Social Items

Tampilkan postingan dengan label Berita Jabar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Jabar. Tampilkan semua postingan
CIANJUR JABAR - Seorang pria yang bernama Yunus (27) warga Kecamatan Naringgul Kabupaten Cianjur, ditangkap polisi lantaran memperkosa gadis di bawah umur. Parahnya, pelaku memperkosa korban yang tengah perjalanan pulang mengaji.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi bejat pelaku terbongkar setelah korban yang berusia 16 tahun dan masih kelas 3 SMP itu menceritakan kejadian pemerkosaan pada orang tuanya.

Orang tua korban yang tidak terima anak bungsunya diperkosa, langsung melapor ke Polsek Naringgul.

"Pelaku ditangkap di rumahnya, setelah mendapat laporan dari pihak keluarga. Penangkapan dilakukan pada Selasa (18/2/2020) dini hari," kata Kapolsek Naringgul, Iptu Sumardi Rabu (19/2/2020).

Dijelaskan Sumardi, korban selama ini menutupi kelakuan bejat pelaku lantaran mendapat ancaman. Tetapi korban yang kini diketahui sedang hamil pun akhirnya buka suara.

"Pelaku sempat mengancam korban agar tidak menceritakan hal tersebut pada siapapun termasuk keluarga," jelasnya.

Setelah menjalani pemeriksaan, lanjut dia, pelaku mengakui perbuatanya pada Agustus 2019. Pelaku yang hanya buruh tani dan pegawai serabutan itu memperkosa korban yang saat itu sedang perjalanan pulang setelah mengaji.

Aksi bejatnya itu bahkan dilakukan di dalam kamar di rumahnya, ketika kondisi rumah saat itu sedang sepi.

"Jadi korban yang pulang mengaji langsung dibekap dan dibawa paksa masuk dalam rumah pelaku. Saat melakukan aksi bejatnya, istri dan anak pelaku sedang tidak di rumah," katanya.

Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolsek Naringgul. Pelaku dijerat pasal 81 ayat 1 dan 2 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Tersangka diancaman kurungan paling lama 15 tahun penjara dengan denda maksimal Rp5 miliar," pungkasnya.

Bejat, Pria Di Cianjur Perkosa ABG Hingga Hamil

GARUT JABAR - Seorang ibu berinisial dan (49) beserta dua putrinya inisial KK (24) dan IK (22) ditangkap polisi karena mencuri perhiasan emas milik majikan. Ketiganya nekat mencuri gegara terlilit utang 'Bank Emok'.

Aksi kompak mencuri yang dilakukan ibu dan anak-anaknya ini terjadi tiga kali di sebuah rumah milik seorang lansia di Pataruman, Tarogong Kidul selama sebulan terakhir.

Kasus itu terungkap setelah polisi menerima aduan dari korban yang mengaku kehilangan puluhan perhiasan emas di rumahnya.

"Ada masyarakat yang melapor ke kita bahwa dia kehilangan perhiasan emas di rumahnya.

Rinciannya 16 cincin emas, 1 kalung emas, dan 5 liontin," ucap Kapolsek Tarogong Kidul Kompol Alit Kadarusman kepada wartawan di kantornya, Selasa (18/2).

Setelah diselidiki polisi, ternyata IK lah otak dari aksi pencurian tersebut. IK diketahui bekerja sebagai asisten rumah tangga di kediaman korban.

"Jadi saat mati lampu, kita ambil perhiasannya di kamar," ucap IK kepada di Mapolsek Tarogong Kidul.

Aksi pencurian yang dilakukan oleh ibu dan anaknya ini terbilang terorganisir. Mereka saling berbagi peran saat melakukan aksinya.

IK berperan mengalihkan perhatian korban dengan mengajaknya mengobrol. KK menjaga dan memantau situasi, sedangkan sang ibu, EN, yang menjadi eksekutor barang curian.

"Kejadiannya tiga kali. Setelah dapat, kita jual," katanya.

Total 17 perhiasan emas dan lima liontin yang didapat kemudian dijual ketiganya ke penadah. Dari hasil menjual perhiasan itu, mereka dapat uang Rp 30 juta.

