Wednesday, May 30, 2018

Kisah Cerita Wafatnya dan Meninggalnya Nabi Muhammad Saw

Loading...
Nabi Muhammad lahir sekitar tahun 570 (Tahun Gajah) kota Arab Mekkah, Muhammad menjadi yatim piatu di usia mudanya; ia tumbuh di bawah pengasuhan Abu Talib.

Kisah wafatnya Nabi Muhammad

Wafatnya Nabi dan Rasul Islam Muhammad(570 – 632) disebabkan oleh demam tinggi di usianya yang ke-62 tahun, yang beliau alami selama beberapa bulan setelah kepulangannya dari Mekkah untuk melaksanakan ibadah Haji pertama dan terakhirnya.

Di dalam ibadah Haji tersebut terdapat sebuah khotbah terkenal yang disampaikan oleh Muhammad, yakni Khotbah Perpisahan, didalamnya berisi perintah dan larangan dari Allah. Untuk yang terakhir kalinya, nabi Muhammad mendapatkan wahyu melalui Malaikat Jibril di tahun 632 yakni Surah Al-Ma'idah ayat 3 yang menyatakan bahwa Tuhan telah meridoi Islam sebagai agama Muhammad dan sebagai agama yang sempurna dan disempurnakan, serta pernyataan bahwa nikmat kehidupan yang diberikan Tuhan kepada Muhammad telah dicukupkan.

Peristiwa tersebut terjadi dalam kejadian yang disebut Haji Perpisahan (Haji Wada'). Sebelumnya Muhammad telah menaklukan seluruh Semenanjung Arabia, dan menjadikannya sebagai negara di bawah pengaruh Islam. Berkat adanya Pertempuran Hunain dan Ekspedisi Tabuk, Muhammad memperoleh kejayaannya dan memindahkan agama Semenanjung Arabia dari Yahudi, Nasrani, dan Pagan menjadi Islam.

Rasulullah Saw telah kembali dari haji wada 'setelah Allah SWT memberi dorongan firman-Nya,

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ. وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا. فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا.

Waktu telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima Taubat. ”(QS: An-Nashr | Ayat: 1-3).

Setelah itu, Rasulullah Saw mulai mengucapkan kalimat dan melakukan sesuatu yang menyiratkan perpisahan. Beliau Rasulullah Saw bersabda pada haji wada '

لتأخذوا عني مناسككم لعلي لا ألقاكم بعد عامي هذا

Pelajarilah dariku tata cara haji kalian, bisa jadi aku tidak berjumpa lagi dengan kalian saat tahun ini.” (HR. Al-Bukhari, 4430).

Kemudian di Madinah, beliau berziarah ke makam baqi ', mendoakan keluarga. Juga menziarahi dan mendoakan syuhada Perang Uhud. Ia juga berkhotbah di hadapan para sahabatnya, berucap pesan seorang yang ingin wafat kepada yang hidup.

Pada akhir bulan Shafar tahun 11 H, Nabi Muhammad mulai mengeluhkan sakit kepala. Beliau merasakan sakit yang berat. Sepanjang hari-hari sakitnya beliau banyak berwasiat :

Pertama: Beliau mewasiatkan agar orang-orang musyrik dari Jazirah Arab Bertobat

Kedua: Berpesan untuk berpegang teguh dengan Alquran.

Ketiga: Pasukan Usamah bin Zaid inginnya tetap diberangkatkan pada layar Romawi.

Keempat: Berwasiat agar berbuat baik kepada orang-orang Anshar.

Kelima: Berwasiat agar menjaga shalat 5 waktu

Beliau mengecam dan melaknat orang-orang Yahudi yang menjadikan kuburan para nabi sebagai masjid. Lalu beliau mengumumkan dan melarang kuburan beliau menjadi berhala yang untuk disembah.

Di antara pesan beliau adalah agar orang-orang Yahudi dikeluarkan dari Jazirah Arab. Disebut termaktub dalam Musnad Imam Ahmad , 1/195.

