Showing posts with label nabi Isa diakhir zaman. Show all posts
Showing posts with label nabi Isa diakhir zaman. Show all posts

Wednesday, October 17, 2018

Danau Tiberias Menjadi Peran Munculnya Ad-Dajjal di Akhir Zaman

Danau Tiberias terletak dekat Dataran Tinggi Golan yang merupakan danau air tawar terbesar di Israel. Danau ini memiliki luas sebesar 166 km2, dan kedalaman mencapai 43 m. Terletak 211,315 m di bawah permukaan laut, danau ini merupakan danau air tawar terendah di dunia dan danau terendah kedua setelah Laut Mati, yang merupakan danau air asin. Danau ini diairi sebagian dari mata air di bawah tanah, meskipun sumber utamanya adalah sungai Yordan yang mengalir melaluinya dari utara ke selatan.

Danau ini terletak di jalur kuno Via Maris, yang menghubungkan Mesir dengan kerajaan-kerajaan di sebelah utara. Kerajaan Yunani, Hasmonean, dan Romawi mendirikan kota-kota dan pemukiman di sekitar danau ini, termasuk Gadara, Hippos dan Tiberias. Sejarawan abad pertama Flavius Yosefus sangat terkesan dengan wilayah ini sehingga ia menulis, "Orang dapat mengatakan tempat ini 'Ambisi Alam'."

Dalam Agama Islam danau Tiberias akan menjadi tanda akhir zaman, karena danau inilah yang dimaksudkan dalam Hadis akan habis airnya diminum oleh Ya’juj dan Ma’juj jadi ketika airnya mulai berkurang dan semakin berkurang sampai kering, maka itulah pertanda akhir zaman telah tiba dan Dajal.

DANAU TIBERIAS


Semenjak tahun 2004 pemerintahan zionis membuat garis merah dan garis hitam untuk mengontrol debit air Danau. Sungguh mengejutkan, semenjak tahun 2004 permukaan Danau mengalami penyusutan setinggi 16 M. Terakhir Menteri Pertanian Zionis menyatakan secara terbuka melalui kantor berita mereka bahwa debit air danau Tiberias mengalami penyusutan yang mengkhawatirkan.

Berita ini tentunya tidak saja menjadi ancaman bagi rezim Zionis tetapi juga bagi umat Islam, karena penurunan permukaan air danau Tiberias adalah salah satu tanda dekatnya waktu kemunculan Dajjal.

Hal ini bukan hanya untuk memberikan semangat bangsa Zionis Israel saja. Namun, hal ini juga menjadi perhatian khusus bagi muslim dunia. Sebab dengan mengeringnya Danau ini, menandakan telah hari kebangkitan kiamat dan datangnya Al-Masih Dajjal.

Dan juga mantan Mufti kota Mesir yaitu Syaikh Dr Ali Gomaa memaparkan bahwa semakin menyusutnya dan mengering nya Danau ini menandakan perusak kiamat besar.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim yang ditemukan kata "Danau Tiberias". Dan hadits-hadits yang berhubungan erat dengan bakal keluarnya fitnah paling dahsyat sepanjang waktu, yaitu fitnah al-Masih Ad-Dajjal.

Hadits tersebut sangat panjang. Di dalam hadits tersebut dikisahkan bagaimana seorang pelaut Arab Nasrani bernama Tamim Ad-Dari bersama 30 orang awak kapalnya terdampar di sebuah pulau.

Setelah itu di dalam pulau itu dia akan menjumpai seorang lelaki yang menurutnya digambarkan sebagai “orang terbesar yang pernah kami lihat, paling kuat dan tangguh terbelenggu di leher, antara lutut dan mata kecerdasan terbelenggu besi”.

Setelah itu akan dilakukan dialog antara Tamim Ad-Dari dengan lelaki misterius yang ternyata adalah Al-Masih Ad-Dajjal. Dialog tersebut sebagai berikut:

Dia Mengatakan: Beritahukan padaku terkait kurma Baisan. Kami bertanya: Tentang apanya yang kau tanyakan ini? Ia menjawab lagi:

Aku bertanya pada kalian terkait kurma nya, apakah tidak berbuah? Kami mengatakan: Ya. Ia berkata: Ingat, ia hampir tidak membuahkan lagi. Ia berkata: Berisahkan tentang danau Thabari (Tiberias).

Kami bertanya: Tentang apanya yang kau tanyakan? Ia menjawab: Apakah ada airnya? Mereka menjawab: Airnya banyak. Ia berkata: Ketahuilah, airnya lagi akan habis.

Ia berkata: Beritahukan saya tentang mata udara Zughar. dan mereka akan bertanya: Terkait apanya yang kau tanyakan? Ia berkata: Apakah disana ada airnya dan apakah penduduknya bercocok tanam dengan udara itu? Kami menjawab:

Ya, airnya banyak dan penduduknya bercocok tanam dengan udara itu. Ia berkata: Beritahukan padaku tentang Nabi orang-orang buta huruf, bagaimana keadaannya? Mereka akan menjawab: Ia sudah muncul dari Makkah dan tinggal di Yatsrib.Ia bertanya: Apakah orang-orang arab memeranginya?

