Wednesday, April 10, 2019

Wanita Harus Baca 11 Tanda Cowok Ini Bakalan Setia Padamu

Pada dasarnya cowok jaman sekarang ini sering memiliki banyak wanita dan sulit untuk setia pada satu pasangan. Namun tidak semua cowok itu playboy loh, contohnya admin yang nulis artikel ini.
😁 hhhh...


Berdasarkan pengamatan oleh pakar percintaan, laki-laki setia itu memiliki beberapa tanda pada dirinya dari segi prilaku dan penampilan, diantaranya yaitu :

Jarang Pake Parfum

Rata-rata cowok seperti ini lebih setia dibanding dengan cowok yang suka wewangian. Biasanya Cowok yang seperti ini suka tampil apa adanya di hadapan wanita dan 95% memiliki kesetiaan pada pacarnya. Berbeda dengan cowok Playboy, kemana-mana selalu tampil wangi dan rapi, jika melihat cewek cantik matanya jelalatan.

Jarang Merayu

Biasanya cowok yang suka selingkuh pandai dan pintar merayu pacarnya, hal ini sering dilakukan pada tiap wanita yang dekat dengannya. Berbeda dengan cowok setia, tipe cowok setia tidak suka merayu dan tidak banyak omong.

Tak Perduli Akan Perhatian

Cowok yang setia tidak membutuhkan perhatian yang berlebih karena dekat dengan pasangannya saja sudah cukup baginya. Cowok seperti ini tidak pernah berusaha menarik perhatian dari orang lain, apalagi untuk sekedar mendapatkan pujia dan pengakuan dari cewek lain. Bagi mereka, berada di dekat pasangannya sudah sangat cukup untuk membuatnya merasa percaya diri.

Tidak ingkar janji

Cowok yang sering menepati janjinya bisa menjadi salah satu indikator bahwa ia memiliki kesetiaan terhadap pasangannya. Mungkin ada kalanya ia tidak bisa menepati janjinya, namun hal ini lebih dikarenakan kondisi yang memang sangat tidak memungkinkan. Apabila hal ini terjadi, maka ia akan berusaha untuk menjalin komunikasi dengan pasangannya dan meminta maaf secara tulus.

Menghargai perempuan

Cowok setia dan bertanggung jawab memiliki penghormatan yang sangat tinggi terhadap perempuan. Dia tidak pernah memandang rendah perempuan. Dia juga selalu berusaha untuk mendengarkan dan menghargai pendapat dari setiap perempuan. Sekalipun hal tersebut sangat berbeda dengan prinsipnya namun daripada melukai hati pasangannya, maka ia lebih memilih menerima pendapat tersebut secara terbuka.

Bersifat Sabar

Pada dasarnya, setiap pria akan memiliki egonya sendiri yang bisa membuatnya sangat mudah emosi. Namun cowok yang setia memiliki kemampuan lebih untuk mengontrol emosinya karena takut melukai hati pasangannya.

Sering Ada saat dibutuhkan

Ketika kamu sedang memiliki masalah, maka cowok yang setia akan selalu ada untuk membantu. Apabila masalah seperti jarak menjadi penghambat, maka ia akan selalu berusaha menelpon untuk sekadar mengetahui keadaan kalian girls. Bahkan cowok yang setia merupakan orang pertama yang akan peduli terhadap segala masalah yang dihadapi oleh pasangannya.

Bersyukur

Jika cowokmu memang tipikal setia dan bertanggung jawab, maka ia akan merasa sangat bersyukur telah memiliki kalian. Hal ini akan membuat ia tidak mau lagi berpetualang dalam urusan cinta.

Apabila rasa bosan telah muncul dalam hubungan kalian, maka ia akan tetap berusaha berpikir tenang dan rasa syukurnya yang akan membuat ia tetap mempertahankan hubungannnya.

 Bertanggung jawab

Cowok yang setia sangat percaya diri dan yakin bisa menghadapi setiap masalah yang ia miliki. Cowok seperti ini sangat paham mengenai apa yang harus ia lakukan dalam hidupnya, tidak mudah putus asa dan tidak mudah menyerah. Dirinya juga memiliki kemandirian dan sangat bertanggung jawab terhadap apa yang telah ia lakukan.

