Tampilkan postingan dengan label Asal Usul Deltras. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asal Usul Deltras. Tampilkan semua postingan

Berdiri sejak 12 Maret 1949 atas prakarsa R. Temenggung Sukardi yang menjabat sebagai Bupati Bojonegoro waktu itu. Vakum pada tahun 1960 dan mulai bangkit kembali pada millenium baru tahun 2000, prestasi terbaik tim ini dicapai pada musim 2003/04 setelah sukses tampil sebagai juara Divisi 2 dan promosi ke Divisi 1. Tidak hanya itu, pada musim 2007/08, tim ini tampil sebagai juara Divisi 1 dan promosi ke Divisi Utama.


Pada musim pertamanya berada di kasta kedua sepakbola nasional ini, tim berjuluk Laskar Angling Dharma membuat kejutan besar di ajang turnamen Copa Indonesia. Itu setelah mereka menumbangkan tiga tim dari kasta tertinggi Superliga.

Yakni, Arema Indonesia, Persik Kediri, dan Pelita Jaya untuk melaju ke babak delapan besar turnamen bergengsi yang mempertemukan tiga tim dari divisi berbeda. Sekaligus membuat publik sepakbola nasional tersentak dan mulai memperhitungkan mereka, sehingga dijuluki “the Giant Killer” oleh media.

Persibo berhasil menjuarai Divisi Utama Liga Joss Indonesia 2010 setelah pada pertandingan final mengalahkan Deltras Sidoarjo, sehingga berhasil lolos ke Liga Super Indonesia tahun 2011 bersama Deltras sebagai runner-up dan Semen Padang FC yang menjadi juara ketiga.

Namun sayang setelah memainkan beberapa laga di ISL, tepatnya pada akhir desember 2010 Persibo memutuskan untuk menyeberang ke Liga Primer Indonesia yang saat itu merupakan breakaway league sehingga mendapatkan sanksi yang membuat Persibo dilarang berpartisipasi dalam setiap kegiatan PSSI dan harus terlempar ke Divisi Satu Liga Indonesia pada musim berikutnya. Namun status keanggotaan Persibo diputihkan bersama Persema oleh Komite Eksekutif (Exco) PSSI dalam rapat ketiga Exco pada senin, 15 Agustus 2011 di Kantor PSSI Senayan Jakarta.

Pencabutan sanksi ini memberikan “lampu hijau” untuk Persibo mengikuti asistensi liga profesional PSSI musim 2011/12 dan bersaing bersama klub Liga Super Indonesia (ISL) dan Divisi Utama untuk menjadi klub profesional. Dari hasil asistensi tersebut, Persibo terdaftar sebagai salah satu dari 24 klub yang berhak tampil di level 1 liga pro Indonesia yang belakangan ditetapkan bernama Indonesian Premier League. Di musim 2011/2012 Persibo berada di Indonesian Premier League bersama 12 tim lain yang merupakan top flight division di Indonesia.


JULUKAN PERSIBO


- LASKAR ANGLING DHARMA

Angkling Dharma merupakan keturunan ketujuh dari Arjuna, seorang tokoh utama dalam kisah Mahabharata. Hal ini dapat dimaklumi karena menurut tradisi Jawa, kisah Mahabharata dianggap benar-benar terjadi di Pulau Jawa.[butuh rujukan] Dikisahkan bahwa, Arjuna berputra Abimanyu. Abimanyu berputra Parikesit. Parikesit berputra Yudayana. Yudayana berputra Gendrayana. Gendrayana berputra Jayabaya. Jayabaya memiliki putri bernama Pramesti, dan dari rahim Pramesti inilah lahir seorang putra bernama Prabu Anglingdarma.

