Tampilkan postingan dengan label Virus Corona. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Virus Corona. Tampilkan semua postingan
PROBOLINGGO JATIM - Tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr Mochamad Saleh Kota Probolinggo meninggal terpapar COVID-19. Ia mengembuskan napas terakhir setelah dirawat 7 hari, di ruang isolasi bertekanan negatif.


Nakes tersebut yakni Sumarsono (47), warga Jalan Gubernur Suryo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Ia sehari-hari berdinas sebagai tenaga kesehatan di Ruang OKA atau bagian operasi di RSUD dr Mochamad Saleh.

Plt Direktur RSUD dr Mochamad Saleh, dr Abbrar Khuddah membenarkan bahwa salah satu nakesnya meninggal terpapar COVID-19. Pihaknya berduka atas gugurnya sang nakes.

"Benar tenaga kesehatan meninggal dunia akibat paparan COVID-19. Sangat kehilangan kepergian almarhum, dan baik juga sangat disiplin saat kerja di ruangan operasi. Semoga kepergian almarhum khusnul khotimah dan diterima di sisi Allah SWT," ujar dr Abbrar, Jumat (27/11/2020).

Wali Kota sekaligus Ketua Satgas COVID-19 Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin juga turut berduka atas meninggalnya kembali seorang tenaga kesehatan di RSUD dr Mochamad Saleh. Pihaknya mengimbau para nakes untuk terus menjaga kesehatan dalam bertugas.

"Kami turut berduka cita tenaga kesehatan RSUD dr Mochamad Saleh Kota Probolinggo meninggal dunia terpapar COVID-19a. Sejak sebulan, 32 orang sudah meninggal dunia akibat paparan COVID-19. Dan penambahan orang juga mengalami kenaikan," kata Hadi.

Hari ini juga ada 2 pasien COVID-19 di Kota Probolinggo yang meninggal. Pemerintah dan Satgas COVID-19 mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Lalu akan terus menggalakkan operasi prokes, agar penyebaran COVID-19 tidak meluas.

Sumber : detik.com

Nakes Di Probolinggo Meninggal Dunia Terpapar Covid-19

TULUNGAGUNG JATIM - Masuk Zona Kuning, hiburan dalam hajatan di Tulungagung sudah diperbolehkan, asalkan tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan. Hiburan yang diperbolehkan hanya untuk menghibur tamu saat melangsungkan pernikahan atau khitanan, bukan hiburan konser yang digelar dengan banyak orang. 

Meski begitu, tetap harus ada ijin dari gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung.

Saat dikonfirmasi Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung GALIH NUSANTORO mengatakan, setelah ditetapkan wilayah Tulungagung masuk zona kuning penyebaran virus Corona, ada relaksasi bagi masyarakat untuk melakukan hajatan yang di dalamnya ada hiburan. 

Meski diperbolehkan, tetap ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satunya, sebelum menggelar hajatan, harus mengurus ijin ke gugus tugas.

GALIH juga menjelaskan, jika di suatu daerah yang akan menggelar hajatan ada proses tracing untuk mengetahui kontak erat pasien positif Covid-19, maka hajatan tidak diperbolehkan. Jadi, tidak semua hajatan dan hiburan diijinkan. Tetap harus melihat potensi atau kerawanan penyebaran virus corona.

Meskipun diperbolehkan ada hiburan saat menggelar hajatan, GALIH mengingatkan, harus memperhatikan beberapa poin. Antara lain, tamu undangan hanya melihat saja di tempat duduk masing-masing, dan tidak ikut berjoged. 

Tamu yang hadir juga dibatasi, bisa dilakukan dengan pembagian shift. Misalnya kapasitas lokasi menampung 100 orang, maka harus terbagi menjadi tiga sift. Dan, wajib menerapkan protokol kesehatan. 

Langkah ini, untuk menekan penyebaran virus Corona sehingga tidak timbul klaster hajatan.

Sumber : andikafm.com

Tulungagung Zona Kuning, Acara Hiburan dan Hajatan Diperbolehkan

BLITAR JATIM - Tujuh santri Suluk Thareqah terkonfirmasi positif COVID-19. Mereka tertular dari satu di antara santri saat mengikuti suluk bersama selama beberapa hari.

Jubir Satgas COVID-19, Krisna Yekti mengatakan, sepulang dari suluk seorang santri dari Wonodadi mengalami gejala. Saat dilakukan tes swab ternyata hasilnya positif.

"Langsung kami tracing dan testing, hasilnya ada dua santri dari Nglegok dan Udanawu hasilnya juga positif," ungkapnya kepada wartawan, Rabu (7/10/2020).

Mengetahui hasil itu, Krisna mengaku pihaknya memperluas tracing termasuk terhadap sekitar 450 santri yang menempati pondok pesantren di satu areal dengan pondok suluk kawasan Mantenan Kecamatan Udanawu ini.

"Alhamdulillah para santri yang satu areal dengan pondok suluk hasil rapid testnya non reaktif semua. Tapi untuk yang santri suluk ada tambahan empat orang semuanya warga Kecamatan Wonodadi," ungkapnya.