IK mengaku, dia bersama kakak dan ibunya nekat mencuri karena terlilit utang. Uang hasil curian digunakan untuk membayar utang ke rentenir sebesar Rp 20 juta. Sedangkan sisanya, mereka gunakan untuk keperluan sehari-hari.

"Saya pinjam uang Rp 2 juta, tapi membengkak jadi Rp 20 juta karena telat membayar. Dari situ kita enggak tahu harus bayar dari mana," kata IK.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 2,85 juta. Selain itu, polisi juga menemukan surat-surat pembelian emas milik korban yang turut diambil para pelaku.

"Untuk para tersangka, sudah kami lakukan penahanan," ucap Alit.

Terlilit Hutang, Ibu Dan Anak di Garut Curi Emas Majikan

GARUT JABAR - Seorang wanita warga Garut, Teti (35), tewas terseret banjir bandang. Jasad Teti ditemukan setelah sempat hilang dua jam.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Garut, Tubagus Agus Sofyan mengatakan, kejadian nahas tersebut terjadi Senin (17/1/2020) sore tadi di kawasan Kampung Legokmukti, Desa Karangsewu, Kecamatan Cisewu, Garut.

"Korban atas nama Teti meninggal dunia. Korban terseret banjir sekira pukul 14.00 WIB," ucap Tubagus saat dikonfirmasi wartawan, Senin malam.

Insiden tersebut bermula saat Teti, bersama suaminya dan dua warga lain hendak menuju kawasan persawahan dari rumahnya yang berada di Kampung Talun.

Tubagus mengatakan, saat berada di TKP, tepatnya di Sungai Ciawi, korban dan ketiga orang lain menyebrangi sungai yang diketahui tidak ada jembatan itu. Saat menyebrang, tiba-tiba terjadi banjir bandang.

"Korban dan tiga orang lain terseret banjir. Tiga orang selamat sedangkan korban hanyut," katanya.

Korban selamat kemudian berusaha mencari bantuan. Korban selamat bersama warga lain kemudian melakukan usaha pencarian di sekitar lokasi Teti terseret.

Setelah dua jam pencarian, korban akhirnya berhasil ditemukan. Korban ditemukan meninggal sekitar satu kilometer dari TKP.

"Korban ditemukan di Kampung Rawayan, Desa Karangsewu sekitar pukul 16.00 WIB sore tadi," kata Tubagus.

Korban kemudian dibawa ke rumah duka yang terletak di Kampung Talun, Desa Karangsewu.

Tubagus mengimbau masyarakat untuk waspada. Pasalnya, di Garut, khususnya Garut selatan, bencana alam sudah beberapa kali terjadi dalam satu bulan ini.

"Dengan adanya kejadian ini kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan," pungkasnya.

Wanita Di Garut Tewas Terseret Banjir Bandang

GARUT JABAR - Sebuah mobil oleng lalu menghantam sepeda motor dan benteng toko di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dua orang, ibu dan anaknya yang pelajar SMP luka parah akibat kejadian itu.

Insiden tersebut berlangsung di Jalan Cimanuk, Kecamatan Garut Kota, Senin (17/2/2020) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB. Menurut saksi mata, Parmo (56), mobil Honda Brio nopol D-1354-AHI itu melaju kencang dari arah Tarogong menuju selatan.

"Mobil maju dari kawasan Leuwidaun menuju ke arah Maktal. Sekilas saya lihat ngebut," ucap Parmo kepada wartawan di lokasi kejadian.

Parmo melihat mobil dalam keadaan melaju kencang. Menurut Parmo, di TKP, atau tepatnya di kawasan pertigaan Apotiksari, mobil oleng dan terjadi kecelakaan.

"Awalnya mobil kelihatan oleng. Setelah oleh mobil nabrak motor, terus kelihatannya sopir banting stir dan langsung nabrak benteng," katanya.

Mobil yang diketahui berpenumpang empat orang tersebut akhirnya nyungsep menabrak benteng sebuah toko yang terletak di pinggir jalan.

Akibat kejadian tersebut, ibu dan anaknya yang berboncengan menggunakan sepeda motor tertabrak mobil. Kedua korban, Yani (48) dan Fanisha (13), mengalami luka parah dan langsung dievakuasi ke rumah sakit.

"Saya lihat memang korban cukup parah, lukanya ada di kaki, tangan sampai kepala," kata Parmo.

