Qur’an, para santri maju satu demi satu sesuai ajanannya.
Sedangkan dalam mengaji santri senior mendengarkan bacaan kitab dari sang
kiai. Kini kepemimpinan Pesantren Nurul hikmah dipimpin oleh
putra-putranya: Gus Abdul Aziz, Gus Ali, Gus Fahmi, Mbak Ida Nursa’adah dan
Mbak Nurist Surayya.

Santri Nurul Hikmah tidak hanya ngaji kitab tapi juga belajar teknologi.
Santri belajar ngrakit komputer, desain, dan lain-lain. Pesantren akses
internet full dan akses komputer disediakan secara gratis. Dengan demikian
santri banyak kesempatan akses dunia luar. Tidak lagi seperti katak dalam
tempurung. Tidak tepat lagi santri juga di stereotipkan kuno dan kolot.
Akses internet adalah kesempatan untuk update. Mengetahui apa yang terjadi
di dunia.

5. PONDOK PESANTREN MIFTAHUL ULUM

Lokasi : Jl. Diponegoro No.17, Rw. 4, Jogoloyo, Kec. Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59571

Sebelum pondok pesantren Miftahul Ulum berdiri, desa Jogoloyo dikenal dengan keadaan yang sangat rawan saat itu, yaitu adanya berbagai macam kejahatan & kurangnya pendidikan agama. Mulai dari situ muncullah inisiatif dari Kyai Tamyiz untuk mendirikan pesantren, mengusir kemaksiatan. Langkah awal yang beliau ambil adalah mengajar anak-anak kecil pada malam hari, dirumah beliau. Selain itu mengadakan berzanji secara bergilir dari rumah ke rumah. Proses belajar mengajar pada saat itu masih sangat sederhana, dengan materi pelajaran al-Qur’an dan berzanji. Tahun 1946 Kyai Tamyiz berhasil mendirikan pondok pesantren Miftahul 'Ulum, berkat kerja keras dan semangat serta keinginan untuk ber-amar ma’ruf nahi munkar.

Keberadaan pesantren ini begitu cepat menyebar ke berbagai daerah, sehingga dalam waktu yang relatif singkat (sekitar 2 tahun), pondok pesantren ini telah menampung murid sekitar 100 orang santri. Tahun 1957 sepupu Kyai Tamziz mendirikan pesantren putri. Untuk sementara waktu karena keterbatasan ruang pesantren, maka santri putri menempati sebagian dari asrama putra. Pesantren ini berkembang lebih pesat lagi hingga akhirnya pada tahun 1960 mendirikan Madrasah Aliyah Diniyah (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Agama) dan tahun 1963 mendirikan Madrasah Ibtidaiyah (Sekolah Dasar). Di pesantren terdapat pengajaran kitab-kitab kuning klasik secara sorogan. Hal ini semakin banyak ketika bulan Ramadhan tiba.

PENDIDIKAN

Dalam periode kelembagaan
 didirikan Madrasah Aliyah (MA) Putra, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Putra-Putri dan Madrasah Tajriyah (MTj) Putra-Putri, dan sampai akhirnya ke periode Yayasan didirikan SMP & SMK serta Madrasah Khusus yang ada dalam lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Ulum adalah:

1. Pendidikan Formal
    a. SMP Miftahul Ulum Boarding School
    b. SMK Miftahul Ulum Boarding School
    c. WAJAR DIKDAS
2. Pendidikan non formal
    a. Madrasah Aliyah (MA) Putra
    b. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Putra-Putri
    c. Madrasah Tajriyah (MTj) Putra-Putri
    d. Madrasah Khusus (MKh) Putra-Putri
    c. Pengajian khusus bulan Ramadhan
    e. Pengajian al-Qur’an
    f. Pengajian kitab-kitab klasik
    g. Pengajian khusus bulan Ramadhan

    h. Sorogan kitab salaf
3. Pendidikan informal
    a. latihan koperasi
    b. Latihan kepemimpinan dan organisasi.

4. Ekstrakurikuler

    a. Musyawaroh Pembahasan Kitab
    b. Rebana
    c. Pencak Silat Pagar Nusa NU, dll

6. PONDOK PESANTREN FUTUHIYYAH

Lokasi : Jalan Suburan Barat No.31, Mranggen, Brumbung, Kec. Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59567

Pondok pesantren Futuhiyyah Didirikan oleh Simbah KH. Abdurrahman bin Qosidil Haq bin Abdullah Muhajir, kurang lebih pada tabun 1901. Secara outentik tahun berdirinya belum dapat dipastikan, karena tidak ditemukan data yang kongkrit. Hanya saja menurut cerita orang-orang tua, bahwa pada hujan abu akibat meletusnya gwumg Kelud di permulaan abad 20, Pondok Pesantren Futuhiyyah sudah berdiri, walaupun santrinya masih relatif sedikit, hanya dari daerab Mranggen dan sekitamya.Mereka datang ngaji ke Pondok hanya pada malam hari karena pada pagi harinya pulang kerumah untuk membantu orang tua mereka, oleb. karena itu disebut santri kalong.

