Showing posts with label Masjid Tertua Di Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Masjid Tertua Di Indonesia. Show all posts

Thursday, April 12, 2018

Inilah 10 Daftar Masjid Terbesar dan Terindah di Dunia

Masjid adalah sebuah tempat peribadatan umat muslim yang tentunya sangat diagungkan seperti tempat peribadatan umat agama lain.


Sebagai tempat dan bangunan yang suci, masjid tentunya memiliki cerita sejarah dan nilai keindahannya masing-masing. Berbicara tentang keindahannya 10 mesjid berikut disebut sebagai mesjid terbesar dan terindah di dunia. Berikut 10 mesjid terbesar dan terindah di dunia :

1. Masjid Al-Haram Mekkah, Arab Saudi


Masjid Al-Haram - Mesjid Terbesar dan Terindah di Dunia
 Masjid terbesar dan terindah di dunia yang pertama adalah Masjid Al-Haram (Masjidil Haram) di Kota Mekkah, Arab Saudi. Mesjid Al-Haram memang merupakan masjid yang paling utama dan terbesar di dunia ini. Luas masjid ini sendiri tercatat mencapai 4.008.020 meter persegi (990,40 hektar) yang  meliputi ruang berdoa outdoor dan indoor. Dengan luas sebesar ini, maka masjid ini akan mampu menampung hingga empat juta jamaah selama musim haji, salah satu ibadah dari rukun Islam yang kelima.
Masjid yang terus diperluas areanya untuk bisa menampung jamaah haji lebih banyak ini memang sangat bersejarah. Pasalnya di dalam masjid ini ada Ka’bah yang merupakan arah kiblat sholat bagi seluruh umat muslim di dunia. Masjid ini menjadi tempat ibadah yang tidak pernah sepi selama 24 jam. Ini karena tempat ini selalu dipenuhi umat Islam yang melakukan ibadah didalamnya, baik itu shalat atau tawaf. Masjid ini juga punya keunikan jika dibandingkan dengan masjid-masjid lainnya yaitu tidak dipisahkannya antara jamaah pria dan wanita dalam beribadah di Al-Masjid Al-Haram ini.

2. Al-Masjid al-Nabawi, Madinah, Arab Saudi


Al-Masjid Al-Nabawi

 Masjid terbesar kedua yang ada di Arab Saudi dan di dunia adalah Masjid Nabawi di Madinah. Masjid ini juga memiliki sejarah yang penting bagi umat Islam. Pasalnya masjid yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW ini merupakan masjid kedua yang dimiliki umat Islam setelah Masjidil Haram. Selain itu di dalam komplek masjid ini terdapat makam baginda Nabi Muhammad SAW yang merupakan nabi penutup akhir zaman. Setelah ekspansi pada masa pemerintahan al-Walid I, juga sekarang menggabungkan lokasi tempat peristirahatan terakhir dari Muhammad dan para pemimpin Muslim awal Abu Bakar dan Umar bin Khatab.

3. Masjid Al-Aqsa, Palestina


Masjid Al-Aqsa - Mesjid terbesar dan terindah di dunia
 Setelah dari Arab Saudi kita bergeser ke Palestina atau tepatnya di wilayah kota lama Yerusalem. Di daerah ini ada sebuah masjid agung yang menjadi tempat atau situs suci ketiga bagi umat Islam setelah Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi. Hal ini dikarenakan Masjid yang bisa menampung jamaah hingga 5.000 orang di dalam ruangan ini diyakini sebagai tempat terjadinya peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Peristiwa Isra’ Mi’raj sendiri adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan dari Masjidil Aqsa ke ke Sidratul Muntaha. Di dalam komplek masjid ini sendiri terdapat Kubah Batu yang juga disebut sebagai al-Haram ash-Sharif atau "Suci Noble Sanctuary".

Situs ini sering juga dikenal sebagai Temple Mount, situs paling suci dalam Yudaisme, tempat di mana Bait Suci Pertama dan Kedua yang berlaku umum untuk memiliki berdiri. Dalam kisah lainnya juga diceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah memimpin doa pada masjid ini sampai bulan ke tujuh belas setelah emigrasi, ketika Tuhan memerintahkan dia untuk mengubah arah Ka'bah.

