Social Items


Berikut ini adalah urutan kota paling Maju di Provinsi Jawa Tengah dalam beberapa aspek yaitu pendidikan, pembangunan dan industri :

1. KOTA SEMARANG


Kota Semarang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah sekaligus kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia sesudah Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bandung. Sebagai salah satu kota paling berkembang di Pulau Jawa, Kota Semarang mempunyai jumlah penduduk yang hampir mencapai 2 juta jiwa dan siang hari bisa mencapai 2,5 juta jiwa.

Banyak Perusahaan dan Bangunan besar berdiri di kota Semarang. Tempat wisata di kota ini juga banyak beragam.

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan Semarang ditandai pula dengan munculnya beberapa gedung pencakar langit di beberapa sudut kota. Sayangnya, pesatnya jumlah penduduk membuat kemacetan lalu lintas di dalam Kota Semarang semakin macet.

Ekonomi Kota Semarang cukup besar karena statusnya sebagai ibu kota provinsi Jawa Tengah. Perekonomian Kota Semarang menurut data BPS 2012 didominasi sektor Industri dan sektor Perdagangan; PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) 2012 atas dasar harga berlaku mencapai Rp. 54,38 Triliun.

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi ditandai dengan banyaknya gedung tinggi berupa hotel, kantor dan apartemen di Kota Semarang; Daftar gedung tertinggi di Semarang menunjukkan Kota Semarang memiliki 30 gedung dengan ketinggian minimal 12 lantai dan 75 gedung dengan ketinggian berkisar antara 7-11 lantai.

Semarang terdapat sejumlah perguruan tinggi ternama baik negeri maupun swasta. Bahkan berdasarkan Peringkat universitas di Indonesia menurut Webometrics terdapat 6 universitas di Semarang termasuk 100 universitas terbaik Indonesia.

2. KOTA SURAKARTA (SOLO)


Kota maju selanjutnya adalah Solo,  Surakarta atau Solo adalah wilayah otonomi dengan status kota di bawah Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, dengan penduduk 503.421 jiwa. Kota Surakarta mempunyai luas wilayah 44 km2.

Kota ini juga merupakan kota terbesar ketiga di pulau Jawa bagian selatan setelah Bandung dan Malang menurut jumlah penduduk.

Pembangunan di Surakarta cukup maju dan tempat Pariwisata di Kota ini juga begitu banyak.

Di Surakarta terdapat dua universitas besar, yaitu Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS),keduanya memiliki lebih dari 0 mahasiswa aktif dan termasuk katagori 50 universitas terbaik di Indonesia. Demikian pula terdapat Institut Agama Islam Negeri(IAIN) Surakarta dan Institut Seni Indonesia(ISI) Surakarta .

Selain itu terdapat 52 universitas swasta lainnya seperti Unisri ( Universitas Slamet Riyadi ), Universitas Tunas Pembangunan, Universitas Setia Budi, STIKES Muhammadiyah, Universitas Islam Batik, dll. Surakarta juga kini menjadi tempat tujuan studi para lulusan SMA dari seluruh Indonesia .

Industri batik menjadi salah satu industri khas Surakarta. Sentra kerajinan batik dan perdagangan batik antara lain di Laweyan dan Kauman. Pasar Klewer serta beberapa pasar batik tradisional lain menjadi salah satu pusat perdagangan batik di Indonesia. Perdagangan di Surakarta berada di bawah naungan Dinas Industri dan Perdagangan.

Pusat bisnis kota Surakarta terletak di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Beberapa bank, hotel, pusat perbelanjaan, restoran internasional, hingga tujuan wisata dan hiburan terletak di sepanjang jalan protokol ini, termasuk Graha Soloraya, Loji Gandrung (rumah dinas wali kota).