Setelah KH. Muslih Abdurrabman wafat, kepemimpinan Pondok Pesantren dipegang oleh KH. MS. Luthfi Hakim, putera kedua KH. Muslih, dengan didampingi pamannya KH. Ahmad Muthohar Abdurrahman, putera ke empat KH. Abdurrahman dan dibantu oleh keluarga,besar Bany Abdurrahman.

Semua kegiatan keilmuan dan kemasyarakatan yang semula dijalankan dan dimonitor sendiri oleh KH. Muslih, kini dilaksanakan secara kolektif, bersama-sama oleh Keluarga besar Bany Abdurrabman yang sebagian besar menjadi pengurus Yayasan.

Pada periode ini, setelah pondok pesantren membentuk Yayasan perkembangannya dari hari kehari semakin pesat, baik dilihat dari segi perkembangan fisik sarana pendidikan, maupun dilihat dari jumlah santri/peserta didik.

Peserta didik Yayasan Pondok Pesantren Futuhiyyah berasal dari segala penjuru Indonesia, setiap tahtm jumlahnya semakin bertambah banyak, sehingga melebihi daya tampung kamar pemondokan maupun ruang kelas yang ada, Pengurus Yayasan sudah dengan sekuat tenaga dan pikiran untuk menyediakan fasilitas pemondokan dan ruang belajar, namun tambahan kamar dan ruang tidak dapat mengimbangi pertambahan santri.

Asal daerah santripun semakin mengembang kalau pada tahun ajaran 1994/1995 terdiri dari daerah seluruh Jawa ; Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DIY dan DKI, Luar Jawa ; Bali, Lampung, Palembang, Riau, Aceh, Kalbar, mulai tahun ajaran 1995/1996 ada santri yang berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Dari sekian santri, 65% diantaranya mukim di Pondok pesantren dan selebibnya melajo dari daerahnya masing-masing, Santri yang mukim ditampung di Pondok Pesantren Futuhiyyah dan Pondok Pesantren dibawah Yayasan ( keluarga ) atau Pondok Pesantren yang ada disekitar Futuhiyyah.

7. PONDOK PESANTREN FATHUL HUDA

Lokasi : Karanggawang, Sidorejo, Kec. Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59563

Pondok ini mulai dibangun pada tahun 1951 atas prakarsa KH. Ma’shum Mahfudhi, dan berkembang sampai saat sekarang ini. Selanjutnya, KH. Ma’shum Mahfudhi wafat pada tanggal 24 Rojab/ Tahun 2005 M. Setelah itu PPFH diasuh oleh putra pertama yakni Romo KH. M. Zainal Arifin Ma’shum dengan di bantu oleh sanak keluarga beliau. Tujuan utama didirikannya Pondok Pesantren Fathul Huda adalah bahwa lulusan dari PPFH mampu menjadi seorang yang menyebarkan ilmu agama (kata ‘guru’) ke umat muslim dan berdakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

Dari segi materi, pendidikan di Pondok Pesantren Fathul Huda meliputi, PAUD, RA, MI, MTs, MA, Madrasah Diniyyah Al Ula, Al Wustho, Al Ulya, Al Qur’an Bin Nadhor, Bil, Ghoib, Pengajian Kitab Kuning dan Thoriqoh Qodiriyyah Wa Naqsyabandiyyah.

8. PONDOK PESANTREN ASY-SYARIFAH

Lokasi : Brumbung, Kec. Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59567

Berdirinya Pondok Pesantren Asy-Syarifah tidak terlepas oleh peran dari seorang putra KH. Thoyyib bin Ibrohim, yang bernama Wahab Mahfudli. Setelah pernikahan beliau dengan ibu Hajar Djariyah Al Hafidhoh pada tahun 1971, secara bertahap pada awal tahun pernikahannya mulai dipercaya oleh masyarakat untuk memberi bimbingan / belajar Al-Qur’an. Pada tahap berikutnya sekitar tahun 1973, ada tiga orang santri putri yang ingin menimba ilmu khususnya di bidang Al-Qur’an.

Karena belum adanya kamar bagi santri, maka dengan penuh kerelaan dan keikhlasan mereka ditempatkan di rumah. Dorongan dan kepercayaan dari masyarakat semakin meningkat, hingga pada tahun 1974 secara resmi mulai menerima santri yang ingin belajar mendalami Al-Qur’an baik yang Bin-Nadlor maupun Bil-Ghoib. Tidak seperti awal penerimaan santri pertama, pada periode ini santri sudah disediakan fasilitas secara permanen, walaupun masih sederhana.