Raja Angling Dharma adalah raja yang besar pada masanya. Menurut cerita rakyat, istananya mewah dengaan adanya banyak taman dan pilar-pilar kerajaan yang besar dan menjulang tinggi. Raja itu sangat adil dan bijaksan. Dengan kesaktian dan kemampuan berperang yang tinggi, banyak daerah yang tunduk dibawah kekuasaannya. Angling Dharma juga sosok hebat yang dikenal masyarakat sebagai raja dengan tunggangan naga. Oleh karena itu, kehebannya pun tak tertandingi.

- NAGA BERGOLA

Naga bergola adalah binatang yang setia dengan majikannya yaitu Angling Dharma, naga bergola merupakan tunggangan Angling Dharma ketika hendak melakukan perjalanan. Naga Bergola bukan saja tunggangan setia Angling Dharma tetapi ia juga mempunya kekuatan yang besar untuk melindungi Angling Dharma.

STADION PERSIBO


Stadion Letjen H. Soedirman merupakan sebuah stadion yang terletak di Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia. Stadion ini dipergunakan untuk menggelar pertandingan sepak bola, dan merupakan markas dari Persibo Bojonegoro. Stadion ini memiliki kapasitas 20.000 orang.

Pemilihan nama Letjend. H. Soedirman didasarkan karena Letjend. H. Soedirman merupakan tokoh yang dikenal di Bojonegoro, yang merupakan pahlawan nasional dari Bojonegoro. Selain itu, Letjend. H. Soedirman merupakan ayah Basofi Sudirman, yang merupakan Mantan Gubernur Jawa Timur pada masa jabatan 1993–1998.

Sejarah Asal Usul Terbentuknya Persibo Bojonegoro

Persatuan Sepak Bola Lamongan (biasa disingkat: Persela) dan mempunyai julukan Laskar Joko Tingkir adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang bermarkas di Lamongan, Jawa Timur. Persela dikelola oleh PT. PERSELA JAYA.


Selain Laskar Joko Tingkir, Persela mempunyai julukan lain, yaitu Lele Glagah. Ini dikarenakan Ikan Lele merupakan binatang yang di hormati di daerah Lamongan tepatnya di daerah Glagah, yang ada larangan memakan ikan lele.

Persatuan Sepak bola Lamongan atau lebih dikenal dengan sebutan Persela Lamongan adalah sebuah klub profesional yang berkedudukan di Kota Lamongan, Jawa Timur.

Meski telah berdiri sejak 18 April 1967, Persela baru mulai menunjukkan eksistensinya di pentas sepak bola nasional setelah kompetisi memasuki era profesional. Itu pun setelah berjalan sembilan tahun, atau tepatnya pada musim 2003 silam, ketika mereka sukses promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia, level tertinggi kompetisi sepak bola di tanah air kala itu.

Sebelumnya, tim ini hanya berkutat di level bawah, yakni Divisi Dua Liga Indonesia dan Divisi Satu Liga Indonesia. Namun semuanya berubah begitu sukses promosi ke divisi utama lewat partai play-off di Stadion Manahan, Solo, pada penghujung 2003. Sejak saat itu, Persela terus unjuk kemampuan hingga akhirnya menembus Superliga, kasta tertinggi kompetisi sepak bola nasional yang baru pertama kali digulirkan musim ini.

Di tengah dualisme kompetisi Sepak bola di Indonesia, Persela tetap memilih bergabung ke Liga Super Indonesia pada musim 2011-12hingga saat ini.

Persela setiap tahun selalu melahirkan bakat-bakat berkualitas. Dari pemain muda bahkan sampai yang baru memunculkan bakatnya di Persela Lamongan walaupun umurnya tidak muda lagi. Sebut saja, Samsul Arif, Zaenal Arifin, Fandi Eko Utomo sampai Dendy Sulistyawan.

SUPORTER PERSELA

Nama Supporter fanatik Persela Lamongan adalah LA Mania yang berdiri tanggal 18 Januari 2001, dengan diketuai Saptoyo Nugroho. Terdiri dari 86 Korwil, LA Mania pernah di nobatkan sebagai Supporter terbaik pada ISL Musim 2008-2009 di bawah kepemimpinan Aini Hidayat. Mereka sangat loyal kepada tim kesayangannya, Itu terlihat ketika Persela bertanding, baik laga kandang maupun tandang.