Pada hari minggu pagi, jalanan Slamet Riyadi khusus ditutup bagi kendaraan bermotor, untuk digunakan sebagai ajang Solo Car Free Day, sebagai bagian dari tekad pemda untuk mengurangi polusi. Beberapa mal modern di Surakarta antara lain Solo Square, Solo Grand Mall(SGM), Solo Paragon, Solo Center Point (SCP), Singosaren Plaza, Pusat Grosir Solo (PGS), Beteng Trade Center (BTC), Hartono Mall Solo Baru, Pusat Perbelanjaan Luwes (Ratu Luwes, The Park Mall, Transmart, Sami Luwes, Luwes Sangkrah, Luwes Gading, Luwes Nusukan, Luwes Mojosongo, Luwes Palur), dan Palur Plaza.

Surakarta memiliki beberapa pabrik yang mempekerjakan karyawan dalam jumlah yang besar antara lain Sritex, Konimex, dan Jamu Air Mancur. Selain itu masih ada banyak pabrik-pabrik lain di zona industri Palur. Industri batik juga menjadi salah satu industri khas Surakarta.

3. KOTA MAGELANG

Kota Maju selanjutnya adalah Magelang. Kota Magelang adalah salah satu kota di provinsi Jawa Tengah. Magelang mendapat peringkat pertama sebagai kota yang mempunyai daya saing tinggi dibanding kota lain di Jawa tengah.

Faktor utama Kota Magelang menempati peringkat pertama adalah aspek kelembagaan, lingkungan usaha, basis di pasar tenaga kerja, kesehatan, pendidikan, pasar keuangan, dan teknologi.


Kota Magelang merupakan daerah dengan pendidikan yang paling maju di Karesidenan Kedu, bahkan di Jawa Tengah pun dapat bersaing dengan kota-kota maju lainnya seperti Semarang dan Surakarta . Kota Magelang selalu menduduki peringkat 3 besar di Jawa Tengah dan dan bahkan dalam skala Nasional berhasil mengalahkan daerah-daerah lain yang cukup favorit.

AKMIL merupakan tempat seleksi Tiga Angkatan TNI sebelum diterima di AAD (Magelang), AAU (Yogyakarta) dan AAL (Surabaya). Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merupakan alumni sekolah ini.

Perguruan tinggi swasta lainnya adalah: Universitas Muhammadiyah Magelang(termasuk Akademi Kebidanan Muhammadiyah, Akademi Keperawatan Muhammadiyah, dan Politeknik Muhammadiyah), serta STMIK Bina Patria serta Akademi Tirta Indonesia yang merupakan akademi tirta satu-satunya di Indonesia.

Selain itu juga terdapat perguruan tinggi negeri, yaitu Universitas Tidar Magelang, yang statusnya beralih dari perguruan tinggi swasta menjadi perguruan tinggi negeri dideklarasikan pada tanggal 1 April 2014 melalui Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2014.

4. KOTA SALATIGA


Kota Salatiga adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Tengah. Kota ini berbatasan sepenuhnya dengan Kabupaten Semarang. Salatiga terletak 49 km sebelah selatan Kota Semarang atau 52 km sebelah utara Kota Surakarta, dan berada di jalan negara yang menghubungkan Semarang-Surakarta. Salatiga terdiri atas 4 kecamatan, yakni Argomulyo, Tingkir, Sidomukti, dan Sidorejo. Kota ini berada di lereng timur Gunung Merbabu, sehingga membuat kota ini berudara cukup sejuk.

Di kota ini terdapat sebuah industri pengolahan yang berkembang, yang mencakup tekstil, produksi ban dan pemotongan hewan. Pada tahun 2000, industri ini berkontribusi 119,76 miliar rupiah terhadap ekonomi Salatiga. Salatiga terletak di persimpangan dari dan ke Semarang, Surakarta dan Yogyakarta, membawa keuntungan terhadap sektor perdagangannya. Pada 2000, sektor perdagangan berkontribusi 109 miliar rupiah terhadap ekonomi Salatiga.

