Social Items

Showing posts with label Keutamaan shalat hajat. Show all posts
Showing posts with label Keutamaan shalat hajat. Show all posts
Shalat hajat, ditetapkan atau disyariatkan yang secara khusus dikaitkan kepada ibadah bagi yang sedang memiliki kebutuhan atau permasalahan. Dan tentunya lebih spesifik dibandingkan dengan shalat-shalat lain dan memiliki suatu keistimewaan sendiri dari Allah dan Rasulullah saw.


Selain itu, shalat hajat merupakan suatu cara paling tepat dalam mengadukan permasalahan yang sedang dihadapi oleh seorang muslim. Shalat hajat merupakan salah satu jenis shalat yang disyariatkan di dalam Islam. Dasar hukum shalat hajat terdapat di dalam hadits Rasulullah saw. Para sahabat, ulama salaf, dan para shalihin biasa melakukan shalat hajat, terutama ketika mereka memiliki suatu kebutuhan, baik dalam situasi mendesak maupun dalam situasi biasa.

Dari beberapa keterangan yang terdapat di kitab-kitab, baik ulama salaf maupun khalaf (kontemporer), shalat ini telah banyak membuktikan keampuhan atau terkabulnya seluruh permohonan dari kebutuhan yang mereka pinta kepada Allah, sebagaimana yang terdapat pada bukuini. Shalat hajat juga merupakan bagian dari keringanan dan rahmat dari Allah SWT bagi hamba-Nya.

Pada praktiknya shalat hajat ini sangat mudah dan bisa dilakukan pada siang hari atau malam, tidak seperti pada shalat-shalat lainnya secara umum. Misalnya, shalat dhuha hanya bisa dilakukan pada saat matahari terbit sampai datangnya waktu zuhur, atau shalat tahajud yang hanya bisa dilakukan pada malam hari. Sebagai pembuktian atas kebenaran sabda Rasulullah terhadap shalat hajat, tidak terhitung banyaknya orang yang telah mendapatkan keajaiban dan terkabulnya permintaan atau hajat mereka.

Sabda Rasulullah :

"Barangsiapa yang memunyai kebutuhan (hajat) kepada Allah atau salah seorang manusia dari anak-cucu adam, maka wudhulah dengan sebaik-baik wudhu. Kemudian shalat dua rakaat (shalat hajat), lalu memuji kepada Allah, mengucapkan salawat kepada Nabi saw Setelah itu, mengucapkan Laa illah illallohul haliimul kariimu, subhaana.... (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Diriwayatkan dari Abu Sirah an-Nakhiy, dia berkata :

"Seorang laki-laki menempuh perjalanan dari Yaman. Di tengah perjalan keledainya mati, lalu dia mengambil wudhu kemudian shalat dua rakaat (shalat hajat), setelah itu berdoa. Dia mengucapkan, Ya Allah, sesungguhnya saya datang dari negeri yang sangat jauh guna berjuang di jalan-Mu dan mencari ridha-Mu. Saya bersaksi bahwasanya Engkau menghidupkan makhluk yang mati dan membangkitkan manusia dari kuburnya, janganlah Engkau jadikan saya berhutang budi terhadap seseorang pada hari ini. Pada hari ini saya memohon kepada Engkau supaya membangkitkan keledaiku yang telah mati ini. Maka, keledai itu bangun seketika, lalu mengibaskan kedua telinganya". (HR Baihaqi; ia mengatakan, sanad cerita ini shahih)

Ada seorang yang buta matanya menemui Nabi saw, lalu ia mengatakan :

Sesungguhnya saya mendapatkan musibah pada mata saya, maka berdoalah kepada Allah (untuk) kesembuhanku. Maka Nabi saw bersabda, Pergilah, lalu berwudhu, kemudian shalatlah dua rakaat (shalat hajat). Setelah itu, berdoalah.... Dalam waktu yang singkat, laki-laki itu terlihat kembali seperti ia tidak pernah buta matanya. Kemudian Rasulullah saw bersabda, Jika kamu memiliki kebutuhan (hajat), maka lakukanlah seperti itu (shalat hajat). (HR Tirmidzi)

Di dalam Al-Qur`an, Allah SWT berfirman :

"Dan mintalah pertolongan kepada Tuhanmu dengan melaksanakan shalat dan dengan sikap sabar". (QS Al-Baqarah [2]: 45)

MANFAAT DAN FAIDAH SHOLAT HAJAT


Adapun manfaat sholat hajat adalah sebagai berikut :

- TERKABULNYA DOA

Sholat hajat merupakan salah satu salat yang dilakukan ketika seseorang memiliki keinginan atau hajat tertentu. Untuk itu Sudahlah sangat jelas bahwa salah satu manfaat dari seseorang melakukan salat hajat adalah agar terkabulnya doa doa dan juga keinginan yang diinginkannya.

- Mendekatkan diri pada Allah

Sholat merupakan salah satu sarana untuk mendekatkan diri pada Allah, tidak hanya sholat wajib saja namun pada kenyataannya sholat sunnah sesudah Sholat Dhuha sholat Tahajud dan juga sholat hajat merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

- Sarana ibadah

Tidak hanya sebagai sarana untuk memohon kepada Allah agar hajatnya segera dikabulkan namun pada kenyataannya sholat hajat juga merupakan salah satu sarana agar seseorang lebih dekat dengan Allah dengan cara melakukan ibadah ibadah tertentu.

- Terhindar dari kesulitan

Melakukan sholat hajat juga dapat menghindarkan diri Anda dari hal-hal yang menyulitkan. Baik dalam melakukan kegiatan sehari-hari ataupun hal-hal yang menyulitkan untuk mencapai tujuan anda.