Serius

Cowok setia sangat yakin dengan pilihannya dan tidak pernah ragu sedikit pun dengan pasangannya. Cowok seperti ini tidak akan pernah mengorbankan hubungannya untuk sekadar mencoba-coba hubungan dengan wanita yang baru saja ia kenal. Namun hal ini hanya berlaku dalam urusan percintaan. Jika menyangkut bisnis dan pekerjaan ia akan sangat berani mengambil risiko.

Lebih Suka Jujur

Yang terakhir adalah jujur. Jujur merupakan sifat yang sangat melekat dengan pria setia dan bertanggung jawab. Sikapnya begitu apa adanya dan tidak pernah mempermainkan perasaan pasangannya.

Kejujurannya ini bisa dilihat dari aktivitasnya sehari-hari dimana ia tidak pernah keberatan saat ponsel atau akun media sosialnya diperiksa. Selain itu, ia juga tidak pernah keberatan ketika diikuti atau ditemani dalam melakukan aktivitas sehari-harinya.

Itulah ciri-ciri cowok setia pada pasangannya. Jika kalian mempunyai cowok yang memiliki beberapa sifat di atas, bersyukurlah dan jaga dia selamanya. 

Tuesday, April 9, 2019

Wanita Wajib Baca 9 Ciri-ciri Pria Ini Sudah Tidak Perjaka Lagi

Tak adil rasanya jika hanya keperawanan wanita saja yang sering dibicarakan dan dibahas oleh semua orang. Untuk pria sendiri juga terdapat tanda-tanda masih Perjaka atau tidaknya.


Berikut ini tanda pria atau laki-laki yang sudah pernah melakukan hubungan seks dan tidak perjaka lagi :

1. WARNA PENIS BERUBAH

Pada dasarnya, warna penis pria yang masih perjaka adalah merah muda. Sedangkan, penis yang terlalu sering melakukan gesekan dengan Miss V akan berubah sedikit lebih gelap. Hal ini disebabkan karena penis terlalu sering terkena cairan yang dikeluarkan oleh Miss V.

2. MUDAH TERANGSANG

Pria yang senang dengan hal-hal berbau porno dan aktivitas sentuhan fisik lainnya akan sangat cepat terangsang. Akibatnya, pria tersebut akan mudah mengalami ereksi dan meningkatkan risiko ejakulasi dini.

3. KELOPAK MATA BERWARNA HITAM

Kelopak mata bagian bawah seorang pria yang perjaka akan memiliki warna yang terbilang cerah. Hal ini karena mereka tidak mengeluarkan energi besar untuk melakukan aktivitas ejakulasi. Namun sebaliknya, pria yang sudah tidak perjaka akan memiliki kelopak mata berbentuk cekung dan kehitaman akibat energi tubuh yang terkuras saat ejakulasi.

4. EJAKULASI DINI

Saat melakukan hubungan seks pertama kali dengan pasangan setelah nikah, biasanya pria yang sudah tidak perjaka akan cepat sekali mengalami ejakulasi. Hal ini disebabkan karena pria tersebut sudah paham dengan kenikmatan aktivitas seks. Sehingga otak akan bekerja lebih cepat daripada biasanya.

5. MUDAH MENGELUARKAN PRECUM

Precum adalah cairan bening yang keluar di saat sebelum ejakulasi terjadi. Ketika pria yang sudah tidak perjaka mendapatkan sebuah rangsangan, maka akan sangat mudah baginya mengeluarkan cairan ini. Hal tersebut akibat katup sperma yang sudah kendur sehingga cairan precum keluar dengan sendirinya.

6. TIDAK GROGI SAAT MALAM PERTAMA

Pria yang sudah tidak perjaka biasanya tidak akan mengalami rasa canggung dengan pasangannya lagi saat 'malam pertama'. Sehingga, pria tersebut akan melakukan gaya bercinta dengan sangat baik tanpa grogi.

7. SALURAN KEMIH MELEBAR

Saluran kencing ureter yang terdapat pada penis pria yang sudah tidak perjaka akan terlihat lebih lebar. Hal ini dikarenakan penis sudah sering dipakai untuk penetrasi, onani, dan ejakulasi.

8. BENTUK PERUT

Bentuk perut seorang perjaka datar, jika seseorang sering melakukan hubungan badan bentuk perut mereka akan berubah menjadi buncit (kecuali orang gendut).

