Social Items

Al-Qur’an menyebutkan dalam sittati ayyaamin yang bererti enam masa yang panjang.


Sebagaimana dalam al-qur’an   (Q.S. Al-Sajdah [32] :4 ):

اللَّهُالَّذِيخَلَقَالسَّمَاوَاتِوَالْأَرْضَوَمَابَيْنَهُمَافِيسِتَّةِأَيَّامٍثُمَّاسْتَوَىعَلَىالْعَرْشِمَالَكُمْمِنْدُونِهِمِنْوَلِيٍّوَلَاشَفِيعٍأَفَلَاتَتَذَكَّرُونَ

Artinya : “Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada diantara keduanya dalam waktu enam hari, kemudian dia bersemayam di atas Arsy. Kamu semua tidak memiliki seorang penolong dan pemberi syafaat pun selain diri-Nya. Lalu, apakah kamu tidak memperhatikannya ?”

Dari ayat di atas Allah SWT menyebutkan penciptaan langit dan bumi dalam enam masa (sittati ayyaamin) selanjutnya para mufasir bersepakat dalam menafsirkan ayat ini, bahwa yang disebut dengan  (sittati ayyaamin) adalah enam tahapan atau proses bukan enam hari sebagaimana mengartikan kata ayyaamin.

Adapun kronologis penciptaan dalam Al-Qur’an adalah :

MASA PERTAMA

َوَلَمْيَرَالَّذِينَكَفَرُواأَنَّالسَّمَاوَاتِوَالْأَرْضَكَانَتَارَتْقًافَفَتَقْنَاهُمَاوَجَعَلْنَامِنَالْمَاءِكُلَّشَيْءٍحَيٍّأَفَلَايُؤْمِنُون

Artinya: “Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya…”(Q.S. AlAnbiya [21] :30)

Ini dimulai dengan sebuah ledakan besar (bigbang) sekitar 12-20 miliar tahun lalu. Inilah awal terciptanya matahari, tenaga, dan waktu. “Ledakan” pada hakikatnya adalah pengembangan ruang.

Matahari yang mula-mula terbentuk adalah hydrogen yang menjadi bahan dasar bagi bintang-bintang generasi pertama. Hasil dari nuklir antara gas-gas hydrogen, meghasilkan unsur-unsur yang lebih berat, seperti karbon, oksigen, sampai besi atau disebut juga Nukleosintesis Big Bang.

Nukleosintesis Big Bang terjadi pada tiga minit pertama penciptaan alam semesta dan bertanggung jawab atas banyak perbandingan kelimpahan 1H (protium), 2H (deuterium), 3He (helium-3), dan 4He (helium-4), di alam semesta. Meskipun 4He terus saja dihasilkan oleh mekanisma lainnya (seperti fusi bintang dan peluruhan alfa) dan jumlah jejak 1H terus saja dihasilkan oleh spalasi dan jenis-jenis khusus peluruhan radioaktif (pelepasan proton dan pelepasan neutron), sebagian besar masa ‘isotop-isotop’ ini di alam semesta, dan semua kecuali jejak-jejak yang tidak signifikan dari 3He dan deuterium di alam semesta yang dihasilkan oleh proses langka seperti peluruhan kluster, dianggap dihasilkan di dalam proses Big Bang.

Inti atom unsur-unsur ini, bersama-sama 7Li, dan 7Be diyakini terbentuk ketika alam semesta berumur 100 sampai 300 detik, setelah plasma kuark–gluon primordial membeku untuk membentuk proton dan neutron. Karena periode nukleosintesis Big Bang sangat singkat sebelum terhentikan oleh pengembangan dan pendinginan, tidak ada unsur yang lebih berat daripada litium yang dapat dibentuk.(Unsur-unsur terbentuk pada waktu ini adalah dalam keadaan plasma, dan tidak mendingin ke keadaan atom-atom netral hingga waktu yang lama).

 MASA KEDUA

هُوَالَّذِيخَلَقَلَكُمْمَافِيالْأَرْضِجَمِيعًاثُمَّاسْتَوَىإِلَىالسَّمَاءِفَسَوَّاهُنَّسَبْعَسَمَاوَاتٍوَهُوَبِكُلِّشَيْءٍعَلِيمٌ

Artinya : “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu” (Q.S. Al-Baqarah [2] : 29)

Masa ini adalah pembentukan langit. Pengetahuan saat ini menunjukan bahwa langit biru hanyalah disebabkan hamburan cahaya matahari oleh partikel-partikel atmosfera. Di luar atmosfera langit biru tidak ada lagi, yang ada hanyalah titik cahaya bintang , galaksi, dan benda-benda langit lainnya.

Jadi, langit bukanlah hanya kubah biru yang ada di atas sana, melainkan keseluruhan yang ada di atas sana (bintang-bintang, galaxy, dan benda-benda langit lainnya), maka itulah hakikat langit yang sesungguhnya. Adapun dalam fasa ini, pembentukan bintang-bintang di dalam galaksi yang masih berlangsung hingga saat ini.

MASA KETIGA

Pada masa ini dalam penciptaan alam semesta adalah proses penciptaan tata surya, termasuk bumi. Selain itu pada masa ini juga terjadi proses pembentukan matahari sekitar 4,6 juta tahun lalu dan mulai di pancarkannya cahaya dan angin matahari. Proto-bumi (bayi bumi) yang telah terbentuk terus berotasi menghasilkan fenomena siang dan malam di bumi sebagaimana yang Allah SWT firmankan dengan indah :

وَأَغْطَشَلَيْلَهَاوَأَخْرَجَضُحَاهَا

Artinya : “dan Dia menjadikan malamnya gelap gelita, dan menjadikan siangnya terang benderang.” Q.S An-Nazi’at [79] : 29

MASA KEEMPAT 

Bumi yang terbentuk dari debu-debu antara bintang yang dingin mulai menghangat dengan pemanasan sinar matahari dan pemanasan dari dalam (endogenik) dari peluruhan unsur-unsur radioaktif di bawah kulit bumi.

Akibat pemanasan endogenik itu materi di bawahkulit bumi menjadi lebu,antara lain muncul sebagai lava dari gunung api. Batuan basalt yang menjadi  dasar lautan dan granit yang menjadi batuan utama di daratan merupakan hasil pembekuan materi leburan tersebut. Pemadatan kulit bumi yang menjadi dasar lautan dan daratan itulah yang tampaknya dimaksudkan “penghamparan bumi” .sebagaimana Allah SWT berfirman :

وَالْأَرْضَبَعْدَذَلِكَدَحَاهَا

Artinya :“dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.”(Q.S. an-Naziat [79] :30)

MASA KELIMA

Hadirnya air dan atmosfer di bumi menjadi prasyarat terciptanya kehidupan di bumi. Sebagaimana firmanAllah SWT :

وَجَعَلْنَامِنَالْمَاءِكُلَّشَيْءٍحَيٍّأَفَلَايُؤْمِنُونَ

Artinya :“…dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup… “ (Q.S. al-anbiya [21] : 30

Selain itu, pemanasan matahari menimbulkan fenomena cuaca dibumi, yakni awan dan halilintar. Melimpahnya air laut dan kondisi atmosfer purba yang kaya akan gas metan (CH4)dan ammonia (NH3) serta sama sekali tidak mengandung oksigenbebas dengan bantuan energy listrik dan halilintar diduga menjadi awal kelahiran senyawa organic.

Senyawa organic yang mengikuti aliran air akhirnya bertumpu di laut. Kehidupan diperkirakan bermula dari laut yang hangat sekitar 3,5 miliar tahun lalu berdasarkan fosil tertua yang pernah ditemukan. Sebagaimana dikembalikan pada surat Al Anbiya [21] ayat 30 yang telah menyebutkan bahwasannya semua makhluk hidup berasal dari air.

 MASA KEENAM

Masa keenam dalam proses penciptaan ala mini adalah dengan lahirnya kehidupan di bumi yang dimulai dari makhluk bersel tunggal dan tumbuh-tumbuhan. Hadirnya tumbuhan dan proses fotosintesis sekitar 2 miliar tahun lalu menyebabkan atmosfer mulai terisi dengan oksigen bebas. Pada masa ini pula proses geologis yang menyebabkan pergeseran lempengan tektonik dan lahirnya rantai pegunungan di bumi terus berlanjut.

Setelah mengkaji cara Al-Quran menjelaskan tentang penciptaan alam semesta. Penulis menyadari bahwa ilmu pengetahuan dan Al-Qur’an adalah bagaikan dua sisi mata yang tak bisa dipisahkan antara satu sama lainnya. Seperti yang dikatakan oleh saintis Albert Einsten: ”religion without science is blind and science without religion is damage.” (Albert Einstein, 1960)

PENJELASAN

Allah menciptakan bumi dalam 2 hari, kemudian Dia menciptakan langit. Kemudian dia beristiwa ke atas langit, lalu Allah sempurnakan langit dalam 2 hari yang lain. Kemudian Allah daha al-Ardha (menyempurnakan bumi).

Bentuk penyempurnaan bumi adalah dengan Dia keluarkan dari bumi mata air, tumbuh-tumbuhan, Allah ciptakan gunung, benda mati, dataran tinggi, dan segala yang ada di antara langit dan bumi, dalam 2 hari. Itulah makna firman Allah, “Bumi dihamparkannya.” Sementara firman Allah, “Dia menciptakan bumi dalam 2 hari.” Diciptakanlah bumi dan segala isinya dalam 4 hari dan diciptakan semua langit dalam 2 hari. (HR. Bukhari secara Muallaq sampai al-Minhal, 16/85).

Kesimpulanya

Sesungguhnyaya Allah maha pencipta dan maha berkuasa. Dengan rasa ingin tahu yang tinggi, manusia berlumba untuk mencari dan menkaji alam semesta pada  hakikat pada saat terciptanya alam semesta ini sudah tercatatnya dalam Al-quran.

Pada abad 19 ~20 teori telah pun dikaji dan disampaikan kepada yang lain, mulai dari yang diakui hingga yang ditolak. Padahal  sudah 14 abad yang lalu Al-quran telah memberikan isyarat tentang penciptaan alam semesta ini.

Ilmu dan Agama pada hakikatnya akan selalu selaras. Ilmu yang tidak dilandasi agama maka ia akan runtuh karena tidak ada keimanan di dalamnya. Begitu pula dalam  ilmu-ilmu pengetahuan umum, sesungguhnya Allah SWT telah lebih dahulu memberitahukannya di dalam Al-quran.

WALLOHUA'LAM BISSHOWAB

Sumber : muhamadfaqih96.blogspot.co.id

Proses Penciptaan Langit dan Bumi Dalam Al-Qur'an


Pada Suatu hari Sayidina Ali, karamallahu wajhahu, misan dan menantu Nabi Suci SAW bertanya,

"Wahai (Nabi) Muhammad, kedua orang tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan Allah Ta’ala sebelum semua makhluk ciptaan?"

Beliau menjawab : "Sesungguhnya, sebelum Rabbmu menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari Nur-Nya nur Nabimu."

Di Hadist yang lain, yang diiiwayatkan dari Abdurrazaq ra yang diterimanya dari Jabir ra, bahwa Jabir pernah bertanya kepada Rasulullah saw, "Ya Rasulullah, beritahukanlah kepadaku, apakah yang mula-mula sekali Allah jadikan?".