PERSETERUAN DENGAN BONEK MANIA

Pada tahun 2011, Tragedi tewasnya anggota LA Mania dalam insiden dengan Bonek cukup menyita perhatian publik. Bonek dinilai sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas insiden tersebut.

STADION SURAJAYA

Stadion Surajaya merupakan stadion multi-fungsi yang terletak di Lamongan, Jawa Timur. Stadion yang berkapasitas 20.000 tempat duduk ini merupakan markas dari klub Persela Lamongan. Stadion ini milik Pemkab kabupaten Lamongan, yang kini memiliki rumput yang berstandar internasional. Nama Surajaya diambil dari adipati pertama Kadipaten Lamongan pada masa giri kedaton. Stadion ini juga menjadi stadion termegah di daerah Pantura (pantai laut utara).

Sejarah Asal Usul Terbentuknya Persela Lamongan dan LA Mania

Madiun Putra FC (didirikan dengan nama Madiun Putra Football Club) adalah tim sepak bola Indonesia yang bermarkas di Madiun, Jawa Timur.


Berawal dari Klub Amatir PS Madiun Putra,pada tahun 2009 merger dengan Klub Divisi II 007 Bandung FC, tahun 2010 Promosi ke Divisi I dan akhir tahun 2010 Promosi ke Divisi Utama. Klub ini sekarang bermain di Divisi Utama Liga Indonesia2011/2012 sebagai Tim promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia setelah menempati posisi 6 di akhir kompetisi Divisi 1.

JULUKAN TIM


The Blue Force

The Blue Force dalam Bahasa Indonesiaartinya Kekuatan Biru, Madiun Putra FC diberi julukan The Blue Force agar para pemain percaya bahwa semua orang mempunyai kekuatan untuk memenangi setiap pertandingan.

Kancil Biru (The Blue Mouse-deer)

Kancil merupakan binatang yang cerdas, cerdik, lincah, dan gesit. Madiun Putra FC diberi julukan Kancil Biru dengan harapan Madiun Putra FC mempunyai kelincahan, kecerdikan, kegesitan, kelincahan sehingga Madiun Putra bisa menjadi tim papan atas yang tangguh.

SUPORTER MADIUN FC


Madiun Putra FC memiliki pendukung yang sangat fanatik. Suporter atau pendukung Madiun Putra FC bernama The Mad Mania dan Great Bull Boys" The Mad Mania secara resmi didirikan tanggal 2 September 2010 dan dideklarasikan pada 17 September 2010, saat itu bertepatan dengan semifinal Piala Koni Jawa Timur 2010.

The Mad Mania sendiri didirikan sebagai wadah pemersatu masyarakat Madiun, karena sebelum adanyaThe Mad Mania, masyarakat Madiun cenderung kubu-kubuan. Namun, dengan adanya The Mad Mania semua elemen di Madiun dan sekitarnya dapat dirangkul dan bersatu atas nama Madiun. Namun pada awal terbentuknya The Mad Mania masih sering terjadi gesekan di antara anggota suporter itu sendiri.

Namun dengan seiringnya waktu dan dengan kesadaraan beberapa suporter yang loyal pada Madiun Putra FC, menjelang musim kompetisi Divisi Utama 2014, maka dirombaklah kepengurusan The Mad Mania, yang bertujuan untuk lebih menghilangkan perbedaan yang ada, dan untuk mempermudah koordinasi suporter dibentuklah korwil-korwil yang membawahi beberapa daerah. Pada 2014 pengurus Pusat The Mad Mania telah mengesahkan 7 korwil resmi, yaitu :