 Perkembangan santri yang kian bertambah, menjadikan pemikiran tersendiri bagi pengasuh untuk menambah fasilitas pesantren. Berkat adanya dukungan dan dorongan dari pihak-pihak yang berkompeten, kebutuhan sarana santri sedikit demi sedikit dapat terealisasikan. Kemudian secara bertahap dapat membangun sarana pesantren diantaranya musholla, dapur, kamar mandi dan lain-lain.

 Adanya fasilitas yang memadahi semakin menambah semaraknya kegiatan di pesantren, banyak dari orang tua di sekitar Kabupaten Demak yang menitipkan putranya untuk menuntut ilmu,. Maka dengan keberadaan santri yang sudah cukup banyak, menjadi modal bagi pengasuh untuk mengembangkan Madrasah yang sudah berdiri sejak zaman KH. Thoyyib Ibrohim, yaitu Madrasah Diniyah Salafiyah Ath-Thoyyibiyah.

Pada periode perkembangan ini, dimulai pada tahun 1990-an Pondok Pesantren Asy-Syarifah mendirikan Pendidikan Taman Alqur’an ( TPQ ) yang dikhususkan bagi anak-anak setingkat TK atau SD/MI. Kemudian pada tahun 1995 mengajukan permohonan pendirian Madrasah Tsanawiyah Kurikulum, hal ini didasari atas desakan dari masyarakat dan alumni yang menginginkan adanya sekolah formal atau bentuk kurikulum di lingkungan pondok pesantren Asy-Syarifah.

 Setelah menunggu proses yang panjang dan cukup waktu, maka pada tahun 1996 Madrasah Tsanawiyah Asy-Syarifah dibuka secara resmi. Keberadaan lembaga pendidikan khususnya di Kabupaten Demak pada saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat, seiring dengan penyiapan sumber daya manusia yang handal dan tangguh. Secara kompetitif kebanyakan dari lembaga pendidikan mengutamakan mutu dan kwalitas. Atas dasar hal tersebut Pondok Pesantren Asy-Syarifah mulai tahun 2007 memberanikan diri untuk membangun sebuah system pendidikan terpadu yang modern, yang arah tujuannya adalah untuk membentuk generasi yang tangguh, cerdas, disiplin dan berwawasan luas baik dibidang ilmu pengetahuan maupun agama. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu rancangan konsep yang tepat dan terarah, terutama sarana maupun prasarana yang memadahi.

Konsep Base Camp School merupakan metode yang tepat dan efektif untuk diterapkan nanti, hal ini sejalan dengan kemajuan dunia pendidikan sekarang. Diharapkan melalui sarana pembelajaran ini, nantinya akan menghasilkan produk lulusan yang unggul, mumpuni dan berdaya guna bagi Agama, Nusa dan Bangsa. Itulah sekilas profil singkat Pondok Pesantren Asy-Syarifah, mulai dari periode awal sampai perkembangannya saat ini.

9. PONDOK PESANTREN AL MUBAROK MRANGGEN

Lokasi : Jl. Brumbungan No.194, Brumbung, Kec. Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59567

Pondok Pesantren Al-Mubarok Demak Didirikan oleh KH. Ahmad Makhdum Zein (Alm.) dan Hj. Al Inayah(Almh.) pada tahun 1960 yang masih berada pada naungan Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak. Pondok Pesantren Al Mubarok berlokasi masih sekitar kawasan yayasan Futuhiyyah yaitu Jl. Brumbungan No. 198 Mranggen Demak. Setelah K.H. Ahmad Makhdum Zein wafat pada 17 Rajab 1423 atau pada hari Selasa, 24 September 2002 maka kepempimpinan pesantren dilanjutkan oleh putra sulungnya yaitu K.H Abdullah Ashif Makhdum, LC dan istri tercintanya Hj. Ma'unah Ahcsan, Ahd yang akrab dipanggil dengan Abah Ashif dan Ibu Ma'un oleh santri-santrinya.

EKSTRAKURIKULER

1. Kajian kitab-kitab kuning (kitab salaf)
2. Pembinaan Tahfidz dan Tilawatil Al-Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Hadrah
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an
11. Pengembangan jurnalistik dan publisistik
12. Pengembangan Exacta (Lab Skill), Ketrampilan, Wirausaha

Itulah daftar Pondok Pesantren Terbesar dan Terkenal di Kabupaten Demak Jawa Tengah.

9 Pondok Pesantren Terbesar Di Demak Jawa Tengah

Kabupaten Demak merupakan salah satu kabupaten di provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Demak. Kabupaten Demak memiliki luas 897,43 km² dan berpenduduk 1.116.343 jiwa (2017).

