Showing posts with label Azab orang zina. Show all posts
Showing posts with label Azab orang zina. Show all posts

Friday, February 9, 2018

Sejarah Asal usul Khamr, Arak (Minuman Keras) dalam Islam

Khamr secara bahasa artinya menutup, yakni menutup akal sehat. Dan berdasarkan hadist rosulullah dijelaskan:

" semua yang memabukkan adalah khamr dan semua khamr haram (H.R bukhori).

Dari hadits ini dapat ditarik kesimpulan semua yang memabukkan adalah haram.


Pada surat an nahl ayat 67 dijelaskan :

Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minimuman yang memabukkan dan rezki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan”.

Ayat ini menjelaskan khamr itu dibuat dari kurma dan anggur, tidak ada kata larangan sehingga para sahabat masih minum khamr.

Kemudian di surat al baqarah ayat 119 dijelaskan :

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya." Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: " Yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir”.

Ayat ini menjelaskan pada khamr terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat, ayat ini juga belum ada larangan, sehingga para sahabat juga masih minum khamr.

Kemudian lihat lagi di surat an nisa ayat 43:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan”.

Pada ayat ini ada larangan mabuk pada waktu sholat sehingga para sahabat mendefinisikan boleh mabuk di luar jam sholat. Sehingga para sahabat minum khamr dijam yang jauh dari waktu sholat.

Kemudian lihat surat al maidah ayat 90-91 dijelaskan :

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan pana, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)”. 

Turun ayat ini berkenaan ketika para sahabat berpesta khamr sahabat hamzah bin abdul mutholib mabuk dan menyobek pelana kuda sahabat ustman bin affan, dan terjadi pertengkaran karena semua mabuk, kemudian salah satu sahabat melaporkan kepada nabi,  nabi menghampiri sahabat hamzah, ternyata malah dipelototi karena sahabat hamzah sedang mabuk. Berkenaan dengan peristiwa itu maka turunlah ayat ini sehingga hokum khamr menjadi jelas yakni haram dan dilarang oleh Allah SWT.

SEJARAH KHAMR PADA MASA NABI NUH


Dikisahkan ketika banjir bandang di permukaan bumi telah surut dan membersihkan orang orang yang membangkang, Nabi Nuh dan para pengikutnya turun dari kapal untuk melanjutkan kehidupan di bumi seperti sebelum banjir terjadi.. Hewan-hewan dilepaskan agar hidup dan menyebar di habitatnya masing-masing. Nabi Nuh beserta kaumnya yang selamat juga mulai menebarkan bibit-bibit tanaman.

Dan pohon pertama kali yang ditanam adalah pohon jati. Kemudian Nabi Nuh As. hendak menanam pohon anggur, namun beliau tidak menemukan pohon itu. Maka Nabi Nuh bertanya kepada putranya, Sam: “Wahai putraku, apakah kamu mengambil pohon anggur?”
Sam menjawab: “Saya tidak tahu, Ayah.”

Akhirnya turunlah Malaikat Jibril As. memberitahukan: “Wahai Nuh, sesungguhnya pohon anggur itu telah dicuri iblis.”
 Lalu Nabi Nuh As. berkata kepada iblis: “Kembalikanlah kepadaku pohon anggur yang telah kau curi itu.”
 Iblis menjawab: “Aku tidak akan mengembalikan pohon anggur itu sehingga kau mau membaginya denganku.”
 Nabi Nuh As. berkata: "baiklah, nanti kamu mendapat 1/3 bagian"

Mendengar keputusan Nabi Nuh tersebut, iblis pun menolak. Kemudian Nabi Nuh As. menaikkan tawaran menjadi 2/3, maka setujulah iblis.

Syaikh Kamaluddin ad-Damiri dalam kitabnya Hayat al-Hayawan mengatakan: “Ketika iblis pertama kali menanam pohon anggur, ia menyembelih burung merak dan menyiramkan darahnya pada pohon anggur itu sampai terseraplah darah itu ke dalamnya.

Setelah daunnya tumbuh maka iblis menyembelih monyet dan menyiramkan darahnya ke pohon anggur itu. Dan ketika berbuah muda maka iblis menyembelih harimau dan menyiramkan darahnya ke pohon anggur itu. Ketika buahnya sudah besar-besar maka iblis menyembelih babi dan menyiramkan darahnya ke pohon anggur itu. Maka dari itu siapapun yang meminum khamr maka tidak akan terlepas dari 4 sifat hewan itu."

Iblis adalah makhluk pertama yang memeras anggur menjadi arak untuk menggoda manusia agar mabuk dan Iblis pula yang pertama kali membuat alat-alat musik untuk menandingi suara merdu Nabi Daud.

Wallohua'lam Bisshowab

Monday, February 5, 2018

Inilah Pedihnya Azab dan Siksaan Memakan Harta Anak Yatim dalam Islam

Salah satu golongan hamba Allah yang sangat dimuliakan Allah SWT. adalah anak yatim. Anak yatim adalah salah satu orang yang memiliki kedudukan terbaik disisi Allah dan sebagai orang yang dikasihi oleh Allah SWT, maka oleh dari itu sudah sepantasnya anak yatim bersyukur atas nikmat lain yang dikaruniakan Allah terhadapnya meskipun telah kehilangan orang yang meraka cintai. Karena itu semua adalah ujian Allah SWT.


Anak yatim banyak disebutkan dalam Al-qur’an bahkan dalam hadits-hadits Rasulullah SAW.. termasuk disana menjelaskan tentang azab dan dosa bagi orang yang menganiaya anak yatim. Sebagaimana firman Allah swt dalam Al-qur’an surat Al-ma'un aya 1 dan 2 berikut ini.

أَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يُكَذِّبُ بِٱلدِّينِ فَذَٰلِكَ ٱلَّذِى يَدُعُّ ٱلْيَتِيمَ

"Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim" (Q.S. Al-ma’un ayat 1 dan 2)

Salah satu di antara rasa belas kasihan yang dianugerahkan oleh Allah kepada mereka ialah, Allah melarang harta anak yatim dimakan. Siapa saja yang berani memakan harta anak yatim akan mendapat dosa yang amat besar dan di hari kelak kiamat akan mendapat siksaan yang pedih.

Allah telah berfirman sehubungan dengan perihal anak-anak yatim ini :

Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah baligh) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu adalah dosa yang besar”. (Q.S. 4 : 2).

Selain itu Allah-pun mengancam dengan siksaan yang keras kepada orang yang berani memakan harta anak yatim secara dzalim, untuk itu Allah berfirman :

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)”. (QS. 4 : 10).

Rasulullah bersabda, memberikan perhatian kepada orang-orang yang berani memakan harta anak yatim :

 اجتنبوا السبع الموبقات وذكر منها : (اكل مال اليتيم) (رواه البخارى و مسلم

Jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang merusak”. lalu Rasulullah SAW menyebut salah satu di antara ialah : “Memakan harta anak yatim”( Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.).

Pahala menanggung penghidupan anak yatim : Ketika Islam melarang orang-orang memakan harta anak yatim dengan cara zalim, dari segi lain Islam meminta perhatian kepada orang-orang yang dibebani memelihara anak-anak yatim.

Allah berfirman sehubungan dengan hal ini :

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS. 4 : 9).

Ayat di atas menganjurkan kepada orang-orang yang memelihara anak-anak yatim agar takut kepada Allah dalam hal anak-anak yatim. Janganlah mereka berani memakan harta anak-anak yatim dengan cara batil. Peliharalah mereka dengan penuh kasih sayang sebagaimana mereka memelihara anak-anak mereka sendiri.

Dalam Surat An Nisa ayat 10 yang berbunyi sebagai berikut:

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَٰلَ ٱلْيَتَٰمَىٰ ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِى بُطُونِهِمْ نَارًۭا ۖ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًۭا

"Sesungguhnya orang-orang yang makan harta-harta anak yatim dengan cara penganiayaan, maka hanyasanya yang mereka makan dalam perut mereka itu adalah api neraka dan mereka akan masuk dalam neraka Sa'ir." (an-Nisa': 10)

Dari Abu Syuraih, iaitu Khuwailid bin 'Amr al-Khuza'i r.a., katanya: "Nabi s.a.w. bersabda:

"Sesungguhnya saya sangat memberatkan dosa (kesalahan) orang yang menyia-nyiakan haknya dua golongan yang lemah, iaitu anak yatim dan orang perempuan."


Pernah dalam perjalanan isra dan miraj beliau Nabi Muhammad SAW, Allah memperlihatkan siksa bagi orang-orang yang hidup di dunia sesuai amal perbuatannya termasuk didalamnya orang-orang yang  memakan harta anak yatim.

Keadaan mereka sangat mengerikan dengan kedua tangan mereka dibelenggu dan begitu juga dengan kaki-kaki mereka. Diatas punggung mereka diletakkan setrika yang panasnya luar biasa membara. Tentu saja dalam waktu sekejap atau sebentar saja kulit akan rontok dan melepuh. Seketika, kulit kembali udah sebagaimana sedia kala, dan diletakkan kembali setrika yang maha panas tadi diatas punggungnya, begitulah seterusnya terjadi hingga pengulangan kejadian ini berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama. Yaitu sesuai kejahatannya.

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Nabi saw. bersabda:

"Api kalian yang dinyalakan anak-cucu Adam adalah sepertujuh puluh dari panas api Jahanam. Para sahabat berkata: Demi Allah, bila sepanas ini saja sudah cukup wahai Rasulullah saw. Beliau bersabda: Sesungguhnya panas api tersebut masih tersisa sebanyak enam puluh sembilan bagian, panas masing- masing sama dengan api ini"
Hadis dalam kitab Sahih Muslim

Dan janganlah berbuat sembarangan terhadap harta anak-anak yatim yang diserahkan kepada mereka. Mereka harus menjaganya baik-baik, agar jangan sampai di kala ia mati, akan meninggalkan anak-anak dalam keadaan tak punya apa-apa.

Bukanlah termasuk perbuatan yang zalim apabila seseorang wali anak yatim mengambil harta anak yatim yang ada dalam pemeliharaannya, dengan syarat ia membutuhkannya dan harta yang diambil itu sebagai ganti jerih payah dalam memelihara.

Adapun jika keadaan wali itu serba cukup atau kaya, maka Islam menganjurkannya agar berbuat ‘Iffah (suci/ tidak mau mengambil harta anak yatim). Dan barang atau harta yang diambil oleh wali yang miskin harus dengan perkiraan menurut kebiasaan yang berlaku.