Rasulullah saw menjawab : "Sesungguhnya Allah ciptakan sebelum adanya sesuatu adalah nur Nabimu dari Nur-Nya."

Nur Muhammad itu sudah ada sebelum adanya segala sesuatu di alam ini. Nur Muhammad dianugerahi tujuh lautan : Laut Ilmu, Laut Latif, Laut Pikir, Laut Sabar, Laut Akal, Laut Rahman, dan Laut Cahaya.

Dia kemudian membagi Nur ini menjadi empat bagian Dari bagian pertama Dia menciptakan Pena. dari bagian kedua lawhal-mahfudz, dari bagian ketiga ‘Arsy”.

Kini telah diketahui bahwa ketika Allah menciptakan lawhal-mahfudz dan Pena. Pada pena itu terdapat seratus simpul, jarak antara kedua simpul adalah sejauh dua tahun perjalanan. Allah kemudian memerintahkan Pena untuk menulis, dan Pena bertanya, "Ya Allah, apa yang harus saya tulis?"

Allah berfirman, “Tulislah : la ilaha illallah,Muhammadan Rasulullah”.

Atas itu Pena berseru, "Oh, betapa sebuah nama yang indah, agung Muhammad itu bahwa dia disebut bersama Asma Mu yang Suci, ya Allah".

Allah kemudian berfirman, "Wahai Pena, jagalah kelakuanmu ! Nama ini adalah nama Kekasih-Ku, dari Nurnya Aku menciptakan ‘Arsy dan Pena dan lawhal-mahfudz; kamu, juga diciptakan dari Nurnya. Jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan apapun”.

Ketika Allah SWT telah mengatakan kalimat tersebut, Pena itu terbelah dua karena takutnya kepada Allah, dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar menjadi tertutup/terhalang, sehingga sampai dengan hari ini ujungnya tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai tanda dari rahasia Ilahiah yang agung.

Kemudian Allah memerintahkan Pena untuk menulis "Apa yang harus saya tulis, Ya Allah?" bertanya Pena. Kemudian Rabb al Alamin berkata, "Tulislah semua yang akan terjadi sampai Hari Pengadilan !”.

Berkata Pena, "Ya Allah, apa yang harus saya mulai?". Berfirman Allah, "Kamu harus memulai dengan kata-kata ini: Bismillah al-Rahman al-Rahim."

Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian Pena bersiap untuk menulis kata-kata itu pada Kitab (lawh al-mahfudz), dan dia menyelesaikan tulisan itu dalam 700 tahun.

Ketika Pena telah menulis kata-kata itu, Allah SWT berfirman "Telah memakan 700 tahun untuk kamu menulis tiga Nama-Ku; Nama Keagungan-Ku, Kasih Sayang-Ku dan Empati-Ku. Tiga kata-kata yang penuh barakah ini saya buat sebagai sebuah hadiah bagi ummat Kekasih-Ku Muhammad. Dengan Keagungan-Ku, Aku berjanji bahwa bilamana abdi manapun dari ummat ini menyebutkan kata Bismillah dengan niat yang murni, Aku akan menulis 700 tahun pahala yang tak terhitung untuk abdi tadi, dan 700 tahun dosa akan Aku hapuskan.”

“Sekarang (selanjutnya), bagaian ke-empat dari Nur itu Aku bagi lagi menjadi empat bagian: Dari bagian pertama Aku ciptakan Malaikat Penyangga Singgasana (hamalat al-‘Arsy); Dari bagian kedua Aku telah ciptakan Kursi, majelis Ilahiah (Langit atas yang menyangga Singgasana Ilahiah, ‘Arsy); Dari bagian ketiga Aku ciptakan seluruh malaikat (makhluk) langit lainnya.”

“kemudian bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian: dari bagian pertama Aku membuat semua langit, dari bagian Kedua Aku membuat bumi-bumi, dari bagian ketiga Aku membuat jinn dan api.”

“Bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian : dari bagian pertama Aku membuat cahaya yang menyoroti muka kaum beriman; dari bagian kedua Aku membuat cahaya di dalam jantung mereka, merendamnya dengan ilmu ilahiah; dari bagian ketiga cahaya bagi lidah mereka yang adalah cahaya Tawhid (Hu Allahu Ahad), dan dari bagian keempat Aku membuat berbagai cahaya dari ruh Muhammad SAW”.

Ruh yang cantik ini diciptakan 360.000 tahun sebelum penciptaan dunia ini, dan itu dibentuk sangat (paling) cantik dan dibuat dari bahan yang tak terbandingkan Kepalanya dibuat dari petunjuk, lehernya dibuat dari kerendahan hati. Matanya dari kesederhanaan dan kejujuran, dahinya dari kedekatan (kepada Allah). Mulutnya dari kesabaran, lidahnya dari kesungguhan, pipinya dari cinta dan kehati-hatian, perutnya dari tirakat terhadap makanan dan hal-hal keduniaan, kaki dan lututnya dari mengikuti jalan lurus dan jantungnya yang mulia dipenuhi dengan rahman.

Ruh yang penuh kemuliaan ini diajari dengan rahmat dan dilengkapi dengan adab semua kekuatan yang indah. Kepadanya diberikan risalahnya dan kualitas kenabiannya dipasang. Kemudian Mahkota Kedekatan Ilahiah dipasangkan pada kepalanya yang penuh barokah, masyhur dan tinggi di atas semua lainnya, didekorasi dengan Ridha Ilahiah dan diberi nama Habibullah (Kekasih Allah) yang murni dan suci.

Kemudian Allah SWT menciptakan sebuah pohon yang dinamakan Syajaratul Yaqin. Tangkainya berjumlah empat. Kemudian diletakanlah Nur Muhammad pada pohon tersebut. Namun, kehadiran Nur Muhammad, itu membuat pohon bergetar hebat hingga berubah menjadi permata putih.

Sedangkan Nur Muhammad memuji bertasbih ke hadirat Allah Ta’ala 70.000 tahun lamanya. Pada permata tersebut, Nur Muhammad mencoba bercermin. Wajahnya begitu indah dilihat. Bentuknya seperti burung merak, dan pakaiannya demikian indah. Dihiasi dengan berbagai perhiasan. Kemudian ia bersujud lima kali.

Allah SWT melihatnya, membuat Nur tersebut merasa malu dan takut. Lalu keluar keringat dari kepalanya. Dari keringat tersebut Allah SWT menciptakan nyawa malaikat. Dari keringat wajahnya, diciptakanlah nyawa ‘Arsy, matahari, bulan, bintang, dan apa-apa yang ada di langit. Keringat dadanya menjadi bahan untuk menciptakan nyawa para rasul, nabi, wali, ulama, dan orang orang shaleh.

Adapun keringat yang muncul dari keningnya, diciptakanlah nyawa orang-orang mukmin dari umat Nabi Muhammad saw. Dari keringat kedua telinganya, diciptakan oleh Allah SWT nyawa orang-orang Yahudi, Nasrani, dan orang-orang kafir, dan sesat. Sedangkan keringat kakinya di antaranya menjadi isi bumi.

Pada waktu selanjutnya Allah SWT menciptakan lentera akik yang merah yang cahayanya menembus ke dalam dan keluar. Lalu Nur Muhammad dimasukkan ke dalam lentera tersebut. Berada di dalamnya dalam posisi berdiri. Sementara nyawa-nyawa yang sudah tercipta berada di luar. Seluruhnya membaca "Subhanallaahi wal hamdulillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallahu akbar". 1.000 tahun lamanya nyawa-nyawa itu diperintahkan Allah SWT untuk melihat ke diri Nur Muhammad.

Nyawa yang berhasil melihat kepala Nur Muhammad, maka ia akan ditakdirkan menjadi pemimpin/penguasa. Siapa yang melihat ubun-ubunnya, itulah mereka yang akan menjadi guru/pendidik yang jujur. Siapa yang melihat matanya, ia akan menjadi hafidz (penghapal Al Quran).

Mereka yang memandang telinganya akan menjadi mereka yang menerima peringatan dan nasehat. Adapun yang bisa melihat hidungngya, mereka itu akan menjadi ahli bicara atau dokter. Sedangkan mereka nyawa-nyawa yang berhasil melihat bibir Nur Muhammad, ia akan ditakdirkan menjadi seorang menteri.

Nyawa yang melihat bagian giginya maka wajahnya kelak akan cantik rupawan, ia yang bisa melihat lidahnya, akan jadilah utusan/duta raja-raja. Apabila yang dilihat lehernya, ditakdirkanlah menjadi orang berdagang dan usahawan. Apabila tengkuk yang bisa dilihatnya, akan jadilah seorang tentara.

Mereka yang berhasil melihat kedua lengan tangannya, maka akan jadi perwira. Jika sikut kanannya yang dilihat, Allah SWT akan menjadikan dirinya berkehidupan dalam dunia tekstil, sedangkan kalau sikut Kirinya, ia akan menjadi orang yang pernah membunuh.

Serta, jika dadanya yang berhasil dilihat, maka ia akan menjadi ulama yang disegani. Bila bagian belakang, ia akan ditakdirkan menjadi para ahli sosial kemasyarakatan. Dan jika hanya bayangannya yang berhasil dilihat, maka ia akan menjadi orang yang berkecimpung dalam bidang seni.

Barang siapa melihat tenggorokannya yang penuh barokah akan menjadi khatib dan mu’adzin (yang mengumandangkan adzan). Barang siapa memandang janggutnya akan menjadi pejuang di jalan Allah.

Barang siapa memandang lengan atasnya akan menjadi seorang pemanah atau pengemudi kapal laut. Siapa yang melihat tangan kananya akan menjadi seorang pemimpin, dan siapa yang melihat tangan kirinya akan menjadi seorang pembagi (yang menguasai timbangan dan mengukur suatu kebutuhan hidup).

Siapa yang melihat telapak tangannya menjadi seorang yang gemar memberi; siapa yang melihat belakang tangannya akan menjadi kolektor. Siapa yang melihat bagian dalam dari tangan kanannya menjadi seorang pelukis; siapa yang melihat ujung jari tangan kanannya akan menjadi seorang calligrapher, dan siapa yang melihat ujung jari tangan kirinya akan menjadi seorang pandai besi. Siapa yang melihat dadanya yang penuh barokah akan menjadi seorang terpelajar meninggalkan keduniaan (ascetic) dan berilmu.

Siapa yang melihat punggungnya akan menjadi seorang yang rendah hati dan patuh pada hukum syari’at. Siapa yang melihat sisi badannya yang penuh barokah akan menjadi seorang pejuang. Siapa yang melihat perutnya akan menjadi orang yang puas, dan siapa yang melihat lutut kanannya akan menjadi mereka yang melaksanakan ruku dan sujud.

Siapa yang melihat kakinya yang penuh barokah akan menjadi seorang pemburu, dan siapa yang melihat telapak kakinya menjadi mereka yang suka bepergian. Siapa yang melihat bayangannya akan mejadi penyanyi dan pemain saz (lute).

Semua yang memandang tetapi tidak melihat apa-apa akan menjadi kaum takberiman, pemuja api dan pemuja patung. Mereka yang tidak memandang sama sekali akan menjadi mereka yang akan menyatakan bahwa dirinya adalah tuhan, seperti Namrudz, Firaun, dan sejenisnya.