Kami menjawab: Ya. Ia bertanya: Apa yang mereka kerjakan terhadapnya? Lalu kami menambahkan dia bahwa dia menang atas bangsa arab di setelahnya dan mereka menaatinya.

Dan ia akan bertanya pada mereka: Itu sudah terjadi? Kami menjawab: Ya. Ia berkata: Ingat, sesungguhnya itu baik bagi mereka untuk menaatinya. Aku akan kasih tau terhadapmu siapa aku. Aku adalah Al Masih (Ad-Dajjal) dan aku sudah hampir terbuka untuk keluar, aku akan keluar. ”(HR. Muslim - 5235)

Berdasarkan hadits di atas berarti Ad-Dajjal sudah mengungkap kunci-kunci karena perubahan yang menjadi indikator kapan akan berlaku untuk keluar dan menebar fitnah-fitnahnya. Dan salah satu indikator sudah mundur saat Ad-Dajjal keluar adalah bilamana udara Danau ini telah menyusut.

MATA AIR ZUGHAR


Mata Air Zughar sendiri masih menyambung dengan Danau Thabariyah, terletak di sebelah selatan danau tersebut, masuk ke dalam wilayah Syiria.

Mata air ini menjadi tumpuan utama bagi penduduk Syiria dan Palestina dalam mengairi perkebunan mereka. Keringnya Danau Thabariyah pasti akan diiringi oleh keringnya Zughar. Atau bisa jadi sebaliknya, Zughar yang lebih dahulu kering lalu disusul dengan keringnya Danau Thabariyah.

Tanda ini yang disebutkan Dajjal melalui pertemuannya dengan sahabat Rasulullah, Tamim Ad-Dari.

Ia (dajjal) berkata: "Beritahukan padaku tentang mata air Zughar. Mereka bertanya: Tentang apanya yang kau tanyakan? Ia berkata: Apakah disana ada airnya dan apakah penduduknya bercocok tanam dengan air itu?" Kami menjawab: Ya, airnya banyak dan penduduknya bercocok tanam dengan air itu.

Yaqut berkata, “Orang terpercaya bercerita kepadaku bahwa Zughar berada di ujung sebuah danau yang berbau busuk* pada sebuah lembah di sana. Jarak antara mata air itu dengan Baitul Maqdis sepanjang perjalanan tiga malam, daerah tersebut ada di sisi kota Hijaz, dan mereka memiliki perkebunan di sana [Lihat Mu’jamul Buldaan (III/142-143), dan kitab an-Nihaayah fii Ghariibil Hadiits (II/304)].

Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saw. bersabda :

Bersegeralah kamu beramal sebelum menemui fitnah (ujian berat terhadap iman) seumpama malam yang sangat gelap. Seseorang yang masih beriman di waktu pagi, kemudian pada waktu petang dia sudah menjadi kafir, atau (Syak Perawi Hadits) seseorang yang masih beriman di waktu petang, kemudian pada esok harinya, dia sudah menjadi kafir. Ia telah menjual agamanya dengan sedikit dari harta benda dunia.’ (HR. Muslim)

KEBUN KURMA BAISAN


Di zaman dahulu, Baisan merupakan sebuah wilayah yang sangat subur dengan ditumbuhi pohon kurma yang sangat banyak dan berbuah sangat lebat.

Baisan ini berada di Palestina, tepatnya di Al-Ghaur utara yang berdekatan dengan sungai Jalut. Kota ini memainkan peran yang penting dalam sejarah, berdasar letak geografisnya yang berada di persimpangan lembah sungai, yaitu lembah sungai Jordan dan lembah Jezreel.

Di dunia modern, kota ini juga memiliki peranan penting karena bertindak sebagai pusat kegiatan regional bagi beberapa desa di sekitarnya Beit She’an Valley Regional Council.

Dalam sebuah hadist, diceritakan bahwanya salah satu tanda dekatnya hari kiamat adalah jika pohon kurma Baisan sudah tidak berbuah.

Didalam sebuah riwayat yang disampaikan Imam Ahmad, disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah mengakhirkan shalat isya pada suatu malam Lalu Rasulullah SAW keluar dan bersaba :

Aku terhalangi oleh kisah yang diceriakan oleh Tamim ad Dari tentang seorang laki-laki di sebuah pulau di tengah laut”.

Salah Satu Percakapan sahabat nabi dengan seseorang yang dipercaya sebagai dajjal adalah sebagai berikut.

Dajjal Berkata Beritakanlah kepada saya tentang pohon-pohon korma yang ada didaerah Baisan?” Kami berkata,”Apa yang ingin kamu ketahui tentangnya?” Ia berkata,”Saya menanyakan apakah pohon-pohon korma itu berbuah?’ Kami menjawab,’Ya.’ Ia berkata,’Adapun pohon-pohon korma itu sebentar lagi hampir saja tidak akan berbuah.”