Kemudian Rasulullah SAW memberi semangat kepada orang-orang yang memelihara anak yatim, bahwa mereka akan diberi pahala yang agung di sisi Allah. Untuk itu beliau bersabda :

 انا وكافل اليتيم فى الجنة هكذا واشار باصبعيه السبابة والوسطى وفرج بينهما 

Aku dan orang yang memelihara anak yatim dalam surga seperti ini”, setelah itu beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk serta jari tengahnya sambil merenggangkan kedua jari tersebut”.( Hadits riwayat Bukhari )

Beliau juga bersabda di lain kesempatan :

 خير بيت فى المسلمين بيت فيه يتيم محسن اليه, وشر بيت فى المسلمين بيت فيه يتيم يساء اليه (رواه ابن ماجه

Rumah yang paling baik di kalangan kaum muslimin ialah suatu rumah yang di dalamnya ada anak yatim dipelihara dengan baik-baik. Dan rumah yang paling jelek di kalangan muslimin ialah suatu rumah yang di dalamnya ada anak yatim diperlakukan dengan jelek.( Hadits riwayat Ibnu Majah)”

Alangkah luhurnya apa yang dianjurkan oleh Islam, yaitu kita harus berlaku hati-hati jangan sampai memakan harta anak yatim, dan kita dibebani agar menanggung mereka serta memelihara mereka dengan baik-baik seolah-olah kita memelihara anak-anak kita sendiri.

Karena dengan perlakuan yang baik dari kita, mereka akan merasakan penderitaannya akan hilang dan hatinya menjadi terhibur, sehingga mereka bisa tumbuh dengan wajar dan kelak mereka akan bisa menjadi orang-orang yang berguna.

Wallohua'lam Bisshowab


Sunday, January 7, 2018

Dosa Besar Syirik (Menyekutukan) Alloh SWT dan Hukumnya dalam Islam

Apabila Seseorang telah berbuat syirik dan tidak segera bertaubatan Nasukha sebelum mati, maka dosa orang itu tidak akan diampuni. Hal ini berbeda dengan seseorang yang melakukan dosa besar di bawah kesyirikan seperti korupsi, zina dan minum minuman keras (Mendem).


Alloh Ta'ala telah berfirman,

إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء

" Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. "(QS An Nisa ': 48).

DOSA SYIRIK YANG DIBAWA MATI


Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya mengatakan,:
"Allah Ta'ala tidak akan mengampuni dosa syirik yaitu saat seorang hamba bertemu Allah dalam keadaan bersama syirik."
(Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, terbitan Dar Ibnul Jauzi, 3: 129).

Maksud ayat ini adalah Ibnuul Jauzi yaitu Allah tidak akan mengampuni pelaku syirik (musyrik) yang ia mati dalam kesyirikan.

Ini berarti jika sebelum dunia meninggal, ia sudah bertaubat dan menyesali kesyirikan yang ia perbuat, maka dia selamat.

Yang dimaksud dengan " mengampuni " dalam ayat di atas, Allah akan menutup dan memaafkan. Jika dikatakan bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa syirik berarti Allah tidak akan memaafkan dan orang yang digaji syirik pada-Nya.

Syirik yang ada di sini adalah syirik dalam rububiyah, uluhiyah, dan asma 'wa shifat. Karena mentauhidkan Allah adalah seutama-kaki kewajiban. Jika ada yang sama syirik (sebagai lawan dari tauhid), maka Allah tidak akan mengampuninya berbeda dengan perbuatan maksiat lainnya yang berada di bawah syirik atau selain syirik.

YANG TERMASUK BENTUK SYIRIK:

1 - Jika ada yang saya percaya adalah langit itu Allah dan penguasa bumi adalah selain Allah, atau meyakini langit langit adalah berserikat antara Allah dan makhluk, atau meyakini bahwa Allah itu memiliki penolong dalam pengertian langit dan bumi, maka ia musyrik. Ini syirik dalam rububiyah.

2 - Sujud untuk selain Allah, nadzar kepada selain Allah, menyembelih tumbal di selain Allah, beribadah hanya untuk mencari muka atau pujian (riya '), maka itu termasuk syirik. Riya 'termasuk syirik sewa tekstual hadits. Ini syirik dalam uluhiyah.

3 - Meyakini ada yang semisal Allah dalam nama dan sifat, atau kata yang menetapnya Allah di atas 'Arsy seperti menetapnya makhluk di atas ranjang, atau kata yang turunnya Allah ke langit dunia seperti turunnya makhluk, maka ini pun syirik. Demikian keterangan dari Syaikh Muhammad bin Sholih Al 'Utsaimin rahimahullah dalam Tafsir Surat An Nisa'.

DOSA DI BAWAH SYIRIK

Allah SWT telah berfirman :

ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء

" Dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya ".

Ayat ini bisa berarti Allah mengampuni dosa selain syirik atau di bawah syirik.

Kalau seandainya ayat tersebut ditafsirkan dengan " selain syirik ", maka kufur juhud (karena penentangan), umpamanya karena wajib shalat tidak termasuk syirik, maka diampuni. Lepas dosa kufur juhud ini sejajar syirik.

Atau kufur juhud lain seperti meyakini bahwa Allah tidak mengutus Rasul Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam . Jika ditafsirikan 'selain syirik' berarti juga diampuni. . Kamu lebih tepat, kita artikan dengan " di bawah syirik ", makna lengkapnya: " Dan Allah mengampuni segala dosa di bawah syirik, bagi siapa yang dikehendaki-Nya".

Ini berarti dosa-dosa yang sejajar syirik seperti kufur juhud sama-sama tidak diampuni jika dibawa mati. Sementara dosa di bawah syirik seperti zina, minum khomr, maka masih di bawah masyi'ah yaitu kehendak Allah.