9. LUTUT (DENGKUL)

Untuk lelaki yang pernah melakukan hubungan intim, pada bagian lutut, kalo dipukul bunyinya cukup keras. Berbeda dengan cowok yang masih Perjaka bunyinya tidak begitu keras.

Itulah Tanda pria yang sudah tidak perjaka lagi atau sudah pernah melakukan hubungan seks.

Friday, April 5, 2019

Inilah 10 Sifat Suami Yang Sulit Masuk Surga dalam Islam

Dalam ajaran islam sangat dianjurkan seorang suami cemburu pada istrinya. Tapi tentu saja ada batas-batasnya. Karena jika seorang suami tidak memiliki rasa cemburu maka akan rusak keluarganya.


Suami yang tidak memiliki sifat pencemburu disebut Dayuts. Suami yang bersifat buruk ini disebutkan dalam hadits yaitu hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma dengan sanad marfu’.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya.” (HR. Ahmad 2: 69)

Tidak punya rasa cemburu yang dimaksud ialah membiarkan keluarganya bermaksiat tanpa mau mengingatkan. Ciri-ciri suami yang memiliki sifat Dayuts ialah sebagai berikut:

1. Jika istri berpakaian ketat dan membuka aurat, suami tidak cemburu. Kecantikannya dinikmati oleh semua mata laki-laki. Suami membiarkannya dan tidak menasehati.

2. Suami membiarkan ketika sang istri foto selfie dengan gaya centil (apalagi membuka aurat) dan bisa menjadi fitnah bagi laki-laki yang melihatnya.

3. Suami menyuruh istrinya memakai pakaian yang memperlihatkan lebih banyak auratnya hingga semakin memancing nafsu lelaki lain.

4. Suami mengeksploitasi istrinya dengan menyuruh melakukan pekerjaan yang membuat istri membuka aurat, seperti penyanyi dan penari.

5. Membiarkan istri bergaul bebas dengan teman lelaki sampai melakukan zina.

6. Membiarkan anak perempuan atau anggota keluarga perempuannya berhubungan melalui telepon atau SMS dengan laki-laki yang bukan mahram.

7. Merelakan anggota keluarga perempuannya berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan mahram.

8. Membiarkan anggota keluarga perempuannya mengendarai mobil sendirian bersama laki-laki yang bukan mahram, misalnya sopirnya.

9. Merelakan anggota keluarga perempuan keluar rumah tanpa menggunakan jilbab atau hijab syar’i, sehingga bisa dipandang dengan leluasa, ditambah parahnya menggunakan pakaian ketat yang merangsang nafsu para pria.

10. Mendatangkan film dan majalah penyebar kerusakan dan kemesuman ke dalam rumah.

Wallohua'lam Bisshowab

Itulah sifat-sifat seorang suami yang sulit untuk masuk surga. Semoga bermanfaat bagi anda dan kita semua.

15 Tanda Lelaki Yang Baik Dijadikan Suami Dalam Islam

Setiap wanita pun juga pasti memiliki impian sama, yaitu mempunyai suami yang baik ketika kelak menikah. Hal ini merupakan impian yang wajar dan logis dimiliki oleh semua wanita, bahkan tidak hanya wanita yang beragama Islam saja, tetapi juga wanita yang beragama selain Islam sekalipun. Oleh karena itu, bukan hal yang mengherankan apabila para wanita juga berlomba-lomba dalam menyeleksi pria yang baik untuk menjadi suami harapannya.


Selain itu, suami juga merupakan manusia pemimpin yang kelak akan mendampinginya seumur hidup, serta mengayomi dan menyayangi anak-anaknya. Banyak sekali kriteria pria baik yang layak untuk dijadikan seorang suami. Namun dalam artikel ini kriteria yang akan dibahas ialah kriteria calon suami menurut Islam serta kita memiliki cara memilih pendamping hidup dalam islam. Dengan kata lain, kriteria suami di sini sebagaimana dijelaskan atau dianjurkan dalam ajaran Islam, baik dari firman Allah SWT di dalam Al-Qur’an maupun sabda Nabi Muhammad SAW di dalam Hadits.

Berikut berbagai tanda-tanda calon suami menurut islam, antara lain:

Beragama Islam

Bagi wanita muslimah yang sedang mencari jodoh dalam ajaran islam ialah harus beragama Islam. Sudah jelas bahwa bagi Anda (wanita) muslimah yang ingin bersuami, maka pilihlah pria yang beragama Islam, sama seperti Anda. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yang artinya:

“…Janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik daripada orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya…” (Q.S. Al-Baqarah: 221).