Di kota ini juga terdapat Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) salah satu universitas Kristen swasta ternama di Indonesia, selain itu terdapat pula Institut Agama Islam Negeri Salatiga (IAIN Salatiga) sebagai satu-satunya perguruan tinggi Islam negeri di Kota Salatiga yang berdiri berkat dukungan berbagai pihak terutama para ulama dan pengurus Nahdlatul Ulama Jawa Tengah. Kemudian ada Institut Roncali, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer, Amika, Akbid ArRum, Akbid Bhakti Nusantara, sekolah perhotelan Wahid Hospitality School, sekolah berkuda Arrowhead, dan STIBA Satya Wacana.

Sebagai Kota Pendidikan, Salatiga juga memiliki Perpustakaan Umum Kota Salatiga sebagai wahana pembelajaran sepanjang hayat yang menyediaan sumber informasi dan pengetahuan bagi setiap orang, khususnya bagi warga Salatiga.

5. KOTA TEGAL


Kota Tegal adalah salah satu wilayah otonom di provinsi Jawa Tengah. Kota ini pernah menjadi cikal-bakal berdirinya Korps Marinir seperti tercatat dalam Pangkalan IV ALRI Tegal dengan nama Corps Mariniers, pada 15 November 1945.

Perdagangan dan jasa merupakan sektor utama perekonomian Kota Tegal. Kota ini menjadi tempat pengolahan akhir dan pemasaran berbagai produk dari kawasan Jawa Tengah bagian barat. Usaha kecil dan menengah yang cukup pesat kemajuannya adalah industri logam rumahan di kawasan Jl. Cempaka, dan kerajinan batik Tegalan di Kelurahan Kalinyamat. Untuk mendukung denyut perekonomian, pemerintah Kota Tegal telah membangun Pusat Promosi dan Informasi Bisnis (PPIB).

Meskipun kota Tegal tidak diakui sebagai pusat budaya Jawa, namun kesenian di sini berkembang cukup pesat. Berbagai macam diskusi budaya digelar dengan menghadirkan budayawan nasional dan lokal. Kesenian asli Kota Tegal adalah tari endel, sintren, dan balo-balo. Ibu Sawitri merupakan generasi pertama penari endel. Selain itu, seni sastra dan teater juga juga merupakan andalah Kota Tegal.

Penyair Tegal yang termasuk dalam angkatan 66 adalah Piek Ardijanto Soeprijadi dan SN Ratmana. Sementara Widjati digolongkan ke dalam penyair Angkatan '00' (Kosong-kosong). Kota Tegal tercatat memiliki dua tokoh perfilman nasional yang cukup produktif yaitu Imam Tantowi (sutradara dan penulis skenario), dan Chaerul Umam (sutradara).

Itulah beberapa kota paling Maju di Provinsi Jawa Tengah Indonesia.

Inilah Daftar Kota paling Maju di Jawa Tengah Indonesia


Berikut ini adalah urutan kota paling Maju di Provinsi Jawa Tengah dalam beberapa aspek yaitu pendidikan, pembangunan dan industri :

1. KOTA SEMARANG


Kota Semarang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah sekaligus kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia sesudah Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bandung. Sebagai salah satu kota paling berkembang di Pulau Jawa, Kota Semarang mempunyai jumlah penduduk yang hampir mencapai 2 juta jiwa dan siang hari bisa mencapai 2,5 juta jiwa.

Banyak Perusahaan dan Bangunan besar berdiri di kota Semarang. Tempat wisata di kota ini juga banyak beragam.

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan Semarang ditandai pula dengan munculnya beberapa gedung pencakar langit di beberapa sudut kota. Sayangnya, pesatnya jumlah penduduk membuat kemacetan lalu lintas di dalam Kota Semarang semakin macet.

Ekonomi Kota Semarang cukup besar karena statusnya sebagai ibu kota provinsi Jawa Tengah. Perekonomian Kota Semarang menurut data BPS 2012 didominasi sektor Industri dan sektor Perdagangan; PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) 2012 atas dasar harga berlaku mencapai Rp. 54,38 Triliun.

