Showing posts with label Nasab sunan gunung jati. Show all posts
Showing posts with label Nasab sunan gunung jati. Show all posts

Thursday, May 24, 2018

Silsilah Dan Garis Keturunan Sunan Bonang (Maulana Makdum Ibrahim)

Sunan Bonang dilahirkan pada tahun 1465, dengan nama Raden Maulana Makdum Ibrahim. Beliau adalah putra Sunan Ampel dan Nyai Ageng Manila.

Kuwaluhan.com

Bonang adalah sebuah desa di kabupaten Rembang. Nama Sunan Bonang diduga adalah Bong Ang sesuai nama marga Bong seperti nama ayahnya Bong Swi Hoo alias Sunan Ampel.

Sunan Bonang wafat pada tahun 1525 M, dan saat ini makam aslinya berada di kota Tuban. Lokasi makam Sunan Bonang ada dua karena konon, saat dia meninggal, kabar wafatnya dia sampai pada seorang muridnya yang berasal dari Madura.

Sang murid sangat mengagumi dia sampai ingin membawa jenazah dia ke Madura. Namun, murid tersebut tak dapat membawanya dan hanya dapat membawa kain kafan dan pakaian-pakaian dia.

Saat melewati Tuban, ada seorang murid Sunan Bonang yang berasal dari Tuban yang mendengar ada murid dari Madura yang membawa jenazah Sunan Bonang. Mereka memperebutkannya.

Dalam Serat Darmo Gandhul, Sunan Bonang disebut Sayyid Kramat merupakan seorang Arab keturunan Nabi Muhammad.

SILSILAH KETURUNAN SUNAN BONANG

Silsilah yang menghubungkan Sunan Bonang dan Nabi Muhammad:


  • Sunan Bonang (Makdum Ibrahim) bin
  • Sunan Ampel (Raden Rahmat) 
  • Sayyid Ahmad Rahmatillah bin
  • Maulana Malik Ibrahim bin
  • Syekh Jumadil Qubro (Jamaluddin Akbar Khan) bin
  • Ahmad Jalaludin Khan bin
  • Abdullah Khan bin
  • Abdul Malik Al-Muhajir (dari Nasrabad,India) bin
  • Alawi Ammil Faqih (dari Hadramaut) bin
  • Muhammad Sohib Mirbath (dari Hadramaut) bin
  • Ali Kholi' Qosam bin
  • Alawi Ats-Tsani bin
  • Muhammad Sohibus Saumi'ah bin
  • Alawi Awwal bin
  • Ubaidullah bin
  • Muhammad Syahril
  • Ali Zainal 'Abidin bin
  • Hussain bin
  • Ali bin Abi Thalib (dari Fatimah az-Zahra binti Muhammad SAW)


KETURUNAN SUNAN BONANG

Sunan Bonang (Raden Mahdum Ibrohim)  menikah dengan Dewi Hirah putrinya Raden Jakandar memiliki satu orang putri bernama Dewi Ruhil, dan mempunyai 2 orang putra namun belum jelas nama ibunya yaitu :

  • Dewi Ruhil 
  • Jayeng Katon 
  • Jayeng Rono

Wallohua'lam Bisshowab

Itulah Silsilah dan Keturunan Sunan Bonang, jika ada kekurangan mohon beri kami masukkan. 

Inilah Silsilah dan Garis Keturunan Sunan Drajat (Raden Qosim)

Sunan Drajat bernama kecil Raden Syari­fuddin atau Raden Qosim putra Sunan Ampel yang terkenal cerdas. Setelah pelajaran Islam dikuasai, ia me­ngambil tempat di Desa Drajat wilayah Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan sebagai pusat kegiatan dakwahnya sekitar abad XV dan XVI Masehi. Ia memegang kendali keprajaan di wilayah perdikan Drajat sebagai otonom kerajaan Demak selama 36 tahun.