1. Korwil. The Mad Revolution (Madrev) untuk koordinasi wilayah Tempursari, Mojopurno, Munggut, Sidorejo & Jiwan;

2. Korwil. The Mad Mabes (Madiun Bates Selatan) untuk koordinasi wilayah perbatasan selatan kota Madiun : Pagotan, Kaibon, dan sekitarnya;

3. Korwil. The Mad Brigade Timur untuk koordinasi wilayah Dungus, Kare dan sekitarnya;

4. Korwil. The Mad MAUT (Madiun Utara) untuk koordinasi wilayah Caruban, Pilangkenceng, Saradan dan sekitarnya;

5. Korwil. Serdadu Kota 86 (Serko 86) untuk koordinasi wilayah Kota Madiun;

6. Korwil The Mad Masda (Madiun selatan - Dagangan) untuk koordinasi wilayah Dagangan dan sekitarnya;

7. Korwil The Mad Maskot (Madiun batas Kota utara) untuk koordinasi wilayah Nglames, Sawahan dan sekitarnya.

Great Bull Boys

Adalah suporter yang baru didirikan oleh sekelompok pemuda asal madium ,Biasa disingkat GBB komunitas ini lebih senang dipanggil "MADIUN FANS" tidak hanya mendukung Madiun Putra FC saja kelompok suporter ini juga memperjuangkan club bersejarah asal madiun yaitu "PSM MADIUN 1929",berbeda dari suporter lainnya suporter ini lebih memilih berpenampilan "CASUAL",Great Bull Boys tidak terlalu identik pada mania dia lebih memilih membuat kultur sendiri yang identik dengan Hooligan namun suporter ini tidak sepenuhnya seperti hooligan dia hanya mengambil sisi baik dari Hooligan ,kelompok suporter ini bertempat di tribun selatan

Namun The Mad Mania & Great Bull Boys tidak hanya terbatas di wilayah Madiun saja bahkan di luar kota, luar pulau bahkan di luar negeri seperti :

The Mad Jogja, The Mad Kaltim, The Mad Ibukota dan The Mad Formosa (taiwan) Western Workers(GBB Bandung)

dan dengan kepengurusan yang lebih baik, maka saat ini The Mad Mania & Great Bull Boys sudah bisa melupakan perbedaan yg ada bahkan kehadiran The Mad Mania & Great Bull Boys di tribun Stadion Wilis, bisa memberikan warna tersendiri baik dalam mendukung MPFC berlaga juga bisa menghibur penonton dengan koreografi(The Mad Mania) dan lagu-lagu dukungan tanpa henti.

Sejarah Asal Usul Terbentuknya Madiun Putra FC Dan Suporternya

Persegres Gresik United adalah sebuah klub sepak bola Indonesiayang bermarkas di Gresik, Jawa Timur. Klub yang dikenal dengan julukan Laskar Joko Samudro / Kebo Giras ini memiliki kelompok pendukung fanatik bernama Ultras Gresik. Rusa Bawean adalah hewan atau fauna identitas Kabupaten Gresik. Seluruh partai kandang Gresik United dimainkan di Stadion Petrokimia.

Klub ini didirikan pada tanggal 2 Desember2005 sebagai hasil penggabungan dari bekas tim Divisi Utama, Petrokimia Gresik, dengan tim Divisi II, Persegres Gresik. Saat ini juga mereka berusaha mati-matian agar tetap bertahan di Indonesia Super League.

TERBENTUKNYA GRESIK UNITED


Awalnya Petrokimia Putra Gresik didirikan pada Jumat 20 Mei 1988 oleh pihak manajemen PT. Petrokimia Gresik. Sejak berdiri hingga sekarang, klub yang didanai pabrik pupuk PT Petrokimia Gresik tersebut telah lebih dari 15 tahun berkiprah di Divisi Utama Liga Indonesia.

Banyak klub besar di Indonesia yang pernah satu kelas dengan Petro Putra kini tinggal nama alias almarhum. Misalnya, Bandung Raya Bandung, Niac MitraSurabaya, Warna Agung Jakarta, Assyabaab Surabaya, Perkesa, BPD Jateng, dan lain-lain.

