Social Items

Tampilkan postingan dengan label Virus Corona. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Virus Corona. Tampilkan semua postingan
TULUNGAGUNG JATIM - Gugus Tugas Covid-19 Tulungagung melakukan penelusuran terhadap orang terdekat pasien yang positif corona. Hasilnya, dua orang dinyatakan positif setelah dilakukan rapid test.

Kasi P2P Dinas Kesehatan Tulungagung Didik Eka mengatakan mereka merupakan orang yang melakukan kontak langsung dengan pasien positif corona AH asal Kecamatan Bandung. Meskipun telah dinyatakan positif dalam rapid test, keduanya belum tentu positif virus corona, sebab rapid test merupakan instrumen awal untuk melakukan screening.

"Untuk selanjutnya mereka akan dilakukan pengambilan swab tenggorokan, untuk diperiksa di laboratorium yang telah ditentukan. Nah hasil lab itulah yang nantinya menjadi patokan pasti," kata Didik Eka, Jumat (3/4/2020).

"Untuk selanjutnya mereka akan dilakukan pengambilan swab tenggorokan, untuk diperiksa di laboratorium yang telah ditentukan. Nah hasil lab itulah yang nantinya menjadi patokan pasti," kata Didik, Jumat (3/4/2020).

Didik Eka menegaskan dengan hasil rapid test itulah tim kesehatan meningkatkan status dari Orang Dalam Pemantauan (ODP) menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Konsekuensinya, pasien harus melakukan isolasi dengan disiplin, di rumahnya sendiri atau di rumah sakit.

Sementara itu dari data di Gugus Tugas Covid-19 Tulungagung, jumlah ODP saat ini 789 jiwa, sedangkan jumlah total PDP sebanyak 46 orang. "Rinciannya 16 orang masih dalam perawatan di fasilitas kesehatan dan 24 orang sembuh dan boleh pulang. Untuk yang positif corona tetap satu orang," kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Tulungagung, Bambang Triono.

Rapid Test Orang Di Tulungagung, 2 Dinyatakan Positif Corona

SURABAYA - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan pernyataan pers untuk update data kasus Covid-19 di Jatim. Hingga 3 April 2020 pukul 17.30 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 9435 orang, 717 orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan 152 positif Covid-19 (coronavirus)

“Jadi, total 152 orang yang positif Covid-19 di Jatim, ada tambahan 49 orang dari data kemarin 103 orang. Yang sembuh bertambah enam menjadi 28 orang dan meninggal 11 orang,” katanya kepada wartawan usai Konferensi Pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (3/4/2020) malam.

Gubernur merinci yang positif 152 orang di Jatim itu terdiri dari 77 dari Surabaya, 10 dari Malang Raya, 1 Kota Batu, 9 dari Magetan, 14 dari Sidoarjo, 4 Kabupaten Kediri, 1 Kota Kediri, 4 Gresik, 1 Kabupaten Blitar, 1 Kota Blitar, 3 Lumajang, 2 Jember, 6 Situbondo, 1 Banyuwangi, 1 Pamekasan, 1 Tulungagung, 1 Jombang, 4 Nganjuk, 1 Kabupaten Madiun dan 10 Lamongan.

Dari data tersebut, ada 11 pasien yang meninggal, yakni 1 di Malang, 4 di Surabaya, 2 di Sidoarjo, 1 di Gresik, 1 di Kediri, 1 di Magetan dan 1 Pamekasan.

Ada 28 yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, 3 dari RSU Saiful Anwar Malang, 16 dari Surabaya (RSUD dr Soetomo Surabaya dan RSUA Surabaya), 1 dari Kabupaten Blitar dan 8 dari Magetan.

Untuk itu, Gubernur Khofifah menegaskan, agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan memaksimalkan langkah pencegahan Covid-19.

“Tetap menjaga jarak sosial, melakukan olah raga, tinggal di rumah dan keluar hanya urgent, pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan yang baik atau jangan mengundang atau datang ke keramaian dulu. Jangan melakukan suasana yang menjadikan panik. Penyebaran Covid-19 ini jangan pernah dianggap sepele. Kewaspadaan harus berlapis,” pungkasnya.