Jika Allah menghendaki, maka akan dimaafkan. Jika Allah menghendaki, maka akan disiksa. Lihat keterangan Syaikh Muhammad bin Sholih Al 'Utsaimin dalam Tafsir Surat An Nisa', 1: 388-389.

TAKUTLAH PADA SYIRIK

Syaikh 'Abdurrahman bin Qosim rahimahullah mengatakan , "Jika seseorang mati dalam keadaan sama syirik tidak akan diampuni, maka tentu saja ini menunjukkan kita mesti sangat peduli terhadap syirik karena begitu besarnya dosa tersebut di sisi Allah. (Hasyiyah Kitab Tauhid, hal. 48).

Syaikh 'Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh rahimahullah mengatakan , "Syirik adalah dosa yang amat besar karena Allah sampai mengatakan bahwa Dia tidak akan mengampuninya bagi siapa yang tidak bertaubat dari dosa syirik tersebut.

Sedangkan dosa di bawah syirik, maka itu masih di bawah kehendak Allah. Jika Allah kehendaki saat ia berjumpa dengan Allah, maka bisa diampuni. Jika tidak, maka ia akan disiksa. Jika demikian seseorang yang sangat takut terhadap syirik karena besarnya dosa tersebut di sisi Allah. "(Fathul Majid, hal 85).

Ayat di atas berisi pelajaran penting, yaitu agar kita waspada terhadap kesyirikan. Namun anehnya saat ini, banyak yang tidak tahu satu hal itu syirik. Sampai disangka jimat itu sebagai penolong, Pak Kyai-lah yang berkah, do'a lebih baik dengan tawassul melalui wali yang sudah mati, sedekah laut itu ada tradisi untuk menghilangkan musibah, semua ini malah disangka sebagai hal biasa dan bukan dosa.

Namun, syirik bukan sesuatu yang ditakuti dan dikhawatirkan lagi. Bahkan dosa korupsi dianggap sebagai perkara yang lebih besar bahayanya dibandingkan dengan berbagai macam klenik, jimat, dan bentuk syirik lainnya.

Syirik begitu besar dosanya dalam ayat-ayat lainnya :

ولو أشركوا لحبط عنهم ما كانوا يعملون

" Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan." (QS Al An'am: 88).

ولقد أوحي إليك وإلى الذين من قبلك لئن أشركت ليحبطن عملك ولتكونن من الخاسرين

" Dan sesungguhnya sudah diwahyukan dan bukan (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi ." (QS. Az Zumar: 65).

Dalam hadits dari Jabir, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

من مات لا يشرك بالله شيئا دخل الجنة ومن مات يشرك بالله شيئا دخل النار

" Barangsiapa yang mati dalama keadaan tidak sama syirik pada Allah dengan sesuatu apa pun, maka ia akan masuk surga. Barangsiapa yang mati dalam keadaan bersama syirik pada Allah, maka ia akan masuk neraka "(HR Muslim no 93).

AZAB DOSA SYIRIK (MUSRYIK)

Islam berpendapat bahwa meng-esa-kan Tuhan adalah merupakan salah satu rukun iman. Dan menduakan Tuhan, berarti perbuatan syirik (Berbuat syirik terhadap Allah ialah menyekutukan Allah dengan makhluk-Nya baik para Nabi atau para Auliya’ atau para Malaikat atau batu, kayu dan lain sebagainya.) yang merupakan dosa paling besar dan tidak diampuni.

Allah berfirman : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”. (Q.S. 4 : 48).

Al-Qur’an juga memberikan gambaran kepada kita mengenai akibat perbuatan syirik dengan gambaran yang sangat mengerikan :

“Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang amat jauh”. (Q.S. 22 : 30).

Rasulullah juga mengatakan bahwa perbuatan syirik merupakan dosa yang berada di atas dosa-dosa besar lainnya:

أَلاَاُنَبِّئُكُمْ بِاَكْبَرِالْكَبَائِرِ ثَلاَثًا: اَلإِشْرَاكُ بِا اللهِ، وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ، وَشَهَادَةُ الزُّوْرِ (رواه المسل

“Ingatlah, aku hendak menceritakan kepada kalian tentang dosa-dosa yang paling besar – beliau mengulanginya tiga kali – yaitu syirik (menyekutukan Allah), menyakiti kedua orang tua, dan membuat kesaksian palsu atau perkataan palsu (Hadits riwayat Muslim)”.

Rasulullah juga memperingatkan umatnya untuk jangan sampai terperosok ke dalam tujuh macam perbuatan dosa yang menghancurkan, terutama perbuatan menduakan Allah.

Sebab, syirik adalah dosa yang paling besar, dan perbuatan syirik ibarat menghina Allah Maha Pencipta dan Maha Pengatur seluruh alam ini. Apabila seseorang menjadikan Tuhan selain Allah, berarti ia menganggap Allah itu lemah, yang sudah barang tentu merupakan perbuatan kurang ajar terhadap kekuasaan Allah yang Maha Agung.

Di dalam Al-Qur’an dikatakan :

 “Maha Suci Allah dari segala apa yang mereka sekutukan”. (Q.S. 7 : 190)

Wallohua'lam Bisshowab

Semoga kita dihindarkan dari dosa-dosa besar seperti Dosa yg kita bahas di atas ini yaitu perbuatan Syirik (Menyekutukan Alloh).


Friday, January 5, 2018

Azab Orang Berzina dalam Islam dan Hukumnya Menurut Al-Qur'an dan Hadits

Dalam Agama Islam, Zina adalah perbuatan yang keji dan buruk yang termasuk dalam salah satu Dosa Besar karna melakukan Hubungan Sek-sual (Jima’), Dan juga melakukan kegiatan sek-sual (Maksiat) antara lelaki/perempuan yang telah menikah dengan lelaki/perempuan yang bukan suami/istri sahnya, termasuk Perzinaan.