4. Masjid Imam Reza, Iran

 Masjid Imam Reza, Iran  
Iran juga memiliki masjid yang besar dan indah. Terletak di wilayah Mashhad, Iran terdapat sebuah Masjid Imam Reza. Dinamakan Masjid Imam Reza karena di dalam masjid ini terdapat sebuah kompleks yang berisi makam Imam Reza, Imam Syiah Imamiyah ke delapan. Dari segi dimensi dan kapasitas masjid ini memang menjadi salah satu masjid yang terbesar di dunia. Bagaimana tidak, dengan total luas area yang mencapai 598.657 meter persegi (6.443.890 kaki), dengan rincian area dalam masjid 267.079 meter persegi serta tujuh halaman yang mengelilingi itu mencakup area seluas 331.578 meter persegi. 
Dalam komplek masjid ini sendiri terdapat beberapa ruang yaitu Masjid Goharshad, museum, perpustakaan, empat seminari, makam, Universitas Ilmu Islam Razavi, sebuah ruang makan untuk peziarah, ruang doa yang luas, dan bangunan lainnya. Dengan megahnya bangunan masjid ini maka tak ayal bila kompleks masjid ini sering dijadikan pusat pariwisata di Iran.

5. Masjid Faisal, Pakistan


Sebagai salah satu masjid terbesar di Pakistan tentu saja Masjid Faisal sangat dipandang dan diperhatikan. 

Masjid Faisal - Masjid Terbesar dan Terindah di Dunia
 Bahkan saking besarnya, masjid yang terletak di ibu kota nasional Islamabad ini menjadi masjid terbesar di Asia Selatan. Setelah selesai dibangun pada 1986 masjid Faisal ini kemudian dipahami sebagai Masjid Nasional Pakistan dan dinamai almarhum Raja Faisal bin Abdul Aziz dari Arab Saudi, yang mendukung dan membiayai proyek ini.

6. Masjid Badshahi, Lahore, Pakistan


Masjid Badshahi - Masjid Terbesar dan Terindah di Dunia   
Masih di Pakistan. Masjid berikutnya ini adalah masjid terbesar kedua di Pakistan. Bernama Masjid Badshahi di Lahore mempunyai keindahan, semangat, dan keagungan era Mughal. Dari sini maka Masjid Badshahi ini selalu menjadi daya tarik wisatawan. Masjid yang mampu menampung hingga 10.000 jamaah di ruang utama dan 100.000 jamaah di halaman ini tetap menjadi masjid terbesar kedua di Pakistan dan di Asia Selatan.

7. Masjid Hassan II, Maroko


Masjid Hasan II, Maroko - Masjid Terbesar dan Terindah di Dunia  
Masjid terbesar dan terindah tidak hanya berada di kawasan Timur Tengah dan Asia, namun di Afrika juga ada sebuah masjid besar dan indah. Masjid ini dinamakan dengan masjid Hassan II. Masjid yang terletak di wilayah Casablanca ini adalah masjid terbesar di negara Maroko dan terbesar ke-7 di dunia. Masjid ini sendiri selesai dibangun oleh Bouygues tahun 1993 dengan perancang bernama Michel Pinseau. Masjid ini sangat menarik, karena selain memiliki menara masjid tertinggi di dunia yaitu 210 meter (689 kaki), masjid ini memiliki pemandangan luar ke Samudera Atlantik yang sangat indah.

8. Masjid Istiqlal, Indonesia


Masjid Istiqal, Indonesia - Masjid Terbesar dan Terindah di Dunia  
Negara kita Indonesia juga memiliki sebuah masjid yang patut dibanggakan. Masjid ini memiliki menara yang tinggi dan indah serta menjadi masjid terbesar se-Asia Tenggara. Masjid yang bernama Masjid Istiqlal ini berlokasi di kota Jakarta dan dibangun untuk memperingati kemerdekaan Indonesia. Nama Istiqlal sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti "Kemerdekaan". Masjid yang mampu menampung hingga lebih dari dua ratus ribu jamaah ini mulai dibuka untuk umum pada 22 Februari 1978.

