Social Items

Pada suatu ketika Iblis menyamar berupa manusia dengan tujuan mendatangi Fir'aun yang lagi beristirahat di dalam kamarnya.


Iblis mengetuk pintu kamar dengan kencang. Tentu saja Fir'aun heran bercampur marah, siapa yang berani mengetuk pintunya?

    Fir'aun: Siapa?

    Iblis: Saya.
    Fir'aun: Siapa? (Dengan nada tinggi)

    Iblis: Saya.

Fir'aun: Saya saya, saya siapa? Beraninya mengganggu istirahatku. (Sambil keluar membuka pintu dengan sangat marah).

Iblis: Masak Tuhan istirahat dan tidak tahu siapa yang berada di balik pintu?

Iblis Berkata kepada Fir’aun, “Apakah engkau mengenalku ? “.
Fir’aun menjawab, ” Ya ” .
” Engkau telah mengungguliku untuk satu perkara “, ujar Iblis.
” Untuk perkara apa ? “, tanya Fir’aun.
Iblis menjawab, ” Kelancanganmu terhadap Allah dengan mengaku dirimu sebagai Tuhan.
Aku kan lebih tua, lebih banyak ilmu dan lebih kuat darimu, namun tidak berani mengatakan hal itu “.
Fir’aun berkilah, ” Ya, kau memang benar, namun aku akan bertobat ” .
” Tenang jangan kau lakukan itu “. sergah Iblis.
” Penduduk Mesir telah menganggapmu sebagai Tuhan. Jika kau tarik kembali pengakuanmu itu, tentu mereka akan lari darimu dan berpihak pada musuh-musuhmu. Mereka pasti akan merampas kerajaanmu sehingga kau menjadi sangat hina “.

Fir’aun berkata, ” Ah ya, kau benar. Tetapi tahukah engkau siapa yang lebih jahat daripada kita dimuka bumi ini ? “.
Iblis menjawab, ” Ya, orang yang dimintai maaf namun tidak memaafkan adalah orang yang lebih jahat daripada aku & kau ” .

Iblispun merasa tersaingi, sehingga ia merasa perlu mempermainkan Fir'aun.

"Begitulah manusia, yang dikatakan oleh Allah, bila hati, pendengaran dan penglihatannya tidak berfungsi untuk menerima hidayah Allah, ia bagaikan binatang ternah bahkan lebih hina dari itu." (Al 'Araf: 179)

Iblis hanya memperdaya manusia dengan bisikan was-was di hati, sementara manusia yang durjana mampu melakukan lebih dari itu. Hingga pepatah Arab mengatakan, yang maksudnya kira-kira begini:

كان الفتى من جند إبليس فارتقى حاله حتى صار إبليس من جنده

"Dia dulu adalah seorang pemuda yang menjadi tentara Iblis, maka statusnya meningkat hingga jadilah Iblis sebagai tentaranya".

Memang benar, bila kedurhakaan sudah menggelapkan hati, manusia akan kehilangan rasa takut kepada Allah, hingga ia tidak malu-malu lagi untuk melakukan maksiat. Bahkan sebagian orang zalim seolah-olah berlomba untuk menempati papan teratas dalam rekor kedurhakaan. Segala bentuk kejahatan dia lakukan tanpa ada rasa cemas dan takut.

"Kemudian pasti akan Kami tarik dari tiap-tiap golongan siapa di antara mereka yang paling durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah". (Maryam: 69)

Wallohua'lam Bisshowab

Kisah Pertemuan dan Dialog Iblis Dengan Raja Fir'aun

Pada suatu ketika Iblis menyamar berupa manusia dengan tujuan mendatangi Fir'aun yang lagi beristirahat di dalam kamarnya.


Iblis mengetuk pintu kamar dengan kencang. Tentu saja Fir'aun heran bercampur marah, siapa yang berani mengetuk pintunya?

    Fir'aun: Siapa?

    Iblis: Saya.
    Fir'aun: Siapa? (Dengan nada tinggi)

    Iblis: Saya.

Fir'aun: Saya saya, saya siapa? Beraninya mengganggu istirahatku. (Sambil keluar membuka pintu dengan sangat marah).

Iblis: Masak Tuhan istirahat dan tidak tahu siapa yang berada di balik pintu?

Iblis Berkata kepada Fir’aun, “Apakah engkau mengenalku ? “.
Fir’aun menjawab, ” Ya ” .
” Engkau telah mengungguliku untuk satu perkara “, ujar Iblis.
” Untuk perkara apa ? “, tanya Fir’aun.
Iblis menjawab, ” Kelancanganmu terhadap Allah dengan mengaku dirimu sebagai Tuhan.
Aku kan lebih tua, lebih banyak ilmu dan lebih kuat darimu, namun tidak berani mengatakan hal itu “.
Fir’aun berkilah, ” Ya, kau memang benar, namun aku akan bertobat ” .
” Tenang jangan kau lakukan itu “. sergah Iblis.
” Penduduk Mesir telah menganggapmu sebagai Tuhan. Jika kau tarik kembali pengakuanmu itu, tentu mereka akan lari darimu dan berpihak pada musuh-musuhmu. Mereka pasti akan merampas kerajaanmu sehingga kau menjadi sangat hina “.

Fir’aun berkata, ” Ah ya, kau benar. Tetapi tahukah engkau siapa yang lebih jahat daripada kita dimuka bumi ini ? “.
Iblis menjawab, ” Ya, orang yang dimintai maaf namun tidak memaafkan adalah orang yang lebih jahat daripada aku & kau ” .

Iblispun merasa tersaingi, sehingga ia merasa perlu mempermainkan Fir'aun.

"Begitulah manusia, yang dikatakan oleh Allah, bila hati, pendengaran dan penglihatannya tidak berfungsi untuk menerima hidayah Allah, ia bagaikan binatang ternah bahkan lebih hina dari itu." (Al 'Araf: 179)

Iblis hanya memperdaya manusia dengan bisikan was-was di hati, sementara manusia yang durjana mampu melakukan lebih dari itu. Hingga pepatah Arab mengatakan, yang maksudnya kira-kira begini:

كان الفتى من جند إبليس فارتقى حاله حتى صار إبليس من جنده

"Dia dulu adalah seorang pemuda yang menjadi tentara Iblis, maka statusnya meningkat hingga jadilah Iblis sebagai tentaranya".

Memang benar, bila kedurhakaan sudah menggelapkan hati, manusia akan kehilangan rasa takut kepada Allah, hingga ia tidak malu-malu lagi untuk melakukan maksiat. Bahkan sebagian orang zalim seolah-olah berlomba untuk menempati papan teratas dalam rekor kedurhakaan. Segala bentuk kejahatan dia lakukan tanpa ada rasa cemas dan takut.

"Kemudian pasti akan Kami tarik dari tiap-tiap golongan siapa di antara mereka yang paling durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah". (Maryam: 69)

Wallohua'lam Bisshowab

No comments