Kuwaluhan.com

Beliau sebagai Wali penyebar Islam yang terkenal berjiwa sosial, sangat memperha­tikan nasib kaum fakir miskin. Ia terle­bih dahulu mengusahakan kesejahteraan sosial baru memberikan pemahaman tentang ajaran Islam. Motivasi lebih ditekankan pada etos kerja keras, kedermawanan untuk mengentas kemiskinan dan menciptakan kemakmuran.

Usaha ke arah itu menjadi lebih mudah karena Sunan Drajat memperoleh kewenangan untuk mengatur wilayahnya yang mempu­nyai otonomi.

Sebagai penghargaan atas keberha­silannya menyebarkan agama Islam dan usahanya menanggulangi kemiskinan dengan menciptakan kehidupan yang makmur bagi warganya, ia memperoleh gelar Sunan Mayang Madu dari Raden Patah SultanDemak pada tahun saka 1442 atau 1520 Masehi.

SILSILAH SUNAN DRAJAT

Sunan Drajat mempunyai silsilah sebagai keturunan Nabi Muhammad saw dari garis keturunan

Fatimah az-Zahra dan Ali bin Abi Thalib
» Imam Husain
» Ali Zainal Abadin
» Muhammad al-Baqir
» Ja'far ash-Shadiq
» Ali al-Uraidhi
» Muhammad al-Naqib
» Isa ar-Rumi
» Ahmad al-Muhajir
» Ubaidullah
» Alwi Awwal
» Muhammad Sahibus Saumiah
» Alwi ats-Tsani
» Ali Khali' Qasam
» Muhammad Shahib Mirbath
» Alwi Ammi al-Faqih
» Abdul Malik Azmatkhan
» Abdullah Khan
» Ahmad Syah Jalal
» Jamaludin Akbar al-Husaini atau Syekh Jumadil Qubro
» Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik
» Raden Rahmat atau Sayyid Ahmad Rahmatillah atau Sunan Ampel dan Dewi Condrowati , yang kemudian lahir Raden Qasim atau Sunan Drajat .

KETURUNAN SUNAN DRAJAT

Naskah Badu Wanar dan Naskah Drajatmengkisahkan bahwa dari istri pertama yaitu Dewi Sufiyah mendapat keturunan tiga anak, Yaitu :

  • Pangeran Rekyana atau Pangeran Tranggana.
  • Pangeran Sandi.
  • Dewi Wuryan.

Itulah Garis Keturunan Sunan Drajat, jika ada kekurangan mohon beri kami masukkan. 

Silsilah Dan Garis Keturunan Sunan Giri (Raden Ainul Yaqin)

Sunan Giri merupakan buah pernikahan dari Maulana Ishaq, seorang mubaligh Islam dari Asia Tengah, dengan Dewi Sekardadu, putri Prabu Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa-masa akhir Majapahit.

Kuwaluhan.com

Namun kelahirannya dianggap telah membawa kutukan berupa wabah penyakit di wilayah tersebut. Maka ia dipaksa ayahandanya (Prabu Menak Sembuyu) untuk membuang anak yang baru dilahirkannya itu. Lalu, Dewi Sekardadu dengan rela menghanyutkan anaknya itu ke laut/selat bali sekarang ini.

Versi lain menyatakan bahwa pernikahan Maulana Ishaq-Dewi Sekardadu tidak mendapat respon baik dari dua patih yang sejatinya ingin menyunting dewi sekardadu (putri tunggal Menak sembuyu sehingga kalau jadi suaminya, merekalah pewaris tahta kerajaan. Ketika Sunan Giri lahir, untuk mewujudkan ambisinya, kedua patih membuang bayi sunan giri ke laut yang dimasukkan ke dalam peti.

Kemudian, bayi tersebut ditemukan oleh sekelompok awak kapal (pelaut) - yakni sabar dan sobir - dan dibawa ke Gresik. Di Gresik, dia diadopsi oleh seorang saudagar perempuan pemilik kapal, Nyai Gede Pinatih. Karena ditemukan di laut, dia menamakan bayi tersebut Joko Samudro.