Selain menjadi kota Wali, kabupaten Demak juga menjadi kota santri karena terdapat banyak Pondok pesantren, baik Pondok pesantren Salafiyah maupun Modern. Dari hasil penelusuran tim kami kuwaluhan.com, di Kabupaten Demak terdapat beberapa Ponpes Terbaik dan Terkenal yang banyak diminati masyarakat untuk mendalami ilmu agama. Berikut Pondok pesantren tersebut :

1. PONDOK PESANTREN BUSTANU USYSYAQIL QUR'AN

Lokasi : Jl. Sunan Kalijaga No.35, Tanubayan, Bintoro, Kec. Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59517

Pondok ini didirikan oleh seorang ulama’ yang memiliki sejarah dan nasab yang cemerlang. Beliau adalah KH. R. Muhammad, putra dariKH. Mahfudz At Tarmasi, seorang ulama’ jawa yang aktif dalam percaturan pemikiran ulama-ulama Timur Tengah pada abad ke-18 Masehi.

Dengan meniggalnya kedua orang tua, R. Muhammad akhirnya dibawa boyong ke Tanah Air, oleh KH. Munawwir, sesuai melaksanakan ibadah haji dan menimba ilmu kepada KH. Mahfuzh meski tidak lama. Hal itu dilakukan oleh KH. Munawwir karena beliau telah diwasiati oleh KH. Mahfuzh untuk mendidik anaknya di bidang hafalan Al Qur’an.

Sesampai di Tanah Air, kemudian beliau diserahkan oleh KH. Munawwir kepada KH. Dimyati, kakak KH. Mahfuzh, yang merupakan pengasuh Pondok Tremas saat itu, KH. Dimyati menyerahkan R. Muhammad kepada KH. Munawwir untuk dididik menghafal Al Qur’an.

Kemudian,R. Muhammad diambil KH. Munawwir sebagai anak angkat yang sangat disayangi hingga seakan melebihhi kasih sayang terhadap putra-putra beliau sendiri. Selama kurang lebih 4 tahun, beliau belajar di Pondok Krapyak. Sehabis menimba ilmu disana, beliau diserahkan kembali kepada sang paman, KH. Dimyati di Pondok Tremas.

Di Pondok tersebut, R. Muhammad diasuh dan diawasi langsung oleh KH. Dimyati dan dibantu oleh KH. Ali Ma’shum, putra KH. Ma’shum dari Lasem, yang menjadi menantu KH. Munawwir. Kemudian, setelah cukup banyak ilmu agama yang dikuasai, KH. Dimyati memerintahkannya untuk ber-tabarruk-an kepada KH. Ma’shum Lasem.

Setelah menjadi menantu H. Taslim, R. Muhammad masih mengajar di Pondok Tremas selama satu tahun. Usai waktu rentang tersebut, baru beliau pulang ke rumah mertuanya di Demak. Kepulangan beliau disertai pula oleh santri-santri beliau yang menghafalkan Al Qur’an di Tremas. Kurang lebih tiga tahun beliau tinggal bersama mertua sembari mengajarkan ilmu yang ia kuasai, terutama ilmu Al Qur’an kepada para muridnya

Melihat semakin banyaknya santri yang belajar kepada beliau, H. Taslim, sang mertua, dan masyarakat sekitar, mendorong beliau untuk mendirikan pondok pesantren. Hal itu juga guna menampung para santri yang sebagian bertempat di rumah mertuanya dan sebagian di rumah-rumah penduduk. Akhirnya pada tahun 1936, beliau mendirikan sebuah pesantren di daerah Betengan Bintoro Demak. Pendirian pesantren tersebut juga atas restu dari guru-guru beliau, yaitu KH. Ma’shum Lasem, KH. Masyur Popongan Klaten, dan KH. Munawwir Krapyak Yogyakarta. Pesantren ini diberi nama oleh KH. Munawwir dengan “Bustanu ‘Usysyaqil Qur’an” yang berarti taman para perindu al Qur’an. Disinilah beliau kemudian hidup mandiri mengembangkan ilmu-ilmu yang di perolehnya.

PENDIDIKAN

Proses pendidikan dan pengajaran yang berlangsung sejak tahun 1936 tersebut telah cukup memberikan pengalaman-pengalaman yang sangat berharga bagi pengembangan BUQ, baik dalam system pendidikan, materi pengajian, maupun keterampilan penunjang lainnya.

Sudah barang tentu hal ini dilakukan atas asumsi bahwa alumni pesantren BUQ harus mampu berdikari dan berkiprah di tengah masyarakatnya.

2. PONDOK PESANTREN AL-FALAH 

Lokasi : Jl. Diponegoro, Rw. 2, Jogoloyo, Kec. Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59571

Pondok Pesantren Al-Falah adalah sebuah pondok pesantren di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Pondok ini mengkombinasikan pesantren dan metode pengajaran klasik berkurikulum seperti sekolah serta mencetak para penghafal Al-Qur'an.