Sumber : detik.com

7 Santri Thareqah Di Blitar Positif Corona

KEDIRI JATIM – Presiden Klub Persik Kediri Abdul Hakim Bafagih dinyatakan positif Covid-19. Hasil tersebut diketahui dari swab test yang dilakukan di Jakarta, Rabu sore lalu (30/9/2020). Saat ini, salah satu presiden klub termuda di Liga 1 itu  tengah menjalani isolasi mandiri. “Rabu swab test, Kamis pagi (1/10/2020) dikabari kalau positif,” kata Hakim.


Dia mengaku, rutin melakukan tes pencegahan Covid-19 selama beraktivitas di Ibu Kota. Hal itu mengingat kegiatannya yang bertemu banyak orang setiap hari. Sejauh ini, Hakim mengakui kondisinya baik. “Alhamdulillah, saya dalam keadaan sehat. Tidak ada gejala apa pun,” ungkapnya.

Sebagai salah satu upaya menekan penyebaran Covid-19, dia tetap mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah. Selain karantina, Hakim kembali melakukan swab test pada Jumat (2/10/2020). Dan hasilnya baru diketahui Senin besok lusa (5/10/2020).

Dengan kejadian itu, Hakim meminta masyarakat harus lebih disiplin mematuhi protokol kesehatan. Salah satunya dengan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).

“Saya ingin berpesan jangan mengabaikan protokol kesehatan. Apa yang saya alami menunjukkan, sehati-hatinya kita masih berpotensi terpapar Covid-19,” ujarnya. 

Presiden Klub Persik Kediri Positif Covid-19

BOJONEGORO JATIM– Lima orang tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Bojonegoro meninggal dunia karena terpapar Corona Virus Disease (Covid-19). Terakhir, tadi pagi salah seorang dokter di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo meninggal dunia.



Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro Masirin, sejauh ini sudah ada lima Nakes di Bojonegoro yang meninggal dunia karena terpapar Covid-19. Profesi nakes dinilai masih rentan karena bersinggungan langsung dengan pasien.


“Makanya kita berharap agar tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, sehingga paling tidak dijauhkan dari virus Corona,” ujarnya, Rabu (30/9/2020).


Sementara Humas RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Kabupaten Bojonegoro Thomas Djaja mengatakan, satu orang dokter yang meninggal dunia atas nama Yohanes P Rubianto (54) bagian Radiografer. Dia meninggal dunia terpapar Covid-19 dengan penyakit penyerta diabetes mellitus.


Seperti diketahui dr Yohanes meninggal sekitar pukul 06.00 WIB tadi pagi. Prosesi pemakaman dilakukan dengan protokol kesehatan. Sejumlah nakes yang lain memberi penghormatan terakhir sebelum jenazah dimakamkan.


Sumber : beritajatim.com

Lima Tenaga Medis Di Bojonegoro Meninggal Terpapar Covid-19

PROBOLINGGO JATIM - Pada Jumat (18/9), kasus positif COVID-19 baru di Kabupaten Probolinggo mencapai 145 orang. Penyumbang terbanyak yakni klaster pabrik rokok.

Dari total 145 kasus, 85 persennya merupakan karyawan 2 pabrik rokok. Sedangkan 15 persen lainnya dari kontak erat pasien COVID-19 di rumah sakit.

Penyumbang terbanyak di Kabupaten Probolinggo yakni Kecamatan Paiton, sebanyak 24 kasus. Kecamatan Kotaanyar sebanyak 20 kasus, Kecamatan Pakuniran sebanyak 16 kasus, Kecamatan Kraksan 15 kasus, Kecamatan Pajarakan dan Besuk ada 14 kasus.

Kecamatan Gending sebanyak 10 kasus, Kecamatan Krejengan penambahan 9 kasus, Kecamatan Maron dan Gading ada 8 kasus, Kecamatan Banyuanyar ada 2 kasus, Kecamatan Tiris ada 1 kasus, Kecamatan Dringu 1 kasus, dan Kecamatan Lumbang 2 kasus.

Mengantisipasi terulangnya kembali penambahan jumlah Kasus yang signifikan, pemerintah dan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo, terus melakukan tracing keluarga dan yang kontak erat dengan pasien. Lalu melokalisir area untuk sementara, memberhentikan operasional 2 pabrik untuk disinfeksi, dan sterilisasi pada seluruh area pabrik.

Langkah kedua, petugas berupaya melakukan pemutusan mata rantai penularan COVID-19 di titik rawan. Langkah ketiga tim Satgas COVID-19 melakukan upaya perawatan pasien Corona tanpa ada gejala ke rumah sehat, dan untuk pasien dengan gejala sakit parah langsung dilakukan upaya perawatan di rumah sakit, yang ditunjuk oleh Satgas COVID-19 setempat. Seperti yang disampaikan Jubir Ketua Pelaksana Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo Dr Dewi Veronica.