Ketika sudah cukup dewasa, Joko Samudro dibawa ibunya ke Ampeldenta (kini di Surabaya) untuk belajar agama kepada Sunan Ampel. Tak berapa lama setelah mengajarnya, Sunan Ampel mengetahui identitas sebenarnya dari murid kesayangannya itu.

Kemudian, Sunan Ampel mengirimnya beserta Makdhum Ibrahim (Sunan Bonang), untuk mendalami ajaran Islam di Pasai. Mereka diterima oleh Maulana Ishaq yang tak lain adalah ayah Joko Samudro. Di sinilah, Joko Samudro yang ternyata bernama Raden Paku mengetahui asal-muasal dan alasan mengapa dia dulu dibuang.

SILSILAH SUNAN GIRI

Beberapa babad menceritakan pendapat yang berbeda mengenai silsilah Sunan Giri. Sebagian babad berpendapat bahwa ia adalah anak Maulana Ishaq, seorang mubaligh yang datang dari Asia Tengah. Maulana Ishaq diceritakan menikah dengan Dewi Sekardadu, yaitu putri dari Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa-masa akhir kekuasaan Majapahit.

Pendapat lainnya yang menyatakan bahwa Sunan Giri juga merupakan keturunan Rasulullah SAW, yaitu melalui jalur keturunan :

  • Husain bin Ali, 
  • Ali Zainal Abidin, 
  • Muhammad al-Baqir, 
  • Ja'far ash-Shadiq, 
  • Ali al-Uraidhi, 
  • Muhammad an-Naqib, 
  • Isa ar-Rumi, 
  • Ahmad al-Muhajir, 
  • Ubaidullah, 
  • Alwi Awwal, 
  • Muhammad Sahibus Saumiah, 
  • Alwi ats-Tsani, 
  • Ali Khali' Qasam, 
  • Muhammad Shahib Mirbath, 
  • Alwi Ammi al-Faqih, 
  • Abdul Malik (Ahmad Khan), 
  • Abdullah (al-Azhamat) Khan, 
  • Ahmad Syah Jalal (Jalaluddin Khan), 
  • Jamaluddin Akbar al-Husaini (Maulana Akbar), 
  • Ibrahim Zainuddin Al-Akbar As-Samarqandy (Ibrahim Asmoro), 
  • Maulana Ishaq, 
  • Ainul Yaqin (Sunan Giri). 

Umumnya pendapat tersebut adalah berdasarkan riwayat pesantren-pesantren Jawa Timur, dan catatan nasab Sa'adah BaAlawi Hadramaut.

Dalam Hikayat Banjar, Pangeran Giri (alias Sunan Giri) merupakan cucu Putri Pasai (Jeumpa?) dan Dipati Hangrok (alias Brawijaya VI). Perkawinan Putri Pasai dengan Dipati Hangrok melahirkan seorang putera.

Putera ini yang tidak disebutkan namanya menikah dengan puteri Raja Bali, kemudian melahirkan Pangeran Giri. Putri Pasai adalah puteri Sultan Pasai yang diambil isteri oleh Raja Majapahit yang bernama Dipati Hangrok (alias Brawijaya VI). Mangkubumi Majapahit masa itu adalah Patih Maudara.

KETURUNAN SUNAN GIRI DAR BEBERAPA ISTRINYA 

Sunan Giri disebutkan memiliki dua orang istri, yaitu Dewi Murtasiah binti Sunan Ampel dan Dewi Wardah binti Ki Ageng Bungkul.

Melalui istrinya Dewi Murtasiyah, Sunan Giri memiliki delapan anak, yaitu :

1. Ratu Gede Kukusan
2. Sunan Dalem.
3. Sunan Tegalwangi.
4. Nyai Ageng Seluluhur
5. Sunan Kidul
6. Ratu Gede Saworasa
7. Sunan Kulon (Panembahan Kulon)
8. Sunan Waruju

Sementara dari Dewi Wardah, beliau memiliki dua anak bernama :

1. Pangeran Pasirbata
2. Siti Rohbayat.

Menurut Serat Centini, Sunan Giri digantikan oleh putranya yang bernama Sunan Dalem (Maulana Zainal Abidin), yang memiliki 10 orang anak, yaitu :

1. Sunan Sedamargi
2. Sunan Prapen Adi
3. Nyai Ageng Kurugangurun
4. Nyai Ageng Kulakan
5. Pangeran Lor
6. Pangeran Dheket
7. Pangeran Bongkok
8. Nyai Ageng Waru
9. Pangeran Bulu
10. Pangeran Sedalaut.