Meski masih menghasilkan buah, namun hasilnya tidak lagi seperti dulu. Dan sepertinya tidak lagi dikelola dengan baik. Terlebih lagi pada tahun 2015  terjadi wabah hama kumbang merah yang menggerogoti batang pohon kurma sehingga harus ditebang.

Wilayah baisan juga sering menjadi sasaran tembak mortir/rudal buah dari konflik antara muslim dan yahudi. Sehingga kerusakan banyak terjadi termasuk di kebun-kebun kurmanya.

Wallohua'lam Bisshowab

Itulah sedikit gambaran mengenai 3 tempat yang berada di Timur Tengah yang juga merupakan tanda bahwa Ad-Dajjal akan muncul.

Semoga kita semua tetap diberi keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh SWT agar terhindar dari Fitnah Ad-Dajjal di Dunia ini.

Amin ya Robbal'Alamiin

Sunday, March 5, 2017

Tempat dan Lokasi Turunnya Nabi ISA as di Akhir Zaman

Nabi Isa Alaihissalam yang oleh orang Nasrani disebut Yesus menjadi bahan kontroversi antara Islam, Nasrani, dan Yahudi. Orang Yahudi mempercayai bahwa mereka telah membunuh Isa, dan orang-orang Nasrani meyakini bahwa Isa telah disalib dan dikubur.

Namun, kaum Muslimin meyakini dengan jelas dan tegas bahwa Nabi Isa tidak disalib atau dibunuh, melainkan 'diangkat' oleh Allah SWT. Nabi Isa akan kembali ke dunia, di suatu masa, di akhir zaman.

Nabi Isa Alaihissalam adalah salah seorang dari lima nabi dan rasul yang diberi gelar 'Ulul Azmi, yakni memiliki sejumlah keistimewaan. Kelima nabi dan rasul yang mendapat gelar itu adalah Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad SAW.


''Ada 33 hadis shahih yang menegaskan bahwa Nabi Isa akan kembali turun ke bumi. Bahkan, ada yang mengatakan sampai 90 hadis,'' tutur Dr Muslih A Karim, dosen Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, pada sebuah kesempatan.

Dia lalu menyebutkan, ada tujuh ciri kedatangan kembali Nabi Isa:

Pertama, Nabi Isa akan turun di Menara Putih, yakni Masjid Bani Umayyah di Damaskus Timur.

Kedua, Isa akan membunuh Dajjal (gembong penjahat yang mengaku sebagai penyelamat) di Dataran Tinggi Golan (Syria).

Ketiga, Isa akan bertemu Ya'juz dan Ma'juz, dan semua tokoh jahat dan pengikutnya itu akan tewas.

Keempat, Isa akan mendakwahkan agama Tauhid seperti yang dibawa oleh Nabi Muhammad maupun nabi-nabi lain sebelumnya.

Kelima, Isa akan melakukan haji dan umrah.

Keenam, Isa datang, dunia penuh keberkahan. Misalnya, sebutir buah delima bisa membuat 40 orang kenyang.

Ketujuh, setelah Isa datang, selama tujuh tahun kondisi dunia sangat aman.

''Intinya, Nabi Isa sekarang ini belum meninggal. Dia akan turun lagi di akhir zaman untuk menegakkan Islam,'' ungkap Muslih.

Tempat Turunnya Nabi Isa AS


Sejak dilahirkan, Isa sudah memiliki keistimewaan (mukjizat), yakni bisa berbicara sejak dalam buaian (QS Ali Imran [3]:46, Almaidah [5]:110, Maryam [19]:29-33), menghidupkan orang mati dengan izin Allah, menciptakan burung dari tanah, menyembuhkan orang buta, sakit sopak (kusta) (lihat QS Ali Imran [3]:49), dan menyuguhkan hidangan dari langit (Almaidah [4]:114). Selain itu, Allah SWT juga memberikan padanya sebuah kitab suci, yakni Injil (QS Almaidah [5]:46).

Saat muncul rencana jahat dari kaum Bani Israil (Yahudi) yang bermaksud membunuhnya, Allah SWT kemudian menyelamatkannya dengan mengangkatnya ke langit. Orang yang dibunuh oleh Yahudi itu adalah orang yang diserupakan dengan Isa. Yang dibunuh tersebut adalah pengikut Isa yang telah berkhianat, yakni Yudas Iskariot.

''Dan, karena ucapan mereka, 'Sesungguhnya, kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, rasul Allah,' padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya, orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka. Mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.'' (Annisaa' [5]: 157).


Isa diselamatkan oleh Allah dengan jalan diangkat ke langit dan ditempatkan di suatu tempat yang hanya Allah SWT yang tahu tentang hal ini. Alquran menjelaskan peristiwa penyelamatan ini.


''Tetapi, (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan, adalah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (Annisaa' [5]:158).