Kini semua ruh itu diatur dalam empat baris. Di baris pertama berdiri ruh para nabi dan rasul, a.s, di baris kedua ditempatkan ruh para orang suci, para sahabat, di baris ketiga berdiri ruh kaum beriman, laki – laki dan perempuan. Di baris ke empat berdiri ruh kaum tak beriman.

Semua ruh ini tetap berada dalam dunia ruh di hadhirat Allah SWT sampai waktu mereka tiba untuk dikirim ke dunia fisik. Tidak seorang pun tahu kecuali Allah SWT yang tahu berapa selang waktu dari waktu diciptakannya ruh penuh barokah Nabi Muhammad sampai diturunkannya dia dari dunia ruh ke bentuk fisiknya itu.

Diceritakan bahwa Nabi Suci Muhammad SAW bertanya kepada malaikat Jibril , "Berapa lama sejak engkau diciptakan?" Malaikat itu menjawab, "Ya Rasulullah, saya tidak tahu jumlah tahunnya, yang saya tahu bahwa setiap 70.000 tahun seberkas cahaya gilang gemilang menyorot keluar dari belakang kubah Singgasana Ilahiah: sejak waktu saya diciptakan cahaya ini muncul 12.000 kali."

"Apakah engkau tahu apakah cahaya itu?" bertanya Nabi Muhammad SAW

"Tidak, saya tidak tahu," berkata malaikat itu.

"Itu adalah Nur ruhku dalam dunia ruh, jawab Nabi Suci SAW”.

Pertimbangkan kemudian, berapa besar jumlah itu, jika 70.000 dikalikan 12.000.

PENDAPAT LAIN NUR MUHAMMAD


Apa yang mereka sampaikan di atas, adalah anggapan-anggapan yang batil dan pernyataan-pernyataan yang tidak memiliki bukti (dasar) dari al-Qur`ân maupun Hadits Nabi yang shahih. Dan tatkala mereka dimintai dalil yang shahih dan jelas serta tidak kontradiktif dengan nash-nash yang ada, mereka malah berhujjah dengan hadits-hadits yang seluruhnya berderajat maudhû (palsu). Di antaranya:

لَوْلَاكَ مَا خُلَقَتِ الْأَفْلاَكُ

Kalau tidak ada kamu, bintang-bintang tidak diciptakan.

كُنْتُ نَبِياًّ وَلاَ آدَمَ وَلاَ مَاءَ وَلاَ طِيْنَ

Aku menjadi nabi, sedang Adam, air dan tanah belum ada.

إِنَّهُ كَانَ نُوْرًا حَوْلَ الْعَرْشِ فَقَالَ : يَا جِبْرِيْلُ: أَنَا كُنْتُ ذَلِكَ النُّورَ

Sesunggunya dia (Muhammad) dulu adalah cahaya yang ada di sekeliling Arsy. Kemudian beliau bersabda, “Wahai Jibril, aku dulu adalah cahaya itu”.

Hadits-hadits ini berderajat palsu, sementara sanad (para perawi yang meriwayatkannya) dan matannya (teks haditsnya) pun munkar. Sungguh aneh, mereka menggunakan hadits-hadits palsu ini untuk menguatkan aqidah Nur Muhammad, padahal mereka mengatakan tidak bolehnya menggunakan hadits Ahad sebagai hujjah dalam masalah aqidah, walaupun terdapat dalam Shahîh al-Bukhâri dan Shahîh Muslim !!! Apakah pantas hadits-hadits seperti ini dijadikan hujjah (dasar) dalam agama?! Bagaimana mereka bisa menggunakan hadits-hadits tersebut sebagai hujah padahal bertentangan dengan firman Allâh Azza wa Jalla ;

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku [ad-Dzâriyât/51:56]

Sungguh Allâh Azza wa Jalla telah menjelaskan dalam ayat ini bahwa Dia Azza wa Jalla tidak menciptakan jin dan manusia seluruhnya termasuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali untuk tujuan ibadah kepada-Nya saja. Tujuan mengadopsi kesesatan ini, agar mereka dapat menghilangkan makna tauhid. Bagaimana bisa khurofat ini melekat pada sebagian akal kaum Muslimin, seolah-olah mereka belum pernah membaca ayat di atas. Mungkin saja, karena kebodohan (tentang agama) yang terlalu parah telah bermain pada akal mereka.

Tentang keyakinan mereka bahwa Nabi Muhammad berasal dari cahaya, bukan seperti manusia dalam hal penciptaannya, keyakinan tersebut bertentangan dengan nash-nash yang telah ada dalam al-Qur`ân, seperti firman Allâh Azza wa Jalla :

قُلْ سُبْحَانَ رَبِّي هَلْ كُنْتُ إِلَّا بَشَرًا رَسُولًا

Katakanlah, “Maha suci Rabbku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?” [al-Isrâ/16:93]

Dan juga menyelisihi firman Allâh Azza wa Jalla berikut yang menyatakan adanya nabi dan rasul sebelum beliau:

قُلْ مَا كُنْتُ بِدْعًا مِنَ الرُّسُلِ

Katakanlah, “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul”. [al-Ahqâf/46:9]

Barangsiapa yang mengingkari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai manusia dan meyakininya berasal dari cahaya yang tidak memiliki bayangan, sungguh orang tersebut telah menghina Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, padahal ia menginginkan untuk mengagungkan beliau.

Syaikh Ibnu Bâz rahimahullah berkata tentang aqidah Nur Muhammad, “Sehubungan dengan perkataan sebagian manusia dan khurofi, serta kalangan Sufi bahwa ‘beliau (Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ) diciptakan dari cahaya’ atau ‘yang pertama kali diciptakan adalah cahaya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam , ini semua kabar (riwayat) yang tidak ada asalnya, seluruhnya kebatilan, merupakan berita palsu yang tidak ada dasarnya (sama sekali) sebagaimana telah disebutkan di muka”.

Beliau rahimahullah mengatakan, “(Pernyataan) bahwa dunia diciptakan karena (Nabi) Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam , kalau tidak ada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka dunia tidak akan pernah ada, juga tidak akan diciptakan makhluk (lainnya), ini merupakan kebatilan, tidak ada asalnya, ini perkataan yang rusak.

Allâh Azza wa Jalla menciptakan dunia agar Dia k dikenal, diketahui dan diibadahi (oleh makhluk, manusia). Allâh Azza wa Jalla menciptakan dunia dan seluruh makhluk agar dikenal melalui nama-nama dan sifat-sifat-Nya, kekuasaan dan ilmu-Nya, agar ibadahi, tidak ada sekutu bagi-nya, bukan karena (Nabi) Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam , (Nab) Nuh Alaihissalam, ataupun (Nabi) Isa Alaihissallam maupun karena nabi lainnya. Allâh menciptakan seluruh makhluk agar mereka beribadah kepada-Nya. Allâh berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku [ad-Dzâriyât/51:56]

Di sini, Allâh Azza wa Jalla menjelaskan bahwa Dia menciptakan mereka agar beribadah kepada-Nya, bukan karena Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam .

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk dalam kandungan ayat di atas, diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Hal ini sebagaimana firman Allâh Azza wa Jalla :

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal) [al-Hijr/15:99]

Allâh Azza wa Jalla berfirman:

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا

Allâh-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allâh berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allâh Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu [ath-Thalâq/65:12]

Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا

Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah [Shâd/38:27]”

Beliau rahimahullah juga mengatakan: “Ini semua yang engkau dengar (ada di tengah masyarakat) merupakan kebatilan, tidak ada dasarnya sama sekali (dalam Islam), Allâh Azza wa Jalla tidak menciptakan makhluk, tidak jin, manusia, langit dan bumi dan makhluk lainnya bukan lantaran Muhammad, bukan juga karena rasul yang lain. Akan tetapi, menciptakan semua makhluk dan dunia untuk tujuan agar Allâh Azza wa Jalla diibadahi dan menjadi sarana mengenal nama-nama dan sifat-sifat-Nya”.

Dengan demikian, sudah jelas, penyimpangan aqidah Nur Muhammad yang diyakini oleh sebagian orang (kaum Sufi). Sebuah keyakinan yang tidak pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad kepada umat Islam.

Kebenaran keterangan di atas mengandung Pro dan Kontra. Kita sebagai umat Islam tidak perlu ikut campur dan memperbesar-besarkan Tentang Hadist tersebut. Semua kebenaran hanya milik Alloh SWT.

Wallohua'lam Bisshowab

Kisah Penciptaan Nur Muhammad dan Tujuannya

Malaikat yang diciptakan Allah dari cahaya hanya memiliki satu wujud dan satu bentuk  yaitu sebagai makhluk ghoib yang tidak dapat dilihat, diraba, didengar, dicium dan dirasakan oleh manusia, dengan kata lain tidak dapat dijangkau oleh panca indera, kecuali jika malaikat menampakkan diri dalam rupa tertentu, seperti rupa manusia.


Ada pengecualian terhadap kisah Nabi Muhammad yang pernah bertemu dengan Jibril dengan menampakkan wujud aslinya, penampakkan yang ditunjukkan kepada Nabi Muhammad ini sebanyak 2 kali, yaitu pada saat menerima wahyu dan Isra' dan Mi’raj.

Adapun posisi malaikat terhadap Allah bukanlah siapa- siapa melainkan hanyalah sebagai makhluk ciptaan-Nya. Mereka bukanlah anak- anak Allah dan mereka juga bukanlah berjenis kelamin  perempuan sebagimana yang dikatakan oleh orang- orang non Muslim dalam kitab mereka.

Kalaulah kita lihat antara penciptaan malaikat dengan penciptaan manusia yang dari tanah liat, maka akan memiliki perbedaan yang sangat jauh, malaikat lebih mulia dibandingkan manusia, maka apakah yang membuat orang- orang Nasrani mengklaim bahwa malaikat adalah anak- anak perempuan Allah. Dalam hal ini Allah SWT berfirman dalam Qur’anul karim:

 “Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaika-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggung-jawaban”. ( QS. Az Zukhruf:19).

Selain mereka mendapat adzab dari Allah SWT di hari akhir kelak mereka juga dimintai oleh Allah pertanggung jawabannya atas apa yang telah mereka perbuat.

Yaitu mereka mengatakan bahwa malaikat itu adalah orang- orang perempuan Allah, padahal tidak ada seorang pun yang dapat melihat atau mengetahaui bagaimana Allah menciptakan mereka.  Dalam ayat lain ,

Allah SWT berfirman:

atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan(nya)?” (QS. As Saaffat: 150).

Dalam kisah- kisah terdahulu, orang orang kafir sangatlah tidak suka dengan kehadiran seorang perempuan dalam kalangan mereka. Apabila itu terjadi maka mereka tidak segan- segannya untuk membunuhnya langsung dengan menguburnya hidup- hidup, seperti yang telah dilakukan oleh khalifah Umar bin Khottob yang tega mengubur anak perempuannya sendiri yang baru lahir.

Lantas apakah yang membuat orang – orang kafir mengatakan bahwa malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah sedangkan  mereka  tidak suka atau senang dengan kehadiran anak perempuan di kalangan mereka?

Firman Allah:

Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan. Maha Suci Allah, sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka sukai (yaitu anak-anak laki-laki). Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu”. ( QS. An Nahl: 57- 59).

