Tampilkan postingan dengan label Cerita Wafatnya Nabi Ibrahim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Wafatnya Nabi Ibrahim. Tampilkan semua postingan
Pada suatu ketika nabi Sulaiman menyendiri di Baitul Maqdis yang saat itu dibangun pada tahun keempat kekuasaannya. Nabi Sulaiman AS menyendiri dalam waktu satu atau dua tahun, satu atau dua bulan.

Kuwaluhan.com

Beliau membawa makanan dan minumannya. Beliau tidak bangun pagi dan di dalam Baitul Maqdis sudah tumbuh pohon. Nabi Sulaiman AS mendatangi pohon itu dan bertanya,

“Siapa namamu?”
“Namaku ini dan ini,” jawab pohon itu.
“Akan tumbuh sebagai tumbuhan atau sebagai obat?” tanya Nabi Sulaiman lagi.
“Aku tumbuh sebagai obat itu dan ini,” jawab pohon tersebut.

Akhirnya pohon itu dinamakan Al Kharubah (Perusak).

Nabi Sulaiman bertanya lagi, “Siapa namamu?”

“Namaku Kharubah,” jawab pohon itu lagi.
“Kenapa engkau tumbuh?” tanya Nabi Sulaiman.

“Aku tumbuh untuk merusak masjid ini,” jawab pohon itu.

Nabi Sulaiman berkata, “Allah tidak akan merusak masjid ini selama aku hidup. Pada wajahmu, ada kebinasaanku dan kerusakan Baitul Maqdis.”

Nabi Sulaiman lalu mencabut pohon itu dan menanamnya di dinding rumahnya. Lalu, Nabi Sulaiman masuk ke mihrab dan berdiri shalat sambil bersandar pada tingkatnya dan kemudian meninggal tanpa setan pun tahu.

Setan-setan yang sedang bekerja untuk Nabi Sulaiman pun takut kalau Nabi Sulaiman akan keluar dan memberikan hukuman pada mereka. Akhirnya mereka berkumpul di sekeliling mihrab dan di depan serta belakang Nabi Sulaiman ada dinding.

Setan yang ingin mencabut pohon Al Kharubah berkata, "Bukankah akan menjadi kuat jika aku masuk dan keluar dari sisi itu?"

Maka setan itu pun masuk dari sisi tersebut hingga keluar dari sisi yang lain. Setan yang berjalan di mihrab itu tidak melihat maupun mendengar suara Nabi Sulaiman 'alaihissalam yang berada di dalam mihrab dan setan tersebut malah terbakar.

Hingga setan itu kembali berada di Baitul Maqdis dan tidak terbakar lagi, ia lalu melihat Nabi Sulaiman telah jatuh dalam keadaan wafat.

Setan tersebut lalu keluar dan memberitahukan pada orang-orang bahwa Nabi Sulaiman telah meninggal dunia. Mereka pun membuka pintu dan mengeluarkan Nabi Sulaiman, lalu menemukan tongkat yang telah dimakan oleh tanah dan mereka tidak mengetahui sejak kapan Nabi Sulaiman telah meninggal dunia.

Mereka lalu menaruh tanah di atas tongkat tersebut, sehingga tanah itu memakannya siang dan malam hari. Akhirnya, mereka memperkirakan bahwa Nabi Sulaiman telah meninggal dunia sejak satu tahun yang lalu.

Ibnu Mas'ud berkata, "Kemudian mereka mencermati secara bersungguh-sungguh untuknya setelah kematian Sulaiman selama satu tahun penuh sehingga orang-orang pun yakin bahwa jin telah berdusta.

Seandainya bangsa jin mengetahui hal ghaib, niscaya mereka mengetahui kematian Sulaiman. Kemudian mereka akan merasakan azab yang menghinakan. Dan itulah makna firman Allah ta'ala yang diterangkan dalam Al-Quran Surat Saba’ ayat 14.
Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang gaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan.” (QS. Saba' ayat 14).

Peristiwa kematian Nabi Sulaiman yang penuh dengan misteri dan keajaiban, wafat dalam keadaan duduk di kursi, dengan memegang tongkat sambil mengawasi dan memperhatikan jin yang bekerja.. Hal ini menunjukkan tanda-tanda kekuasaan Allah.