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi ditandai dengan banyaknya gedung tinggi berupa hotel, kantor dan apartemen di Kota Semarang; Daftar gedung tertinggi di Semarang menunjukkan Kota Semarang memiliki 30 gedung dengan ketinggian minimal 12 lantai dan 75 gedung dengan ketinggian berkisar antara 7-11 lantai.

Semarang terdapat sejumlah perguruan tinggi ternama baik negeri maupun swasta. Bahkan berdasarkan Peringkat universitas di Indonesia menurut Webometrics terdapat 6 universitas di Semarang termasuk 100 universitas terbaik Indonesia.

2. KOTA SURAKARTA (SOLO)


Kota maju selanjutnya adalah Solo,  Surakarta atau Solo adalah wilayah otonomi dengan status kota di bawah Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, dengan penduduk 503.421 jiwa. Kota Surakarta mempunyai luas wilayah 44 km2.

Kota ini juga merupakan kota terbesar ketiga di pulau Jawa bagian selatan setelah Bandung dan Malang menurut jumlah penduduk.

Pembangunan di Surakarta cukup maju dan tempat Pariwisata di Kota ini juga begitu banyak.

Di Surakarta terdapat dua universitas besar, yaitu Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS),keduanya memiliki lebih dari 0 mahasiswa aktif dan termasuk katagori 50 universitas terbaik di Indonesia. Demikian pula terdapat Institut Agama Islam Negeri(IAIN) Surakarta dan Institut Seni Indonesia(ISI) Surakarta .

Selain itu terdapat 52 universitas swasta lainnya seperti Unisri ( Universitas Slamet Riyadi ), Universitas Tunas Pembangunan, Universitas Setia Budi, STIKES Muhammadiyah, Universitas Islam Batik, dll. Surakarta juga kini menjadi tempat tujuan studi para lulusan SMA dari seluruh Indonesia .

Industri batik menjadi salah satu industri khas Surakarta. Sentra kerajinan batik dan perdagangan batik antara lain di Laweyan dan Kauman. Pasar Klewer serta beberapa pasar batik tradisional lain menjadi salah satu pusat perdagangan batik di Indonesia. Perdagangan di Surakarta berada di bawah naungan Dinas Industri dan Perdagangan.

Pusat bisnis kota Surakarta terletak di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Beberapa bank, hotel, pusat perbelanjaan, restoran internasional, hingga tujuan wisata dan hiburan terletak di sepanjang jalan protokol ini, termasuk Graha Soloraya, Loji Gandrung (rumah dinas wali kota).

Pada hari minggu pagi, jalanan Slamet Riyadi khusus ditutup bagi kendaraan bermotor, untuk digunakan sebagai ajang Solo Car Free Day, sebagai bagian dari tekad pemda untuk mengurangi polusi. Beberapa mal modern di Surakarta antara lain Solo Square, Solo Grand Mall(SGM), Solo Paragon, Solo Center Point (SCP), Singosaren Plaza, Pusat Grosir Solo (PGS), Beteng Trade Center (BTC), Hartono Mall Solo Baru, Pusat Perbelanjaan Luwes (Ratu Luwes, The Park Mall, Transmart, Sami Luwes, Luwes Sangkrah, Luwes Gading, Luwes Nusukan, Luwes Mojosongo, Luwes Palur), dan Palur Plaza.

Surakarta memiliki beberapa pabrik yang mempekerjakan karyawan dalam jumlah yang besar antara lain Sritex, Konimex, dan Jamu Air Mancur. Selain itu masih ada banyak pabrik-pabrik lain di zona industri Palur. Industri batik juga menjadi salah satu industri khas Surakarta.

3. KOTA MAGELANG

Kota Maju selanjutnya adalah Magelang. Kota Magelang adalah salah satu kota di provinsi Jawa Tengah. Magelang mendapat peringkat pertama sebagai kota yang mempunyai daya saing tinggi dibanding kota lain di Jawa tengah.

Faktor utama Kota Magelang menempati peringkat pertama adalah aspek kelembagaan, lingkungan usaha, basis di pasar tenaga kerja, kesehatan, pendidikan, pasar keuangan, dan teknologi.


