Social Items

Malam Jum’at merupakan malam istimewa dalam Islam. Tentu sangat disayangkan bila tidak memanfaatkan keistimewaan dari malam Jumat tersebut dengan melakukan amal yang baik.


Nah, salah satu keistimewaan malam Jum’at bagi pasangan suami-istri ialah melakukan hubungan intim “bercinta” atau dalam bahasa Arabnya jima’. Bagi yang sudah suami-istri pastinya bukanlah suatu hal yang tabu tentang jima” di malam Jumat tersebut. Namun, tidak semua orang tahu apa saja fadilah yang akan diperoleh dalam mengikuti sunnah Rasul itu.
Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa (yang menggauli istrinya) sehingga mewajibkan mandi pada hari Jum’at kemudian dia-pun mandi, lalu bangun pagi dan berangkat (ke masjid) pagi-pagi, dia berjalan dan tidak berkendara, kemudian duduk dekat imam dan mendengarkan khutbah dengan seksama tanpa sendau gurau, niscaya ia mendapat pahala amal dari setiap langkahnya selama setahun, balasan puasa dan shalat malam harinya.” (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad).
Dari hadis tersebut, bisa diambil kesimpulan bahwa betapa besarnya balasan pahala bagi orang yang melakukan jima’. Apalagi ia menyambungnya tanpa terpisah-pisah dengan empat aktivitas lainnya, yaitu meliputi bangun pagi, berangkat awal ke masjid untuk menunaikan shalat Jum’at, kemudian duduk dekat imam, dan mendengarkan khutbah dengan seksama.
Jadi sebenarnya suami memiliki kewajiban untuk menafkahi istri secara lahir dan batin, sesuai kebutuhan istri, bukan sesuai kemauan suami. Nafkah batin dari suami kepada istri itu salah satunya lebih utama diberikan pada malam Jum’at. 

Keistimewaan Jima' di malam Jumat

Malam Jum’at merupakan malam istimewa dalam Islam. Tentu sangat disayangkan bila tidak memanfaatkan keistimewaan dari malam Jumat tersebut dengan melakukan amal yang baik.


Nah, salah satu keistimewaan malam Jum’at bagi pasangan suami-istri ialah melakukan hubungan intim “bercinta” atau dalam bahasa Arabnya jima’. Bagi yang sudah suami-istri pastinya bukanlah suatu hal yang tabu tentang jima” di malam Jumat tersebut. Namun, tidak semua orang tahu apa saja fadilah yang akan diperoleh dalam mengikuti sunnah Rasul itu.
Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa (yang menggauli istrinya) sehingga mewajibkan mandi pada hari Jum’at kemudian dia-pun mandi, lalu bangun pagi dan berangkat (ke masjid) pagi-pagi, dia berjalan dan tidak berkendara, kemudian duduk dekat imam dan mendengarkan khutbah dengan seksama tanpa sendau gurau, niscaya ia mendapat pahala amal dari setiap langkahnya selama setahun, balasan puasa dan shalat malam harinya.” (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad).
Dari hadis tersebut, bisa diambil kesimpulan bahwa betapa besarnya balasan pahala bagi orang yang melakukan jima’. Apalagi ia menyambungnya tanpa terpisah-pisah dengan empat aktivitas lainnya, yaitu meliputi bangun pagi, berangkat awal ke masjid untuk menunaikan shalat Jum’at, kemudian duduk dekat imam, dan mendengarkan khutbah dengan seksama.
Jadi sebenarnya suami memiliki kewajiban untuk menafkahi istri secara lahir dan batin, sesuai kebutuhan istri, bukan sesuai kemauan suami. Nafkah batin dari suami kepada istri itu salah satunya lebih utama diberikan pada malam Jum’at. 

No comments