9. Masjid-i Jahan-Numa, India


Masjid-i Jahan-Numa, India - Masjid Terbesar dan Terindah di Dunia  
Meski memiliki sejarah lahirnya agama Hindu, namun di India jumlah umat muslim terbilang cukup banyak. Dari sini maka muncul beberapa masjid yang besar dan indah. Salah satu mesjid yang besar dan indah di India tersebut adalah masjid i-Jahan-Numa. Berlokasi di kota Delhi, masjid ini bisa menampung jamaah hingga dua puluh lima ribu jamaah. Masjid ini sendiri dibangun pada masa pemerintahan kaisar Mughal Shah Jahan dari tahun 1650 dan selesai pada 1656. Menariknya masjid ini memiliki beberapa peninggalan dalam lemari di gerbang utara, termasuk salinan antik dari Al-Qur'an yang ditulis pada kulit rusa.

10. Baitul Mukarram, Bangladesh


Baitul Mukarram, Bangladesh - Masjid terbesar dan terindah di dunia
Masjid nasional Bangladesh yaitu Baitul Mukarram juga perlu diperhitungkan sebagai masjid besar dan indah. Masjid yang didirikan pada 1960-an ini memiliki kapasitas 30.000 jamaah. Karena masjid ini terus penuh sesak dengan jamaah terutama pada bulan suci Ramadhan maka pemerintah Bangladesh pun harus melakukan penambahan luas area masjid hingga ke bagian ekstensi masjid. Dari sini maka kapasitas masjid ini pun saat ini telah bertambah kapasitanya menjadi 40.000 jamaah.

Sumber : www.cermati.com

Wednesday, April 11, 2018

Inilah 7 Daftar Masjid Terbesar dan Termegah di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang 85% mayoritas Penduduknya beragama Islam. Sekaligus Merupakan negara dengan jumlah Muslim terbanyak di Dunia.
Di Indonesia sendiri terdiri ribuan Masjid tempat ibadah umat Islam yang memiliki gaya arsitektur tersendiri. Dalam pembahasan kali ini kami merangkum Daftar Masjid Terbesar di Indonesia.

Berikut daftar masjid terbesar di Bumi Indonesia raya :

1. Masjid Istiqlal Jakarta


Urutan masjid terbesar di Indonesia yang pertama yaitu Masjid Istiqlal Jakarta. Masjid Istiqlal didirikan sejak tahun 1954 yang dirancang oleh arsitek yang bernama Frederich Silaban. Kubah masjid Istiqlal berdiameter 45 meter terbuat dari kerangka baja stainless steealdengan berat 86 ton. Di dalam pada kubah ada kaligrafi surat Al Fatikah, At Thaha, Ayat Kursi, dan Al Ikhlas.

Jamaah yang bisa masuk sekitar 150-200 ribu jamaah. Jadi kebayang yaa besarnya masjid ini yang bisa menampung sebanyak itu jamaahnya. Keunikan dari masjid Istiqlal yaitu letaknya berhadapan dengan gereja Katedral.

Selain itu ketika ada acara di masjid dan parkirnya membludak maka parkir bisa di halaman gereja, begitu pula sebaliknya, ketika gereja ada acara, jemaatnya bisa parkir di halaman parkir masjid. Inilah Indonesia yaa, toleransi memang yang nomor satu.

2. Masjid Islamic Center Samarinda


Masjid Islamic Center Samarinda mulai dibangun pada tahun 2001 dan diresmikan oleh presiden RI keenam yaitu Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2008. Cukup lama yaa 7 tahun untuk pembangunan masjid. Desain masjid terinspirasi dari masjid Hagia Sophia di Istanbul Turki.

Ruang tamu masjid ini mampu menampung 20 ribu jamaah, baru ruang tamunya. Di sekeliling ruang tamu ada lantai mezzanine yang dapat menampung 10 ribu jamaah. Masjid ini juga katanya terbesar di Asia.Sungguh besar yaa, kapan mau kesana? Atau mungkin sudah berkunjung ke masjid ini, share ceritamu yaa di kolom komentar.

3. Masjid Agung Baiturrahman Aceh


Urutan masjid terbesar di Indonesia yang selanjutnya yaitu Masjid Agung Baiturrahman Aceh. Yaa masjid yang menjadi fenomenal saat Aceh dilanda tsunami. Masjid ini tetap berdiri kokoh walaupun seluruh bangunan di sekitarnya hancur dan rata dengan tanah. Sungguh Maha Suci Allah yang melindungi rumah-Nya dari bahaya tsunami.