Dalam Al-quran, dikatakan bahwa semua orang Muslim percaya bahwa berzina adalah dosa besar dan dilarang oleh Allah SWT.

Dalam hadits, Rasulullah SAW juga mengharamkan Zina. Dari ‘Abdullah bin Mas’ud ra berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Artinya:
Tidak halal (ditumpahkan) darah seorang muslim melainkan karena salah satu dari tiga sebab; Orang tua (muhshon/pernah menikah) yang berzina, jiwa dengan jiwa (qishash/hukum bunuh bagi pembunuh), dan orang yang meninggalkan agama yang memisahkan diri dari kelompoknya (maksudnya murtad dari Islam).” (HR. Muttafaq ‘alaih)

Maka wahai hamba Allah, masalah ini adalah masalah yang berbahaya. Dan telah datang hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda:
Artinya:
Tidaklah berzina seorang pezina ketika dia melakukan zina sedangkan dia dalam keadaan beriman (iman yang sempurna), tidaklah mencuri ketika mencuri sedangkan dia dalam keadaan beriman, dan tidaklah meminum khomr (minuman keras) sedangkan dia dalam keadaan beriman. Dan taubat terbuka (bagi pelakunya) setelah itu.” (HR. Muttafaq ‘alaih)

HAL YANG (MENDEKATI) ZINA


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur'an:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Artinya:
“...Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Israa’ : 32)

Sebuah hadits dari Abu Hurairah r.a. Bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
Artinya:
"Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin."
(HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas dan Abu Hurairah).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Artinya:
Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagi Bagi Adam bagian mereka dari zina, mau tidak mau (dia pasti mengalaminya). Kedua mata bisa berzina, dan zina keduanya adalah dengan memandang (melihat). Kedua telinga bisa berzina dan zinanya mendengar. Lidah juga bisa berzina dan zina lidah adalah dengan bicara. Kaki juga bisa berzina dan zina kaki adalah langkahnya (berjalan menuju kemaksiatan). Tangan juga bisa berzina, dan zina tangan adalah dengan memegang. Hati bisa berhasrat dan berangan-anagan (berharap); Kamaluan yang akan membuaktikan zina itu kenyataan atau tidak (semua itu direalisasi oleh kelamin atau digagalkannya).” (HR. Bukhri dan Muslim)

Demikian pula bahwa barangsiapa meletakkan Tangannya pada Seorang Wanita dengan disertai Syahwat, pada hari kiamat nanti akan datang dengan Tangan Terbelenggu di Leher. Jika ia Menciumnya, Kedua Mulutnya akan Digadaikan di Neraka. Dan jika dengannya Pahanya akan berbicara dan bersaksi pada hari Kiamat nanti.

Ia akan berkata, “Aku telah berbuat sesuatu yang haram.” Maka Allah akan memandang dengan pandangan yang murka. Pandangan Allah ini mengenai wajah orang itu dan ia pun mengingkarinya. malah bertanya, “Apa yang telah aku lakukan?” Tiba-tiba seraya bersaksi lidahnya berkata, “Aku telah mengucapkan kata-kata yang haram.” Kedua tangannya bersaksi, “Aku telah memegang sesuatu yang haram.” Kedua matanya juga bersaksi, “Aku telah melihat yang diharamkan.”Kedua kakinya juga bersaksi, “Aku telah berjalan menuju kepada yang haram.” Kemaluannya berkata, “Aku telah melakukannya.” Malaikat penjaga berkata, “Aku telah mendengarnya,” Yang satu lagi berkata, “Aku telah melihatnya.”

Dan Akhirnya Allah SWT berfirman:

Wahai para malaikat-Ku, bawa orang itu dan timpakan kepadanya adzab-Ku. Aku sudah teramat murka kepada seseorang yang tidak punya malu kepada-Ku.”

Riwayat ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
Artinya:
pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. An-Nuur : 24)

HUKUMAN BAGI YANG BERZINA


Zina atau pelaku perzinaan dibedakan menjadi dua, yaitu pezina 'Muhshan' dan 'Ghayru Muhshan'. Pezina Muhshan adalah pezina yang Sudah Memiliki Pasangan sah atau Sudah Menikah, sedangkan pezina Ghayru Muhshan adalah Pelaku Pezina yang Belum Pernah Menikah dan Tidak Memiliki Pasangan Sah.

Pelakunya mendapatkan Hukuman Khusus di Dunia. Yaitu; Cambuk 100 kali (bagi pezina ghairu Muhshon, yang belum menikah), dan Rajam (bagi pezina Muhshon -yang sudah menikah).

Hukuman Pezina diawal Islam adalah berupa 'Kurungan bagi yang Telah Menikah' dan 'Ucapan Kasar dan Penghinaan kepada Pezina yang Belum Menikah'.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

Artinya:
"Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya.. Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertaubat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.." (QS. An Nisaa : 15-16)

Kemudian sanksi Hukuman untuk para pezina itu diganti dengan:
1-  Jika pelakunya Telah/Sudah Menikah melakukannya secara sukarela (tidak dipaksa atau tidak diperkosa), mereka 'Dicambuk 100 kali', kemudian di 'Rajam' (dilempar batu).
2- Jika pelakunya Belum Menikah, maka mereka 'Didera (dicambuk) 100 kali'. Kemudian diasingkan selama setahun (Pengasingan Setahun).