Kota Magelang merupakan daerah dengan pendidikan yang paling maju di Karesidenan Kedu, bahkan di Jawa Tengah pun dapat bersaing dengan kota-kota maju lainnya seperti Semarang dan Surakarta . Kota Magelang selalu menduduki peringkat 3 besar di Jawa Tengah dan dan bahkan dalam skala Nasional berhasil mengalahkan daerah-daerah lain yang cukup favorit.

AKMIL merupakan tempat seleksi Tiga Angkatan TNI sebelum diterima di AAD (Magelang), AAU (Yogyakarta) dan AAL (Surabaya). Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merupakan alumni sekolah ini.

Perguruan tinggi swasta lainnya adalah: Universitas Muhammadiyah Magelang(termasuk Akademi Kebidanan Muhammadiyah, Akademi Keperawatan Muhammadiyah, dan Politeknik Muhammadiyah), serta STMIK Bina Patria serta Akademi Tirta Indonesia yang merupakan akademi tirta satu-satunya di Indonesia.

Selain itu juga terdapat perguruan tinggi negeri, yaitu Universitas Tidar Magelang, yang statusnya beralih dari perguruan tinggi swasta menjadi perguruan tinggi negeri dideklarasikan pada tanggal 1 April 2014 melalui Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2014.

4. KOTA SALATIGA


Kota Salatiga adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Tengah. Kota ini berbatasan sepenuhnya dengan Kabupaten Semarang. Salatiga terletak 49 km sebelah selatan Kota Semarang atau 52 km sebelah utara Kota Surakarta, dan berada di jalan negara yang menghubungkan Semarang-Surakarta. Salatiga terdiri atas 4 kecamatan, yakni Argomulyo, Tingkir, Sidomukti, dan Sidorejo. Kota ini berada di lereng timur Gunung Merbabu, sehingga membuat kota ini berudara cukup sejuk.

Di kota ini terdapat sebuah industri pengolahan yang berkembang, yang mencakup tekstil, produksi ban dan pemotongan hewan. Pada tahun 2000, industri ini berkontribusi 119,76 miliar rupiah terhadap ekonomi Salatiga. Salatiga terletak di persimpangan dari dan ke Semarang, Surakarta dan Yogyakarta, membawa keuntungan terhadap sektor perdagangannya. Pada 2000, sektor perdagangan berkontribusi 109 miliar rupiah terhadap ekonomi Salatiga.

Di kota ini juga terdapat Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) salah satu universitas Kristen swasta ternama di Indonesia, selain itu terdapat pula Institut Agama Islam Negeri Salatiga (IAIN Salatiga) sebagai satu-satunya perguruan tinggi Islam negeri di Kota Salatiga yang berdiri berkat dukungan berbagai pihak terutama para ulama dan pengurus Nahdlatul Ulama Jawa Tengah. Kemudian ada Institut Roncali, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer, Amika, Akbid ArRum, Akbid Bhakti Nusantara, sekolah perhotelan Wahid Hospitality School, sekolah berkuda Arrowhead, dan STIBA Satya Wacana.

Sebagai Kota Pendidikan, Salatiga juga memiliki Perpustakaan Umum Kota Salatiga sebagai wahana pembelajaran sepanjang hayat yang menyediaan sumber informasi dan pengetahuan bagi setiap orang, khususnya bagi warga Salatiga.

5. KOTA TEGAL


Kota Tegal adalah salah satu wilayah otonom di provinsi Jawa Tengah. Kota ini pernah menjadi cikal-bakal berdirinya Korps Marinir seperti tercatat dalam Pangkalan IV ALRI Tegal dengan nama Corps Mariniers, pada 15 November 1945.