Ibnu Mas'ud mengemukakan, "Tampak oleh orang-orang secara jelas bahwa jin-jin itu telah berbohong. Kemudian setan-setan itu berkata kepada bumi, 'Jika kamu memakan makanan, niscaya aku akan datangkan kepadamu makanan yang paling lezat untukmu. Dan jika kamu meminum minuman, niscaya aku akan memberikan minuman yang paling segar kepadamu.
Tetapi, kami akan memindahkan air dan tanah kepadamu.'

Asbagh mengatakan, "Aku pernah mendengar juga dari ulama lainnya bahwa binatang-binatang itu tinggal di sana selama satu tahun memakan tongkat Sulaiman hingga akhirnya rapuh dan roboh,"

Wallohua'lam Bisshowab

Kisah Cerita Wafatnya Nabi Sulaiman As

Nabi Daud meninggal dalam usia sekitar 100 tahun dan dikebumikan di Baitul Muqaddis.
Nabi Daud dalam islam di kenal dengan puasanya yaitu puasa Daud,(sehari puasa sehari tidak).

Kuwaluhan.com

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda,
“Nabi Daud adalah seorang nabi yang memiliki rasa cemburu tinggi. Setiap Kali Beliau keluar Selalu Pintu-Pintu Nirkabel, tidak ada yang bisa masuk ke rumah Nabi Daud sebelum beliau pulang.

Suatu hari beliau ke luar dan rumah pun telah dikunci. Tiba-tiba tiba-tiba mengintip dan melihat ada lelaki ber-diri di ruang tengah. Istrinya bertanya, 'siapa yang di dalam kamar?' Dari mana lelaki itu bisa masuk padahal pintu terkunci? Demi Allah, ini merupakan cara untuk mencemarkan nama baik Daud .

Kemudian Nabi Daud datang, lelaki itu masih berada di ruang tengah, lalu Daud bertanya kepada lelaki tersebut, 'Kamu siapa?' Dia menjawab, 'Aku adalah yang tidak pernah merasa takut dengan para raja dan tidak ada sesuatu yang dapat terkendali!'

Nabi Daud berkata, 'Demi Allah, Tuhan adalah malaikat pencabut nyawa. Kalau begitu, aku ucapkan selamat datang kepadamu untuk melaksanakan perintah Allah. '

Kemudian Nabi Daud akan menuju kamar yang di situ akan dicabut ruhnya .

Setelah semua tanggung jawab jenazah ditunaikan dengan baik, matahari pun terbit. Nabi Sulaiman berkata kepada burung, 'Naungilah ayahku, Nabi Daud.' Kemudian burung itu menaunginya hingga sekian hari. Sulaiman berkata lagi, 'Lepaskan sayapmu satu persatu!'

Abu Hurairah berkata, “Rasulullah itu kepada kami apa yang dilakukan burung itu. Ketika beliau wafat, beliau dinaungi oleh burung-burung bersayap lebar. ”

Jenazah Daud terpayungi, begitu pula para pengantarnya. Langit matahari tidak berhasil menyusupkan dosa ke para pengantar. Menyesuaikan bumi menjadi gelap. Kisah-kisah tersebut dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

Wallohua'lam Bisshowab

Kisah Cerita Wafatnya Nabi Daud As

Bismillahirrahmanirrohim

Artikel berikut ini mengisahkan tentang Wafatnya Nabi Ibrahim As dalam berbagai sumber. Langsung saja berikut kisahnya :

Ketika Siti Sarah meninggal, Nabi Ibrahim menikahi perempuan dari bangsa Kan'an. Lahir darinya lima  anak ; Bakisyan bin Ibrahim, Zamran bin Ibrahim, Madyan bin Ibrahim, Sabaq bin Ibrahim, dan Syuh bin Ibrahim. Mereka semua tidak menjadi nabi, akan tetapi yang menjadi nabi hanya keturunan Nabi Ishaq dan Nabi Ismail.