Kecelakaan itu kini ditangani polisi. Sejumlah petugas terlihat berada di lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara. Pengendara mobil kabarnya saat ini tengah dimintai keterangan.

Polisi memeriksa sopir mobil tersebut. "Sopir sedang kami minta keterangan, sementara korban dibawa ke rumah sakit. Korban ada dua, ibu dan anak," kata Kasat Lantas Polres Garut AKP Asep Nugraha.

Mobil Hantam Sepeda Motor, Ibu Dan Anak Di Garut Kritis

CIANJUR JABAR - Seorang Ibu bernama Kasih (54), warga Kampung Cijeblog, Desa Peuteuycondong, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur menderita luka memar di sekujur tubuh dan bagian wajahnya.

Ia diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan anak dan menantunya sendiri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tindak kekerasan itu berawal ketika Kaesih mendatangi rumah anaknya RH di BTN Mayak Asri, Desa Mayak Kecamatan Cibeber. Dia datang berniat untuk meminta uang pada anaknya yang sudah pulang dari Arab Saudi usai menjadi TKI.

"Sebagai ibu saya kangen dengan anak saya, sekalian meminta uang untuk anaknya yang saya urus selama dia bekerja ke luar negeri.

Karena saya sampai minjam uang ke bank keliling, untuk biaya semesteran dan lainnya," ungkap Kaesih kepada wartawan, Minggu (16/2/2020).

Bukannya mendapatkan sambutan hangat, Kaesih malah mendapatkan perlakuan tak menyenangkan dari RH. Bahkan dia disebut sebagai orangtua mata duitan dan hanya ingin harta anaknya.

"Padahal saya minta uang itu buat cucu, anaknya sendiri yang sekarang sudah SMK," ucapnya.

Kaesih sempat cekcok dengan anaknya soal uang untuk sekolah. Tidak lama setelah cekcok, Kaesih malah mendapatkan pukulan pada bagian wajah hingga membuatnya pusing dan hampir terjatuh.

Tak sampai di situ, RH kembali memukul korban yang tengah merangkak ke kamar lantaran menganggap ibunya akan merusak barang-barangnya, padahal Kaesih hanya mencari kerudungnya yang terjatuh.

"Baju saya sampai robek karena dipukul dan ditarik sama anak saya," lirihnya.

Miris, Seorang Anak Di Cianjur Tega Aniaya Ibu Kandung

BANDUNG JABAR - Satu dari dua anak yang tenggelam di saluran air yang berada di Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Korban ditemukan seorang pencari cacing.

Dari informasi yang dihimpun, Minggu (16/2/2020), salah satu korban bernama M Faisal Raihan (6) alias Faiz ditemukan di dekat aliran sungai, yang berada di Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung.

Sedangkan satu lagi, Irgi (6) masih dalam pencarian. Kedua korban, dilaporkan hanyut di saluran air, pada Jumat (14/2) petang.

"Sekitar Pukul 08.30 WIB, Tim SAR gabungan mendapatkan laporan ada kejadian temu mayat di Sukamenak, Kopo, Margahayu," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung Deden Ridwansah via pesan singkat.

Deden mengungkapkan, salah satu korban itu ditemukan oleh pencari cacing. "Berdasarkan laporan yang diterima, korban ditemukan oleh seorang pencari cacing, sekitar Pukul 05.30 WIB," ungkapnya.

Tim SAR Ggabungan langsung bergerak menuju lokasi penemuan mayat. Deden menyebut, jarak antara TKP dan penemuan mayat sekitar 3,87 KM.

"Tim bergerak menuju lokasi penemuan yaitu sekitar 3,87 KM dari lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian serta keluarga korban bahwa mayat yang ditemukan memang betul salah satu korban tenggelam di saluran air Babakan Ciparay atas nama M Faisal Raihan alias Faiz" jelasnya.

Sekitar Pukul 09.00 WIB, korban langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan diserahkan kepada keluarga korban.

"Saat ini tim masih melakukan pencarian korban lainnya atas nama Irgi," pungkasnya.

