Sejarah Asal Usul Kabupaten Mimika Papua - Kuwaluhan.com
Kabupaten Mimika adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Timika.
Di kabupaten ini terletak Kecamatan Tembagapura di mana tambang emasterbesar di dunia milik PT. Freeport Indonesiaberada. Terdapat sebuah bandar udaranasional di kabupaten ini, yaitu Bandara Moses Kilangin yang terletak di Timika. Serta pelabuhan Nasional, di Poumako.


Kabupaten Mimika memiliki luas sekitar 20.039 km² atau 4,75% dari luas wilayah Provinsi Papua dengan topografi dataran tinggi dan rendah.

Kabupaten Mimika sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Paniai, Kabupaten Deiyaidan Kabupaten Puncak Jaya, sebelah Selatan dengan Laut Arafuru, sebelah Timur dengan Kabupaten Asmat dan Kabupaten Nduga, sedangkan sebelah Barat dengan Kabupaten Kaimana.

Kabupaten Mimika didiami oleh 2 asli, yaitu suku Amungme yang mendiami wilayah pegunungan dan suku Kamoro di wilayah pantai. Selain itu ada 5 suku kekerabatan lainnya yakni suku Moni, Dani, Nduga, Damaldan Lanny.

AWAL MULA KABUPATEN MIMIKA


Awalnya Mimika merupakan sebuah kecamatan dari wilayah administrasi Kabupaten Fakfak, berdasarkan peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 1996, Kecamatan Mimika ditetapkan sebagai Kabupaten Administratif, kemudian berdasarkan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999, Mimika menjadi Kabupaten Otonom. Pada tahun 2017 jumlah penduduk di Mimika mencapai sekitar 306.517 jiwa.

Bagi masyarakat setempat, hewan babi  dianggap sebagai simbol perdamaian. ketika hendak mendamaikan suatu konflik baik itu konflik antar keluarga ataupun suku, maka ada beberapa babi yang  dikorbankan. Melihat peluang ini,  beberapa warga beternak  babi dan pada kenyataannya mereka mendapatkan keuntungan yang lumayan untuk menghidupi keluarganya.

Dalam bahasa daerah Kamoro, Mimika berarti sungai yang meluap. Mungkin hal ini pulalah yang melatarbelakangi sehingga Kabupaten Mimika dijuluki   “Negeri di Atas Sungai” karena memiliki kurang lebih 94 Daerah Aliran Sungai (DAS).  Kabupaten ini juga dijuluki  Kota Dollar karena keberadaan perusahaan asing Freeport dimana para pekerja tambang di tempat ini mendapatkan gaji hingga puluhan juta perbulan.

Kota Timika menjadi simbol utama dari Kabupaten Mimika karena segala yang berkaitan dengan perekonomian, pendidikan, kesehatan dan sebagainya berkumpul dan bersumber pada kota Timika. Nama Timika atau Mimika juga sangat populer, lantaran di wilayah pegunungan Papua ini beroperasi salah satu perusahaan tambang terbesar di dunia asal Amerika Serikat, yaitu Freeport Mc Moran Copper and Gold Inc.

Melalui PT Freeport Indonesia, selama puluhan tahun mereka telah melakukan penambangan terhadap biji tembaga, emas dan perak. Kompleks tambang di Grasberg yang berada di jantung wilayah mineral merupakan salah satu penghasil tunggal tembaga dan emas terbesar di dunia, juga mengandung cadangan tembaga dan emas terbesar di dunia.

Berdasarkan sejumlah data resmi, Mimika tergolong kabupaten yang cukup beruntung. Bahkan, Mimika termasuk kabupaten yang makmur dibandingkan puluhan atau ratusan Kabupaten atau kota lainnya di Indonesia.

Mimika didiami oleh tujuh suku asli, dua suku besar yaitu Amungme yang mendiami wilayah pegunungan dan Kamoro di wilayah pantai. Selain kedua suku tersebut masih ada lima suku kekerabatan yaitu, Dani/Lani, Damal, Mee, Nduga dan Moni.  Ketujuh suku ini mendapat jaminan khusus dari pemerintah, salah satunya yaitu mereka mendapatkan akses pelayanan kesehatan gratis  di puskesmas utamanya di rumah sakit Mitra Masyarakat Caritas.

FREEPORT PAPUA


Pada akhir tahun 2018 ini tepatnya pada tanggal 22 Desember 2018 Presiden Jokowi berhasil merebut 51% saham Freeport.
Indonesia mengakuisisi PT Freeport Indonesia lewat holding BUMN Pertambangan, PT Inalum (Persero) dengan nilai mencapai US$ 3,85 miliar atau setara Rp 55,8 triliun. Untuk membeli 51% saham PT Freeport Indonesia ini, Inalum menerbitkan surat utang global senilai US$ 4 miliar, salah satu nilai terbesar sepanjang sejarah RI.

Dengan kesepakatan di atas, Indonesia kini memiliki kendali atas cadangan terbukti dan terkira di lapangan PTFI yang secara kasar bernilai Rp 2.400 triliun, yang terdiri dari 38,6 miliar pound tembaga, 33,8 juta ounce emas, dan 156,2 juta ounce perak.