Kuwaluhan.com

Pada umur 150 tahun, Allah menampakkan uban Nabi Ibrahim. Ulama berkata, "Alasan Allah memunculkan uban kepada Nabi Ibrahim adalah karena Ishaq, putra beliau sangat mirip dengan beliau. Masyarakat tidak bisa membedakan antara keduanya.

Adab seseorang yang datang kepada Ishaq dan menyangka bahwa dia adalah Ibrahim. Orang tersebut menyapa, "Assalamualaikum, wahai kholilullah." Akhirnya Ishaq menjawab, "Aku adalah anak dari kholilullah. Ia lebih baik dari pada aku. Dia bak tuanku dan aku ibarat budaknya."

Saat orang-orang mulai tidak bisa membedakan antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ishaq maka Allah memberinya tanda berupa uban. Nabi Ibrahim merasa sedih melihat rambut ubannya yang memutih. Namun beliau tidak bisa menolak apa yang dialaminya. Nabi Ibrahim adalah orang yang pertama kali beruban dari keturunan Nabi Adam.

"Wahai Tuhanku, apakah ini(uban)" tanya Ibrahim.

"Itu adalah kewibawaan, ketenangan, kebijaksanaan dariku." Jawab Allah.

"Wahai Allah, tambahkan kewibawaan, ketenangan, dan kegembiraan dengannya." Doa Ibrahim.

Nabi Ibrahim tetap hidup hingga 25 tahun kemudian. Umur beliau seluruhnya adalah 175 tahun. Ada yang mengatakan 200 tahun.

Ketika Allah hendak mencabut nyawa Nabi Ibrahim, terlebih dahulu Allah mengutus malaikat maut kepadanya. Saat itu Ibrahim berada di sebuah rumah, yang sama sekali tidak ada yang diperbolehkan masuk kecuali dengan izin beliau.

Suatu ketika malaikat maut masuk ke rumah beliau. Namun saat itu Nabi Ibrahim tidak di rumah. Hingga ketika Nabi Ibrahim kembali, dia mendapati laki-laki yang sangat buruk rupanya. Nabi Ibrahim pun tidak menginginkan kehadirannya.

"Siapa yang memperbolehkan kamu masuk?" Tanya beliau.

"Dzat yang memiliki rumah ini." Jawabnya.

"Dzat yang memiliki rumah lebih berhak atas rumah ini."

Lalu Malaikat maut keluar dari beliau.

Keesokan harinya, Nabi Ibrahim keluar dari rumahnya. Beliau mengunci pintu rumah tersebut. Malaikat maut kembali datang. Dia masuk.

Nabi Ibrahim pulang. Ternyata, di rumah beliau melihat laki-laki yang sangat bagus rupanya. Tidak pernah dia melihat orang yang lebih tampan darinya. Ketampanannya benar-benar membuat Nabi Ibrahim tercengang.

"Siapa kamu? Dan siapa yang mengizinkan kamu masuk rumahku?" Tanya beliau.

"Yang memberi izin kepadaku adalah dzat yang memiliki rumah ini." Jawabnya.

"Dzat yang memiliki rumah ini lebih berhak atasnya. Siapa sebenarnya dirimu?"

"Saya adalah malaikat maut, dan sayalah yang menemuimu kemarin." Dia berhenti. Kemudian melanjutkan ucapannya.

"Sesungguhnya ketika Allah menghendaki buruk terhadap seorang hamba maka dia akan mengutusku dalam keadaan yang engkau lihat kemarin. Apabila dia menghendaki baik maka dia mengutusku dalam wujud seperti ini."

Dalam riwayat lain :

Sesungguhnya Allah berkata kepada malaikat maut, "Pergilah kepada kekasihku, Ibrahim. Dia sudah tidak senang lagi dengan kehidupan dunia dan lebih suka kematian." Lalu malaikat maut pergi dengan wujud orang tua, yang punggungnya  menghitam, matanya buram, dan lubang hidungnya telah meleleh. Dia bersandar di tongkatnya.

Sedangkan Nabi Ibrahim duduk di rumahnya. Datang kepadanya orang-orang miskin, maka beliau menghormati mereka sebagai tamu. Lalu datang malaikat dengan rupa tersebut. Dia mengucapkan salam kepada beliau. Beliau mempersilakannya untuk makan. Dia duduk. Nabi Ibrahim melihat dia hendak makan. Namun saat ia menelan makanannya dari mulut, seketika itu makanannya terjatuh dari bawah. Nabi Ibrahim heran melihatnya.