Maha Suci Allah yang telah menjauhkan kita dari kalangan orang- orang kafir dahulu. Jadi, dapat kita pahami sekarang bahwa malaikat adalah makhluk ciptaan Allah yang mulia yang dijadikan sebagi utusan untuk mengurus berbagi macam urusan, dan juga bahwa malaikat itu tidaklah seorang perempuan atau sebagai anak Allah.

Mereka hanyalah utusan Allah untuk menyampaikan wahyu sekaligus penjaga bagi manusia yang dhoif ini. Mereka adalah makhluk yang sangat patuh dan taat kepada Allah.

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud”.(QS. Al A’raaf: 205-206).

Malaikat adalah utusan-utusan Allah untuk berbagai fungsi. Al Qur’an menyatakan:

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing ada yang dua,tiga, dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu” (QS.Fathir :1)

Banyak ulama berpendapat bahwa malaikat adalah makhluk halus yang diciptakan Allah dari cahaya yang dapat berbentuk dalam aneka bentuk, taat mematuhi perintah Allah, dan sedikitpun tidak pernah membangkang.

Sedang Muhammad Sayyid Thanthawi mengatakan bahwa malikat adalah tentara Allah. Tuhan menganugrahkan kepada mereka akal dan pemahaman, menciptakan bagi mereka naluri untuk taat, serta memberi mereka kemampuan untuk berbentuk dengan berbagai bentuk yang indah dan kemampuan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang berat.

Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an;

Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirirmu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu: penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (QS.At-Tahrim :6)

Adapun malaikat tercipta dari cahaya,tidak ditemukan penjelasannya dari Al-Qur’an. Berbeda dengan jjin yang secara tegas dinyatakan oleh QS. Ar-Rahman ;15, bahwa ia diciptakan Allah dari bara api yang menyala.

Informasi tentang asal kejadian malaikat ini diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibn Majah melalui istri nabi Aisyah ra yang menyatakan bahawa Rasul saw, bersabda:

Malaikat diciptakan dari cahaya, jin dari api yang berkobar, dan Adam (manusia) sebagaimana telah dijelaskan pada kalian”

JUMLAH MALAIKAT

Malaikat Illahi sungguh banyak, tidak terhitung jumlahnya, kecuali oleh Allah sendiri. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim berbunyi;

Neraka Jahannam pada hari kiamat memiliki tujuh pulh ribu kendali, setiap kendali ditarik oleh tujuh puluh ribu malaikat” (HR.Muslim)

Imam Bukhari meriwayatkan ketika Nabi saw bertanya kepada malaikat Jibril tentang Bait Al-Ma’mur malaikat Jibril menjelaskan bahwa:

Ini adalah al-Ba’it al-Ma’mur setiap hari,tujuh puluh ribu malaikat shalat disana dan yang telah shalat tidak kembali sesudahnya.” 

Dalam ajaran agama terdapat 10 malaikat yang wajib kita ketahui dari seluruh jumlah malaikat yang tidak kita ketahui, diantaranya yaitu:

1. MALAIKAT JIBRIL sebagai penyampai wahyu, ia merupakan pimpinan para malaikat, ia juga yang menemani Nabi Muhammad Saw saat melakukan Isra’ Mi’raj

2. MALAIKAT MIKAIL yang bertugas sebagai menyampaikan rizki kepada manusia

3. MALAIKAT ISRAFIL bertugas meniup terompet saat hari kiamat

4. MALAIKAT IZRAIL bertugas mencabut nyawa

5. MALAIKAT RATIB bertugas mencatat amal baik manusia

6. MALAIKAT ATID bertugas mencatat amal buruk manusia

7. MALAIKAT MUNKAR DAN NAKIR bertugas menanyai di alam kubur

8. MALAIKAT MALIK berrtugas menjaga pintu neraka

9. MALAIKAT RIDWAN bertugas menjaga pintu surga.

KEMAMPUAN MALAIKAT


Informasi tentang adanya peringkat-peringkat malaikat ditemukan juga dalam as Sunnah. Antara lain adalah:

1.  Mampu berbentuk sebagai manusia. Dari Al-Qur’an ditemukan sekian ayat yang menjelaskan bahwa malaikat mengambil bentuk manusia. Maryam ibunda as, juga pernah dikunjungi Jibril dalam bentuk pria: “Kami mengutus ruh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna” (QS. Maryam ;17)

2.  Tidak berjenis kelamin. Kaum musyrikin menduga, bahwa para malaikat berjenis kelamin wanita. Al-Qur’an menolak keyakinan tersebut antara lain dengan firman-Nya:

Tanyakanlah kepada mereka (orang-orang kafir Mekah); ‘Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki, atau apakah kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan menyaksikan (nya). Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar ,mengatakan: ‘Allah beranak’ Dan sesungguhnya, mereka benar-benar orang yang berdusta. Apakah Tuhan memilih (mengutamakan) anak-anak perempuan daripada anak laki-laki? Apakah yang terjadi padamu? Bagaimana(caranya) kamu menetapkan? Maka, apakah kamu tidak memikirkan? Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata?” (QS.Ash-Shaffat:149-156)

3. Tidak makan dan minum.

4. Tidak jemu beribadah dan tidak juga letih. Sebagaimana dalam Al Qur’an di sebutkan:

 “Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya” (QS.Al-Anbiya’ :20

5. Tidak melakukan dosa.

IMAN KEPADA MALAIKAT


Iman kepada malaikat adalah bagian dari Rukun Iman. Iman kepada malaikat maksudnya adalah meyakini adanya malaikat, walaupun kita tidak dapat melihat mereka, dan bahwa mereka adalah salah satu makhluk ciptaan Allah. Allah menciptakan mereka dari cahaya. Mereka menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya, mereka tidak pernah berdosa.

Nabi bersabda:

"Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang menyala-nyala, dan adam ’Alaihissalam diciptakan dari apa yang telah disifatkan kepada kalian.”

Malaikat adalah makhluk Allah yang selalu taat dan patuh terhadap perintah-Nya, tak pernah membantah terhadap apa yang diperintahkan Allah kepada mereka, dan selalu mengerjakan perintah-Nya dengan sebaik mungkin karena mereka dan kita percaya bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatunya.

Seperti yang dikisahkan dalam surah Al- Baqorah yang malaikat menanggapi akan penciptaan manusia di muka bumi ini, yang mana mereka beranggapan bahwa kehadiran manusia di bumi akan menimbulkan banyak masalah seperti kerusakan di bumi.

Firman Allah

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.(QS. Al Baqorah: 30).

Ayat ini menggambarkan bahwa malaikat adalah makhluk yang sangat taat kepada Allah. Seperti yang pernah di sebutkan bahwa malaikat selalu bertasbih dan selalu takut dan taat kepada Allah SWT.

Malaikat diciptakan Allah sebagai utusan untuk mengurus berbagai macam urusan yang mereka mempunyi sayap yang jumlahnya berbeda antara satu malaikat dengan melaikat yang lain.

Firman Allah :

 “Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Al Faathir: 1).

Wallohua'lam Bisshowab

Sejarah Asal usul Penciptaan Malaikat menurut Al-Qur'an dan Hadits

Kata JIN yang berasal dari kata jama' yang artinya tersembunyi. Ibnu Mansur mengatakan bahwa dikatakan jin bahwa mereka tersembunyi dan tidak terlihat oleh kasat mata.


Pada masa zaman dahulu, sebelum ada manusia namun langit dan bumi telah tecipta dan telah dihuni makhluk tertua yakni parasit dan tumbuhan serta binatang.

Maka Alloh SWT telah memulai menciptakan makhluk dari bangsa Jin.

Jika dikonversikan pada temuan saintis, sepertinya itu terjadi pada masa zaman Arkhaikum (Azhoikum) beberapa tahun lalu hingga zaman Paleozoikum-Mesozoikum-Neozoikum yakni pada masa-masa awal adanya kehidupan dibumi dari jenis binatang, tumbuhan termasuk bangsa Jin ini.

1. BANGSA AL-BINN :

Jin pertama diriwayatkan bernama Al-Binn ini diciptakan dari unsur gabungan Kilat (Al-Birquw) dan angin, (asap/mega).

Jika Malaikat tidak berkehidupan seperti manusia, maka Jin ini berkehidupan layaknya seperti manusia, (Tapi bukan golongan manusia), dan mereka berbagai rupa, ada laki-laki ada perempuan, melakukan perkawinan, mempunyai anak keturunan, memakan makanan untuk survive dan berkembang biak serta ada kematian diantara mereka.

Mereka rata-rata memiliki umur yang panjang beratus-ratus tahun dengan populasinya yang sangat cepat, maka lama kelamaan bumi menjadi sesak dan sempit oleh makhluk Jin itu.

Pada awal-awal peradabannya, mereka sangat taat beribadah kepada Tuhannya. namun lama kelamaan karena persaingan hidup mereka saling dengki dan timbul persengketaan, terjadi rusuh, saling bertumpah darah, bunuh membunuh dan terjadi peperangan sehingga membuat keadaan dibumi tidak aman.

Kemudian Alloh mengazab jin-Jin yang telah ingkar itu dengan didatangkannya badai angin berapi yang sangat dahsyat yg menyapu dan membinasakan mereka, Sebagian mereka melarikan diri ke goa-goa dataran tinggi dan ke gunung gunung.

Kemudian Alloh SWT mendatangkan balatentara dari makhluk jin lain penguasa lautan yang bernama AL-BANN untuk menyerang Jin bangsa Al-Binn tersebut yg masih tersisa, Dan bangsa Alban berbondong bondong menyerbu daratan dan memeranginya dan bangsa Al-Binn pun kalah dihabisi tanpa sisa.

Dalam satu riwayat, diantara keturunan jin bangsa Al-Binn yang selama kehidupannya menjalankan ibadah dan bertaqwa kepada Allah selama ribuan tahun di bumi.

Kemudian setelah itu atas permohonannya kepada Allah maka mereka golongan Jin-jin yang beriman itu dipindahkan ia ke langit pertama sebagai kenaikan pangkat derajat keruhaniannya.

Maka dilangit pertama ini ia beribadat hingga 1000 tahun . Kemudian pindah lagi ke langit yang kedua, dilangit kedua ini ia beribadat sampai 1000 tahun dan seterusnya sampai kelangit yang ketujuh .

Jadi jumlah masanya ia beribadat dari mulai bumi sampai ke langit yang ketujuh ialah 8000 tahun. Maka atas berkah rahmat dan karunia Alloh SWT, golongan dari bangsa Al-Binn yang bertaqwa ini dinaikkan pangkatnya mendapat kehormatan mencapai posisi puncak/maqam “Al-Muqorrobuun” (Yang didekatkan), itulah derajat yang paling tinggi di sisi Allah.

Derajat mulia yang setara dengan golongan Malaikat. Bahkan dari golongan bangsa-bangsa Jin generasi berikutnya, yang bertaqwa dan yang telah mencapai maqam “Al- Muqorrobuun” dari sisi Allah, dikemudian hari ia diangkat menjadi Imam ibadat dan pemimpin-pemimpin batalyon para Malaikat-malaikat yang berada di langit.

Itulah yg disebut sebagai makhluk diluar Malaikat tetapi berderajat Malaikat, termasuk bagi insan manusia yang selalu taat dan taqwa kpd Tuhannya, maka akan dapat mencapai posisi yg mulia ini.