Pondok Pesantren Al-Falah didirikan pada tahun 1963 oleh KH Abdur Rosyid, pada awal pendirian Pesantren tersebut diberi nama Pondok Pesantren Tarbiyatul Athfal, menurut anjuran K. Rohmat Suyuti Demak (pendiri PP.Miftahul Falah Kalisusukan Demak) yang merupakan guru KH. Abdur Rosyid seyogyanya Pondok Pesantren Tarbiyatul Athfal diganti dengan nama yang mirip pesantrennya Mbah Suyuti, sehingga KH. Abdur Rosyid mengubah nama pesantrennya menjadi Pondok Pesantren Al Falah.

PENDIDIKAN

Pondok Pesantren Al-Falah merupakan pesantren dengan tipe kombinasi, maka kegiatan di pesantren ini bermacam-macam. Mulai Salafiyah dengan pembelajaran kitab-kitab salaf, Qur'aniyah dengan mencetak para panghafal qur'an dan lain-lain. Selain itu itu juga kegiatan Madrasah Diniyah mulai tingkatan wustho hingga ulya.

3. PONDOK PESANTREN AT-TASLIM

Lokasi : Petengan Selatan, Bintoro, Kec. Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59511

Pondok Pesantren At-Taslim berdiri pada tahun 1986, Pondok
Pesantren ini berdiri atas inisiatif bapak KH. M. Nurul Huda, MA, setelah
menyelesaikan S2 di Punjab University Pakistan. Sedang Romo KH.
Sa’dullah Taslim sebagai waqif (orang yang menyerahkan tanggung jawab
pengasuhan), semula pada tahun 1985 bapak KH. M. Nurul Huda, MA setiap
pagi mengajar di Madrasah Aliyah NU Demak, dan setiap hari disibukkan
memberi pelajaran di kawasan kota Demak dan sekitarnya, berkat
ketelatenannya beberapa siswanya mulai memberanikan diri mengaji di
rumah bapak KH. M. Nurul Huda, MA, bahkan menginap di rumahnya.

Sejalan dengan bergantinya waktu santri yang mengaji semakin bertambah,
dan di antaranya adalah santri perempuan, maka kemudian santri putra
dipindah ke musholla sedang rumah bapak kyai ditempati oleh santri putri.
Pada tahun 1986 bapak KH. M. Nurul Huda, MA yang dulunya
alumnus IAIN Sunan Kalijaga dan nyantri di pondok Krapyak Yogyakarta
menghadap simbah KH. Aly Maksum untuk minta do’a restu atas pendirian
dan mendukung rencana bapak KH. M. Nurul Huda, MA dan juga membantu
dengan do’a serta memberi sedikit modal awal. Pada tahun itu juga didirikan
kompleks 2 lantai untuk santri putri, sementara santri putra tetap di musholla.

Sejak berdirinya Pondok Pesantren At-Taslim tidak dijumpai bentuk
organisasi yang mengatur kehidupan pesantren sebagaimana kebanyakan
pesantren. Pesantren At-Taslim adalah merupakan milik pribadi kyai, karena
itu segala yang menyangkut kehidupan pesantren diatur sendiri oleh kyai.
Pondok Pesantren At-Taslim sebagai lembaga pendidikan agama yang
bersifat tradisional menganggap Kyai sebagai figur utama dalam
kepemimpinan. Meskipun tidak ada bentuk formal dari organisasi di pondok
pesantren At-Taslim sudah ada kekuasaan yang sifatnya informal yang
bersumber pada kharisma kyai.

4. PONDOK PESANTREN NURUL HIKMAH

Lokasi : Jl. Kyai Singkil No.16, Petengan Selatan, Bintoro, Kec. Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59511

Pondok Pesantren Nurul Hikmah terletak di Bintoro Demak, sepuluh meter dari
makam Sultan Fatah, tujuh puluh lima meter dari Masjid Demak.

Di pesantren ini para santri
putera puteri diharapkan untuk mencintai terhadap kitab suci dan sholawat kepada Nabi. Di
sini juga Kiai Musyaffa menanamkan halusnya rasa, halusnya budi pekerti,
akhlak mulia pada santri dan putra-putrinya.

Dan di pondok pesantren ini juga KH. Abdurrahman Wahid almarhum sering mampir bila
sedang beredar di sekitar Demak.

Kegiatan di Pesantren Nurul Hikmah adalah mengaji Al-Qur’an
setelah subuh, mengaji Qososul Quran dan Washiyatul Musthofa setelah
dhuhur, Matan Abi Jamrah dan Tsalatsu Rosail setelah ashar, tadarus setelah
tarawih dan mengaji tasfsir Yasiin setelah tadarus.