"Wahai orang tua, apa yang terjadi dengan makananmu? Dan apa yang sebenarnya menimpamu?" Tanya beliau.

"Ini karena umurku yang sudah tua. Orang yang umurnya sudah tua juga akan mengalaminya." Jawab orang tua tersebut.

"Berapakah umurmu?"

"201 tahun."

Saat itu umur Nabi Ibrahim sudah 200 tahun. Beliau berkata dalam hati, "Masa antara diriku dan orang ini hanya satu tahun. Melihat apa yang dialaminya membuatku benci akan kehidupan dunia dan ingin segera meninggal." Kemudian orang tua tersebut pulang.

Setahun berlalu orang tua atau malaikat datang dengan wujud yang tampan. Nabi Ibrahim tahu bahwa dia adalah malaikat maut.

"Hai malaikat maut, aku ingin waktumu sebentar." Nabi Ibrahim menceritakan kejadian orang tua kemarin.

"Sedangkan aku diperintah untuk mencabut nyawamu."

Dalam riwayat lain :

Sesungguhnya malaikat maut datang kepada Nabi Ibrahim untuk mencabut nyawanya. Dia mengucapkan salam kepada beliau dan beliau pun menjawabnya.

"Siapa kamu?" Tanya nabi Ibrahim.

"Aku adalah malaikat maut. Aku diperintah karenamu," jawab malaikat.

Nabi Ibrahim menangis. Kemudian Nabi Ishaq mendengar tangisannya. Nabi Ishaq pun masuk, menemui beliau.

"Wahai kholilurrahman, apa yang membuatmu menangis?" Tanya Nabi Ishaq.

"Dia adalah malaikat maut yang akan mencabut nyawaku." Jawab beliau.

Nabi Ishaq pun ikut menangis. Karenanya, malaikat maut kembali kepada Tuhannya.

"Wahai Tuhanku, kekasihmu bersedih karena kematian," kata malaikat.

"Hai Jibril, ambilah wewangian dari surga. Pergilah bersama malaikat maut menuju Ibrahim. Tenangkan perasaannya dengan bau tersebut, dan katakan kepadanya, "Sesungguhnya seseorang akan rindu bila sudah lama tidak bisa berjumpa. Apakah kamu tidak rindu kepada-Ku, padahal kamu adalah kekasih-Ku." Perintah Allah kepada malaikat Jibril.

Jibril datang kepada Nabi Ibrahim, menyampaikan pesan dari Allah dan memberikannya wewangian surga. Nabi Ibrahim berkata, "Iya, wahai Tuhanku. Aku benar-benar rindu bertemu dengan-Mu dan akan bau wewangian ini." Lalu malaikat maut mencabut nyawa beliau.

Dan diriwayatkan bahwa, ketika malaikat maut hendak mencabut nyawa Nabi Ibrahim as, maka beliau berkata, "Hai malaikat maut, apakah kamu pernah tahu seorang kekasih mencabut nyawa orang yang dicintainya." Maka malaikat maut naik ke langit untuk melaporkannya kepada Allah Swt. Lalu Allah berkata, "Katakanlah kepada kekasihku, "Apakah seorang kekasih tidak suka bertemu dengan orang yang dicintainya?" Lalu malaikat maut kembali kepada Nabi Ibrahim.

Dia menyampaikan apa yang dikatakan Allah Swt. Mendengarnya, Nabi Ibrahim berkata kepada dirinya, "Tenanglah dirimu untuk saat ini." Lalu malaikat maut mencabut nyawa beliau. Beliau dikuburkan di perkebunan Hairun. Kebun ini adalah kebun milik seorang yang telah beliau beli. Beliau berwasiat agar dikuburkan di sana.

Wallohua'lam Bisshowab

Itulah kisah singkat Wafatnya Nabi Ibrahim As, jika ada kekeliruan silahkan anda berkomentar.

Inilah Kisah cerita Wafatnya Nabi Ibrahim As