2. BANGSA AL-BANN :

Setelah sisa-sisa Jin bangsa Al-Binn yang durhaka dan kafir dimusnahkan, maka kemudian Jin bangsa Al-bann yang tadinya penguasa lautan raya ini menggantikan kekuasaan bangsa Al-Binn di muka bumi.

Sama dengan Jin sebelumnya, maka bangsa Al-bann ini jg berkehidupan layaknya seperti manusia, berbagai rupa, ada laki-laki ada perempuan, butuh kawin,punya anak butuh makan dan berkembang biak.

Memiliki umur yang panjang beratus-ratus tahun, populasinya juga sangat cepat, maka lama kelamaan bumi menjadi sesak dan sempit oleh makhluk Jin itu.

Pada awal-awal masa kemenangannya berperang dan memusnahkan bangsa Al-Binn, mereka hidup sangat taat beribadah kepada Tuhannya.

Namun lama kelamaan karena persaingan hidup mereka sangat rakus dan saling dengki dan timbul persengketaan diantara mereka. Terjadi rusuh, saling bertumpah darah, bunuh membunuh dan terjadi peperangan sehingga membuat keadaan dibumi kacau kembali. Kemudian bumi mengadu kepada Alloh bahwa ia keberatan tanahnya selalu dikotori dengan pertumpahan darah makhluk-Nya dan selalu membuat kerusakan.

Maka kemudian Alloh mendatangkan makhluk Jin lain bernama AL-JANN yg tercipta dari bahan api, dan kemudian memerangi Jin Al-bann tersebut hingga Bangsa Alban kalah dan musnah.

Sama dengan riwayat sebelumnya, diantara keturunan jin bangsa Al-Bann yang selama kehidupannya menjalankan ibadah dan bertaqwa kepada Allah  selama ribuan tahun di bumi . Maka mereka golongan Jin-jin yang beriman itu dipindahkan ke langit pertama sebagai kenaikan pangkat derajat keruhaniannya, kemudian pindah lagi ke langit yang kedua, dan seterusnya hingga kelangit yang tujuh.

Dan mereka melaksanakan ibadat selama ribuan tahun tahun .Kemudian, golongan dari bangsa Al-Bann yg bertaqwa ini pun mendapat kehormatan mencapai posisi puncak/maqam “Al-Muqorrobuun”(Yang didekatkan), itulah derajat yang paling tinggi di sisi-Nya).

3. BANGSA AL-JANN :

Setelah sisa-sisa Jin bangsa Al-Bann yang durhaka dan kafir ini dimusnahkan oleh bangsa Al-Jann, Maka kemudian Alloh mendatangkan makhluk lain dari bangsa Jin bernama AL-JANN yang tercipta dari bahan api, dan kemudian Al-jann menguasai bumi untuk kesekian kali.

Jin Aljan ini juga makhluk yang pada masa awalnya selalu beribadah dan taat menyembah pada Alloh Ta’ala, yang juga berkehidupan layaknya seperti manusia,berbagai rupa, ada laki-laki ada perempuan, butuh kawin, punya anak butuh makan dan berkembang biak.

Lama kelaman memenuhi bumi daratan dan saling bersengketa saling bunuh membunuh hingga peperangan besar yg membuat bumi kembali rusuh tidak aman terjadinya kerusakan dimuka bumi. Kembali Al-jann kafir lagi terhadap Tuhannya,

4. BANGSA NAHABIR DAN NAHAMIR.

Setelah seluruh bangsa-bangsa Jin yang menguasai bumi yang akhirnya selalu berakhir durhaka pada Tuhannya, maka kali yang terakhir Dia menjadikan bangsa Jin bernama Nahabir dan Nahamir untuk menguasai bumi menggantikan Al-Jann.

Riwayat dan nasibnya sama dengan makhluk-makhluk bangsa Jin sebelumnya yakni, Selalu berakhir dengan kesesatan dan kedurhakaan.

Maka kali ini Tuhan membinasakan generasi AL-JANN,NAHABIR DAN NAHAMIR dengan memerintahkan bala tentara malaikat, hingga peradaban Al-JANN, NAHABIR DAN NAHAMIR musnah dihabisi malaikat.

Sama dengan riwayat sebelumnya, diantara keturunan jin bangsa AL JANN, NAHABIR DAN NAHAMIR yang selama kehidupannya menjalankan ibadah dan bertaqwa kepada Allah selama ribuan tahun di bumi.

Maka mereka golongan Jin-jin yang beriman itu dipindahkan ke langit pertama sebagai kenaikan pangkat derajat keruhaniannya, kemudian pindah lagi ke langit yang kedua, dan seterusnya hingga kelangit yang tujuh .Dan mereka melaksanakan ibadat selama ribuan tahun tahun.

Kemudian, golongan dari bangsa AL-JANN, NAHABIR DAN NAHAMIR yang bertaqwa ini pun mendapat kehormatan mencapai posisi puncak/maqam “Al-Muqorrobuun” (Yang didekatkan), itulah derajat yang paling tinggi di sisi-Nya).

Pada akhirnya bumi kosong tak berpenghuni makhluk yang disematkan 2 (dua) unsur Nafs itu, selama jutaan tahun, (disebut bumi mati/kosong dlm keadaan rusak porak poranda bekas azab dari langit akibat kedurhakaan makhluk-makhluk penghuninya masa silam.

Maka, pada masa itu,Tuhan berkehendak menghidupkan kembali bumi dari matinya/kosongnya.

وَٱللَّهُ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً۬ فَأَحۡيَا بِهِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِہَآ‌ۚ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَةً۬ لِّقَوۡمٍ۬ يَسۡمَعُونَ

Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran)”. (QS.16. An Nahl:65)

Ayat senada pada (QS. 30. Ar Ruum:24).

 وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً۬ فَيُحۡىِۦ بِهِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَآ‌ۚ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَـٰتٍ۬ لِّقَوۡمٍ۬ يَعۡقِلُونَ

“…….dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya”.

Perhatikan kalimat “Wayunazzilu minassyama’I ma’an fayuhyi bihil ardho ba’da mautihaa…”

Maka ayat-ayat ini bermulti tafsir/ganda, tidak hanya pada zaman sekarang ketika terjadi kemarau,tetapi juga yang bermakna sebagai bumi yg pernah mati, artinya tidak ada kehidupan diatasnya karena sesuatu bencana yg memusnahkan makhluk diatasnya.

Maka keadaan bumi yang mati/kosong itu kemudian sampai pada masa zaman Pleistosen sejak 6 jutaan tahun lalu hingga sekitar 1.808.000 tahun yang lalu.

Maka Alloh SWT menghidupkan bumi kembali sesudah matinya itu untuk dihuni species hewan raksasa dan buas seperti species Dynosaurus, tersebut.

Untuk kemudian menjelang diciptakannya Manusia pertama, sepertinya Tuhan telah mempersiapkan alam dunia (bumi) sebagai hunian bagi Adam dan keturunannya, maka kemudian bumi itu “dibersihkan” dari specis binatang buas, yakni dengan terjadinya hujan meteor yang menghanguskan daratan bumi dan memusnahkan seluruh hewan-hewan besar dan buas tersebut karena Tuhan berkehendak menciptakan makhluk golongan baru bernama “Al-Insan” atau manusia, sang Khalifah baru di muka bumi dalam masa tak lama lagi.

RIWAYAT LAIN

Sebelum nabi adam turun kebumi, diceritakan bahwa yang menempati bumi ini adalah bangsa Jin yang dikelompokan menjadi dua yakni Abalzan dan Banulzan.

Dua kelompok ini terus bertempur dan tidak pernah bersahabat, kemudian para malaikat bertanya kepada Allah, apakah Allah akan menciptakan seorang khalifah yang saling menumpahkan darah? Maka Allah memerintahkan Azazil untuk memimpin para malaikat untuk menaklukan Abalzan dan Banuzan di bumi ini, dan setelah ditaklukan Allah menciptakan nabi Adam as.

Para ulama sepakat bahwa para Jin berasal dari satu nenek moyang yang bernama Iblis, sedangkan nama lain dari iblis atau setan adalah ‘Azzazil.

Sebagaimana yang disabdakan Rosullullah SAW yang artinya: Diriwayatkan dari Al Baihaqi dan ibnu Hatim dari Ibnu Abbas, bahwasannya Rosullullah SAW bersabda yang artinya:

Dahulu iblis namanya adalah ‘Azzazil, dia adalah termasuk dari malaikat-malaikat yang paling mulia yang memiliki empat sayap, kemudian dia durhaka setelah itu”

Malaikat diciptakan oleh Allah SWT dari cahaya dan ditiupkan kepadanya ruh dan akal, akan tetapi malaikat tidak diberikan syahwat oleh karena itu malaikat tidak makan, tidak minum, tidak beristri dan tidak pula tidur. Hidup malaikat semata-mata hanyalah melaksanakan perintah Allah SWT dan senantiasa taat kepada Allah.

Sedangkan BANUZAN diciptakan Allah dari Api. Mereka makan, mereka minum dan mereka memiliki istri serta memiliki keturunan layaknya manusia.

Namun pada kenyataanya Banuzan yang paling awal diciptakan Allah berbuat sombong dan sekaligus membangkang terhadap perintah Allah SWT, mereka tidak mau bersujut kepada Adam, sekaligus semua malaikat sujud kepada Adam sebagai bentuk penghormatan.

Sebagaimana yang diceritakan Allah dalam salah satu firmannya:

 “Allah bertanya kepada Iblis, Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) diwaktu aku menyuruhmu?” iblis menjawab: “Saya lebih baik dari adam, Engkau menciptakanku dari api, sedangkan dia (Adam) Engkau ciptakan dari tanah, maka Allah SWT mengeluarkan Iblis dari surga.” (QS. Al A’raf:13)

Sesudah iblis dikeluarkan dari surga, maka iblis diminta kepada Allah agar umurnya dipanjangkan hingga datangnya hari kiamat, iblis mengancam kepada nabi Adam dan anak cucunya, mereka akan dibujuk agar keluar dari jalan Allah yang benar hingga tidak ada yang taat kepada Allah SWT.

Inilah wujud ketaatan yang Allah minta kepada seluruh ciptaan-Nya apabila Allah sudah tetapkan maka taatilah walaupun ketetapan itu bertentangn dengan kemauan kita. Itulah sejatinya iblis yang tidak terima karena diciptakannya manusia yang kemudian dimuliakan oleh Allah, padahal hanya terbuat dari tanah.

Iblis sengaja melakukan berbagai cara menggoda manusia dari berbagai arah, baik dari arah kiri, kanan, depan dan belakang sampai mengikuti bujuk dan rayuannya, hinnga menjadi temannya dan bersama-sama masuk kedalam neraka

Karena itu Allah memberikan perjanjian kepada Adam dan ank cucunya, siapa yang mengikuti tingkah laku iblis berarti dia akan menjadi temannya dan nanti dia akan aku masukan kedalam neraka yakni tempat iblis dan teman-temannya.

Sebagaiman yang dijelaskan dalm Al-quran, Allah SWT berfirman yang artinya:

Dia menjawab, karena Engkau telah menghukum kami tersesat, maka kami akan benar-benar (menghalangi) mereka dari jalan (Agama) Engkau yang lurus,” (QS. Al A’raf: 16)

Maka berhati-hatilah dari golongan Banulzan dan Abalzan, Jin iblis dan keturunannya yang terkutuk yang akan menggoda kita dan masuk kedalam neraka.