- Terhindar dari marabahaya

Selain terhindar dari hal-hal yang menyulitkan ternyata shalat hajat juga dapat menjadikan Anda agar terhindar dari marabahaya. Karena dengan melakukan salat hajat atau melakukan salat salat sunah lainnya dan tetap menjalankan sholat wajib menjadikan diri anda lebih disayang oleh Allah sehingga terhindar dari berbagai marabahaya.

- Disayang Allah

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa seseorang yang selalu mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai cara yang disukai oleh Allah akan mendapatkan kasih sayang Allah SWT. untuk itu agar anda menjadi hamba yang disayang oleh Allah maka teruslah beristiqomah untuk melakukan hal-hal yang menjadikan Allah menyukai anda.

- Mendapatkan surga

Selain mengharapkan agar dapat terkabul segala keinginannya seorang yang melakukan sholat hajat juga dapat mendapatkan surga Allah. Hal ini disebabkan karena dengan melakukan sholat hajat itu berarti Anda juga mendekatkan diri kepada Allah dan menjalankan segala perintah Allah. Barang siapa yang menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan Allah Insya Allah akan mendapatkan surga Allah.

- Mendapatkan Hidayah

Melakukan sholat hajat juga merupakan salah satu sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ketika anda sudah mendekatkan diri kepada Allah maka Allah akan mempermudah dalam melakukan segala kegiatan dan diberi petunjuk agar selalu berada di jalan yang benar.

- Diberi kemudahan

Melakukan sholat hajat juga akan diberi kemudahan dalam setiap langkah yang akan kita lakukan.

- Mendapat Ketenangan

Dengan melakukan sholat hajat maka seseorang yang memiliki hajat atau keinginan tertentu Namun belum juga dikabulkan akan lebih tenang. Hal ini disertai dengan keyakinan yang tinggi bahwa suatu saat nanti Allah pasti akan mengabulkan keinginan anda hanya mungkin saja hari itu belum waktu yang tepat. Selain itu melakukan shalat hajat juga dapat menenangkan hati anda karena secara tidak langsung Anda akan mendekatkan diri Anda kepada Allah.

- Meningkatkan Ketaqwaan kepada Allah

Sholat hajat merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan keyakinan anda akan kuasa Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Mengapa demikian Hal ini disebabkan karena ketika anda melakukan sholat hajat berarti anda akan selalu yakin bahwa Allah selalu bersama anda dan Allah akan mengabulkan doa-doa yang anda panjatkan. Sholat hajat dapat dilakukan kapan saja untuk itu Anda dapat meningkatkan keyakinan anda akan Allah SWT kapanpun dan dimanapun.

Wallohua'lam Bisshowab

Itulah sedikit manfaat dari Sholat Hajat, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Keistimewaan dan Manfaat Sholat Hajat Menurut Hadits


Malam Lailatul Qodar merupakan malam yang paling ditunggu-tunggu oleh para Umat Islam di Seluruh Dunia, namun perlu kita ketahui bahwa malam Lailatul Qodar itu tidak sembarang orang yang mendapatkannya. Terkecuali bagi mereka yang memiliki hati bersih dan ikhlas menjalani perintah Alloh SWT.
Namun kita tidak boleh putus asa dan terus berusaha untuk mendapatkan Malam Lailatul Qodar tersebut.

Malam Lailatul Qodar tidak dijelaskan kapan datangnya dan tanggal berapa pada bulan Romadhon ini, namun ada beberapa tanda menurut Hadist Nabi dan Para Ulama' yang perlu kita ketahui.

           

Berikut Tanda-tandanya ;

1. Udara & suasana pagi yang tenang. Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata:

Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda :
“Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah.”

2. Cahaya matahari melemah keesokan harinya, bersinar cerah tapi tidak menyengat.

Dari Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda :

“Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan.”

3. Bulan nampak separuh bulatan.
Abu Hurairoh radliyallahu’anhu pernah bertutur:

Kami pernah berdiskusi tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam, beliau berkata:
“Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.”

4. Malam yang terang, tidak dingin, tidak berawan, tidak hujan, tidak panas, tidak ada angin kencang, dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan binatang (lemparan meteor bagi setan).

Sebagaimana sebuah hadits, dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam :

"Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” 
(HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)

5. Terkadang terbawa kedalam mimpi. Seperti yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahu’anhum.

6. Orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Robb-nya tidak seperti malam-malam lainnya.

Doa malam lailatul qadar:


‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah aku.”

Ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa terjadinya malam Lailat Al-Qadar itu, terjadi pada 10 malam terakhir bulan ramadhan. Hal ini berdasarkan Hadist dari Aisyah yang mengatakan :

” Rasulullah ShallAllahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terkahir bulan Ramadan dan beliau bersabda, yang artinya: “Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Romadhon” (HR: Bukhari dan Muslim).

Kebaikan yang turun pada malam itu, ibarat hujan yang turun dari langit ke semua permukaan bumi. Ketika itu ada manusia yang membawa payung untuk menolak air agar tidak basah. Ada manusia yang bersembunyi dirumah, mengamati cuaca dan diam menanti hujan reda.

Kesimpulan : siapa yang dapat menerima kebaikan di malam “seribu bulan”, yaitu siapa-siapa yang telah menyiapkan dirinya (hati, pikiran, ucapan, tingkah laku dan puasa dalam keadaan sempurna.

Wallahu'lam Bisshowab

Baca juga keistimewaan Bulan Ramadhan dan amalan bulan Ramadhan

Demikian lah tanda" datangnya malam Lailatul Qodar, semoga kita bisa mendapatkan Malam Lailatul Qodar dengan Ridlo Alloh SWT.Amiinnn...

Lailatul Qodar,Tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qodar