Dari ayat tersebut dapat diambil sebuah ibarah(pelajaran) pelajaran bahwa laki-laki muslim masih lebih baik daripada laki-laki musyrik walaupun laki-laki muslim tersebut adalah budak sekalipun dan laki-laki musyrik tersebut menarik hati Anda (wanita).

Taat Beribadah (Sholeh)

Tanda kedua ialah taat beragama. Dalam istilah Islam dikenal sebagai pria yang sholeh. Sebagaimana dijelaskan dalam salah satu hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya:

Bila datang seorang laki-laki yang kamu ridhoi agama dan akhlaknya, hendaklah kamu nikahkan dia, karena kalau engkau tidak mau menikahkannya, niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas.”(H.R. Tirmidzi dan Ahmad).

Dari hadits tersebut dapat diambil sebuah ibarah (pelajaran) bahwa seorang wanita baiknya dinikahkan dengan laki-laki yang taat beragama dan baik akhlaknya. Tentunya yang dimaksud taat beragama di sini ialah menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT dan Rasul-Nya, di samping baik akhlaknya atau perilakunya.

Mampu Menjauhi Kemaksiatan

Tanda ketiga ialah menjauhi kemaksiatan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang artinya:

Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah atas perintah Allah kepada mereka dan selalu taat pada apa yang diperintahkan.” (Q.S. At-Tahriim: 6).

Dari ayat tersebut dapat diambil sebuah ibarah(pelajaran) bahwa kepala keluarga bertanggung jawab untuk menjauhkan keluarganya dari segala macam dosa dan hal-hal yang menghapus amal ibadah sehingga terhindar dari siksa api neraka yang begitu pedih. Sedemikian sehingga kriteria suami yang baik ialah yang dapat melakukan atau mewujudkan seperti yang demikian, di mana artinya untuk mewujudkan itu semua dengan menjauhi kemaksiatan dan menjalankan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya, serta tidak pernah mendurhakai-Nya.

Kuat Semangat Jihadnya

Tanda keempat ialah kuat semangat jihadnya. Maksud jihad di sini bukanlah lantas berperang dan sebagainya, tetapi lebih kepada bagaimana bisa mempertahankan agama yang dianutnya beserta juga keluarganya. Jadi, pilihlah suami yang sekiranya mampu melakukan itu. Mampu membimbing Anda (wanita) agar terus teguh berada di jalan Islam serta mampu terus dengan semangat menjalan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Intinya, tetap teguh dalam keimanan yang dimiliki dan melakukan kewajiban suami terhadap istri dalam islam. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang artinya:

Orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terkait dengan apa yang dikerjakannya.” (Q.S. Ath-Thuur: 21).

Berasal Dari Keluarga yang Baik

Tanda kelima ialah berasal dari keluarga yang baik. Bukannya pria yang harus memilih menikahi wanita dari keluarga yang baik, wanita pun juga demikian. Wanita juga dianjurkan untuk memilih pria dari keluarga dan nasab yang baik. Tentunya baik di sini dilihat dari nilai agama dan akhlaknya.

Pria yang baik biasanya berasal dari keluarga yang baik pula. Bahkan tidak hanya itu, tetapi juga berasal dari lingkungan masyarakat yang baik. Karena keluarga yang baik biasanya bergaul dan berkumpul dengan lingkungan masyarakat yang baik pula.

Taat Kepada Orang Tuanya

Tanda keenam ialah taat kepada orang tuanya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya:

Dari Mu’awiyah bin Jahimah, sesungguhnya Jahimah berkata: “Saya datang kepada Nabi SAW untuk meminta izin kepada beliau guna pergi berjihad, namun Nabi SAW bertanya: “Apakah kamu masih punya Ibu-Bapak (yang tidak bisa mengurus dirinya)?”. Saya menjawab: “Masih”. Beliau bersabda: “Uruslah mereka, karena surga ada di bawah telapak kaki mereka.”” (H.R. Thabarani, adapun ini adalah hadits Hasan (baik)).

“Dari Ibnu Umar RA, ujarnya: “Rasulullah SAW bersabda: “Berbaktilah kepada orang tua kalian, niscaya kelak anak-anak kalian berbakti kepada kalian; dan periharalah kehormatan (istri-istri orang), niscaya kehormatan istri-istri kalian terpelihara.”” (H.R. Thabarani, adapun ini adalah hadits Hasan).