Setidaknya ada beberapa hal penting yang bisa dicatat dalam perjalanan Petro Putra di dunia persepak bolaan nasional. Kiprah perdana klub ini mengikuti kompetisi pada era Galatama 1988-1989. Ketika itu, kompetisi sepak bola secara nasional ada dua kutub besar. Yakni, Galatama yang diikuti klub-klub semiprofesional dan perserikatan yang diikuti klub yang didanai dan dikelola Pemda.

Ketika kali pertama masuk Galatama, sebenarnya di Gresik ada klub perserikatan yang bertengger di Divisi Utama Perserikatan, yakni Persegres. Bahkan, sebagian pemain Petro Putra angkatan pertama adalah alumni Persegres. Ketika itu, antusiasme warga Gresik lebih condong ke Persegres daripada ke Petro Putra.

Beberapa pemain angkatan pertama Petro Putra yang alumni Persegres, antara lain Sasono Handito (kiper), Ferril Raymond Hattu, Rubianto, Reno Latupeirissa, Karyanto, Abdul Muis, Masrukan, Lutfi, Hasan Maghrobi, Derry Krisyanto, dan lain-lain. Mereka di bawah pelatih Bertje Matulapelwa dengan asisten pelatih Hendrik Montolalu dan Slamet Haryono. Hendrik merupakan mantan kiper Niac Mitra Surabaya.

Saat Liga Indonesia pertama digelar pada 1994-95, Petrokimia Putra oleh banyak kalangan diberi gelar “juara tanpa mahkota”. Sebab, di partai final Liga Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Petro yang saat itu di bawah besutan pelatih Andi Muhammad Teguh dengan asisten pelatih Ferril Raymond Hattu dan Bambang Purwanto kalah dari Persib Bandung dengan skor 0-1. Padahal, dalam pertandingan tersebut, Petro memasukkan gol lebih dulu melalui kaki Jacksen F. Tiago. Namun, dianulir wasit tanpa alasan jelas.

Kiprah Petro Putra saat itu memang luar biasa. Petro ketika itu mendatangkan tiga pemain asing, yakni Derryl Sinnerine asal Trinidad and Tobago. Posisinya sebagai kiper. Lalu Carlos de Mello di posisi playmaker dan Jacksen F. Tiago sebagai striker. Selain Jacksen dan Carlos, tim Petro melahirkan banyak bintang baru, seperti Widodo Cahyono Putro, Eri Irianto, dan Suwandi HS. Ketiganya kemudian jadi langganan masuk pelatnas PSSI.

Melalui perjalanan panjang, Petro berhasil menjadi jawara Liga Indonesia 2002. Prestasi tersebut mendobrak hegemoni klub klub kotabesar di deretan utama persepak bolaan nasional. Biasanya jawara liga direbut tim-tim dari kota-kota besar dan secara tradisional memiliki kiprah dan prestasi sepak bola yang melegenda. Misalnya, Persebaya Surabaya, Persib Bandung, PSIS Semarang, Persija Jakarta, maupun PSM Makassar.

Berbeda dengan Liga Indonesia 1994-95 yang menghasilkan kekecewaan mendalam bagi Petro, pada Liga Indonesia 2002 Petro dinaungi oleh dewi fortuna. Setelah di penyisihan menjadi kampiun Wilayah Timur, Skuat yang ditukangi Sergei Dubrovin ini sempat berada di ujung tanduk dalam babak delapan besar Grup K yang digelar di kandang sendiri.

Menang 3-0 dari Arema pada pertandingan pembuka, Petro ditaklukkan oleh Persipura Jayapura 0-1. Dalam laga penentuan Petro kembali takluk dari Persita 0-1, sehingga mereka tinggal berharap Persipura Jayapura dapat dikalahkan oleh Arema dengan skor tipis. Harapan mereka terkabul, gol Khusnul Yuli ke gawang Persipura Jayapura membawa Petro ke semifinal.