Wallohua'lam Bisshowab

Kisah Asal usul Penciptaan Bangsa Jin dan Iblis dalam Islam

Seorang muslim diharamkan untuk mendatangi dukun untuk mengobati penyakit dari ilmu hitam yang mengenainya.


Hal ini karena hukumnya sama saja dengan mendatangi dukun dan mempercayai selain Allah. Apalagi, jika sampai meminta para dukun untuk melakukan sihir untuk mengusir sihir yang menimpanya. Semua ini termasuk dalam perkara gaib dan hanya Allah saja yang mengetahui. Maka, jika kita melakukan hal ini sama saja kita telah kufur.

Rasulullah saw bersabda,

"‘Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang sihir, kemudian ia membenarkan (mempercayai) perkataan mereka, maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad"’.

Oleh karena itu, Islam mengajarkan cara menangkal ilmu hitam yang sesuai dengan syariat Islam sebagaimana berikut ini:

BERPEGANG PADA TAUHID

Hendaknya setiap muslim selalu mentauhidkan Allah SWT di setiap keadaan dan selalu bertawakkal kepada Allah. Tidak hanya itu, setiap muslim harus menjauhi perbuatan syirik, apapun bentuknya.

Dalam firman Allah di surat an Nahl ayat 99 hingga 100,

"Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabbnya. Sesungguhnya kekuasaan setan hanyalah atas orang-orang yang menjadikannya sebagai pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah".

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’di, ketika menafsirkan ayat di atas, berkata:

Sesungguhnya setan tidak memiliki kekuasaan untuk mempengaruhi (mengalahkan) orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabbnya semata, yang tidak ada sekutu bagi-Nya, maka Allah Subhanahu wa Taála akan membela orang-orang mukmin yang bertawakkal kepada-Nya dari setiap kejelekan setan, sehingga tidak ada celah sedikitpun bagi setan untuk mencelakakan mereka”.

MENJALANKAN PERINTAH ALLAH DAN MENJAUHI LARANGAN-NYA

Berdasarkan sabda Nabi Muhammad saw kepasa Ibnu ‘Abbas ra.:

Wahai anak, sesungguhnya aku akan mengajarkanmu beberapa kalimat. Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu”

Menurut Syaih Nazhim Muhammad Sulthan, makna sabda Nabi Muhammad saw adalah jagalah perintah-perintah-Nya, larangan-larangan-Nya, hukum-hukum-Nya serta hak-hak-Nya.

Caranya adalah dengan memenuhi apa-apa yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan. Barangsiapa yang menjaga perintah-perintah-Nya, maka Allah akan menjaganya. Penjagaan Allah terhadap hamba-Nya adalah berupa penjagaan terhadap hamba itu sendiri, anak serta keluarga dan hartanya. Tidak hanya itu, Allah juga akan menjaganya terhadap agama dan imannya dari setiap perkara syubhat yang menyesatkan.

TIDAK MEMBIARKAN ANAK-ANAK DI LUAR MENJELANG MAGHRIB

Nabi Muhammad saw pernah bersabda,:

"Jika malam telah masuk jika kalian berada di sore hari maka tahanlah anak-anak kalian. Sesungguhnya setan berkeliaran pada waktu itu. Tatkala malam telah datang sejenak, maka lepaskanlah mereka".
Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari Muslim.

MEMBERSIHKAN RUMAH DARI PATUNG

Diriwayatkan dalam sebuah hadis Rasulullah, "bahwa malaikat (Rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat patung, salib dan gambar-gambar yang bernyawa serta anjing". 

Selain itu, sebaiknya rumah juga dibersihkan dari alat-alat yang bisa melalaikan seperti alat musik.

MEMBACA AL QURAN

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda,

"Janganlah menjadikan rumah-rumah kalian layaknya kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat al Baqarah". 
Dari hadis ini, maka dianjurkan untuk kita memperbanyak bacaan al Quran dan menjadikannya sebagai dzikir harian.

BERDZIKIR SESUAI SYARIAT

Kita dianjurkan untuk selalu membentengi diri dengan selalu berdzikir dengan dzikir yang disyariatkan. Contohnya adalah dzikir pagi dan sore, dzikir setelah sholat fardhu, dzikir sebelum dan sesudah bangun tidur dan dzikir-dzikir lainnya. Kita juga dianjurkan untuk selalu berdoa setiap akan melakukan sesuatu, seperti sebelum masuk dan keluar rumah, doa masuk dan keluar kamar mandi, dan lain-lain.

Ibnul Qayyim berkata,

"‘Sesungguhnya sihir para penyihir itu akan bekerja secara sempurna bila mengenai hati yang lemah, jiwa-jiwa yang penuh dengan syahway yang senantiasa bergantung pada hal-hal rendahan. Oleh sebab itu, umumnya sihir banyak mengenai  para wanita, anak-anak  orang-orang bodoh, orang-orang pedalaman dan orang-orang yang lemah dalam berpegang teguh kepada agama, sikap tawakkal dan tauhid, serta orang-orang yang tidak memiliki bagian sama sekali dari dzikir-dzikir ilahi, doa-doa dan taáwwudzaat nabawiyah".

MEMBACA DZIKIR PAGI DAN PETANG

Rasulullah bersabda,

"Gunakanlah waktu pagi dan waktu sore, serta sebagian waktu malam untuk beribadah".(HR. Bukhari 39).

Dijelaskan olej Imam Ali al Qori, bahwa Rasulullah mengajarkan untuk selalu berdzikir setiap pagi dan sore, dimana dua waktu ini aalah waktu orang beristirahat dan waktu orang lalai. Selain itu, pagi dan petang merupakan pergantian suasana hari dari gelap ke terang atau sebalinya, sehingga manusia butuh perlindungan untuk melewati malam atau siang.

MAKAN TUJUH BUTIR KURMA ‘AJWAH SETIAP PAGI

Berdasarkan pada sabda Nabi Muhammad saw,

"Barangsiapa yang makan tujuh butir kurma ‘ajwah pada setiap pagi, maka racun dan sihir tidak akan mampu membahayakannya pada hari itu".

Lebih diutamakan untuk memilih kurma yang berasal dari Madinah, karena menurut Syaih Abdul ‘Aziz bin Baz, semua jenis kurma Madinah memiliki sifat yang disebutkan oleh Rasulullah tersebut.

MEMBACA AYAT KURSI

Kita juga dianjurkan untuk membaca ayat kursi setiap selesai sholat lima waktu setelah membaca wirid yang disyariatkan setelah salam. Ayat kursi juga sebaiknya dibaca setiap sebelum tidur.

Dalam hadis Nabi Muhammad disebutkan:

 "Barangsiapa membaca ayat Kursi pada malam hari, Allah senantiasa menjaganya dan setan tidak mendekatinya sampai subuh".

MEMBACA SURAT AL IKHLAS, AL FALAQ DAN AN NAAS

Ketiga surat di atas dibaca sebanyak tiga kali pada pagi hari sesudah sholat subuh dan menjelang malam sesudah sholat maghrib. Hal ini sesuai dengan hadis riwayat Abu Dawud, At-Tirmidzi dan An-Nasa’i.

BERDOA KEPADA ALLOH

Sebagai muslim, kita harus selalu meminta perlindungan Allah dalam keadaan apapun dan dimana pun. Sabda Rasulullah saw, ‘Barangsiapa singgah di suatu tempat dan dia mengucapkan “A’uudzu bi kalimaatillahi attaammaati min syarri maa khalaq” maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakannya sampai ia pergi dari tempat itu’.

MEMBACA DUA AYAT TERAKHIR DARI SURAT AL BAQARAH

Dua ayat terakhir surat al Baqarah, yaitu ayat ke-285 dan 286 dianjurkan untuk dibaca supaya bisa terhindar dari sihir atau ilmu hitam. Dalam hadis Rasulullah saw,
"‘Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surat al Baqarah pada malam hari, maka cukuplah baginya’".

MAKAN MINYAK ZAITUN

Minyak zaitun mungkin sudah lama kita kenal sebagai minyak yang berkhasiat baik untuk kecantikan. Tapi, ternyata minyak zaitun bisa menangkal dan menetralisir racun serta sihir.

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan Ahmad dan Tarmidzi, dan disahihkan oleh Syaikh Al Bani,

"Makanlah minyak zaitun sesungguhnya ia diberkahi. Berlauklah dengannya dan berminyaklah dengannya, sesungguhnya ia keluar dari pohon yang diberkahi".

Selain memakan minyak zaitun, kita juga bisa mengoleskan minyak zaitun ini di bagian tubuh yang terkena sihir ataupun kerasukan.

MANDI DENGAN AIR DAUN BIDARA

Daun bidara adalah daun yang berasal dari pohon yang memiliki ukuran kecil dan biasanya lebih mudah untuk tumbuh di daerah yang kering.

Berdasarkan tafsir surat al Baqarah ayat 102 oleh Ibnu Nasir tentang setan yang memfitnah Nabi Sulaiman bahwa beliau menggunakan sihir bukan untuk mukjizat dan meriwayatkannya bahwa untuk menghilangkan ilmu sihir adalah dengan apa yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan untuk menghilangkan hal itu dengan membaca al Muáwwidzatain dan al Falaq, an Naas serta ayat kursi.

MEMBACA SAYYIDUL ISTIGHFAR

Sayyidul istighfar memiliki arti pemimpin istighfar. Doa ini disebut sebagai pemimpin istighfar karena di dalamnya terkandung arti makna taubat yang menyeluruh. Berdasarkan sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari dan lainnya,

"barangsiapa yang membaca sayyidul istighfar di siang hari dengan meyakini isinya, kemudian dia meninggal di hari itu sebelum masuk waktu sore maka dia termasuk penduduk surga". 

Bagi umat muslim yang senantiasa membaca Sayyidul istighfar dengan memaknai isinya, kemudian meninggal sebelum waktu fajar datang, maka surga menjadi rumah selanjutnya baginya.”

Wallohua'lam Bisshowab

Inilah Cara Menangkal Ilmu Santet dan Sihir dalam Islam

Pada suatu ketika Iblis menyamar berupa manusia dengan tujuan mendatangi Fir'aun yang lagi beristirahat di dalam kamarnya.


Iblis mengetuk pintu kamar dengan kencang. Tentu saja Fir'aun heran bercampur marah, siapa yang berani mengetuk pintunya?

    Fir'aun: Siapa?

    Iblis: Saya.
    Fir'aun: Siapa? (Dengan nada tinggi)

    Iblis: Saya.

Fir'aun: Saya saya, saya siapa? Beraninya mengganggu istirahatku. (Sambil keluar membuka pintu dengan sangat marah).

Iblis: Masak Tuhan istirahat dan tidak tahu siapa yang berada di balik pintu?

Iblis Berkata kepada Fir’aun, “Apakah engkau mengenalku ? “.
Fir’aun menjawab, ” Ya ” .
” Engkau telah mengungguliku untuk satu perkara “, ujar Iblis.
” Untuk perkara apa ? “, tanya Fir’aun.
Iblis menjawab, ” Kelancanganmu terhadap Allah dengan mengaku dirimu sebagai Tuhan.
Aku kan lebih tua, lebih banyak ilmu dan lebih kuat darimu, namun tidak berani mengatakan hal itu “.
Fir’aun berkilah, ” Ya, kau memang benar, namun aku akan bertobat ” .
” Tenang jangan kau lakukan itu “. sergah Iblis.
” Penduduk Mesir telah menganggapmu sebagai Tuhan. Jika kau tarik kembali pengakuanmu itu, tentu mereka akan lari darimu dan berpihak pada musuh-musuhmu. Mereka pasti akan merampas kerajaanmu sehingga kau menjadi sangat hina “.