Itulah Silsilah Sunan Giri dan Keturunannya dari beberapa istrinya.  Wallohua'lam Bisshowab

Silsilah dan Garis Keturunan Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah)

Syarif Hidayatullah adalah putera dari Syarif Abdullah Umdatuddin bin Ali Nurul Alim yang bergelar Sultan Mahmud (Sultan Hud) dan merupakan penguasa Mesir yang menikah dengan Nyi Mas Rara Santang puteri dari Jayadewata yang bergelar Sri Baduga Maharaja yang setelah menikah dengan Syarif Abdullah bergelar Syarifah Mudaim.

Kuwaluhan.com

Ayah Syarif Hidayatullah adalah seorang penguasa Mesir, putera dari Ali Nurul Alim bin Jamaluddin Akbar al-Husaini, seorang keturunan dari Sayyid Abdul Malik Azmatkhandan Alwi Amir Fakih Mesir.

Pada masa lalu terdapat puluhan naskah yang menjelaskan tentang silsilah Syarif Hidayatullah yang diklaim oleh beberapa pihak dan menimbulkan kesimpangsiuran sehingga pada masa pertemuan agung para cendekiawan, sejarahwan, bangsawan dan alim ulama senusantara dan mancanegara  pertama yang dimulai pada tahun 1677 di Cirebonmaka Pangeran Raja Nasiruddin (bergelar Wangsakerta) mengadakan penelitian dan penelusuran serta pengkajian naskah-naskah tersebut bersama para ahli-ahli dibidangnya.

Hasilnya pada tahun 1680 disusunlah kitab Negara Kertabumi yang didalamnya memuat bab tentang silsilah Syarif Hidayatullah (Tritiya Sarga) yang sudah diluruskan dari kesimpangsiuran klaim oleh banyak pihak.

Pelusuran sejarah tentang asal-usul Syarief Hidayatullah telah dilakukan oleh Pangeran Raja (PR) Nasiruddin dengan melakukan penelitian terhadap naskah naskah yang ada dengan dibantu oleh para ahli di bidangngnya dalam pertemuan agung Gotra Sawala pertama di Cirebon, penelusuran tersebut menghasilkan sebuah kitab yang diberi nama Negara Kertabhumi yang memuat bab tentang silsilah Syarief Hidayatullah dalam Tritiya Sarga, isinya sebagai berikut ;


  • Syarif Hidayatullah / Sayyid Al-Kamil / Susuhunan Jati / Susuhunan Cirebon, 
  • Syarif Abdullah + Nyi Hajjah Syarifah Mudaim binti Raja Pajajaran Sunda (Nyi Mas Rara Santang)
  • Ali Nurrul Alim + Puteri Mesir,
  • Jamaluddin Al-Husein,
  • Al-Amir Akhmad Syekh  Abdullah Jalaludin,
  • Amir Abdullah Khanuddin
  • Abdul Malik (India), 
  • Alwi Amir Fakih Mesir, 
  • Muhammad Alwi
  • Al-Gazam 
  • Ubaidillah 
  • Ahmad Al-Muhajir 
  • Isa Al-Bakir 
  • Idris Al-Muhammad An-Nakib 
  • Kasim Al-Kamil / Ali Al-Uraid
  • Jaffarus Sadik dari Parsi (Persia) 
  • Muhammad Al-Bakir
  • Zainal Abiddin 
  • Husein As-Sabti
  • Sayyidah Fatimah Al-Zahra RA  
  • Nabi Muhammad Rasulullah SAW 
  • Abdul Muthalib 
  • Hasyim
  • Abdul Manaf 
  • Kusyaiyi 
  • Kyai Kilab
  • Mauroh 
  • Kangab 
  • Luayyi 
  • Galib 
  • Fihir 
  • Malik 
  • Nadir 
  • Kinanah 
  • Khujaimah
  • Mudrikah 
  • Ilyas 
  • Mudar 
  • Nijar 
  • Mangad 
  • Adnan 
  • Addi 
  • Adad 
  • Hamyas 
  • Salaman 
  • Bista 
  • Sahail 
  • Jama 
  • Nabi Ismail
  • Nabi Ibrahim 
  • Tarikka 
  • Nakur,
  • Sarug,
  • Abir,
  • Syalik,
  • Pinan,
  • Arfakasyadz,
  • Sam,
  • Nabi Nuh,
  • Lamik,
  • Matuslak,
  •  Mahnauk,
  • Yaridz,
  • Mahkail,
  • Kinan
  • Anwas 
  • Syits
  • Nabi Adam dan Siti Hawa.