Perdagangan dan jasa merupakan sektor utama perekonomian Kota Tegal. Kota ini menjadi tempat pengolahan akhir dan pemasaran berbagai produk dari kawasan Jawa Tengah bagian barat. Usaha kecil dan menengah yang cukup pesat kemajuannya adalah industri logam rumahan di kawasan Jl. Cempaka, dan kerajinan batik Tegalan di Kelurahan Kalinyamat. Untuk mendukung denyut perekonomian, pemerintah Kota Tegal telah membangun Pusat Promosi dan Informasi Bisnis (PPIB).

Meskipun kota Tegal tidak diakui sebagai pusat budaya Jawa, namun kesenian di sini berkembang cukup pesat. Berbagai macam diskusi budaya digelar dengan menghadirkan budayawan nasional dan lokal. Kesenian asli Kota Tegal adalah tari endel, sintren, dan balo-balo. Ibu Sawitri merupakan generasi pertama penari endel. Selain itu, seni sastra dan teater juga juga merupakan andalah Kota Tegal.

Penyair Tegal yang termasuk dalam angkatan 66 adalah Piek Ardijanto Soeprijadi dan SN Ratmana. Sementara Widjati digolongkan ke dalam penyair Angkatan '00' (Kosong-kosong). Kota Tegal tercatat memiliki dua tokoh perfilman nasional yang cukup produktif yaitu Imam Tantowi (sutradara dan penulis skenario), dan Chaerul Umam (sutradara).

Itulah beberapa kota paling Maju di Provinsi Jawa Tengah Indonesia.

37 comments:

  1. Ngarang aja, Itu fersi kamu toh.. Hello masih ada pekalongan, banyumas,kudus,jepara. Cilacap.

    ReplyDelete
  2. Sebelumnya saya minta maaf, dari info yang kami dapatkan nama di atas itulah yang pantas menyandang kota termaju di wilayah Jawa tengah. Jika terdapat kekurangan kami akan segera memperbaikinya. Terima kasih sudah berkunjung dan terima kasih juga atas masukanya..

    ReplyDelete
  3. Penjabaran tentang Kota Tegal kurang Lengkap Min. Karena Kota Tegal Merupakan Kota Transit Antara Jakarta - Surabaya dan juga Jawa tengah bagian selatan. sehingga Perekonomian Semakin Maju

    ReplyDelete
  4. Iya gan, terima kasih atas sarannya. Kami akan memperbaiki kekurangan tulisan di atas.

    ReplyDelete
  5. Mantab info nya sdh akurat bgt bos, terimakasih

    ReplyDelete
  6. Kl banyumas, kudus, jepara, cilacap spt yg disebutkan yg koment diatas adalah statusnya kabupaten semua...
    Mana ada kabupaten lebih maju dr kota ? Aneh gak bisa menerima kenyataan hahaha

    ReplyDelete
  7. Terima kasih atas kunjungannya, jika ada informasi terbaru kami akan memperbaruinya.

    ReplyDelete
  8. Kota termaju kedua di jawatengah itu kota solo ( surakarta) bukan magelang)

    ReplyDelete
  9. Kota termaju kedua di jawatengah itu kota solo ( surakarta) bukan magelang)

    ReplyDelete
  10. Terima kasih atas kunjungan anda, kami sudah memperbaruinnya. Jika ada kekurangan dalam penulisan, jangan ragu untuk memberi saran dan kritikan kepada kami.

    ReplyDelete
  11. Kota solo kota yg maju pesat banyak berdiri gedung pencakar langit,,,hampir menyamai semarang

    ReplyDelete
  12. Kota solo kota yg maju pesat banyak berdiri gedung pencakar langit,,,hampir menyamai semarang

    ReplyDelete
  13. Buat referensi min, Banyumas... Walopun statusnya kabupaten, dimari bisa dibilang maju, terutama apsek pendidikan dan pembangunan, untuk aspek industri dan pariwisata rodo kurang.

    Pendidikan di jawa tengah sebagai rujukan kuliah, banyumas, semarang, dan surakarta. Pembangunan di banyumas kayaknya gak kalah sama yang statusnya kota di jawa tengah.

    Mungkin kalo hanya melihat dari aspek pendidikan dan pembangunan Banyumas bisa masuk 3 besar di jawa tengah.