Masjid Baiturrahman di Aceh ini mirip dengan Masjid Nabawi di Madinah, disana ada 12 payung elektrik yang siap menghalangi panasnya matahari bagi jamaah yang ada di luar. Masjid ini mampu menampung 24 ribu jamaah. Setelah direnovasi karena bencana alam, sekarang ada lahan terbuka hijau yang ditanami kurma dan pohon kohler.

4. Masjid Agung Surabaya

Masjid Agung Surabaya didirikan pada tahun 1995 dan diresmikan pada tahun 2000. Masjid ini menjadi ikon kota Surabaya. Masjid ini biasanya digunakan untuk acara pernikahan, disana disediakan tempat untuk pernikahan yang mampu menampung 2000 tamu undangan.


Masjid ini juga dijadikan sentral kegiatan agama, ada beberapa ruang diantaranya ruang zam zam untuk pernikahan, ruang zaitun dan yasmin untuk penyuluhan haji atau acara lainnya. Memang seperti ini yaa baiknya, jadi ketika sudah di masjid semua dekat dan bisa melakukan kegiatan apa aja.

5. Masjid Kubah Emas Jawa Barat


Masjid yang eprnah gempar beberapa tahun yang lalu karena masjid ini memiliki keunikan berupa kubah yang ada dilapisi dengan emas. Masjid yang berdiri kokoh di area 70 hektar ini didirikan oleh pengusaha asal Banten yang bernama Hj Dian Juriah Maimun Ar Rasyid dan istri dari Drs. Hj. Maimun Al Rasyid.

Masjid dibuka untuk umum sejak tahun 2006, bertepatan dengan Idul Adha 1427 H. Masjid ini mampu menampung jamaah sekitar 15 ribu orang.

Ada beberapa peraturan untuk memasuki masjid ini, diantaranya jamaah dilarang memabawa makanan dan minuman ke lingkungan masjid, anak usia dibawah 9 tahun juga dilarang memasuki lingkungan masjid.

6. Masjid Agung An Nur Pekanbaru


Desain masjid An Nur banyak dipengaruhi dengan gaya melayu, Arab, Turki, dan India. Halaman luas masjid dilengkapi dengan kolam yang mirip dengan kemegahan Taj Mahal di India. Ada kaligrafi yang ditulis oleh Azhari Nur seorang kaligrafi dari Jakarta.

Masjid yang sangat besar ini dimanfaatkan masyarakat sekitar tidak hanya untuk beribadah saja tapi juga tempat refreshing sekedar mencari udara sejuk. Masyarakat juga ada yang berolah raga ringan di sekitar masjid. Di masjid ini ada beberapa fasilitas, diantaranya perpustakaan, wifi internet, dan ruang serbaguna.

7. Masjid Agung Jawa Tengah


Masjid yang didirikan tahun 2001 dan selesai pada tahun 2006 yang diresmikan oleh presiden SBY. Masjid Agung Jawa Tengah mampu menampung jamaah sekitar 15 ribu jamaah. Disana ada prasasti yang terbuat dari batu alam, prasasti inni berasal darilereng Gunung Merapi.

Arsitektur masjid banyak dipengaruhi oleh gaya Roma yang terlihat pada desain interior dan lapisan warna yang melekat pada sudut sudut bangunan. Keistimewaan masjid ini yaitu terletak pada menara yang namanya Asmaul Husna yang tingginya mencapai 99 meter.

Itulah 7 Daftar Masjid Terbesar di Indonesia.

Tuesday, April 10, 2018

Inilah Daftar 7 Gereja Tertua di Indonesia

Berikut ini adalah Daftar Gereja Tertua di Indonesia :

1. Gereja Katedral Jakarta 


(Nama resmi: Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga, De Kerk van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming) adalah sebuah gereja di Jakarta. Gedung gereja ini diresmikan pada 1901 dan dibangun dengan arsitektur neo-gotik dari Eropa, yakni arsitektur yang sangat lazim digunakan untuk membangun gedung gereja beberapa abad yang lalu.

Gereja yang sekarang ini dirancang dan dimulai oleh Pastor Antonius Dijkmans dan peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Provicaris Carolus Wenneker. Pekerjaan ini kemudian dilanjutkan oleh Cuypers-Hulswit ketika Dijkmans tidak bisa melanjutkannya, dan kemudian diresmikan dan diberkati pada 21 April 1901 oleh Mgr. Edmundus Sybradus Luypen, SJ, Vikaris Apostolik Jakarta.