Dari hadits-hadits tersebut dapat diambil sebuah ibarah(pelajaran) bahwa anak yang berbakti kepada orang tua memperoleh jaminan untuk mendapatkan keselamatan kelak berupa surga. Jadi, pilihlah suami yang berbakti kepada orang tuanya karena dia sudah pasti mendapatkan keselamatan kelak berupa surga. Sedemikian sehingga nanti Anda (wanita) juga akan dibimbingnya agar mendapatkan keselamatan berupa surga pula, Insya Allah.

Mandiri Dalam Ekonomi

Tanda ketujuh ialah mandiri dalam ekonomi. Hal ini tentunya berkaitan erat nantinya dengan kehidupan setelah menikah. Karena tentunya setelah menikah tidak sepatutnya lagi bergantung kepada orang tua, sehingga sudah seharusnya memiliki kemandirian dalam hal ekonomi.

Kenapa ekonomi? Karena nanti tentunya bukan hanya mandiri dalam hidup untuk membangun rumah tangga dalam islam, tetapi juga mandiri dalam hal membangun rumah tangga yang membutuhkan pembiayaan, seperti makanan, sandang, dan lain sebagainya. Dan kewajiban mencari nafkah adalah kewajiban suami sebagai kepala rumah tangga. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya:

Hai golongan pemuda, barangsiapa diantara kamu ada yang mampu (untuk membelanjai) kawin, hendaklah ia kawin, karena kawin itu akan lebih menjaga pandangan dan akan lebih memelihara kemaluan; dan barangsiapa belum mampu kawin, hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu ibarat pengebiri.” (H.R. Ahmad, Bukhari dan Muslim).

Dari hadist tersebut dapat diambil ibarah (pelajaran) bahwa laki-laki yang pantas dinikahi ialah laki-laki yang sudah mampu untuk membelanjai kawin. Dalam artian, sudah mampu mencari nafkah dan mandiri dalam segi ekonomi.

Memiliki Pemahaman Agama yang Lebih Baik

Tanda kedelapan ialah memiliki pemahaman agama yang setara atau lebih baik. Dengan kata lain, pilihkan pria yang memiliki pemahaman agama lebih baik dari Anda (wanita), minimal setara atau sebanding. Hal ini dikarenakan rumah tangga yang baik harusnya dibangun dengan pondasi agama yang kuat. Mengapa bahkan dianjurkan lebih baik? Karena suami merupakan imam dalam keluarga yang sudah jelas tugasnya untuk membimbing keluarganya. Hal tersebut sudah tidak dapat ditawar-tawar lagi, suami adalah imam dalam keluarga.

Berjiwa Pemimpin

Cara Memilih Calon Pendamping Hidup Sesuai Syariat Agama ialah berjiwa pemimpin. Sebagaimana sudah digariskan oleh Sang Pencipta, Allah SWT, bahwa seorang laki-laki adalah pemimpin di dunia ini. Tentunya tidak hanya di dunia saja, tetapi minimal ialah pemimpin dalam keluarganya sendiri. Selain memimpin, tentunya tugas lainnya ialah mencari nafkah dan melindungi keluarganya, yaitu istri dan anak-anaknya.

Seorang suami yang baik pasti akan terus berusaha menjadi pemimpin yang baik bagi istri dan anak-anak sehingga dapat selamat di dunia dan akhirat. Dan satu hal lagi yang penting dari seseorang yang berjiwa pemimpin ialah mampu mengambil keputusan yang tepat dalam menjalani kehidupan rumah tangganya sehingga nantinya akan dihargai oleh istri dan anak-anaknya. Jadi, pilihlah pria yang memiliki jiwa pemimpin dalam dirinya.

Bertanggung Jawab

Tanda kesepuluh ialah bertanggung jawab. Selain berjiwa pemimpin, sifat lainnya yang harus dimiliki oleh seorang laki-laki sebagai suami adalah tanggung jawab. Contohnya dalam hal mencari nafkah. Jangan sampai suami hanya menikmati hasil dari jerih payah istrinya, sedangkan dirinya hanya diam saja tanpa berbuat sesuatu apapun.