Hukum di atas berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
Artinya:
"Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka hendaklah kalian dera tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman." (QS. An-Nuur : 2)

Artinya, jangan sampai kalian tidak melaksanakan hukum Allah dengan alasan kasihan dan perasaan iba, karena perasaan kasihan seperti itu adalah perasaan yang Bodoh. Dan jika tidak melaksanakan hukuman maka keimanan kepada Allah dan hari kiamat diragukan.

Dan berdasarkan hadis, dari Ubadah bin Samit:

"Ambillah dariku! Ambillah dariku! Sungguh Allah telah memberi jalan kepada mereka. Jejaka yang berzina dengan gadis didera seratus kali dan diasingkan selama satu tahun. Dan orang yang telah menikah melakukan zina didera seratus kali dan dirajam." (HR. Muslim)

Ayat yang menjelaskan tentang Hukuman Rajam dalam al-Qur`an meski telah dihapus Lafadznya namun hukumnya masih tetap diberlakukan. Umar bin Khatthab Radhiyallahu ‘anh menjelaskan dalam khuthbahnya:

إِنَّ اللهَ أَنْزَلَ عَلَى نَبِيِّهِ الْقُرْآنَ وَكَانَ فِيْمَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةُ الرَّجْمِ فَقَرَأْنَاهَا وَوَعَيْنَاهَا وَعَقَلْنَاهَا وَرَجَمَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَرَجَمْنَا بَعْدَهُ وَ أَخْشَى إِنْ طَالَ بِالنَّاسِ زَمَانٌ أَنْ يَقُوْلُوْا : لاَ نَجِدُ الرَّجْمَ فِيْ كِتَابِ الله فَيَضِلُّوْا بِتَرْكِ فَرِيْضَةٍ أَنْزَلَهَا اللهُ وَ ِإِنَّ الرَّجْمَ حَقٌّ ثَابِتٌ فِيْ كِتَابِ اللهِ عَلَى مَنْ زَنَا إِذَا أَحْصَنَ إِذَا قَامَتِ الْبَيِّنَةُ أَوْ كَانَ الْحَبَل أَوْ الإِعْتِرَاف.

Artinya:
Sesungguhnya Allah telah menurunkan al-Qur`an kepada Nabi-Nya dan diantara yang diturunkan kepada beliau adalah ayat Rajam. Kami telah membaca, memahami dan mengetahui ayat itu. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaksanakan hukuman rajam dan kamipun telah melaksanakannya setelah beliau. Aku khawatir apabila zaman telah berlalu lama, akan ada orang-orang yang mengatakan: “Kami tidak mendapatkan hukuman rajam dalam kitab Allah!” sehingga mereka sesat lantaran meninggalkan kewajiban yang Allah Azza wa Jalla telah turunkan. Sungguh (hukuman) rajam adalah benar dan ada dalam kitab Allah untuk orang yang berzina apabila telah pernah menikah (al-Muhshân), bila telah terbukti dengan pesaksian atau kehamilan atau pengakuan sendiri.”

Ini adalah persaksian Khalifah Umar bin al-Khatthâb Radhiyallahu ‘anhu diatas mimbar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dihadiri para sahabat sementara itu tidak ada seorangpun yang mengingkarinya.

Sedangkan Lafadz Ayat Rajam tersebut diriwayatkan dalam Sunan Ibnu Mâjah berbunyi:

وَالشَّيْخُ وَالشَّيْخَةُ إِذَا زَنَيَا فَارْجُمُوْهُمَا الْبَتَهْ نَكَلاً مِنَ اللهِ وَ اللهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

Artinya:
Syaikh lelaki dan perempuan apabila keduanya berzina maka rajamlah keduanya sebagai balasan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Allah maha perkasa lagi maha bijaksana..”

Diriwayatkan dalam Hadis dari Abu Hurairah:

Artinya:
"Ada seorang laki-laki yang datang kepada rasulullah S.A.W. Ketika dia sedang berada di dalam masjid. Laki-laki itu memanggil-manggil rasulullah seraya mengatakan, "Hai rasulullah aku telah berbuat zina, tapi aku menyesal." Ucapan itu diulanginya sampai empat kali. Setelah rasulullah mendengar pernyataan yang sudah empat kali diulangi itu, lalu dia pun memanggilnya, seraya berkata, "Apakah engkau ini gila?" "Tidak.", jawab laki-laki itu. Nabi bertanya lagi, "Adakah engkau ini orang yang muhsan?" "Ya.", jawabnya. Kemudian, rasulullah bersabda lagi, "Bawalah laki-laki ini dan langsung rajam oleh kamu sekalian." (HR. Bukhari dan Muslim)

DOSA BALASAN SIKSA BAGI YANG BERZINA


Di antara dalil yang menunjukkan betapa buruknya perbuatan maksiat ini adalah bahwa ia digandengkan dengan dosa murtad dan membunuh. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur'an:

Artinya:
"Dan orang-orang yang menyembah tuhan-tuhan selain Allah. dan orang-orang tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan orang-orang itu tidak berzina. Barang siapa yang melakukan yang demikian itu (yang berzina atau membunuh dengan cara melanggar syariat), niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya) adzab yang berat,, (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,," (QS. Al Furqaan : 68-69)

Adzab di Neraka dengan Cambuk Api


Para ulama berkata,
“Ini adalah hukuman bagi pezina perempuan dan laki-laki yang berzina, yang masih belum menikah di dunia. Jika sudah menikah walaupun baru sekali seumur hidup, maka hukuman bagi keduanya adalah di rajam dengan bebatuan sampai mati. Demikian pula telah disebutkan dalam hadis dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya jika hukuman qishash ini belum di laksanakan bagi keduanya di dunia dan keduanya mati dalam keadaan tidak bertaubat dari dosa-dosa zina itu niscaya keduanya akan di adzab di neraka dengan cambuk api."