Pada November 2005 lalu persepak bolaan gresik nyaris hilang dengan adanya ultimatum dari pihak Petro sebagai pengelola PS. Petrokimia Putra di karenakan alasan dana, dengan segala cara Ultras mengambil cara dan jalan agar sepak bola di kota Gresik tidak sampai hilang begitu saja. Demo penyampaian aspirasi ke Kantor DPR dan juga ke Kantor Utama Graha Petro Kimia.

Dengan membuahkan hasil adanya Komitmen dari Pihak Pemkab Gresik dan juga PT. Petrokimia yang di jembatani melalui Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gresik, maka lahirlah Gresik United sebagai ganti hilang nya Petro Putra dan Persegres yang pernah mengharumkan nama Kota Gresik sebagai Jawara Ligina. Pada tahun 2013, mereka naik ke kasta tertinggi Liga Super Indonesia.

TERBENTUKNYA ULTRAS GRESIK

Pada tanggal 5 November 1999 ditetapkan sebagai hari lahir Ultras Gresik yang di ambil dari negara Italia yang bermakna Supporter militan ini diawali dengan pawai besar besaran di dalam kota dan memberikan dukungan pertama ke Jember pada laga Piala Gubenur I dan dan sempat memberikan nilai positif dalam berkreasi di senayan Bung Karno Jakarta sehingga mengantarkan Gresik terharum namanya dengan menjadi Juara liga indonesia yakni PS. Petrokimia Putra.

Sejarah Asal Usul Terbentuknya Gresik United, (Persegres)


Delta Raya Sidoarjo (biasa disingkat: Deltras) merupakan sebuah klub sepak bola profesional yang bermarkas di kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Klub yang memiliki julukan sebagai The Lobster ini pada tahun 1989 saat didirikan bernama Gelora Dewata '89 dengan home base Bali.

Gelora Dewata didirikan oleh pengusaha HM. Mislan. Gelora Dewata pindah ke Sidoarjo pada musim kompetisi 2001 setelah menjalani beberapa pertandingan awal Divisi Utama LI 2001, dengan menggunakan nama Gelora Putra Delta.

Gelora Delta Putra akhirnya berganti nama menjadi Delta Putra Sidoarjo atau Deltrasbeberapa waktu kemudian (masih tahun 2001 juga). Pada 2003 hingga saat ini, status kepemilikan berubah dari HM. Mislan kepada pemerintah kabupaten Sidoarjo. Pada 2011, Pemkab mengganti nama klub menjadi Delta Raya Sidoarjo.

SEJARAH DELTAMANIA

The Lobster Deltras Sidoarjo beruntung mempunyai pendukung setia seperti Deltamania. Selain andal memompa semangat dan rajin memberi masukan, Deltamania juga akrab dengan kelompok suporter lain.

Deltamania berdiri tanggal 16 Februari 2001 yang dibidani oleh 5 orang gila bola, yaitu M. Hassanudin (Bob Hasan), Reza Panggabean, Nur Wak, Budi Pamulung, dan juga Iwan Sumantri. Deltamania lahir sebagai buntut dari pindahnya Gelora Dewata (GeDe) Bali ke Sidoarjo dan berganti nama menjadi Gelora Putra Delta (GPD).

Pada awal kelahirannya, Deltamania menggunakan kostum kebesaran Putih sebagai tanda pihak netral dalam kanca suporter di Jatim yang telah muncul bermacam-macam corak warna. Aremania misalnya dengan atribut biru warna khasnya, Bonekmania dengan corak hijau yang melegenda, serta juga Ultrasmania dengan warna kuning.

Awalnya Deltamania kesulitan dalam mencari anggota, disamping karena prestasi GPD waktu itu sedang terpuruk dipapan bawah kompetisi, juga karena Sidoarjo merupakan basis dari pendukung Persebaya atau yang dikenal dengan Bonekmania selama bertahun-tahun.