Dalam ngaji Al-Qur’an, para santri maju satu demi satu sesuai ajanannya.
Sedangkan dalam mengaji santri senior mendengarkan bacaan kitab dari sang
kiai. Kini kepemimpinan Pesantren Nurul hikmah dipimpin oleh
putra-putranya: Gus Abdul Aziz, Gus Ali, Gus Fahmi, Mbak Ida Nursa’adah dan
Mbak Nurist Surayya.

Santri Nurul Hikmah tidak hanya ngaji kitab tapi juga belajar teknologi.
Santri belajar ngrakit komputer, desain, dan lain-lain. Pesantren akses
internet full dan akses komputer disediakan secara gratis. Dengan demikian
santri banyak kesempatan akses dunia luar. Tidak lagi seperti katak dalam
tempurung. Tidak tepat lagi santri juga di stereotipkan kuno dan kolot.
Akses internet adalah kesempatan untuk update. Mengetahui apa yang terjadi
di dunia.

5. PONDOK PESANTREN MIFTAHUL ULUM

Lokasi : Jl. Diponegoro No.17, Rw. 4, Jogoloyo, Kec. Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59571

Sebelum pondok pesantren Miftahul Ulum berdiri, desa Jogoloyo dikenal dengan keadaan yang sangat rawan saat itu, yaitu adanya berbagai macam kejahatan & kurangnya pendidikan agama. Mulai dari situ muncullah inisiatif dari Kyai Tamyiz untuk mendirikan pesantren, mengusir kemaksiatan. Langkah awal yang beliau ambil adalah mengajar anak-anak kecil pada malam hari, dirumah beliau. Selain itu mengadakan berzanji secara bergilir dari rumah ke rumah. Proses belajar mengajar pada saat itu masih sangat sederhana, dengan materi pelajaran al-Qur’an dan berzanji. Tahun 1946 Kyai Tamyiz berhasil mendirikan pondok pesantren Miftahul 'Ulum, berkat kerja keras dan semangat serta keinginan untuk ber-amar ma’ruf nahi munkar.

Keberadaan pesantren ini begitu cepat menyebar ke berbagai daerah, sehingga dalam waktu yang relatif singkat (sekitar 2 tahun), pondok pesantren ini telah menampung murid sekitar 100 orang santri. Tahun 1957 sepupu Kyai Tamziz mendirikan pesantren putri. Untuk sementara waktu karena keterbatasan ruang pesantren, maka santri putri menempati sebagian dari asrama putra. Pesantren ini berkembang lebih pesat lagi hingga akhirnya pada tahun 1960 mendirikan Madrasah Aliyah Diniyah (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Agama) dan tahun 1963 mendirikan Madrasah Ibtidaiyah (Sekolah Dasar). Di pesantren terdapat pengajaran kitab-kitab kuning klasik secara sorogan. Hal ini semakin banyak ketika bulan Ramadhan tiba.

PENDIDIKAN

Dalam periode kelembagaan
 didirikan Madrasah Aliyah (MA) Putra, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Putra-Putri dan Madrasah Tajriyah (MTj) Putra-Putri, dan sampai akhirnya ke periode Yayasan didirikan SMP & SMK serta Madrasah Khusus yang ada dalam lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Ulum adalah:

1. Pendidikan Formal
    a. SMP Miftahul Ulum Boarding School
    b. SMK Miftahul Ulum Boarding School
    c. WAJAR DIKDAS
2. Pendidikan non formal
    a. Madrasah Aliyah (MA) Putra
    b. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Putra-Putri
    c. Madrasah Tajriyah (MTj) Putra-Putri
    d. Madrasah Khusus (MKh) Putra-Putri
    c. Pengajian khusus bulan Ramadhan
    e. Pengajian al-Qur’an
    f. Pengajian kitab-kitab klasik
    g. Pengajian khusus bulan Ramadhan

    h. Sorogan kitab salaf
3. Pendidikan informal
    a. latihan koperasi
    b. Latihan kepemimpinan dan organisasi.

4. Ekstrakurikuler

    a. Musyawaroh Pembahasan Kitab
    b. Rebana
    c. Pencak Silat Pagar Nusa NU, dll

6. PONDOK PESANTREN FUTUHIYYAH

Lokasi : Jalan Suburan Barat No.31, Mranggen, Brumbung, Kec. Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59567

Pondok pesantren Futuhiyyah Didirikan oleh Simbah KH. Abdurrahman bin Qosidil Haq bin Abdullah Muhajir, kurang lebih pada tabun 1901. Secara outentik tahun berdirinya belum dapat dipastikan, karena tidak ditemukan data yang kongkrit. Hanya saja menurut cerita orang-orang tua, bahwa pada hujan abu akibat meletusnya gwumg Kelud di permulaan abad 20, Pondok Pesantren Futuhiyyah sudah berdiri, walaupun santrinya masih relatif sedikit, hanya dari daerab Mranggen dan sekitamya.Mereka datang ngaji ke Pondok hanya pada malam hari karena pada pagi harinya pulang kerumah untuk membantu orang tua mereka, oleb. karena itu disebut santri kalong.