Katedral yang kita kenal sekarang sesungguhnya bukanlah gedung gereja yang asli di tempat itu, karena Katedral yang asli diresmikan pada Februari 1810, namun pada 27 Juli 1826 gedung Gereja itu terbakar bersama 180 rumah penduduk di sekitarnya. Lalu pada tanggal 31 Mei 1890 dalam cuaca yang cerah, Gereja itu pun sempat roboh.

Pada malam natal, 24 Desember 2000, Gereja ini menjadi salah satu lokasi yang terkena serangan ledakan bom.

2. Gereja Katedral Bogor


Awalnya merupakan sebuah gereja Paroki Bogor yang termasuk dalam wilayah Prefektur Apostolik Sukabumi. Bersamaan dengan berubahnya status Prefektur Apostolik Sukabumi menjadi Keuskupan dengan nama Keuskupan Bogor. Gereja Paroki Bogor kemudian dijadikan sebagai Gereja Katedral Keuskupan Bogor.

3. Gereja Katedral Bandung 


Katedral Santo Petrus, adalah sebuah gereja yang terletak di Jalan Merdeka, Bandung, Indonesia. Bangunan ini dirancang oleh Ir. Charles Proper Wolff Schoemaker dan bergaya arsitektur neo-Gothic akhir. Dilihat dari atas, bentuknya menyerupai salib yang simetris. Katedral Santo Petrus mempunyai luas tanah sebesar 2.385 m² dan luas bangunan sebesar 785 m².

Gerejanya sendiri diberi nama St. Franciscus Regis pada tanggal 16 Juni 1895. Setelah Bandung memperoleh status gemeente (setingkat kotamadya) pada 1906, diputuskan untuk membangun bangunan gereja baru. Pembangunan bangunan yang baru dilaksanakan sepanjang tahun 1921. Katedral ini lalu diberkati pada 19 Februari 1922 oleh Mgr. E. Luypen.

4. Gereja Immanuel Jakarta


Gereja Immanuel awalnya adalah gereja yang dibangun atas dasar kesepakatan antara umat Reformasi dan Umat Lutheran di Batavia.

Pembangunannya dimulai tahun 1834 dengan mengikuti hasil rancangan J.H. Horst. Pada 24 Agustus 1835, batu pertama diletakkan. Empat tahun kemudian, 24 Agustus 1839, pembangunan berhasil diselesaikan.

Bersamaan dengan itu gedung ini diresmikan menjadi gereja untuk menghormati Raja Willem I, raja Belanda pada periode 1813-1840. Pada gedung gereja dicantumkan nama WILLEMSKERK.

Gereja bergaya klasisisme itu bercorak bundar di atas fondasi tiga meter. Bagian depan menghadap Stasiun Gambir. Di bagian ini terlihat jelas serambi persegi empat dengan pilar-pilar paladian yang menopang balok mendatar. Paladinisme adalah gaya klasisisme abad ke-18 di Inggris yang menekan simetri dan perbandingan harmonis.

Serambi-serambi di bagian utara dan selatan mengikuti bentuk bundar gereja dengan membentuk dua bundaran konsentrik, yang mengelilingi ruang ibadah. Lewat konstruksi kubah yang cermat, sinar matahari dapat menerangi seluruh ruangan dengan merata. Menara bundar atau lantern yang pendek di atas kubah dihiasi plesteran bunga teratai dengan enam helai daun, simbol Mesir untuk dewi cahaya.

Orgel yang dipakai berangka tahun 1843, hasil buatan J. Datz di negeri Belanda. Sebelum organ terpasang, sebuah band tampil sebagai pengiring perayaan ibadah. Pada 1985, orgel ini dibongkar dan dibersihkan sehingga sampai kini dapat berfungsi dengan baik.

5. Gereja Sion Jakarta


Gereja Sion dikenal juga dengan nama Portugeesche Buitenkerk atau Gereja Portugis berada di sudut Jalan Pangeran Jayakarta dan Mangga Dua Raya. Bangunan gereja ini memiliki kemegahan arsitektur serta daya tahan yang kokoh. Portugeesche Buitenkerk atau Gereja Portugis selesai dibangun pada 1695.