Fir’aun berkata, ” Ah ya, kau benar. Tetapi tahukah engkau siapa yang lebih jahat daripada kita dimuka bumi ini ? “.
Iblis menjawab, ” Ya, orang yang dimintai maaf namun tidak memaafkan adalah orang yang lebih jahat daripada aku & kau ” .

Iblispun merasa tersaingi, sehingga ia merasa perlu mempermainkan Fir'aun.

"Begitulah manusia, yang dikatakan oleh Allah, bila hati, pendengaran dan penglihatannya tidak berfungsi untuk menerima hidayah Allah, ia bagaikan binatang ternah bahkan lebih hina dari itu." (Al 'Araf: 179)

Iblis hanya memperdaya manusia dengan bisikan was-was di hati, sementara manusia yang durjana mampu melakukan lebih dari itu. Hingga pepatah Arab mengatakan, yang maksudnya kira-kira begini:

كان الفتى من جند إبليس فارتقى حاله حتى صار إبليس من جنده

"Dia dulu adalah seorang pemuda yang menjadi tentara Iblis, maka statusnya meningkat hingga jadilah Iblis sebagai tentaranya".

Memang benar, bila kedurhakaan sudah menggelapkan hati, manusia akan kehilangan rasa takut kepada Allah, hingga ia tidak malu-malu lagi untuk melakukan maksiat. Bahkan sebagian orang zalim seolah-olah berlomba untuk menempati papan teratas dalam rekor kedurhakaan. Segala bentuk kejahatan dia lakukan tanpa ada rasa cemas dan takut.

"Kemudian pasti akan Kami tarik dari tiap-tiap golongan siapa di antara mereka yang paling durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah". (Maryam: 69)

Wallohua'lam Bisshowab

Kisah Pertemuan dan Dialog Iblis Dengan Raja Fir'aun

Asal usul Iblis

Dalam sebuah Kitab, Karya Agung Sang Syeikh Imam Al-Ghazali disebutkan bahwasanya iblis itu dulunya memiliki nama Al-Abid yang artinya Ahli ibadah.
Pemberian nama Al-Abid ini hanya pada langit pertama, lain hal dengan langit kedua dan seterusnya. Begitu terkenalnya Iblis dengan pemberian, sebutan nama-nama tiap langit karena iblis ketika itu memang hamba Allah SWT yang taat.

Pada langit kedua, iblis disebut dengan Az-Zahid dan di langit ketiga diberi nama Al-Arif.
Di langit keempat namanya adalah Al Wali, Pada langit ke lima namanya adalah At-Taqi. Sedangkan nama di langit keenam dan ketujuh adalah Al-Kazin dan Azazil.

Sebelum diturunkan ke bumi dan dilaknat Alloh SWT, Awalnya iblis termasuk dari salah satu malaikat penghuni surga yang doanya terkenal makbul. Karena doanya yang ampuh tersebut, malaikat-malaikat lain meminta kepada iblis untuk didoakan agar para malaikat tidak tertimpa laknat Allah SWT.

Peristiwa itu terjadi manakala Malaikat Isrofil yang sedang berkeliling mengitari surga mendapati sebuah tulisan.
Tulisan tersebut berbunyi :

"Seorang hamba Allah SWT yang telah lama mengabdi akan mendapat laknat Allah SWT dengan sebab menolak perintah Allah."

Tulisan itu berada di salah satu pintu surga, dan tak pelak lagi tulisan itu telah membuat Malaikat Isrofil menangis tersedu. Ia takut sekali, hamba Allah SWT yang dimaksud adalah dirinya.
Tak hanya Malaikat Israfil, para malaikat lain juga turut menangis, dimana malaikat-malaikat lain itu juga memiliki kekuatan sama seperti Malaikat Israfil.

Akhirnya mereka sepakat untuk mendatangi Iblis (Azazil) dan meminta didoakan agar tidak tertimpa laknat dari Allah SWT.
Pada waktu itu, ketika mendengar penjelasan Israfil, Azazil berkata :
"Ya Allah...! Hamba-Mu yang manakah yang berani menentang perintahMu itu, sungguh aku ikut mengutuknya."
Azazil lalu memanjatkan doa,
"Ya Allah, janganlah Engkau murka atas mereka."

Azazil Mengingkari Perintah Allah SWT
Selama kurun waktu 120 ribu tahun, Azazil (Iblis), menyandang gelar kehormatan dan kemuliaan, dan hingga tibalah Nabi Adam as diciptakan. Allah SWT menyuruh semua malaikat sujud kepada Adam yang diciptakan sebagai khalifah (pemimpin) di bumi.
Semua malikat segera patuh dan melaksanakan perintah Allah SWT tersebut.

Namun Azazil (Iblis) malah membangkang dan Dia menolak melaksanakan perintah Allah SWT untuk bersujud kepada Adam karena kesombongannya. Sejak saat itulah Iblis dijadikan simbol dari kesombongan, tentang takabur, tentang selalu berbangga diri.

Sifat-sifat inilah yang kemudian ditularkan oleh Iblis agar tersesat dari jalan Allah SWT.
Iblis berkata :
"Ya Allah, aku (memang) lebih baik dibandingkan Adam. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan Adam Engkau ciptakan dari tanah."
Karena penolakan itu, Allah SWT berfirman agar iblis keluar dari Surga-Nya.

Iblis Mendirikan Istana di Lautan.
Smenjak Iblis terlempar dari Surga, Iblis membangun singgasana dan istana di lautan. Hal itu dimaksudkan untuk menandingi Arsy Allah SWT yang berada di atas air di langit ke tujuh.
Dalam sebuah riwayat Imam Ahmad ra, Rasulullah SAW bersabda,
"Apa yang kamu lihat?"
"Saya melihat singgasana di atas lautan yang dikelilingi oleh beberapa ular,"

jawab Ibnu Sayyad.
"Dia telah melihat singgasana iblis,"
(H.R. Ahmad).

Sedangkan menurut Ibnu Katsir dalam bukunya yang berjudul "Al-Bidayah Wanniyah" menjelaskan bahwa Iblis mempunyai banyak tentara dan memilih lautan sebagai istana.

Seperti diketahui bahwa luas lautan mencapai tiga perempat dari bumi. Oleh karena itulah ia menempatkan kerajaannya di lautan agar ia lebih leluasa memerintah bala tentaranya yang jumlahnya sangat banyak sehingga memerlukan pusat kerajaan yang luas. Sedangkan lautan adalah daerah yang sangat luas yang berada di Bumi ini.

Itulah Sekilas Kisah Iblis yang dilempar ke bumi dan dilaknat oleh Alloh SWT karena kesombongannya tidak mematuhi perintah Alloh SWT.
Wallohua'lam Bisshowab

Semoga Artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Amiinn Yaa Robbal'alamiin....!!

Sejarah Asal Usul Iblis yang dilaknat Alloh SWT

Sebelum manusia diciptakan oleh Alloh SWT, alam semesta ini sudah dihuni oleh makhluk dari golongan jin, Malaikat dan Iblis. Bagi golongan Jin dan Iblis, Mereka dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Di antara mereka ada yang beribadah dan ada yang tidak, walaupun Allah mewajibkan mereka beribadah menyembahNya.

Alloh SWT. berfirman:

 “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepadaKu.” (QS. Adz-Dzariyaat: 56)


Awalnya Iblis termasuk makhluk yang begitu taat kepada Allah SWT.
Iblis menjadi penjaga surga selama 40.000 tahun, pernah hidup bersama Malaikat selama 80.000 tahun, kemudian oleh Allah subhanahu wata'ala Iblis diangkat menjadi penasehat Malaikat selama 20.000 tahun, menjadi pemimpin Malaikat Karuubiyyin selama 30.000 tahun, menjadi pemimpin Malaikat Ruhaniyyin selama 1000 tahun, Ia mengelilingi ’arsy selama 14.000 tahun.

Ketaatan iblis pada Allah subhanahu wata'ala ini telah tersohor di seluruh alam :

-Di langit pertama nama Iblis terkenal dengan sebutan Al ‘Abid ( ahli ibadah.)

-Di langit kedua nama Iblis terkenal dengan sebutan Az Zahid ( tidak suka dunia).

-Di langit ketiga nama Iblis terkenal dengan sebutan Al ’Arif (berpengalaman).

-Di langit keempat nama Iblis terkenal dengan sebutan Al Waliy (penolong).

-Di langit kelima nama Iblis terkenal dengan sebutan At Taqiy ( takut pada Allah subhanahu wata'ala).

-Di langit keenam nama Iblis terkenal dengan sebutan Al Khozin ( menjadi pengawal).

-Di langit ketujuh nama Iblis terkenal dengan sebutan Al ’Azaazil.

-Di Lauhil Mahfudh namanya dikenal dengan sebutan Iblis.


Dia menolak melaksanakan perintah Allah Subhanahu wata'ala untuk bersujud kepada Adam karena kesombongannya.
Sejak saat itulah Iblis dijadikan simbol dari kesombongan, tentang takabur, tentang selalu berbangga diri. Sifat-sifat inilah yang kemudian ditularkan oleh iblis agar tersesat dari jalan Allah Subhanahu wata'ala.

Dialog Iblis Dengan Rasulullah

Allah Subhanahu wata'ala telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disukai maupun yang dibencinya.

Hikmatnya adalah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia.

Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata,

"Hai Iblis Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah harus engkau jawab dengan sebenar-benarnya.
Jika engkau berdusta walau satu kata pun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan siksaan yang sangat keras."

Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan.
Maka segeralah dia menghadap Rasulullah dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 lembar, panjangnya seperti ekor sapi.
Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam. Maka sambut Iblis ( alaihilaknat ),

"Ya Rasulullah ! Mengapa engkau tidak mejawab salamku?
Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?"
Maka jawab Nabi dengan marah,
"Hai Aduwullah seteru Allah !
Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu?
Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam as sehingga keluar dari surga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil karena hasutanmu, Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang sujud shalat sampai dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai istrinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu".

"Hai Iblis!
Sebenarnya salam itu sangat mulia disisi Allah azza wajalla, cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah.
Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, setan dan jin yang menyamar diri.
Apa kehendakmu datang menemuiku?"

Jawaban Iblis:

"Ya Nabi Allah!
Janganlah engkau marah.
Karena engkau adalah Khatamul Anbiya maka dapat mengenaliku.
Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam sampai akhir zaman.
Ya Nabi Allah, Setiap apa yang engkau tanya, aku siap menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, tiadalah aku berani menyembunyikannya."

Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata,
"Ya Rasulullah!
Jika aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu. "

Mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah satu peluangku untuk menanyakan segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majelis ini dan menjadi perisai bagi seluruh umatku.

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Hai Iblis!
Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?"

Jawab Iblis :

"Ya Nabi Allah!
Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku dimuka bumi ini."

Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan.

Sambung Iblis:

"Ya Khatamul Anbiya!
Adapun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah.
Kiranya aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu.
Aku cabut iktikad/niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran agar mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu jugalah aku berusaha menarik mereka ke kafir, murtad atau munafik.
Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Hai Iblis!
Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?"

