Social Items

Menurut cerita rakyat mengenai Sejarah Banyumas, asal mula  nama Banyumas ada beberapa versi cerita. Diantaranya yaitu:


KAYU EMAS YANG TERSERET ARUS SUNGAI

Ada yang menceritakan bahwa dahulu ketika rakyat sedang proses melakukan pembangunan pemerintahan, ada kejadian yang tidak diduga.

Yaitu ada kayu besar (Pohon besar) Terseret arus air di sungai besar, konon sungai tersebut adalah Sungai Serayu. Kayu itu bernama Kayu Emas (Pohon Emas).

Dan kayu pohon tersebut diceritakan berasal dari Desa Karang Jambu, Kecamata Kecobong, Kabupaten Purbalingga.

Dan pohon yang besar tersebut, berhenti di sekitar lokasi yang sedang dilakukan pembangunan. Kejadian itu mengambil perhatian Adipati Mrapat (Pemimpin rakyat pada zaman dahulu), dan akhirnya menyuruh rakyatnya untuk mengambil kayu tersebut.

Dan kemudian mempunyai keputusan untuk menjadikan kayu pohon tersebut sebagai saka guru Balai si Panji (Tiang utama). Karena kayu pohon itu bernama Pohon Emas, yang ditemukan di arus air makan Adipati Mrapat menamai daerah yang sedang dibangun dengan nama Banyumas.

Banyu adalah Bahasa Jawa dari air, dan mas berasal dari nama Pohon Emas yang terseret arus air Sungai Serayu tadi, digabungkan jadi kata Banyumas.

SUNGAI EMAS

Diceritakan nama Banyumas di ambil dari kisah Adipati Mrapat yang sedang melakukan perjalanan bersama prajuritnya dari Wirasaba. Di dalam perjalanannya Adipati Mrapat melewati sungai.

Nama Sungai tersebut adalah Sungai Mas, dan Adipati Mrapat memutuskan berhenti untuk istirahat dan membuat pesanggrahan, sampai akhirnya Adipati Mrapat menamainya dengan nama Banyumas.

BERHARGANYA AIR SEPERTI PERHIASAN EMAS

cerita rakyat tentang seorang tamu yang menunggang kuda. Pada waktu itu nama daerahnya adalah Slarong. Ceritanya tamu tersebut bertingkah laku aneh di daerah tersebut, dan membuat warga resah dengan tingkah lakunya.

Namun, entah kenapa bersamaan saat itu daerah tersebut mengalami kemarau panjang. Sampai aliran sungai yang menjadi sumber air pun mengalami kekeringan.

Akhirnya Pemimpin Daerah tersebut mencurigai tingkah laku orang tersebut dan mengambil keputusan untuk membelenggu tamu tersebut.

Dan entah kebetulan atau bukan bersamaan dengan dibelenggunya tamu itu, hujan turun lebat. Warga daerah tersebut pun sangat senang sekali, sampai menganggap banyu berharga seperti emas.

Dan akhirnya daerah tersebut dinamai Banyumas. Dan tamu yang meresahkan tadi, karena dianggap membuat warga jadi resah, Adipati Mrapat pun mengambil keputusan untuk menyuruh pergi tamu tersebut.

HARI JADI KABUPATEN BANYUMAS

Mengenai hari jadi banyumas mulai tahun 2016 kemarin mengalami perubahan tanggal dan bulan.

Tahun-tahun sebelumnya hari jadi Banyumas jatuh pada tanggal 6 April, dan mulai tahun 2016 dirubah menjadi tanggal 22 Februari.

Perubahan ini berdasarkan alasan yang kuat. Bupati Banyumas yang ke 28 yaitu Kol Inf H Djoko Sudantoro pernah menyampaikan bahwa pengkajian ulang hari jadi Banyumas bukanlah hal yang tabu.

Karena perubahan hari jadi dilakukan berdasarkan penemuan sumber sejarah yang lebih kuat. Sumber sejarah Banyumas yang kuat meliputi terdapat dokumen yang lebih kuat, lengkap dan akurat.

Sehingga bisa mempertanggung jawabkan dengan jelas mengenai Sejarah Banyumas. Jadi, dengan penemuan sumber yang lebih kuat, hari jadi sebelumnya sudah ditetapkan gugur.

Itulah beberapa cerita rakyat mengenai asal-usul nama Banyumas. Selain itu ada cerita rakyat mengenai Banyumas Kota Satria, nama ini memang sudah jadi julukan tersendiri Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah.