Versi kitab Syamsu Azh Zhahirah fi Nasabi Ahli al-Bait

Sebagaimana yang tercatat dalam silsilah Syarif Hidayatullah di sebuah organisasi peneliti nasab Naqobatul Asyrof al-Kubrodan Rabithah Alawiyah, yang juga tercantum dalam kitab Syamsu Azh Zhahirah fi Nasabi Ahli al-Bait karya ulama Yaman, Sayyid Abdurrohman bin Muhammad al-Masyhur, silsilah lengkap Syarif Hidayatullah adalah sebagai berikut :


  • Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati putera dari,
  • Syarif Abdullah Umdatuddin Azmatkhan binSayyid Ali Nurul Alam Azmatkhan bin, 
  • Sayyid Jamaluddin Akbar Azmatkhan al-Husaini (Syekh Jumadil Kubro) bin,
  • Sayyid Ahmad Jalal Syah Azmatkhan bin,
  • Sayyid Abdullah Azmatkhan bin, 
  • Sayyid Abdul Malik Azmatkhan bin,
  • Sayyid Alawi Ammil Faqih (Hadramaut) bin,
  • Sayyid Muhammad Shahib Mirbath(Hadramaut) bin,
  • Sayyid Ali Kholi’ Qosim bin,
  • Sayyid Alawi ats-Tsani bin,
  • Sayyid Muhammad Sohibus Saumi’ah bin,
  • Sayyid Alawi Awwal bin,
  • Sayyid al-Imam ‘Ubaidillah bin,
  • Sayyid Ahmad al-Muhajir bin,
  • Sayyid ‘Isa Naqib ar-Rumi bin,
  • Sayyid Muhammad an-Naqib bin,
  • Sayyid al-Imam Ali Uradhi bin,
  • Sayyidina Ja'far ash-Shadiq bin,
  • Sayyidina Muhammad al-Baqir bin,
  • Sayyid Ali Zainal Abidin bin,
  • Sayyid Husain bin,
  • Sayyidina Ali bin Abi Thalib 
  • Sayyidah Fatimah az-Zahra binti 
  • Sayyidina Muhammad S.A.W.

KETURUNAN SUNAN GUNUNG JATI DARI BEBERAPA ISTRINYA


Menurut sumber-sumber primer sejarah Cirebon, Sunan Gunungjati selama hidupnya pernah menikah sebanyak 6 kali, adapun wanita-wanita yang pernah diperistri beliau adalah sebagai berikut:

  1. Nyimas Babadan,
  2. Nyimas Pakungwati,
  3. Nyimas Rara Jati,
  4. Nyimas Kawunganten
  5. Nyimas Rara Tepasan,
  6. Ongtien

Dari keenam isti-istriya tersebut itulah kemudian sunan Gung Jati mendapatkan keturunan. Anak-anak Sunan Gunungjati itu dikemudian hari yang laki-laki ada yang menjadi Raja di Pulau Jawa, atau Penguasa wilayah, smentara anak-anak perempuan sunan Gunungjati kelak dikemudian hari ada yang dinikahi Sultan di Kesultanan Demak maupun diperistri oleh para pembesar diwilayah kerajaan Cirebon. 