Adapun total unsur SAR Gabungan yang berada di lapangan yaitu 61 personil dengan rincian, 5 personil Basarnas Bandung, 4 personil Polsek Babakan Ciparay, 3 personil Koramil Babakan Ciparay, 10 personil Diskar Kota Bandung, 10 personil PMI Kota Bandung, 5 personil YKPA, 4 personil RMI serta 20 personil warga Babakan Ciparay.

Bocah Tenggelam Di Bandung Ditemukan Tewas

SUKABUMI JABAR - Pria di Cianjur nekat menceburkan diri ke Sungai Cimandiri, Kampung Kedung, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Jumat (14/2/2020) sekitar pukul 18.00 WIB.

Sejumlah warga sempat mencegah aksi itu, namun korban tetap melompat lalu hanyut terseret arus sungai.

Warga dan aparat pemerintahan setempat kemudian melakukan pencarian, hingga Sabtu (15/2/2020) korban tidak kunjung ditemukan.

Akhirnya warga menghubungi Pos SAR Basarnas Sukabumi, proses pencarian dilanjutkan Minggu (16/2/2020) pagi tadi.

"Korban diketahui bernama Barji, usia 35 tahun. Diduga depresi dan mengalami gangguan kejiwaan.

Berdasarkan keterangan saksi, ia diketahui sempat berjalan di bantaran Sungai Cimandiri. Saksi sempat menegur bahkan ada yang coba mencegah aksi nekat pria itu, namun korban ini malah berlari lalu melompat menceburkan diri ke aliran sungai," kata Hendra Sudirman, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR melalui rilis, Minggu (16/2/2020).

Hendra mengatakan, setelah mendapat laporan Tim rescue Pos SAR Basarnas Sukabumi kemudian bergerak menuju lokasi kejadian dengan peralatan SAR air lengkap untuk melakukan operasi SAR. Tiba di lokasi kejadian tim kemudian melakukan koordinasi dengan unsur yang sudah ada di lapangan.

"Pencarian hari pertama dilakukan tapi belum membuahkan hasil dan kemudian pencarian dilanjutkan pagi ini oleh Tim SAR gabungan.

Pencarian dengan memaksimalkan unsur yang ada di lapangan dan kita berdoa semoga korban berhasil kita temukan hari ini," ucap Hendra.

Rencananya hari ini area pencarian akan dibagi menjadi dua di mana SRU (Search Rescue Unit) pertama akan melakukan pencarian dengan penyisiran menggunakan rubber boat hingga radius 4 Km dari lokasi kejadian. Kemudian SRU kedua akan melakukan pencarian dengan pengamatan secara visual melalui jalur darat sejauh 3 Km dari lokasi kejadian.

"Operasi SAR pada hari ini melibatkan unsur-unsur yang terdiri dari Pos SAR Sukabumi, Polsek Warung Kiara, Koramil Warung Kiara, Pemdes Bantarkalong, Pemdes Hegarmanah, BPBD Kabupaten Sukabumi, Pramuka Peduli Kababupaten Sukabumi, SARDA Kabupaten Sukabumi, Riam Jeram, Niagara, dan warga setempat," ujar Hendra.

Pria Gangguan Jiwa Di Cianjur Nekat Ceburkan Diri Ke Sungai

SUKABUMI JABAR - Sebuah pabrik kosmetik milik PT Kino Care di Jalan Babakan, Pangleseran, Kecamatan Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat terbakar.

Informasi yang diperoleh, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, Jumat (14/2/2020). Suara sirene meraung-raung mengagetkan warga yang tinggal di sekitar lokasi.

"Para pekerja berlarian keluar pabrik, tidak lama api menyambar dari dalam gedung Plan 9," kata Anwar, warga sekitar, saat ditemui lokasi kejadian.

Kasi Trantib Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Cikembar Dading menduga kebakaran dipicu hubungan pendek arus listrik. "Menurut informasi dari sejumlah karyawan gedung yang terbakar ada di area Plan 9. Dugaan sementara kebakaran tersebut terjadi akibat korsleting listrik," ucap Dading.

Hingga sekitar pukul 17.00 WIB, ada sekitar 8 unit kendaraan pemadam yang masuk ke dalam area pabrik.

Ratusan warga terlihat berkerumun di sekitar lokasi untuk melihat kejadian tersebut lebih dekat. Api masih berkobar.

Diduga Konsleting Listrik, Pabrik Kosmetik Hangus Terbakar

Loading...