Showing posts with label istri Yudistira. Show all posts
Showing posts with label istri Yudistira. Show all posts

Thursday, June 15, 2017

Kisah Istri dan Keturunan Yudistira dalam Mahabharata



Yudhistira adalah anak tertua Pandu dan Kunti, raja dan ratu dari Dinasti Kuru, dengan pusat administrasi di Hastinapura. Bagian pertama dari Buku Mahabharata (Adiparwa) menceritakan tentang kutukan yang dialami Pandu setelah membunuh seorang brahmana bernama Resi Kindama secara tidak sengaja. Sang brahmana dilanda panah Pandu saat dia dan istrinya berkopulasi dalam bentuk sepasang rusa.

Pada saat kematiannya, Resi Kindama telah mengutuk Pandu bahwa suatu hari ia akan meninggal saat bersenggama dengan istrinya. Dengan menyesal, Pandu meninggalkan tahta Hastinapura dan memulai kehidupan sebagai pertapa di hutan untuk mengurangi nafsu.

Kedua istrinya, Kunti dan Madri, dengan setia mengikutinya. Setelah lama tidak berproduksi, Pandu mengungkapkan niatnya untuk memiliki anak. Kunti yang menguasai mantra Adityahredaya segera mewujudkan keinginan suaminya. Mantra adalah ilmu pemanggil para dewa untuk mendapatkan seorang putra.

Dengan menggunakan mantra itu, Kunti berhasil membawa Dewa Dharma dan mendapatkan hadiah dari anak itu tanpa melalui hubungan intim. Putra pertama bernama Yudhistira. Dengan demikian, Yudhistira menjadi putra sulung Pandu, sebagai hasil pemberian Dharma, tuhan keadilan dan kebijaksanaan.

MASA MUDA YUDHISTIRA 

Yudhistira dan keempat adiknya, Bima (Bimasena), Arjuna, Nakula, dan Sadewa kembali ke Hastinapura setelah ayah mereka (Pandu) meninggal dunia. Saat itu, Hastinapura dipimpin oleh Dretarastra, saudara buta Pandu.

Kelima anak Pandu-yang dikenal sebagai Pandawa - membuat sepupu mereka, anak-anak Dretarastra (seratus Kaurava dipimpin oleh Duryodana) iri. Bisma (Penatua Dinasti Kuru) dan Widura (perdana menteri) lebih memilih Yudhishta daripada anak Dretarastra, jadi Duryodana merasa cemas saat Yudhistira dinobatkan sebagai putra mahkota. Duryodana mencoba menyingkirkan lima Pandawa, terutama Bima yang paling kuat.

Yudhistira, di sisi lain, selalu berusaha agar Bima tidak membalas tindakan Kaurava. Pandawa dan Kaurava kemudian mempelajari ilmu agama, hukum, dan administrasi negara daripada Crepi Rishi. Dalam pendidikannya, Yudhistira tampil sebagai murid paling cerdas. Krepa sangat mendukung jika tahta Hastinapura diserahkan ke Pandawa tertua.

Setelah itu, Pandawa dan Kauravas belajar ilmu perang ke Resi Drona. Dalam pendidikan kedua ini, Arjuna tampil sebagai murid paling cerdas, terutama dalam ilmu memanah. Sementara itu, Yudhistira sendiri lebih ahli dalam menggunakan senjata tombak.

PERNIKAHAN YUDISTIRA 

Setelah bertahan dalam pembunuhan konspirasi oleh Duryodana dan Sangkuni, Pandawa dan Kunti melewati kota Ekachakra, kemudian tinggal sementara di kerajaan Panchala.

Arjuna berhasil memenangkan kontes di kerajaan dan memperoleh seorang putri cantik bernama Dropadi. Kunti secara tidak sengaja memerintahkan agar Draupadi dibagi menjadi lima. Akibatnya, Draupadi menjadi istri kelima Pandawa. Dari pernikahan ke Yudhistira, Draupadi melahirkan Pratiwindya. Istri keduanya bernama Dewika, putri Gowasana dari suku Saibya, dan memiliki seorang putra bernama Yodeya.

MENJADI RAJA INDRAPRASTA 

Setelah menikahi Draupadi, Pandawa kembali ke Hastinapura dan menerima sambutan yang luar biasa, kecuali Duryodana. Persaingan antara Pandawa dan Kaurava di atas takhta Hastinapura kembali terjadi. Para tetua akhirnya setuju untuk memberi Pandawa bagian dari kerajaan. Korawa mendapat istana Hastinapura, sedangkan Pandawa mendapat hutan Kandawaprastha sebagai tempat untuk membangun istana baru. Meski daerahnya sangat gersang dan angker, namun Pandawa rela menerima daerah tersebut.

Selain wilayahnya yang hampir setengah wilayah kerajaan Kuru, Kandawaprastha juga merupakan ibu kota bekas kerajaan Kuru, sebelum Hastinapura. Pandawa dibantu oleh sepupu mereka, yaitu Krishna dan Baladewa, dan berhasil membuka Kandawaprastha ke permukiman baru. Pandawa kemudian mendapatkan bantuan dari Wiswakarma, master bangunan terampil dari surga, dan juga Anggaraparna dari negara Gandharwa. Maka dibuat sebuah istana megah dan indah yang disebut Indraprastha, yang berarti "kota dewa Indra".

Prabu Yudhistira juga mempunyai dua saudara kembar lain ibu, yaitu ; Ditya Sapujagad bertempat tinggal di kesatrian Sawojajar, dan Ditya Sapulebu di kesatrian Baweratalun.Prabu Yudhistira menikah dengan Dewi Rahina, putri Prabu Kumbala, raja jin negara Madukara dengan permaisuri Dewi Sumirat.

Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putri bernama Dewi Ratri, yang kemudian menjadi istri Arjuna.Ketika hutan Mertani berhasil ditaklukan keluarga Pandawa berkat daya kesaktian minyak Jayengkaton milik Arjuna pemberian Bagawan Wilwuk/Wilawuk, naga bersayap dari pertapaan Pringcendani.

Prabu Yudhistira kemudian menyerahkan seluruh negara beserta istrinya kepada Puntadewa, sulung Pandawa, putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti. Prabu Yudhistira kemudian menjelma atau menyatu dalam tubuh Puntadewa, hingga Puntadewa bergelar Prabu Yudhistira. Prabu Yudhistira darahnya berwarna putih melambangkan kesuciannya.