Sejarah Asal Usul Kabupaten Mimika Papua

Kabupaten Mimika adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Timika.
Di kabupaten ini terletak Kecamatan Tembagapura di mana tambang emasterbesar di dunia milik PT. Freeport Indonesiaberada. Terdapat sebuah bandar udaranasional di kabupaten ini, yaitu Bandara Moses Kilangin yang terletak di Timika. Serta pelabuhan Nasional, di Poumako.


Kabupaten Mimika memiliki luas sekitar 20.039 km² atau 4,75% dari luas wilayah Provinsi Papua dengan topografi dataran tinggi dan rendah.

Kabupaten Mimika sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Paniai, Kabupaten Deiyaidan Kabupaten Puncak Jaya, sebelah Selatan dengan Laut Arafuru, sebelah Timur dengan Kabupaten Asmat dan Kabupaten Nduga, sedangkan sebelah Barat dengan Kabupaten Kaimana.

Kabupaten Mimika didiami oleh 2 asli, yaitu suku Amungme yang mendiami wilayah pegunungan dan suku Kamoro di wilayah pantai. Selain itu ada 5 suku kekerabatan lainnya yakni suku Moni, Dani, Nduga, Damaldan Lanny.

AWAL MULA KABUPATEN MIMIKA


Awalnya Mimika merupakan sebuah kecamatan dari wilayah administrasi Kabupaten Fakfak, berdasarkan peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 1996, Kecamatan Mimika ditetapkan sebagai Kabupaten Administratif, kemudian berdasarkan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999, Mimika menjadi Kabupaten Otonom. Pada tahun 2017 jumlah penduduk di Mimika mencapai sekitar 306.517 jiwa.

Bagi masyarakat setempat, hewan babi  dianggap sebagai simbol perdamaian. ketika hendak mendamaikan suatu konflik baik itu konflik antar keluarga ataupun suku, maka ada beberapa babi yang  dikorbankan. Melihat peluang ini,  beberapa warga beternak  babi dan pada kenyataannya mereka mendapatkan keuntungan yang lumayan untuk menghidupi keluarganya.

Dalam bahasa daerah Kamoro, Mimika berarti sungai yang meluap. Mungkin hal ini pulalah yang melatarbelakangi sehingga Kabupaten Mimika dijuluki   “Negeri di Atas Sungai” karena memiliki kurang lebih 94 Daerah Aliran Sungai (DAS).  Kabupaten ini juga dijuluki  Kota Dollar karena keberadaan perusahaan asing Freeport dimana para pekerja tambang di tempat ini mendapatkan gaji hingga puluhan juta perbulan.

Kota Timika menjadi simbol utama dari Kabupaten Mimika karena segala yang berkaitan dengan perekonomian, pendidikan, kesehatan dan sebagainya berkumpul dan bersumber pada kota Timika. Nama Timika atau Mimika juga sangat populer, lantaran di wilayah pegunungan Papua ini beroperasi salah satu perusahaan tambang terbesar di dunia asal Amerika Serikat, yaitu Freeport Mc Moran Copper and Gold Inc.

Melalui PT Freeport Indonesia, selama puluhan tahun mereka telah melakukan penambangan terhadap biji tembaga, emas dan perak. Kompleks tambang di Grasberg yang berada di jantung wilayah mineral merupakan salah satu penghasil tunggal tembaga dan emas terbesar di dunia, juga mengandung cadangan tembaga dan emas terbesar di dunia.

Berdasarkan sejumlah data resmi, Mimika tergolong kabupaten yang cukup beruntung. Bahkan, Mimika termasuk kabupaten yang makmur dibandingkan puluhan atau ratusan Kabupaten atau kota lainnya di Indonesia.

Mimika didiami oleh tujuh suku asli, dua suku besar yaitu Amungme yang mendiami wilayah pegunungan dan Kamoro di wilayah pantai. Selain kedua suku tersebut masih ada lima suku kekerabatan yaitu, Dani/Lani, Damal, Mee, Nduga dan Moni.  Ketujuh suku ini mendapat jaminan khusus dari pemerintah, salah satunya yaitu mereka mendapatkan akses pelayanan kesehatan gratis  di puskesmas utamanya di rumah sakit Mitra Masyarakat Caritas.

FREEPORT PAPUA


Pada akhir tahun 2018 ini tepatnya pada tanggal 22 Desember 2018 Presiden Jokowi berhasil merebut 51% saham Freeport.
Indonesia mengakuisisi PT Freeport Indonesia lewat holding BUMN Pertambangan, PT Inalum (Persero) dengan nilai mencapai US$ 3,85 miliar atau setara Rp 55,8 triliun. Untuk membeli 51% saham PT Freeport Indonesia ini, Inalum menerbitkan surat utang global senilai US$ 4 miliar, salah satu nilai terbesar sepanjang sejarah RI.

Dengan kesepakatan di atas, Indonesia kini memiliki kendali atas cadangan terbukti dan terkira di lapangan PTFI yang secara kasar bernilai Rp 2.400 triliun, yang terdiri dari 38,6 miliar pound tembaga, 33,8 juta ounce emas, dan 156,2 juta ounce perak.

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah Dengan baik dan sopan agar tidak terjadi hal-hal yang membuat orang lain gagal paham

Subscribe Our Newsletter

Notifications

Disqus Logo