Namun setelah ditengah kompetisi prestasi GPD beranjak naik, maka perlahan-lahan banyak juga masyarakat Sidoarjo yang tertarik untuk bergabung bersama Deltamania. Sampai pada akhir musim jumlahnya sungguh diluar dugaan banyaknya seiring dengan lolosnya GPD dari lubang jarum degradasi ke Divisi I.

Pada musim kompetisi tahun 2002 Deltamania berganti warna kebesaran menjadi merah mengikuti corak kostum GPD. Jumlahnya pun makin bertanbah banyak. Jumlah yang begitu banyak semakin menggelembung ketika musim kompetisi 2003 mulai bergulir. Hal itu dipicu oleh prestasi bagus GPD yang telah berganti nama menjadi Deltras Sidoarjo setelah dibeli oleh Pemkab Sidoarjo diawal musim.

Disamping itu juga karena materi pemain Deltras di musim itu layak disebut sebagai yang terbaik dalam sejarah berdirinya GPD atau Deltras. Siapa yang tidak mengenal sosok Budi Sudarsono di sektor depan Deltras, I Putu Gede sebagai kapten kesebelasan, serta duo bek sayap Anang Ma’ruf di kanan dan Isdiantono di kiri, Serta Agung Prasetyo di bawah mistar gawang.

Semua itu masih ditopang oleh trio pemain asing yang berkualitas, Adolfo Souza dengan goyang sambanya di sektor depan bersama Jean Michel Babouaken serta Eduardo Chacon di barisan belakang. Prestasi Deltras waktu itu sangatlah bagus, bahkan sempat menguasai puncak klesemen sementara.

Namun sayang prestasi itu tidak berlanjut sampai akhir musim, sehingga animo besar Deltamania itu pun perlahan-lahan mulai menyurut. Hal itu terus terjadi dimusim 2004, 2005, dan juga musim 2006 yang menandai sebagai musim suram Deltras Sidoarjo di kanca Divisi Utama Liga Indonesia. Dalam musim-musim itu Deltras berturut-turut lolos dari lubang degradasi berkat kebijakan dari PSSI.

Pada musim 2007 animo Deltamania untuk datang ke stadion mulai beranjak naik seiring dengan membaiknya prestasi Deltras. Dengan diperkuat duo Argentina dilini tengah, yaitu Jose Sebastian Vasquez dan Claudio Damian Pronetto, Deltras mampu bertahan di papan atas Divisi Utama Liga Indonesia sepanjar musim 2007 berlangsung. Semua itu berimbas dengan lolosnya Deltras ke babak 8 besar untuk pertama kalinya.

PRESTASI DELTRAS SIDOARJO

Liga Indonesia

- 1994/95: Peringkat ke-5 Wilayah Timur
- 1995/96: Babak 12 Besar
- 1996/97: Babak 12 Besar
- 1997/98: Kompetisi dihentikan
- 1998/99: Peringkat ke-5 Grup D
- 1999/00: Peringkat ke-12 Wilayah Timur
- 2001: Peringkat ke-9 Wilayah Timur
- 2002: Peringkat ke-5 Wilayah Timur
- 2003: Peringkat ke-12
- 2004: Peringkat ke-18
- 2005: Peringkat ke-13 Wilayah Barat
- 2006: Peringkat ke-12 Wilayah Timur
- 2007: Babak 8 Besar Divisi Utama (Peringkat ke-3 Wilayah Timur, lolos Superliga)
- 2009/10: Runner-up (Promosi)

Superliga Indonesia

- 2008/09: Peringkat ke-16 (Degradasi)
- 2010/11: Peringkat ke-13
- 2011/12: Peringkat ke-17 (Degradasi)Piala Indonesia
- 2005: Putaran 2
- 2006: Perempat final
- 2007: Perempat final
- 2008/09: Semifinal2009/10: Putaran 1

Sejarah Asal Usul Deltras Sidoarjo Dan Delta Mania