    Pusat kota banyumas di purwokerto, kalo udah dimekarkan sekitar 15 kecamatan, hampir menyemai kota semarang (16 kecamatan).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah..purwokerto emang besar dan maju.. Mgkn terbesar ketiga di jateng.. Tp skrg dgn 4 kecamatannya aja msh banyak tanah kosong bahkan di belakang rita supermall alun2pun msh ada tanah lapang luas banget.. Gimana kalo 15 kecamatan? Mau ambil kecamatan sokaraja..banyumas.. Karanglewas dll utk jadi bagian purwokerto.. Susah.. Jangan muluk2 mau menyaingi solo.. Apalagi semarang

      Delete
  14. Terima kasih atas masukannya gan, kami akan segera memperbaruinya.

    ReplyDelete
  15. wallah, masa Kota Pekalongan, Banyumas (Purwokerto) tak masuk kategori? kalo menurut saya nomor 3 bukan magelang..
    masih ada Tegal yg perkembanganya sangat pesat dan dekat perbatasan serta sbg kota transit Jateng-Jabar disusul Pekalongan sebagai kota kreatif dunia yg diakui UNESCO serta sbg kota central batik dan industri textill, Banyumas (Purwokerto) banyak perguruan tinggi dibangun disana, kmudian Kudus bnyak disana pabrik dan industri besar,..
    kalo Magelang saya rasa masih belum layaklah menyandang sebagai predikat nomor 3.

    ReplyDelete
  16. Kalo terluas ato terbesar memang magelang kalah jauh dibanding tegal pekalongan purwokerto bahkan salatiga. .terlepas dari layak ato tidaknya magelang masuk nomer 3..cuma mau menambahkan saja.. Magelang adalah 1 dr 3 kota di jateng yg ada hotel bintang 5 selain semarang dan solo.. Magelang juga 1 dr 4 kota di jateng yg ada universitas negeri selain semarang solo purwokerto.. Magelang juga kota dgn daya saing tertinggi di jateng.. Di magelang ada akademi militer.. New armad (pabrik karoseri terbesar di asia tenggara).. Ada 2 bangunan 10 lantai (atria hotel dan artos grandmall&hotel)..SMU 1 magelang juga peringkat 1 di jateng bahkan SMP 1 magelang peringkat 1 nasional.. Menurut saya layak2 saja masuk nomer 3..tp yg nomer 4 memang purwokerto lebih layak drpd salatiga.. Kalo pekalongan maaf.. Batik saja dan gak ada yg laen.. Kudus juga cuma industri rokoknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena maju itu gak bisa diukur dari luas atau besarnya..tapi dari fasilitas.. Sarana prasarana dan juga prestasi.. Kenapa jogja yg lebih kecil dibanding solo atau semarang tp dibilang lebih maju dari kedua kota itu.. Ya karena alasan itu..atau balikpapan dibilang termaju di kalimantan mengalahkan kota yg lebih besar seperti samarinda.. Pontianak dan banjarmasin

      Delete
  17. Yg jlas purwokerto nomor 3 atau 4 ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Purwokerto lebih tepat utk menggantikan salatiga

      Delete
  18. Terima kasih atas kunjungan dan masukan anda semua, kami akan menambahkan Purwokerto pada daftar di atas.

    ReplyDelete
  19. Purwokerto ya gak bisa masuk wong cm kecamatan kok, yg ada banyumas dan itu jg banyumas msh masuk dlm kategori kabupaten termiskin di jateng.
    Trus yg mau disebut kemajuan dlm hal apa ? Daya saing kota jg tdk masuk kategori baik.

    ReplyDelete
  20. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  21. Admin anda bikin artikel sdh brdasarkan realita, jgn ngikutin pembaca yg pd protes terutama wong purwokerto (purwokerto mah gitu orangnya)
    Artikelnya sdh benar itu jgn diedit2 lagi, nanti pembaca yg lain malah tdk percaya dan tdk tertarik

    ReplyDelete
  22. Sebenarnya kami nulis artikel tersebut sudah berhati-hati dan sudah mencari dari berbagai sumber, sehingga kami bisa merangkumnya seperti di atas.