Dalam kitab zabur tertulis,
“Sesungguhnya para pezina itu akan di gantung pada kemaluan mereka dineraka dan akan disiksa dengan cambuk besi. Maka jika mereka melolong karena pedihnya cambukan," malaikat Zabaniyah berkata, “Kemana suara ini ketika kamu tertawa-tawa, bersuka ria dan tidak merasa di awasi oleh Allah serta tidak malu kepada-Nya"."

1- Berteriak Tela-njang Bulat Di Tungku Pembakaran Neraka

Dan dari Samurah bin Jundab radhiyallahu ‘anhu berkata dalam hadits yang panjang, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Artinya:
Sesungguhnya semalam datang kepadaku dua malaikat. (Dalam mimpi) keduanya membangunkanku. Lalu keduanya berkata kepadaku: "Berangkatlah!” Lalu aku berangkat bersama keduanya.”… sampai sabda beliaus SAW: "Lalu kami berangkat lagi. Lalu kami mendatangi sesuatu yang (bentuknya) seperti tungku pembakaran.” (Perawi berkata: Saya kira bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sabda: "Ternyata di dalamnya ada hiruk pikuk teriakan dan suara-suara.”). Beliau bersabda: "Maka kami melihat ke dalamnya. Ternyata di dalamnya ada kaum laki-laki dan kaum perempuan yang semuanya bertela-njang bulat. Tiba-tiba mereka diterpa jilatan api yang datang dari sebelah bawah mereka. Ketika jilatan api itu datang menerpa, mereka berteriak-teriak.” Aku berkata kepada keduanya: "Siapa mereka.” Keduanya berkata kepadaku: "Pergilah, pergilah!.” hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:” Dan adapun para lelaki dan para kaum wanita yang sama-sama tela-njang bulat di suatu tempat yang mirip tungku pembakaran adalah para pezina." (HR. Bukhari)

Merasakan Pedih Sakitnya Sengatan Kalajengking Selama 1000 Tahun


Rasulullah SAW juga bersabda:

Artinya:
“Di Jahanam ada sebuah lembah yang dipenuhi oleh ular berbisa. Ukurannya sebesar leher unta. Ukurannya sebesar leher unta. Ular-ular ini akan mematuk orang yang meninggalkan shalat dan bisanya akan menggerogoti tubuhnya selama 70 tahun, lalu terkelupaslah daging-dagingnya. Di sana juga ada lembah yang namanya Jubb al-Huzn. Ia dipenuhi ular dan kalajengking. Ukuran kalajengkinya sebesar bighal (peranakan kuda dan keledai). Ia memiliki 70 sengat. Masing-masingnya memiliki kantung bisa. Ia akan menyengat pezina dan memasukkan isi kantung bisanya ke dalam tubuh pezina itu. Ia akan merasakan pedih sakitnya selama 1000 tahun. Lalu terkelupaslah daging-dagingnya dan akan mengalir dari kemaluannya nanah dan darah busuk."

2- Neraka Jahanam Paling Panas dan Paling Busuk Baunya

Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka." (QS. Al-Hijr 44).

Atha’ berkata:

Artinya:
“Pintu yang paling hebat panas dan sengatannya dan yang paling busuk baunya adalah pintu yang diperuntukkan bagi para pezina yang berzina setelah mereka tahu keharamannya."

3- Berzina Sekali Dengan Tetangga Lebih Buruk Dari Berzina Dengan 10 Perempuan

Dan berzina akan lebih besar lagi Dosa dan Kukumannya jika dilakukan dengan "Tetangganya".

سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ ؟، قَالَ: أَنْ تَجْعَلَ للَِّهِ نِداً وَهُوَ خَلَقَكَ ، قُلْتُ:ثُمَّ أَيُّ ؟ قَالَ: أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ ، قُلْتُ:ثُمَّ أَيُّ ؟ قَالَ: أَنْ تُزَانِيَ حَلِيْلَةَ جَارِكَ

Artinya:
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:
"Aku telah bertanya kepada Rasulullah:.. “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam! Dosa apa yang paling besar?” Beliau menjawab: “Engkau menjadikan tandingan atau sekutu bagi Allah (berbuat syirik), padahal Allah Azza wa Jalla lah yang menciptakanmu.” Aku bertanya lagi: “Kemudian apa lagi?” Beliau bersabda: “Engkau membunuh anakmu karena khawatir dia makan bersamamu.” Aku bertanya lagi: “Kemudian apa lagi?” Beliau bersabda lagi: “Engkau berzina dengan isteri tetanggamu.”