Setelah KH. Muslih Abdurrabman wafat, kepemimpinan Pondok Pesantren dipegang oleh KH. MS. Luthfi Hakim, putera kedua KH. Muslih, dengan didampingi pamannya KH. Ahmad Muthohar Abdurrahman, putera ke empat KH. Abdurrahman dan dibantu oleh keluarga,besar Bany Abdurrahman.

Semua kegiatan keilmuan dan kemasyarakatan yang semula dijalankan dan dimonitor sendiri oleh KH. Muslih, kini dilaksanakan secara kolektif, bersama-sama oleh Keluarga besar Bany Abdurrabman yang sebagian besar menjadi pengurus Yayasan.

Pada periode ini, setelah pondok pesantren membentuk Yayasan perkembangannya dari hari kehari semakin pesat, baik dilihat dari segi perkembangan fisik sarana pendidikan, maupun dilihat dari jumlah santri/peserta didik.

Peserta didik Yayasan Pondok Pesantren Futuhiyyah berasal dari segala penjuru Indonesia, setiap tahtm jumlahnya semakin bertambah banyak, sehingga melebihi daya tampung kamar pemondokan maupun ruang kelas yang ada, Pengurus Yayasan sudah dengan sekuat tenaga dan pikiran untuk menyediakan fasilitas pemondokan dan ruang belajar, namun tambahan kamar dan ruang tidak dapat mengimbangi pertambahan santri.

Asal daerah santripun semakin mengembang kalau pada tahun ajaran 1994/1995 terdiri dari daerah seluruh Jawa ; Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DIY dan DKI, Luar Jawa ; Bali, Lampung, Palembang, Riau, Aceh, Kalbar, mulai tahun ajaran 1995/1996 ada santri yang berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Dari sekian santri, 65% diantaranya mukim di Pondok pesantren dan selebibnya melajo dari daerahnya masing-masing, Santri yang mukim ditampung di Pondok Pesantren Futuhiyyah dan Pondok Pesantren dibawah Yayasan ( keluarga ) atau Pondok Pesantren yang ada disekitar Futuhiyyah.

7. PONDOK PESANTREN FATHUL HUDA

Lokasi : Karanggawang, Sidorejo, Kec. Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59563

Pondok ini mulai dibangun pada tahun 1951 atas prakarsa KH. Ma’shum Mahfudhi, dan berkembang sampai saat sekarang ini. Selanjutnya, KH. Ma’shum Mahfudhi wafat pada tanggal 24 Rojab/ Tahun 2005 M. Setelah itu PPFH diasuh oleh putra pertama yakni Romo KH. M. Zainal Arifin Ma’shum dengan di bantu oleh sanak keluarga beliau. Tujuan utama didirikannya Pondok Pesantren Fathul Huda adalah bahwa lulusan dari PPFH mampu menjadi seorang yang menyebarkan ilmu agama (kata ‘guru’) ke umat muslim dan berdakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

Dari segi materi, pendidikan di Pondok Pesantren Fathul Huda meliputi, PAUD, RA, MI, MTs, MA, Madrasah Diniyyah Al Ula, Al Wustho, Al Ulya, Al Qur’an Bin Nadhor, Bil, Ghoib, Pengajian Kitab Kuning dan Thoriqoh Qodiriyyah Wa Naqsyabandiyyah.

8. PONDOK PESANTREN ASY-SYARIFAH

Lokasi : Brumbung, Kec. Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59567

Berdirinya Pondok Pesantren Asy-Syarifah tidak terlepas oleh peran dari seorang putra KH. Thoyyib bin Ibrohim, yang bernama Wahab Mahfudli. Setelah pernikahan beliau dengan ibu Hajar Djariyah Al Hafidhoh pada tahun 1971, secara bertahap pada awal tahun pernikahannya mulai dipercaya oleh masyarakat untuk memberi bimbingan / belajar Al-Qur’an. Pada tahap berikutnya sekitar tahun 1973, ada tiga orang santri putri yang ingin menimba ilmu khususnya di bidang Al-Qur’an.

Karena belum adanya kamar bagi santri, maka dengan penuh kerelaan dan keikhlasan mereka ditempatkan di rumah. Dorongan dan kepercayaan dari masyarakat semakin meningkat, hingga pada tahun 1974 secara resmi mulai menerima santri yang ingin belajar mendalami Al-Qur’an baik yang Bin-Nadlor maupun Bil-Ghoib. Tidak seperti awal penerimaan santri pertama, pada periode ini santri sudah disediakan fasilitas secara permanen, walaupun masih sederhana.