Beliau berpesan dalam dunia tentang gemerlapan dunia. Janganlah berlomba-lomba dari dunia. Agar dunia tidak membuat binasa sebagaiman alam sebelumnya binasa karena dunia.

Dalam keadaan sakit berat, beliau tetap menjaga adab terhadap istri-istri, dan adil terhadap mereka. Nabi Muhammad meminta izin pada istri-istri untuk tinggal di rumah Aisyah. Mereka pun mengizinkannya.

Karena sakit yang sangat berat, Nabi Muhammad Mengizinkan Abu Bakar untuk mengimami Shalat terhadap masyarakat. Abu Bakar pun menjadi imam shalat selama beberapa hari di masa Hidup Rasulullah.

Sehari sebelum wafat, beliau bersedekah beberapa dinar. Lalu bersabda,

لا نورث ، ما تركناه صدقة

Kami (para nabi) tidak mewariskan. Apa yang kami berikan menjadi sedekah. ”(HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari , 12/8 No. 6730).

Pada hari senin, bulan Rabiul Awal tahun 11 H, Nabi Muhammad wafat. Hari itu adalah waktu dhuha yang penuh kesedihan. Wafatnya manusia sayyidalat Adam. Bumi orang yang paling mulia yang pernah menginjakkan kaki di atasnya.

Aisyah bercerita, “Ketika kepala beliau terbaring, tidur di atas pahaku, beliau pingsan. Kemudian (saat tersadar) mengarahkan pandangannya ke atas, seraya berucap, ' Allahumma ar-rafiq al-a'la '. ”(HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari , 8/150 No. 4463).

Beliau memilih perjumpaan dengan Allah SWT diakhirat. Beliau wafat setelah menyempurnakan risalah dan menyerahkan amanah.

Berita di pagi duka itu menyebar di antara para sahabat. Dunia terasa gelap bagi mereka. mereka bersedih karena berpisah dengan al-Kholil al-Musthafa. Hati-hati mereka bergoncang. Tidak percaya bahwa mereka memiliki tiada. Hingga di antara mereka menyanggahnya. Umar angkat bicara, “Rasulullah tidak wafat. Beliau tidak akan pergi kepada Allah, melambungkan orang-orang munafik. ”(Ibnu Hajar dalam Fathul Bari , 8/146).

Abu Bakar hadir, "Duduklah Umar", perintah Abu Bakar pada Umar. Namun Umar menolak duduk. Orang-orang mulai mengalihkan diri dari Umar menuju Abu Bakar. Kata Abu Bakar, “Amma ba'du… siapa di antara kalian yang menyembah Muhammad Saw, maka Muhammad telah wafat. Siapa yang menyembah Allah, maka Allah Maha Hidup dan tidak akan wafat. Kemudian ia membacakan firman Allah,

وما محمد إلا رسول قد خلت من قبله الرسل أفإن مات أو قتل انقلبتم على أعقابكم ومن ينقلب على عقبيه فلن يضر الله شيئا وسيجزي الله الشاكرين

Muhammad itu tidak lain hanya rasul, benar-benar telah menembak sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika Anda melakukan sesuatu dengan memasukkan ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berputar ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. ”(QS: Ali Imran | Ayat: 144).

Mendengar ayat yang dibacakan Abu Bakar, orang-orang seakan merasakan ayat itu baru turun hari itu. Mereka sangat larut dalam kesedihan. Mereka dalam keadaan kosong. Bagaimana tidak, mereka ditinggal orang yang paling mereka cintai.

Orang yang mereka rindu untuk berjumpa setiap hari. Orang yang lebih mereka cintai dari ayah, ibu, anak, dan semua manusia. Mereka lupa akan ayat itu. Dan mereka diajarkan oleh Abu Bakar, seorang yang paling kuat di antara mereka.

Wallohua'lam bisshowab

Itulah kisah menjelang Wafatnya Nabi Muhammad Saw, jika ada Kekeliruan silahkan anda memberi kami masukkan.


EmoticonEmoticon