Update Corona Di Jatim: 152 Positif Dan 11 Meninggal

KEDIRI JATIM- DR Joni Wahyuhadi Sp. BS - Ketua Gugus Kuratif Covid-19 Provinsi Jatim menegaskan tidak ada penambahan pasien positif Covid-19 di Jawa Timur per hari ini, Kamis 2 April 2020.  Tetapi jumlah ODP dan PDP masih mengalami kenaikan.
 

Saat dikonfirmasi, JONI WAHYUHADI meminta seluruh masyarakat dapat mengikuti himbauan pemerintah setempat untuk menerapkan Physical Distancing, menggunakan masker apabila terpaksa keluar rumah untuk hal darurat. Selain itu juga selalu cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air yang mengalir.
 
JONI berharap, tidak ada penambahan pasien positif Covid-19 itu pertanda baik. Ini adalah suatu tanda bahwa sudah muncul herd immunity atau kekebalan suatu kelompok masyarakat untuk melawan virus dalam tubuh mereka. Dia menyayangkan, masih banyak masyarakat yang tidak patuh terhadap himbauan pemerintah. Apalagi soal menjaga jarak dan pemakaian masker ketika ada di keramaian. Padahal penularan Covid-19 bisa melalui droplet atau percikan air liur orang positif terinfeksi virus ini.
 
Selain itu, Pemrov Jatim akan memberikan perhatian khusus untuk BMI (Buruh Migran Indonesia) yang datang ke Jawa Timur. Protokol kesehatan pun telah disiapkan untuk kedatangan WNI dari berbagai negara termasuk, Malaysia. Pemeriksaan kesehatan akan dilakukan Pemrov Jatim.

Update Corona Di Jatim: Pasien Positif Corona Tak Bertambah

MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte, memiliki cara tersendiri untuk melindungi warganya dari virus Corona (COVID-19). Salah satu cara yang dipakainya bahkan terbilang kejam, yaitu mengancam menembak mati orang yang melanggar aturan pemerintahannya.

Duterte mengeluarkan aturan setelah menetapkan Filipina lockdown untuk menghindari virus Corona. Bagi orang yang melanggar aturan lockdown, Duterte mengancam akan memerintahkan aparat penegak hukum untuk menembak mati.

Tak hanya itu, dia juga mengancam akan menghentikan bantuan pangan dan uang tunai jika ada yang berbuat rusuh saat lockdown. Ancaman ini disampaikan Duterte beberapa jam setelah polisi membubarkan sebuah unjuk rasa di kawasan kumuh pinggiran kota Quezon, yang menuntut bantuan pangan.

"Jika Anda ingin menembak, tentu saja. Jika Anda ingin memukul, saya tidak akan ragu-ragu. Perintah saya untuk polisi, militer dan desa-desa, jika ada masalah dan ada peristiwa saat Anda bertarung dan nyawa Anda terancam, tembak mati mereka," tegas Duterte dalam pidato via televisi seperti dilansir Associated Press dan Reuters, Kamis (2/4/2020).

"Apakah itu dipahami? Mati. Daripada membuat masalah, saya akan menguburkan Anda," imbuhnya.

Duterte juga menyatakan dirinya akan meminta kepolisian untuk menghukum orang yang menyerang dokter dan tenaga medis saat pandemi virus Corona merajalela. Jika ada yang nekat menyerang, dia meminta polisi menghukum pelaku penyerangan dengan zat kimia beracun.

Dia bahkan mencetuskan untuk menuangkan zat beracun ke para pelaku atau memaksa mereka meminumnya. Dia juga menyebut orang yang membuat masalah atau melanggar aturan lockdown akan kelaparan di dalam penjara.

Meski cara-cara sadis dilakukan Duterte, dia tetap menyatakan bertanggung jawab. Dia pun menunjuk seorang mantan jenderal militer untuk bertanggu g jawab mengamankan bantuan pangan dan uang tunai untuk warga.

"Jadi biarkan ini menjadi peringatan untuk semua, patuhi pemerintah saat ini karena sangat penting bahwa kita memiliki ketertiban," pungkas Duterte.

Presiden Filipina Akan Tembak Mati Warga Demi Cegah Virus Corona

KEDIRI JATIM - Juru Bicara Gugus Tugas Corona Kabupaten Kediri, dr AHMAD CHOTIB, membantah informasi adanya warga Kabupaten Kediri yang sudah sembuh dari virus corona kamis 02/04/2020.