Dari Shahabat al-Miqdad bin al-Aswad radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada para Shahabatnya:

Artinya:
Apa yang kalian katakan pada masalah zina?” Mereka menjawab: “Ia telah diharamkan oleh Allah dan rasul-Nya, maka ia haram sampai hari kiamat.” Maka Rasulullah bersabda kepada para Sahabatnya: “Sungguh, seseorang berzina dengan sepuluh perempuan, adalah lebih ringan (dosanya) daripada ia berzina (sekali) dengan istri tetangganya.” (HR. Ahmad)

4- Zina Dilakukan Orang yg Sudah Tua Lebih Buruk & Jelek Daripada yg Dilakukan Anak Muda

Dan kejahatan zina yang dilakukan oleh Orang yang Sudah Tua Lebih Buruk dan Jelek dibandingkan yang dilakukan oleh Anak Muda (walaupun keduanya sama-sama Buruk)..
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Artinya:
Tiga (golongan manusia) yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada Hari Kiamat, tidak dilihat oleh-Nya (dengan pandangan kasih), tidak disucikan oleh-Nya dan bagi mereka siksa yang pedih, yaitu; Laki-laki tua yang berzina, Raja yang suka berbohong dan orang miskin yang berlagak sombong.” (HR. Ahmad & Muslim)

Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Artinya:
Wahai sekalian orang-orang Islam, takutlah kalian dari melakukan zina. Sungguh padanya ada enam azab; tiga di dunia dan tiga di akhirat. Yang di dunia adalah hilangnya kharisma wajah, pendeknya umur, dan kefakiran yang berkepanjangan. Adapun yang di akhirat adalah kemurkaan Allah, buruknya hisab dan adzab neraka.”

Tetapi jika mereka (kita) bertobat beriman dan beramal shalih, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya..
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur'an:

Artinya:
"Kecuali ia (orang-orang) yang bertaubat, beriman dan beramal shalih. Maka dosa-dosa (kejahatan) mereka akan Allah tukar dengan pahala (kebajikan). Allah senantiasa Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya. (QS. Al-Furqan : 70)

Itulah sedikit gambaran tentang Pengertian Zina dan Hukum Berzina Dalam Islam menurut Al Qur'an dan Hadits Rasulullah yang insya Allah bisa menambah pengetahuan bagi kita semua.
Dan semoga atas Perlindungan Alloh SWT kita dijauhkan dari dosa-dosa besar salah satunya seperti Zina tersebut.

AMIN YA ROBBAL AL-AMIN

SUMBER : ariepinoci.web.id

Sunday, April 16, 2017

Inilah Dosa besar Durhaka kepada Orangtua

Setelah kita mengetahui dalil-dalil yang memerintahkan kita untuk birrul walidain (berbakti kepada orang tua), sekarang kita membahas kebalikannya yaitu durhaka kepada orang tua. Sebagaimana tingginya keutamaan dan urgensi birrul walidain, maka konsekuensinya betapa besar dan bahayanya hal yang menjadi kebalikannya yaitu durhaka kepada orang tua.


Bahkan durhaka kepada orang tua adalah dosa besar. Ini secara tegas dinyatakan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

أكبرُ الكبائرِ : الإشراكُ بالله ، وقتلُ النفسِ ، وعقوقُ الوالدَيْنِ ، وقولُ الزورِ . أو قال : وشهادةُ الزورِ

“dosa-dosa besar yang paling besar adalah: syirik kepada Allah, membunuh, durhaka kepada orang tua, dan perkataan dusta atau sumpah palsu” (HR. Bukhari-Muslim dari sahabat Anas bin Malik).

Dalam hadits Nafi’ bin Al Harits Ats Tsaqafi, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ألا أنبِّئُكم بأكبرِ الكبائرِ . ثلاثًا ، قالوا : بلَى يا رسولَ اللهِ ، قال : الإشراكُ باللهِ ، وعقوقُ الوالدينِ

“maukah aku kabarkan kepada kalian mengenai dosa-dosa besar yang paling besar? Beliau bertanya ini 3x. Para sahabat mengatakan: tentu wahai Rasulullah. Nabi bersabda: syirik kepada Allah dan durhaka kepada orang tua” (HR. Bukhari – Muslim).

Ternyata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berkali-kali memperingatkan para sahabat mengenai besarnya dosa durhaka kepada orang tua. Subhaanallah!.

Dan perhatikan, sebagaimana perintah untuk birrul walidain disebutkan setelah perintah untuk bertauhid, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) : 

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua” (QS. An Nisa: 36). 

Maka di hadits ini dosa durhaka kepada orang tua juga disebutkan setelah dosa syirik. Ini menunjukkan betapa besar dan fatalnya dosa durhaka kepada orang tua.

Namun perlu di ketahui, sebagaimana dosa syirik itu bertingkat-tingkat, dosa maksiat juga bertingkat-tingkat, maka dosa durhaka kepada orang tua juga bertingkat-tingkat.

Durhaka kepada ibu, lebih besar lagi dosanya.

Sebagaimana kita ketahui dari dalil-dalil bahwa berbuat baik kepada ibu lebih diutamakan daripada kepada ayah, maka demikian juga durhaka kepada ibu lebih besar dosanya. Selain itu, ibu adalah seorang wanita, yang ia secara tabi’at adalah manusia yang lemah. Sedangkan memberikan gangguan kepada orang yang lemah itu hukuman dan dosanya lebih besar dari orang biasa atau orang yang kuat.

Oleh karena itu Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إنَّ اللَّهَ حرَّمَ عليكم عقوقَ الأمَّهاتِ ، ومنعًا وَهاتِ ، ووأدَ البناتِ وَكرِه لَكم : قيلَ وقالَ ، وَكثرةَ السُّؤالِ ، وإضاعةَ المالِ

“sesungguhnya Allah mengharamkan sikap durhaka kepada para ibu, pelit dan tamak, mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan Allah juga tidak menyukai qiila wa qaala, banyak bertanya dan membuang-membuang harta” (HR. Bukhari – Muslim).

Wallahu ‘alam bis shawab.