 Perkembangan santri yang kian bertambah, menjadikan pemikiran tersendiri bagi pengasuh untuk menambah fasilitas pesantren. Berkat adanya dukungan dan dorongan dari pihak-pihak yang berkompeten, kebutuhan sarana santri sedikit demi sedikit dapat terealisasikan. Kemudian secara bertahap dapat membangun sarana pesantren diantaranya musholla, dapur, kamar mandi dan lain-lain.

 Adanya fasilitas yang memadahi semakin menambah semaraknya kegiatan di pesantren, banyak dari orang tua di sekitar Kabupaten Demak yang menitipkan putranya untuk menuntut ilmu,. Maka dengan keberadaan santri yang sudah cukup banyak, menjadi modal bagi pengasuh untuk mengembangkan Madrasah yang sudah berdiri sejak zaman KH. Thoyyib Ibrohim, yaitu Madrasah Diniyah Salafiyah Ath-Thoyyibiyah.

Pada periode perkembangan ini, dimulai pada tahun 1990-an Pondok Pesantren Asy-Syarifah mendirikan Pendidikan Taman Alqur’an ( TPQ ) yang dikhususkan bagi anak-anak setingkat TK atau SD/MI. Kemudian pada tahun 1995 mengajukan permohonan pendirian Madrasah Tsanawiyah Kurikulum, hal ini didasari atas desakan dari masyarakat dan alumni yang menginginkan adanya sekolah formal atau bentuk kurikulum di lingkungan pondok pesantren Asy-Syarifah.

 Setelah menunggu proses yang panjang dan cukup waktu, maka pada tahun 1996 Madrasah Tsanawiyah Asy-Syarifah dibuka secara resmi. Keberadaan lembaga pendidikan khususnya di Kabupaten Demak pada saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat, seiring dengan penyiapan sumber daya manusia yang handal dan tangguh. Secara kompetitif kebanyakan dari lembaga pendidikan mengutamakan mutu dan kwalitas. Atas dasar hal tersebut Pondok Pesantren Asy-Syarifah mulai tahun 2007 memberanikan diri untuk membangun sebuah system pendidikan terpadu yang modern, yang arah tujuannya adalah untuk membentuk generasi yang tangguh, cerdas, disiplin dan berwawasan luas baik dibidang ilmu pengetahuan maupun agama. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu rancangan konsep yang tepat dan terarah, terutama sarana maupun prasarana yang memadahi.

Konsep Base Camp School merupakan metode yang tepat dan efektif untuk diterapkan nanti, hal ini sejalan dengan kemajuan dunia pendidikan sekarang. Diharapkan melalui sarana pembelajaran ini, nantinya akan menghasilkan produk lulusan yang unggul, mumpuni dan berdaya guna bagi Agama, Nusa dan Bangsa. Itulah sekilas profil singkat Pondok Pesantren Asy-Syarifah, mulai dari periode awal sampai perkembangannya saat ini.

9. PONDOK PESANTREN AL MUBAROK MRANGGEN

Lokasi : Jl. Brumbungan No.194, Brumbung, Kec. Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59567

Pondok Pesantren Al-Mubarok Demak Didirikan oleh KH. Ahmad Makhdum Zein (Alm.) dan Hj. Al Inayah(Almh.) pada tahun 1960 yang masih berada pada naungan Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak. Pondok Pesantren Al Mubarok berlokasi masih sekitar kawasan yayasan Futuhiyyah yaitu Jl. Brumbungan No. 198 Mranggen Demak. Setelah K.H. Ahmad Makhdum Zein wafat pada 17 Rajab 1423 atau pada hari Selasa, 24 September 2002 maka kepempimpinan pesantren dilanjutkan oleh putra sulungnya yaitu K.H Abdullah Ashif Makhdum, LC dan istri tercintanya Hj. Ma'unah Ahcsan, Ahd yang akrab dipanggil dengan Abah Ashif dan Ibu Ma'un oleh santri-santrinya.

EKSTRAKURIKULER

1. Kajian kitab-kitab kuning (kitab salaf)
2. Pembinaan Tahfidz dan Tilawatil Al-Qur’an
3. Latihan berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab)
4. berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
5. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
6. Kepramukaan
7. Pengembangan Olahraga
8. Pengembangan Seni Drumband, Qashidah dan Hadrah
9. Pengembangan Seni Beladiri
10. Tahfidhul Qur’an
11. Pengembangan jurnalistik dan publisistik
12. Pengembangan Exacta (Lab Skill), Ketrampilan, Wirausaha

Itulah daftar Pondok Pesantren Terbesar dan Terkenal di Kabupaten Demak Jawa Tengah.

No comments