Sejarah Asal Usul Berdirinya Kabupaten Banyumas Jawa Tengah

Menurut cerita rakyat mengenai Sejarah Banyumas, asal mula  nama Banyumas ada beberapa versi cerita. Diantaranya yaitu:


KAYU EMAS YANG TERSERET ARUS SUNGAI

Ada yang menceritakan bahwa dahulu ketika rakyat sedang proses melakukan pembangunan pemerintahan, ada kejadian yang tidak diduga.

Yaitu ada kayu besar (Pohon besar) Terseret arus air di sungai besar, konon sungai tersebut adalah Sungai Serayu. Kayu itu bernama Kayu Emas (Pohon Emas).

Dan kayu pohon tersebut diceritakan berasal dari Desa Karang Jambu, Kecamata Kecobong, Kabupaten Purbalingga.

Dan pohon yang besar tersebut, berhenti di sekitar lokasi yang sedang dilakukan pembangunan. Kejadian itu mengambil perhatian Adipati Mrapat (Pemimpin rakyat pada zaman dahulu), dan akhirnya menyuruh rakyatnya untuk mengambil kayu tersebut.

Dan kemudian mempunyai keputusan untuk menjadikan kayu pohon tersebut sebagai saka guru Balai si Panji (Tiang utama). Karena kayu pohon itu bernama Pohon Emas, yang ditemukan di arus air makan Adipati Mrapat menamai daerah yang sedang dibangun dengan nama Banyumas.

Banyu adalah Bahasa Jawa dari air, dan mas berasal dari nama Pohon Emas yang terseret arus air Sungai Serayu tadi, digabungkan jadi kata Banyumas.

SUNGAI EMAS

Diceritakan nama Banyumas di ambil dari kisah Adipati Mrapat yang sedang melakukan perjalanan bersama prajuritnya dari Wirasaba. Di dalam perjalanannya Adipati Mrapat melewati sungai.

Nama Sungai tersebut adalah Sungai Mas, dan Adipati Mrapat memutuskan berhenti untuk istirahat dan membuat pesanggrahan, sampai akhirnya Adipati Mrapat menamainya dengan nama Banyumas.

BERHARGANYA AIR SEPERTI PERHIASAN EMAS

cerita rakyat tentang seorang tamu yang menunggang kuda. Pada waktu itu nama daerahnya adalah Slarong. Ceritanya tamu tersebut bertingkah laku aneh di daerah tersebut, dan membuat warga resah dengan tingkah lakunya.

Namun, entah kenapa bersamaan saat itu daerah tersebut mengalami kemarau panjang. Sampai aliran sungai yang menjadi sumber air pun mengalami kekeringan.

Akhirnya Pemimpin Daerah tersebut mencurigai tingkah laku orang tersebut dan mengambil keputusan untuk membelenggu tamu tersebut.

Dan entah kebetulan atau bukan bersamaan dengan dibelenggunya tamu itu, hujan turun lebat. Warga daerah tersebut pun sangat senang sekali, sampai menganggap banyu berharga seperti emas.

Dan akhirnya daerah tersebut dinamai Banyumas. Dan tamu yang meresahkan tadi, karena dianggap membuat warga jadi resah, Adipati Mrapat pun mengambil keputusan untuk menyuruh pergi tamu tersebut.

HARI JADI KABUPATEN BANYUMAS

Mengenai hari jadi banyumas mulai tahun 2016 kemarin mengalami perubahan tanggal dan bulan.

Tahun-tahun sebelumnya hari jadi Banyumas jatuh pada tanggal 6 April, dan mulai tahun 2016 dirubah menjadi tanggal 22 Februari.

Perubahan ini berdasarkan alasan yang kuat. Bupati Banyumas yang ke 28 yaitu Kol Inf H Djoko Sudantoro pernah menyampaikan bahwa pengkajian ulang hari jadi Banyumas bukanlah hal yang tabu.

Karena perubahan hari jadi dilakukan berdasarkan penemuan sumber sejarah yang lebih kuat. Sumber sejarah Banyumas yang kuat meliputi terdapat dokumen yang lebih kuat, lengkap dan akurat.

Sehingga bisa mempertanggung jawabkan dengan jelas mengenai Sejarah Banyumas. Jadi, dengan penemuan sumber yang lebih kuat, hari jadi sebelumnya sudah ditetapkan gugur.

Itulah beberapa cerita rakyat mengenai asal-usul nama Banyumas. Selain itu ada cerita rakyat mengenai Banyumas Kota Satria, nama ini memang sudah jadi julukan tersendiri Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah.

No comments