1. Keturunan Dari Nyimas Babadan

Nyimas Babadan adalah anak dari Ki Gede Babadan, Babadan ini adalah suatu wilayah yang sekarang menjadi Desa Babadan, masuk pada wilayah Kabupaten Indramayu, meskipun ada juga yang berpendapat bahwa Babadan ini terletak di wilayah Propinsi Banten. 

Perkawinan Sunan Gunungjati dengan Nyimas Babadan terjadi ketika Sunan Gunungjati keluar dari Istana dan menyebarkan Islam kepelosok-pelosok kampung. Dari Nyimas Babadan Sunan Gunung Jati diceritakan tidak mendapatkan keturunan.  

2. Keturunan Dari Nyimas Pakungwati 

Nyimas Pakungwati adalah anak perempuan dari Uwak Sunan Gunungjati yang bernama pangeran Walangsungsang, yang mana beliau ini ternyata mempunyai banyak julukan diantara julukan-julukan beliau adalah Ki Cakrabwana, Mbah Kuwu dan lain sebagaiya. 

Dari Nyimas Pakungwati, Sunan Gunungjati tidak mendapatkan keturunan, dikhabarkan Nyimas Pakungwati meninggal sebelum mempunyai keturunan. Nama Pakungwati kemudian diabadikan sebagai nama Istana Kesultanan Cirebon. 

3. Keturunan Dari Nyimas Rara Jati  

Nyimas Rara Jati merupakan anak Ki Gede Jati, beliau merupakan Syah Bandar pelabuhan Muara Jati Cirebon, dari perkawinan ini beliau memiliki dua anak laki-laki yang bernama :
  • Pangeran Jaya Kelana, Pangeran ini selama hidupnya membuat gempar Cirebon karena kenakalannya 
  • Pangeran Bratakelana dikenal juga dengan sebutan Pangeran Sedang Luat, karena beliau meninggal dilautan akibat di rampok.

4. Keturunan Dari Nyimas Kawunganten 

Nyimas Kawunganten, adalah merupakan Puteri  Permadi yang merupakan Raja Cangkuang beliau juga merupakan adik Pucukumun atau Bupati Wunganten (Sekarang Banten), beliau menikahi Nyimas Kawunganten ketika beliau menyebarkan agama Islam di Banten. 

Dari perkawinan ini beliau memperoleh dua anak yaitu :
  • Ratu Winahon 
  •  Pangeran Sebakingkin yang mempunyai nama lain Pangeran Hasanudin. Kelak Pangeran Sebakingkin ini kemudian menjadi Sultan Banten Pertama.

5. Keturunan Dari Nyi Rara Tepasan 

Nyi Rara Tepasan adalah anak dari Ki Gede Tepasan Dari Majapahit, pernikahan Sunan Gunung Jati dengan Nyi Rara Tepasan dikarunia dua anak yaitu :
  1.  Ratu Ayu Wanguran 
  2.  Pangeran Pasarean. 

6. Keturunan Dari Ongtien 

Ongtien dalam sumber-sumber primer sejarah Cirebon diceritakan sebagai anak dari penguasa Cina, beliau datang ke Cirebon beserta pengawalnya untuk meminta dinikahi oleh Sunan Gunungjati, dalam perkawinan dengan Ongtien ini, terdapat perbedaan pendapat, ada yang menyatakan punya anak akan tetapi meninggal semenjak bayi, ada juga yang berpendapat mempunyai anak, dan anak tersebut kemudian dinamakan Arya Kemunig atau Arya Kuningan, Arya Kuningan ini diceritakan pernah menjadi Panglima Perang Kerajaan Cirebon, dan kemudian diangkat menjadi Adipati di Kuningan.

Wallohua'lam Bisshowab