    Memang 80% kebanyakan pembaca yang apabila tempat tinggalnya tidak disebutkan sering berkomentar negatif dan tidak dapat menerima kenyataan. Namun kami akan terus menggali informasi yang akurat agar semua pembaca di Situs ini tidak kecewa terhadap tulisan kami.

    Terima kasih atas masukan dan kunjungan anda.

    ReplyDelete
  23. 1.Semarang
    2.Magelang
    3.Solo
    4.Tegal
    5.Salatiga
    6.Pekalongan
    7.Kudus
    8.Banyumas

    ReplyDelete
  24. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  25. Terima kasih gan atas kunjungannya.. 👌😀

    ReplyDelete
  26. Magelang layak mnjadi yg kedua setelah semarang, kmajuan sbuah kota itu bkn dr faktor besar/ kecilnya sbuah kota tp dr daya saing kota tsb diantaranya : pndidikan, ekonomi, SDM, kesehatan, teknologi yg baik.
    Magelang semua fasilitas publik sdh lengkap, SDM bagus, tiap tahun dpt predikat kota plg cerdas di jateng, dpt predikat daya saing tertinggi di jateng...
    Jd magelang layak utk posisi no 2

    ReplyDelete
  27. Kalo dilihat dari segala aspek baik infrastruktur..sarana dan prasarananya meskipun saya orang magelang tp menurut saya solo berhak di posisi 2..dan magelang layak berada di posisi 3 meskipun kotanya cukup kecil dibanding tegal pekalongan purwokerto..akan tetapi magelang lbh unggul dlm beberapa bidang dibanding ketiga kota itu..seperti pendidikan..daya saing dll

    ReplyDelete
  28. Terima kasih atas kunjungan anda semua 😉

    ReplyDelete
  29. kurang piknik ... saya orang cirebon..... saya tugas d jateng..all kota sudah saya kunjungi...menurutku
    kota semarang kedua solo ketiga pekalongan keempat pwt kelima magelang.
    purwokerto hampir sama pekalongan banyak hotel mall gedung tinggi..di tegal hotel bintang hanya segitu.. duh min min yuk ikut saya visit kerja biat tau mana kto yang maju..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emg kl loe kunjungan ke kota tiap hotel lo kunjungi ?
      Hotel plg banyak di jateng itu cm di semarang, solo, dan magelang.
      Dan diantara kota2 di jateng yg ada hotel bintang 5 nya cm ke 3 kota itu, magelang sendiri hotel bintang 5 nya ada 5.
      Pekalongan itu ibarat sdh kita tp plg terbelakang smntara purwokwrto msh kbupaten, maju nya dr mana ndul ?
      Kemajuan itu berdasarkan data bkn asumsi sndiri ndul !

      Delete
  30. 😁😁😁😁 oke terima kasih atas tawarannya gan 😁😁😁

    ReplyDelete
  31. Kalo saya yg asli jawa tengah tepatnya magelang..bukan mendiskriminasikan pekalongan..cuma saya dah beberapa kali keliling semua kota yg disebut..kota tegal lbh maju dibanding pekalongan

    ReplyDelete
  32. Sebelumnya saya berterima kasih atas kunjungan dan masukkan kawan kawan semua, yang saya tulis di atas berdasarkan Kota yang sudah menyandang kotamadya sendiri. Jadi untuk Kota Purwokerto belum masuk dalam kategori kota Maju di Jawa tengah, karena Purwokerto masih Wilayah Kabupaten dan belum mempunyai kotamadya sendiri.

    ReplyDelete
  33. Menurut saya status kota maju juga bisa dilihat dari UMK di kota/Kabupaten tersebut Terimakasih...

    ReplyDelete

Berkomentarlah Dengan baik dan sopan agar tidak terjadi hal-hal yang membuat orang lain gagal paham