Tidak hanya itu, dia juga harus mampu bertanggung jawab dengan semua yang dilakukannya atas nama keluarganya sendiri. Jadi, pilihlah suami yang sekira mampu bertindak demikian. Namun bukan berarti melarang istri untuk bekerja atau berkarir, terlebih di zaman emansipasi wanita seperti sekarang, tetapi suami tetap bertanggung jawab atas nafkah istrinya walaupun sang istri juga bekerja atau berkarir.

Bersikap Adil

Tanda kesebelas ialah bersikap adil. Sebagaimana telah disinggung dalam poin 9 bahwa suami harus bisa mengambil keputusan, maka dia juga harus mampu bersikap adil atas keputusan yang diambilnya tersebut. Bahkan bukan hanya atas keputusan yang diambilnya, tetapi terhadap apapun yang dilakukannya dalam keluarga.

Sedemikian sehingga tidak ada pihak yang tersinggung atau dirugikan, baik istri maupun anak-anaknya. Jadi, pilihlah suami yang sekira mampu bersikap adil dalam rumah tangga. Karena suami yang adil tidak akan mendzalimi Anda (wanita) sebagai istrinya maupun anak-anaknya sendiri dan merupakancara menjaga keharmonisan rumah tangga.

Berkepribadian Lembut

Tanda kedua belas ialah berkepribadian lembut. Sebagaimana seorang wanita yang kodratnya memang ingin mendapat perhatian dan kelembutan dari seorang pria, maka suami yang baik seharusnya memiliki kepribadian lembut. Kelembutan tersebut bukan hanya untuk memberikan keluarganya (istri dan anak-anaknya) perhatian, tetapi juga lebih kepada kemampuannya dalam mengontrol emosi sehingga tidak mudah marah.

Apalagi sampai berlaku kasar kepada keluarganya (istri dan anak-anaknya) karena emosi dan kemarahan tersebut. Jadi, pilihlah suami yang memiliki kepribadian lembut, mampu mengontrol emosinya, sehingga tidak mudah marah, apalagi berlaku kasar karena tujuan pernikahan dalam islam ialah membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah dan warohmah.

Dermawan

Tanda ketiga belas ialah dermawan. Semua orang pasti menyukai orang yang memiliki sifat dermawan. Pada suami, sifat dermawan ini sangatlah penting karena nantinya akan berkaitan dengan upaya atau usahanya dalam memenuhi kebutuhan kepada keluarganya dengan layak.

Suami yang dermawan pasti akan memberikan kualitas kebutuhan yang terbaik bagi istri dan anak-anaknya. Kalaupun penghasilannya memang tidak mencukupi, maka ia akan berusaha untuk mendiskusikannya bersama istri tercintanya selaku pendamping hidupnya. Jadi, janganlah sampai Anda (wanita) memilih pria yang kikir walaupun dia kaya raya. Lebih baik tidak terlalu kaya asal dermawan daripada kaya tetapi kikir.

Memiliki Syahwat yang Sehat

Tanda keempat belas ialah memiliki syahwat yang sehat. Anda (wanita) sebagai seorang muslimah yang baik dianjurkan untuk mencari suami yang sehat secara syahwat karena muslimah tidak akan memiliki kesempatan untuk menambah jumlah suami jika nantinya suaminya tidak mampu memenuhi kebutuhan biologisnya.

Berbeda dengan kaum pria yang bisa menambah jumlah istrinya (poligami) jika memang istri pertama tidak mampu memenuhi kebutuhan biologisnya. Bahkan bisa sampai keempat kalinya tanpa perlu menceraikan istri pertamanya, selama mampu bersikap adil. Oleh karena itu, pilihlah pria yang sehat secara fisik dan syahwat tentunya.

Berketurunan dan Subur

Tanda kelima belas ialah suka berketurunan dan subur. Sebagaimana nanti Rasulullah akan sangat membanggakan umatnya yang banyak di akhirat kelak sehingga pilihlah suami yang suka “membuat anak”.

Walaupun memiliki syahwat yang sehat tetapi tidak gemar berketurunan, maka kebutuhan biologisnya berarti hanya ingin memenuhi kebutuhan setan semata. Selain itu, suka berketurunan sebenarnya merupakan pembeda agama Islam dibandingkan dengan agama lainnya yang membebaskan umatnya untuk hidup tanpa pasangan ataupun anak sekalipun.

Wallohua'lam Bisshowab