Peresmian Gedung gereja dilakukan pada hari Minggu, 23 Oktober 1695 dengan pemberkatan oleh Pendeta Theodorus Zas. Pembangunan fisik memakan waktu sekitar dua tahun. Peletakan batu pertama dilakukan Pieter van Hoorn pada 19 Oktober 1693.

Cerita lengkap pemberkatan gereja ini tertulis dalam bahasa Belanda pada sebuah papan peringatan. Sampai sekarang, masih bisa dilihat di dinding gereja.

Gereja ini merupakan gedung tertua di Jakarta yang masih dipakai untuk tujuan semula seperti saat awal didirikan. Rumah ibadah ini masih memiliki sebagian besar perabot yang sama juga. Gereja ini pernah dipugar pada 1920 dan sekali lagi pada 1978. Bangunan gereja ini dilindungi oleh pemerintah lewat SK Gubernur DKI Jakarta CB/11/1/12/1972.

6. Gereja Tugu Jakarta Utara


Gereja Tugu adalah salah satu gereja tertua di Indonesia terletak di Kampung Tugu, Jakarta Utara. Secara pasti tidak diketahui kapan mulai dibangun, tetapi para ahli sejarah menyimpulkan sekitar tahun 1676-1678, bersamaan dengan dibukanya sebuah sekolah rakyat pertama di Indonesia oleh Melchior Leydecker.

Pada tahun 1737 Gereja Tugu dilakukan renovasi yang pertama dibawah pimpinan pendeta Van De Tydt, dibantu oleh seorang pendeta keturunan Portugis kelahiran Lisabon yaitu Ferreira d’Almeida dan orang-orang Mardijkers.

Pada tahun 1740 gereja Tugu hancur, bersamaan dengan terjadinya peristiwa Pemberontakan Tionghoa (Cina Onlusten) dan pembantaian orang-orang Tionghoa di Batavia, pada masa Gubernur Jenderal Adriaan Valckenier yang berkuasa di Batavia pada tahun 1737–1741.

Kemudian pada tahun 1744 atas bantuan seorang tuan tanah Justinus Vinck gereja ini dibangun kembali, dan baru selesai pada 29 Juli 1747 yang kemudian diresmikan pada tanggal 27 Juli 1748 oleh pendeta J.M. Mohr.

Sampai saat ini gereja tersebut masih berdiri dan berfungsi sebagai “GPIB Tugu”, walaupun di berbagai sudut sudah banyak yang harus diperbaiki karena faktor usia. Gereja ini tampak sederhana tetapi tampak kokoh dan rapi, dengan berisi bangku diakon antik, piring-piring logam, dan mimbar tua. Lonceng yang ada di gereja tersebut diperkirakan dibuat pada tahun 1880, karena lonceng paling tua yang dibuat 1747 sudah rusak dan disimpan di rumah pendeta di sana.

7. GPIB Pniel Pasar Baru, Jakarta Pusat 


Gereja ini sering disebut dengan Gereja Ayam, merupakan sebuah gereja peninggalan zaman kolonial di Indonesia. Arsitektur gereja ini dirancang oleh Ed Cuypers dan Hulswit. Gereja ini dibangun antara 1913 dan 1915 dan mulanya diberi nama Gereja Baru. Julukan Gereja Ayam diberikan karena di atap gereja ini diletakkan sebuah petunjuk arah angin yang dibuat berbentuk ayam.

Gedung gereja yang ada sekarang sudah merupakan perluasan dari bangunan yang asli yang pertama kali didirikan pada 1850, yang saat itu masih merupakan sebuah kapel kecil. Arsitek Cuypers dan Hulswit memugarnya dengan menggunakan perpaduan gaya Italia dan Portugis dan memperluasnya sehingga dapat menampung hingga 1.500 orang.

Hingga kini interior bangunan kuno ini masih bertahan sejak masa hampir satu abad yang lalu. Kursi, mimbar dan perlengkapan lainnya yang terbut dari jati masih tetap dipertahankan sejak masa Belanda, meskipun orgel pipanya sudah diganti pada awal 1990-an. Sebuah Alkitab besar berbahasa Belanda dari 1855 diletakkan di atas mimbar gereja itu. Karena dimakan zaman, Alkitab ini pun sudah rapuh dan mudah robek.