"Penambahan 145 orang terpapar COVID-19 di Kabupaten Probolinggo terlalu tinggi. Membuat pemerintah dan tim Satgas COVID-19 melakukan upaya tracing kontak erat dengan pasien, dan melakukan sterilisasi di area 2 pabrik karyawannya banyak terpapar Corona. Dan upaya penyembuhan pasien dan terus menggelar razia protokol kesehatan," ujar dr Dewi dalam rilis yang diterima wartawan, Sabtu (19/9/2020).

Kemudian Koordinator Gakkum Gugus Tugas Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan, mulai Senin (21/9) Operasi Yustisi soal penggunaan masker akan menerapkan sanksi denda Rp 200 ribu.

"Masih banyak ditemukan warga tidak pakai masker saat razia protokol kesehatan, dan jumlah orang terpapar COVID-19 terus meningkat. Forkopimda dan Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo akan memberlakukan sanksi denda mulai Senin (21/9) besok. Setiap pelanggar akan disanksi sebesar Rp 200," kata Ugas.

Data terkini dari Dinkes Kabupaten Probolinggo, total kasus positif COVID-19 mencapai 866 orang. Yang sudah sembuh 527 orang. Yang masih dirawat 299 orang dan yang meninggal dunia mencapai 40 orang.

Sumber : detik.com

Dalam Sehari, 145 Orang Di Probolinggo Kena COVID-19

BATU MALANG - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Batu menerima hasil swab santri Ponpes Al Izzah. Dari 748 orang yang menjalani test, 31 orang dinyatakan positif COVID-19.

"Saat ini 31 orang yang dinyatakan positif COVID-19, dalam kondisi tidak bergejala dan telah dilakukan isolasi secara mandiri di fasilitas pondok pesantren," kata Jubir Satgas COVID-19 Kota Batu, M Chori dalam keterangannya, Jumat (18/9/2020).

Menurut Chori, isolasi mandiri di bawah pengawasan intensif oleh Dinkes Jatim, Dinkes Kota Batu, dan rumah sakit rujukan bagi seluruh santri dan pengelola.

"Yang termasuk kategori kontak erat dengan kasus konfirmasi positif seluruhnya juga telah menjalani karantina mandiri di lokasi yang terpisah dengan kasus terkonfirmasi," tuturnya.

Sampel swab diambil mulai 31 Agustus sampai dengan 13 September 2020, yang melibatkan Dinkes Jatim, puskesmas dan rumah sakit di Kota Batu.

Chori membeberkan, kasus pertama kali muncul di Ponpes Al Izzah pada 23 Agustus 2020 lalu. Satu santri inisial H (14), dinyatakan positif COVID-19 dari swab mandiri, dan kemudian menjalani perawatan di National Hospital, Kota Surabaya.

Sumber : detik.com

31 Santri Ponpes Al Izzah Kota Batu Positif Covid-19

LAMONGAN JATIM - Sebelas santri di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Babat, Lamongan positif COVID-19. Mereka kini diisolasi di ponpes tersebut dengan standar kesehatan dan dalam pengawasan tim Satgas.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Lamongan, Arif Bachtiar membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, jumlah awal yang diketahui yakni 11 santri. Satgas sudah turun ke lokasi untuk melakukan tes swab di ponpes tersebut.

"Jumlah awal diketahui ada 11 santri, Satgas sudah ke lokasi dan tidak dilakukan rapid, tapi swab agar hasilnya lebih akurat," kata Arif saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (18/9/2020).

Arif menambahkan, para santri yang positif COVID-19 sudah diisolasi di tempat khusus di pondok. Yakni di ruangan yang sesuai dengan standar. Selama masa pemantauan, para santri juga dibantu asupan makanan untuk suplai gizi dan memulihkan kesehatannya.

"Isolasi di tempat khusus di dalam pondok dengan diawasi langsung oleh tim Satgas. Tempat juga sudah dilihat dan memenuhi syarat serta tempatnya terpisah dari santri yang sehat," tambahnya.

Upaya lain yang dilakukan Satgas yakni melakukan tracing kepada para keluarga santri dan melakukan sterilisasi lingkungan pondok. Pondok yang berlokasi di Kecamatan Babat itu juga telah ditutup dan untuk sementara proses belajar mengajar ditiadakan.

Arif juga menambahkan, dari 11 santri yang diketahui positif itu sudah ada yang sembuh. "Sudah dilokalisir dengan harapan tidak ada penyebaran. Isolasi akan dilakukan sampai masa inkubasi 14 hari." tambahnya.

Adanya 11 santri positif COVID-19 ini juga mendapat perhatian anggota Forkopimda Lamongan. Bupati Fadeli, Kapolres AKBP Harun dan Dandim 0812 Letkol Inf Sidiq Wiyono didampingi Satgas, bertandang ke ponpes tersebut untuk memberikan bantuan sembako, kepada Santri yang saat ini menjalani isolasi mandiri di dalam pondok.

Sumber : detik.com

11 Santri Di Pondok Pesantren Lamongan Positif Corona