Jawab Iblis :

"Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya sampai mengeluarkan benih yang salah sifatnya.
Aku goda semua manusia supaya meninggalkan shalat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda dari emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya agar hasilnya dibelanjakan ke jalan haram.
Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara pria dan perempuan.
Di sana aku lepaskan sebesar-besar godaan untuk hilang peraturan dan minum arak.
Bila terminum arak itu maka hilanglah akal, pikiran dan malunya.
Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasrat dengki sampai ke pekerjaan zina.
Bila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.
Bila mereka teringat akan salah mereka lalu ingin bertobat atau berbuat amal ibadah, Aku akan rayu mereka agar mereka menangguhkannya.
Bertambah keras aku goda agar menambahkan maksiat dan mengambil istri orang.
Kapan kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah, sombong dan melengahkan amalnya.
Kapan pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat.Demikianlah aku goda mereka setiap saat. "

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Hai Iblis!
Mengapa engkau bersusah payah?"

Jawab Iblis :

"Semuanya itu adalah anugerah dari Allah Yang Maha Besar juga.
Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya.
Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi.
Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya.
Tiba-tiba datang firman Allah sehingga.,,, hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah.
Lalu Allah menciptakan pria (Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada pria itu, kecuali aku yang ingkar.
Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu berubah menjadi keji dan kelam.
Aku merasa sakit hati.
Kemudian Allah menjadikan Adam raja di surga dan dikaruniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari, Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka.
Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya diusir dari surga ke dunia.
Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Arafah), sampai mereka mendapatkan beberapa orang anak.
Kemudian kami hasut anaknya Qabil untuk membunuh saudaranya Habil.
Itu pun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat.
Sebelum Engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan surga mereka. Kemudian aku turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain daripada apa yang sebenarnya aku dapatkan dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid'ah dan carut-marut.

Tetapi ketika kamu lahir ke dunia ini, maka aku tidak diizinkan oleh Allah untuk naik ke langit dan mencuri rahasia, karena banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit.
Jika aku bersikeras juga ingin naik, maka malaikat akan melontarkan panah dari api yang menyala.
Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu.
Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Hai Iblis!
Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?"

Jawab Iblis :

"Pertama sekali aku palingkan iktikad/niatnya, imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan, kata, perilaku atau hatinya.
Jika tidak berhasil juga, aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala.
Lama-kelamaan mereka akan terjerumusmengikut kemauan jalanku"

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Hai Iblis!
Jika umatku sholat karenaAllah, bagaimana keadaanmu?"

Jawab Iblis :

"Sebesar-besarnya kesusahanku.
Gemetarlah badanku dan lemah tulang sendiku.
Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya. Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, lupa bilangan rakaatnya, khawatir pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, selalu ingin cepat habis sholatnya, hilang khusyuknya, matanya selalu menjeling ke kirikanan, telinganya senantiasa mendengar orang berbicara dan suara bunyi yang lain.
Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang shalat itu agar dia tidak kuasa sujud berlama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa ingin cepat habis sholatnya, itu semua menyebabkan kurangnya pahala.
Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah, bagaimana perasaanmu?"

Jawab Iblis :

"Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah, maka rasa terbakarlah tubuhku, putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?"

Jawab Iblis:

"Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?"

Jawab Iblis :

"Ya Rasulullah!
Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku.
Bila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita.
Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampuni segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang sangat besar dan tidak dicatat dosanya selama dia berpuasa.
Yang menghancurkan hatiku adalah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan ampunan untuk orang yang berpuasa.
Satu lagi kemuliaan orang berpuasa adalah dimerdekakan pada setiap waktu dari siksa neraka.
Bahkan semua pintu neraka ditutup sementara semua pintu surga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang sangat lembut ke dalam surga.
Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, setan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai dan dimasukkan ke bawah bumi yang sangat dalam.
Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami.
Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa. "

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Hai Iblis!
Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?"

Jawab Iblis:

"Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar-besar seteruku.
Tidak ada upayaku melawannya dan tidak satu tipu daya yang dapat masuk ke mereka.
Karena engkau sendiri telah berkata :
"Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk."

Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu.
Dia begitu percaya padamu sampai dia menjadi wazirul A'zam.
Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar.
Bahkan dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafal Hadits-haditsmu.

Baca juga Sejarah Kholifah Abu Bakar As-Shiddiq

Umar Al-Khattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama.
Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut.
Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan, "Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar bisa menggantikan aku", karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar 'Al-Faruq'.

Baca selengkapnya Kholifah Umar bin Khattab

Usman Al-Affan lagi, aku tidak bisa bertemu, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangatmalu kepadanya hingga engkau mengatakan, "Barang siapa menulis Bismillahirrahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan tinta merah, niscaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid."

Baca juga Tentang Kholifah Usman bin Affan

Ali Abi Thalib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya.
Jika iblis, setan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadah dan beliau adalah kaum yang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya ke atas berhala. Bergelar 'Ali Karamullahu Wajhahu' - dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga 'Harimau Allah'dan engkau sendiri berkata, "Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya."
Bahkan dia menjadi menantumu, semakin aku ngeri kepadanya."

Baca selengkapnya Kholifah Ali bin Abi Tholib

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?"

Jawab Iblis :

"Umatmu itu ada tiga macam.
Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasehat kepada manusia agar mengerjakan perintah Allah dan meninggalkan larangan seperti kata Jibril was," Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat."
Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah.
Berbuat amal saleh, tawakal dan kebajikan.
Yang ketiga umatmu seperti Firaun, terlampau tamak dengan harta dunia dan dihilangkan amal akhirat.
Maka akupun bersuka cita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana saja mengikuti kehendakku.
Jadi dia senantiasa khawatir kepada dunia dan tidak ingin menuntut ilmu, tidak waktu beramal ibadah, tidak akan mengeluarkan zakat, miskin ingin beribadah.
Lalu aku goda agar minta kaya dulu, dan saat diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya.
Kapan umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia senantiasa khawatir akan hartanya dan sebagian asyik ingin merebut dunia harta, berbicara besar sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Siapa yang serupa dengan engkau?"

Jawab Iblis :

"Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama Islam."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Siapa yang mencahayakan muka engkau?"

Jawab Iblis :

"Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Apakah rahasia engkau kepada umatku?"

Jawab Iblis :

"Jika seorang Islam pergi buang air besar dan tidak membaca doa pelindung setan, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?"

Jawab Iblis :

"Jika umatmu ingin bersetubuh dengan istrinya dan membaca doa pelindung setan, maka larilah aku dari mereka.
Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan istrinya, dan bercampurlah benihku dengan benih istrinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan suka pada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka.
Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri.
Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku yang dahulu makan dari.
Meskipun mereka makan, tiadalah merasa kenyang."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Dengan jalan apa dapat menolak tipudaya engkau?"

Jawab Iblis :

"Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah, menangis menyesalakan perbuatannya. Bila marah segeralah mengambil air wudhu ', maka padamlah marahnya."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?"

Jawab Iblis :

Pria dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari.
Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Hai Iblis!
Siapakah saudara kamu?"

Jawab Iblis :

"Orang yang tidur meniarap/telungkup, orang yang matanya terbuka (mendusin) di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi.
Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar.
Demikian juga pada waktu zuhur, ashar, maghrib dan isya ', aku beratkan hatinya untuk sholat."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?"

Jawab Iblis :

"Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang,banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan sholat tengah malam."

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Hai Iblis!
Apakah yang memecahkan mata engkau?"

Jawab Iblis :

"Orang yangduduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya"

Pertanyaan Nabi kepada Iblis :

"Apa lagi yang memecahkan mata engkau?"

Jawab Iblis :

"Orang yang taat kepada kedua orang tuanya, mendengar katamereka, membantu makan pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda, 'surga itu di bawah tapak kaki ibu'"

IBLIS MENANGIS

Dalam Kitab Al Jami' Li Ahkam Al Qur'an karya Imam Al Qurthubi dijelaskan bahwa ada 3 hal yang bisa menyebabkan iblis menangis dengan keras diantaranya :

1. Ketika diturunkannya Surat Al Fatihah, yang mana surat ini adalah surat yang paling utama di dalam Al Qur'an.

2. Ketika dilahirkannya Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihinwa sallam makhluk yang paling mulia sejagad raya.
Karena berkat bimbingan Beliau, orang yang sudah memiliki dosa setumpuk gunung bisa terhapus dosanya hanya dengan mengucapkan syahadat saja.

3. Ucapan salam, ternyata ucapan salam dari seorang mukmin ke mukmin lainnya juga bisa membuat iblis menangis dengan kerasnya. Hal ini seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra, Ibnu Abbas berkata, "Sesungguhnya iblis yang terkutuk itu akan menangis padasaat seorang mukmin bersalam dan dia (iblis) berkata, "Aduh, celakanya, kedua mukmin itu tidak akan berpisah melainkan akan diampuni dosa-dosanya."

KISAH IBLIS INGIN BERTAUBAT

Dalam sebuah riwayat diterangkan bahwa sesungguhnya Iblis telah datang berjumpa dengan Nabi Musa a.s. dan berkata :
"Wahai Musa, engkau adalah seorang yang telah diutus oleh Allah subhanahu wata'ala, dan Dia telah berkata-kata denganmu secara langsung."

Kemudian Nabi Musa a.s. berkata :

"Memang benar apa yang kamu kata, kamu ini siapa dan apa yang kamu mau dariku?"

Lalu berkata Iblis :

"Aku adalah Iblis! Wahai Musa aku mau kamu tolong katakan kepada Tuhanmu bahwa seorang makhluk-Nya ingin minta taubat kepadaNya"

Lalu Nabi Musa a.s. berdoa kepada Allah s.w.t. dan menyampaikan apa yang diucap oleh Iblis, kemudian Allah Subhanahu wata'ala pun menurunkan wahyu yang bermaksud :
"Wahai Musa, katakan padanya bahwa sesungguhnya Aku berkenan menerima permohonannya itu dengan syarat harus terlebih dahulu dia (Iblis) sujud di kubur Adam, kalau dia mau sujud maka aku bersedia mengampuni segala dosanya."

Setelah Nabi Musa a.s. menerima wahyu dari Allah subhanahu wata'ala maka Nabi Musa a.s. pun terus memberitahu Iblis tentang apa yang telah Allah perintahkan.

Setelah selesai Nabi Musa a.s. memberitahu segala perintah Allah subhanahu wata'ala makadengan sombong dan congkak Iblis berkata :
"Wahai Musa, aku tidak sujud pada Adam ketika ia hidup di surga, bagaimana aku hendak sujud padanya sesudah dia mati."

Begitulah sifat sombong Iblis yang tetap dengan kedekiannya, walaupun dia tahu bahwa api neraka itu akan memakannya tapi dia tetap tidak mau beriman kepada Allah subhanahu wata'ala

Dalam sebuah hadis menerangkan bahwa sesungguhnya Allah subhanahu wata'ala, mengeluarkan Iblis dari neraka setiap 1000 tahun sekali, dan mengeluarkan Adam a.s. dari syurga, serta memerintahkan Iblis supaya sujud kepada Adam A.S.

Wallohua'lam Bisshowab

Kisah Dialog Iblis dengan Nabi MUHAMMAD SAW

Subscribe Our Newsletter