Sumber : Sejarahri.com

Monday, April 9, 2018

Inilah Daftar 9 Masjid Tertua di Indonesia

Ketika agama islam mulai masuk ke Indonesia beberapa masjid mulai didirikan untuk sarana ibadah. Meskipun di Indonesia sangat banyak sekali masjid, namun ada beberapa masjid yang usianya sangat tua yang ada di Indonesia ini. Berikut 9 masjid tertua di Indonesia.

1. Masjid Saka Tunggal (1288)


Namanya adalah Masjid Saka Tunggal, berlokasi di Desa Cikakak, Kec Wangon, Kab Banyumas Jawa tengah. Sebagaimana yang tertulis pada prasasti yang ada di saka masjid, Masjid Saka Tunggal dibangun pada tahun 1288 M.

Jika era Wali Songo mulai ada pada abad 15 M, maka masjid ini sudah dibangun 2 abad sebelumnya. Masjid ini berarti lebih tua dari Kerajaan Majapahit yang berdiri pada tahun 1294 M.

2. Masjid Agung Demak (1474)


Masjid Agung Demak merupakan salah satu masjid yang tertua di Indonesia. Lokasi Masjid ini terletak di desa kauman, Demak, jawa tengah.

Masjid ini diyakini pernah menjadi tempat berkumpulnya para ulama (wali) penyebar agama Islam, atau yang kita sebut Walisongo, untuk membahas penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Pendiri masjid ini adalah Raden Patah, yaitu raja pertama dari Kesultanan Demak, yaitu sekitar abad ke-15 masehi.

3. Masjid Agung Banten (1552)


Masjid Agung Banten terletak di kompleks bangunan masjid di Desa Banten Lama, sekitar 10 km sebelah utara Kota Serang.

Masjid ini dibangun pertama kali oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570), sultan pertama Kesultanan Demak. Ia adalah putra pertama Sunan Gunung Jati.

4. Masjid Sultan Suriansyah (1526)


Masjid Sultan Suriansyah merupakan sebuah masjid bersejarah dan  masjid tertua di Kalimantan Selatan.

Masjid ini dibangun saat masa pemerintahan Tuan Guru (1526-1550), Raja Banjar yang pertama masuk islam.

5. Masjid Ampel (1421)


Masjid Ampel terletak di kelurahan Ampel, Kec Semampir, Surabaya, Jawa Timur.
Sunan Ampel merupakan pendiri masjid yang dibangun pada tahun 1421. Di dekat masjid ini terdapat area pemakaman Sunan Ampel yang setiap hari ramai didatangi peziarah.

6. Masjid Wapauwee (1414)


Masjid ini didirikan pada tahun 1414 masehi dan menjadi masjid tertua di ambon kepulauan Maluku.

Dinding masjid ini terbuat dari pelapah sagu yang kering dan di bagian atapnya terbuat dari daun rumbia. Menurut cerita rakyat yang beredar, masjid ini pernah berpindah tempat secara gaib.

7. Masjid Menara Kudus (1549)


Pada tahun 1549 masehi, Sunan Kudus mendirikan sebuah masjid yang kemudian diberi nama Masjid Menara Kudus atau juga disebut Masjid Al Aqsa dan Masjid Al Manar.

Masjid ini terletak di desa Kauman, Kec Kota, Kab Kudus, Jawa Tengah, masjid ini dibuat dengan menggunakan batu Baitul Maqdis dari Palestina. Selain itu, Desain Masjid Menara Kudus merupakan campuran antara budaya Islam dan budaya Hindu.

8. Masjid Mantingan (1559)


Masjid tertua di Indonesia yang selanjutnya adalah Masjid Mantingan, sebuah masjid kuno yang terletak di Desa Mantingan, Kec Tahunan, Kab Jepara, Jawa Tengah. Masjid Mantingan didirikan pada tahun 1481 Saka atau 1559 M. Masjid ini konon didirikan pada masa Kesultanan Demak.

9. Masjid Katangka (1603)


Masjid Masjid Al-Hilal yang dikenal dengan sebutan Katangka merupakan masjid tertua yang berada di Indonesia.

Nama “Katangka” itu sendiri diambil karena bahan dasar pembuatan masjid tersebut diyakini dibuat dari pohon Katangka. Menurut sebuah prasasti yang ditemukan masjid ini didirikan sejak tahun 1603 masehi.

Itulah beberapa Masjid Tertua di Indonesia yang masih di gunakan sampai sekarang.

Sumber : Mediamaya.net