Sunday, April 30, 2017

FENOMENA ANEH, Banyak Sumur Ambles di Kediri

loading...
loading...



Kejadian sangat mengerikan terjadi di Kediri,Fenomena aneh ini mulai terjadi sejak 24 April 2017. Semula ada lima sumur milik warga yang ambles, kemudian bertambah menjadi 17 sumur, dan terakhir mencapai 80 sumur.

Kejadian ini membuat warga menjadi cemas. Bahkan sebagian warga menutup sumur yang ambles menggunakan tanah uruk untuk mengantisipasi adannya korban.

Warga Dusun Nanas, Desa Manggis, Suwarni mengatakan, setelah sumurnya ambles kini dia hanya mengandalkan pasokan air dari pemerintah daerah. Tetapi karena jumlah kiriman air belum mencukupi, dia terpaksa meminta para tetangga yang sumurnya masih berfungsi.

"Seperti ini untuk mencuci pakaian terpaksa di depan rumah karena menggunakan air dari bantuan. Semoga saja bantuan bisa datang setiap hari. Karena kalau sampai tidak datang sehari saja, kami tidak sulit mendapatkan air. Sebab, beberapa tetangga juga mengalami hal sama," ujar Suwarni 



Beberapa hari semenjak sumurnya tidak dapat dimanfaatkan, warga mengaku sangat kesulitan. Bahkan, ada di antara mereka yang mengaku terpaksa mengkonsumsi tadahan air hujan dari atap rumahnya. Peristiwa ini dialami oleh Mislan, warga Dusun Nanas yang lainnya.

Menurut pria berusia 46 tahun ini, dia bersama keluarga terpaksa harus berjalan satu kilometer masuk ke hutan untuk mencari air bersih karena waktu itu dropping air belum datang.

Mislan menjelaskan, kebutuhan air bersih tidak hanya dipergunakan oleh dirinya dan keluarga semata, melainkan juga bagi hewan peliharaanya yang membutuhkan air bersih untuk dikonsumsi

"Hampir semua warga yang ada di Dusun Nanas memiliki peliharaan hewan sejenis sapi dan kambing. Kami berharap pemerintah terus memberikan dropping air sampai kami bisa membuat sumur lagi," pinta Mislan.

Fenomena sumur ambles di Desa Manggis, Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri merembet ke rumah warga. Setelah ratusan sumur ambles dan mulai keruh kini rumah warga sudah mulai ada yang retak.



Salah satunya di rumah Sunarti, warga Dusun Nanas, Desa Manggis. Sedikitnya tiga titik dinding rumahnya retak diduga akibat dampak dari sumurnya yang mengalami ambles.

Dinding rumah yang retak tersebut tidak jauh dari lokasi sumur yang ada di dalam rumah, dinding diatas pintu samping rumah hingga tembus kamar. Menurut Sunarti, sumurnya mengalami ambles, satu minggu yang lalu. Saat kajdian amblesnya sumur, sempat terdengar suara gemuruh di belakang rumah.

Karena kondisi yang mengkuatirkan tersebut, oleh Sunarti sumur langsung ditimbun menggunakan tanah. Sedikitnya tiga truk tanah dimasukkan. Tetapi, airnya naik kembali hampir mencapai bibir sumur.

Dampak amblesnya sumur hingga dinding rumahnya yang mulai retak, dirinya kuatir apabila kondisi tersebut mengancam rumahnya.



"Kami sekeluarga tidak berani tidau di kamar , kami tidur di ruang tamu lantai atas dengan harapan apabila terjadi sesuatu bisa segera keluar untuk menyelamatkan diri," ungkapnya.

Selain rumah Sunarti, retakan di dinding juga terjadi di rumah Marsimin, juga warga Dusun Nanas. Retakan dinding rumah Marsimin berada di ruang belakang sekitar 7 meter dari lokasi sumurnya yang ambles.

Sementara sumurnya kini sudah ditimbun menggunakan tanah dengan maksud supaya tidak mencelakai. "Seperti ini dinding-dinding menjadi retak. Dan retakannya semakin memanjang. Kami khawatir retakan ini semakin parah. Oleh karena itu, begitu sumur mulai ambles dan dindingnya longsor, saya langsung menutupnya," kata Marsimin.

Menurut cerita Marsimin, kejajdian serupa pernah terjadi, tahun 1975 silam. Saat itu, sumurnya tertelak tepat di belakang dapur bersebelahan dengan kamar mandi. Sumur itu ambles dan sebagian bangunan kamar mandi ikut terperosok ke lubang sumur.

Sementara itu, jumlah sumur yang ambles di Desa Manggis ini terus bertambah. Data Pemerintah desa setempat, jumlah sumur ambles sudah mencapai 152 dan 117 mengalami keruh sebagai tanda akan ikut ambles.

Terkait fenomena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri langsung melakukan kajian soal puluhan sumur yang ambles. Fenomena alam ini disebabkan tanah pengikat dinding alami erosi karena volume air tanah tinggi.



Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama aparat TNI melarang aktivitas warga di radius 4 meter dari sumur ambles. Karena diperkirakan masih terus meluas dan jumlah sumur yang ambles kini terus bertambah.

Berdasarkan kajian sementara BPBD Kabupaten Kediri, puluhan sumur ambles di Dusun Dorok, Nanas dan Jambean, Desa Manggis Kecamatan Puncu bertambah dari semula 60 kini jadi 88 titik.

"Untuk mengantisipasi jatuhnya korban aparat TNI dikerahkan untuk mengimbau warga untuk berhati-hati. Khususnya bagi warga yang memiliki sumur di dalam rumah, diminta untuk menjauh karena bisa dimungkinkan mengalami hal sama," kata Danramil Puncu Kapten Walifatma.

Untuk memastikan penyebab munculnya fenomena alam ini BPBD Kabupaten Kediri telah mengirim surat ke Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung sembari menunggu tim PVMBG Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri sudah mengambil sampel air sumur untuk diuji laboratorium.