Sebab sampai saat ini dua pasien yang dinyatakan positif, satu diantaranya masih mendapat perawatan di RSUD Pare dan yang satu sudah meninggal dunia.

Kedua pasien tersebut warga Pare Kediri. Untuk pasien yang sedang dirawat kondisinya semakin hari semakin membaik.

Pasien nomer dua terinveksi corona ini sesuai trackingnya pulang bekerja dari Bekasi, karena merasa kurang enak badan dia memeriksakan diri ke RSUD Pare. Semenjak itu pasien nomer dua ini menjalani perawatan dan dinyatakan positif.

Sejauh ini Pasien Dalam Pengawasan ( PDP) asal Kabupaten Kediri yang dirawat sebanyak lima orang. Satu orang dirawat di RS Gambiran, dua orang di rawat di RSUD Pare dan dua orang dirawat di RS HVA Tulungrejo Pare.

Kelimanya dirawat sesuai dengan prosedur pasien corona. Kondisi mereka semakin hari semakin membaik. Untuk ketersediaan APD di rumah sakit rujukan masih tercukupi, namun di Puskesmas dan Klinik sangat terbatas.

Kondisi Pasien Positif Corona Di Kediri Semakin Membaik

NGANJUK JATIM - Wakil Bupati Nganjuk, DR. Drs. H. MARHAEN DJUMADI S.E., S.H., M.M., M.BA, mengatakan, 4 warganya positif Covid-19 pada kamis 02/04/2020. Dua orang pasien berasal dari wilayah Gondang, sedangkan sisanya dari Prambon dan Patianrowo.

Saat ini mereka dirawat di RSUD Nganjuk. Diduga mereka terpapar Covid-19 setelah mengikuti pelatihan petugas haji di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya pada 9-18 Maret lalu.

Hal ini diketahui, saat mereka mengalami batuk-batuk selesai mengikuti pelatihan. Setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya mereka positif Covid-19. Gerak cepat Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk dengan melakukan rapid test kepada keluarga pasien.

Sejauh ini hasilnya negatif. Tapi mereka tetap diharuskan melaksanakan isolasi mandiri. Dengan adanya kejadian ini, MARHAEN DJUMADI ikut prihatin. Harapannya supaya kegiatan yang mengundang massa ataupun kerumunan, meski itu kegiatan formal perlu ditiadakan.

Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk kini berkoordinasi dengan kepala desa, puskesmas dan dinas kesehatan untuk melakukan isolasi, terutama pada daerah sekitar tempat tinggal keempat pasien positif Corona.

Selain itu juga dilakukan tracing atau penelusuran terhadap seluruh kontak yang pernah dilakukan pasien. MARHAEN mengatakan, selain empat positif Covid-19, di wilayah Nganjuk saat ini terdapat  8 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 27 orang dalam pemantauan (ODP).

4 Warga Positif Corona, Wilayah Nganjuk Jadi Zona Merah

KEDIRI JATIM - Walikota Kediri ABDULLAH ABU BAKAR mengatakan, satu lagi warga Kota Kediri yang positif COVID-19.

Kepastian itu didapat setelah keluarnya hasil lab swab dari pasien tersebut, sore ini 01/04/2020. Pasien kedua tersebut berasal dari Balowerti Kota Kediri.

Saat dikonfirmasi Walikota Kediri Bpk ABU mengatakan dengan tambahan satu pasien tersebut berarti saat ini total ada dua warga Kota Kediri yang dinyatakan positif corona.

Kedua pasien tersebut kini masih dalam perawatan di RSUD SLG Kediri. Walikota mengatakan, antara pasien 1 dan 2 masih mempunyai keterkaitan kontak satu sama lain.

Keluarga pasien juga dilakukan rapid test, hasilnya negatif. Namun tetap harus menjalankan isolasi mandiri.

Dengan terus bertambahnya jumlah pasien virus Corona ini, Walikota Kediri ABDULLAH ABU BAKAR meminta warga agar semakin sadar untuk melakukan self isolation (isolasi secara mandiri) untuk memutus mata rantai COVID-19.

Warga Positif Corona Di Kota Kediri Tambah Satu Orang

Loading...