Social Items

Showing posts with label Alloh menciptakan Alam Semesta. Show all posts
Showing posts with label Alloh menciptakan Alam Semesta. Show all posts
Allah menciptakan hari-hari dalam seminggu, yaitu: Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum'at, dan Sabtu.



Jika seseorang yang berakal merenungkan hal-hal yang serba tujuh ini, langit yang lantai tujuh, bumi yang sap tujuh, lautan yang tujuh, neraka yang tujuh, tujuh lubang indera, tujuh anggota badan, maka makin yakinlah kita bahwa Penciptanya Allah memiliki kekuasaan dan rahasia yang sangat sulit dijangkau oleh setiap makhluk ciptaan dimuka bumi ini. Dia bukan tujuh pula, atau berada diatas yang tujuh. Namun Dia adalah Pencipta yang serba tujuh, Yang memberikan rezki kepada yang serba tujuh itu, Yang menghidupkan bagi yang tujuh, dan Yang mematikan bagi yang serba tujuh itu.

Sebagian ulama 'mengatakan: "Sesungguhnya Allah telah mencipakan langit dan bumi pada hari ahad. Maka barang siapa yang akan membangun dan menanam, hendaklah ia memulainya pada hari ahad ".

Dan Allah telah menciptakan matahari dan bulan serta bintang gemintang pada hari senin, sedang sifatnya adalah bergerak, karena itu barangsiapa akan berlayar harus ia memulainya pada hari itu.

Dan binatang-binaang diciptakan Allah pada hari selasa, dan Ia bolehkan untuk menyembelih dan menumpahkan darahnya, maka barang siapa akan berbekam, hendaklah ia lakukan pada hari selasa.

Samudera dan sungai-sungai diciptakan Allah pada hari Rabu, dan Ia bolehkan meminum airnya, barang siapa akan meminum obat, hendaklah ia meminumnya pada hari Rabu.

Penciptaan Neraka dan surga pada hari kamis, dan ia jadikan manusia membutuhkan akan masuk surga serta bebas dari neraka, maka barangsiapa yang berhajat kepada manusia, hendaklah ia memintanya pada hari kamis.

Pada hari Jum'at Allah menciptakan Adam dan Hawa dan dikawinkan-Nya pada hari yang sama, maka barangsiapa yang akan mengadakan akad nikah, harus dilakukan pada hari Jum'at.

Uraian singkat dalam Kitab tersebut sebagai berikut:


HARI AHAD

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, ia mengatakan: "Rasululloh saw, ditanyakan tentang hari ahad, maka beliau menjawab:" Hari ahad adalah hari menanam dan membangun! "

Para sahabat bertanya: "Apa sebab demikian Ya Rasulullah?
Rasulullah menjawab: "Karena pada hari itulah Allah mulai menciptakan dunia dan memakmurkannya".

(Uraian): Sebagian ulama mengatakan bahwa Pencipta Yang Maha Kuasa telah menciptakan tujuh macam benda di antara makhluk-makhluk, dan setiap satu diantaranya, dipecah lagi menjadi tujuh.


HARI SENIN

Anas bin Malik ra, berkata: "Rasulullah saw telah ditanya tenang hari senin?" Beliau menjawab: "Hari senin adalah hari Pelayaran dan Bisnis".
Sahabat bertanya: "Kenapa bisa demikian itu, Ya Rasulullah?"
Jawab: "Karena Nabi Syits alaihissalam telah berlayar pada hari senin untuk berbisnis dan dia mendapatkan keuntungan yang besar dalam bisnisnya itu."

Uraian: Sebagaian ulama 'telah mengatakan: Alah SWT telah menentukan hari senin itu dengan tujuh kelebihan:
Nabi Idris as, telah naik ke langit pada hari senin.
Nabi Musa as, pergi ke gunung Thursina pada hari senin.
Turun dalil tentang ke-Esa-an Allah pada hari senin.
Rasulullah saw, lahir pada hari senin.
Jibril as, turun untuk pertama kalinya menjumpai Rasulullah, pada hari senin.
Semua amal umat Muhammad diperlihatkan kepada Rasulullah pada hari senin.
Rasulullah saw, wafat pada hari senin.

HARI SELASA.

Anas bin Malik ra, meriwayatkan, ia berkata: "Rasulullah saw, ditanya tentang hari Selasa?" Maka Rasulullah menjawab: "Hari Selasa adalah hari berdarah!"
Sahabat bertanya: "Kenapa bisa demikian, Ya Rasulullah?".
Jawab: "Karena pada hari itulah Siti Hawa haid dan putera Adam membunuh saudaranya sendiri".
Uraian: Sebagaian ulama 'mengatakan: Pada hari selasa tujuh jiwa tewas, yaitu:
Nabi Jurjais alaihissalam.
Nabi Yahya as.
Nabi Zakariya as.
Tukang sihir Fir'aun.
Asiah binti Muzahim, istri Fir'aun.
Sahib sapi Bani Israil.
Habil, putra Nabi Adam alaihissalam.

HARI RABU 

Allah menciptakan cahaya pada hari Rabu
Rabu (Bahasa Arab: Arbaa)= Empat / Keempat. Hari Rabu adalah hari kebinasaan yang berkekalan, kerana pada hari itu Allah SWT menenggelamkan Fir’aun bersama kaumnya. Kaum Samud dan kaum ‘Ad yang mereka itu adalah kaum Nabi Saleh, juga di binasakan oleh Allah pada hari Rabu

Dari riwayat Anas bin Malik, Rasulullah SAW berkata: “Hari Rabu adalah hari yang selalu na’as. Allah SWT menenggelamkan Fira’un dan hampir seluruh bala tentaranya: Allah pula membinasakan Kaum ‘Ad dan Kaum Thamud [kaumnya Nabi Shalih AS] pada hari Rabu.
Beberapa kisah Allah SWT melaknat orang/ kaum yang mengingkarinya pada Hari Rabu:

1.  ‘Auj bin ‘Unuq yang bermaksud menghancurkan Nabi Musa dan kaumnya di hutanbelantara.
Tapi malah dia yang tewas oleh burung Hud Hud, yang membunuhnya dengan batu intan yang menembus tengkuk ‘Auj bin ‘Unuq

2. Qarun – seorang kaya raya yang hidup di zaman Nabi Musa – yang menentang kekuasaan Allah: dibenamkan Allah SWT bersama harta bendanya kedalam perut bumi hingga tewas. [Makanya banyak orang muslim mengenal sebutan harta karun: sebutan untuk harta yang terpendam dalam tanah]

3. Firaun dan tentaranya tenggelam di Laut Nil

4. Namrud dan tentaranya dibunuh oleh gerombolan nyamuk.Allah berfirman: “Hari ini kujadikan daging-daging tentara Namrud sebagai rezekimu, maka berpencarlah kamu mencari rezeki!”

5. Kehancuran Kaum Saleh melalui Malaikat Jibril yang menggoncangkan bangunan atau tugu-tugu yang tinggi

6. Syaddad bin ‘Ad dihancurkan dengan teriakan Jibril karena kesombongannya dan kaumnya ingin membangun ‘seperti syurga’ di dunia

7. Kaum Hud dihancurkan dengan angin topan.

HARI KAMIS.

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, ia berkata: "Rasulullah saw, telah ditanya tentang hari Kamis, maka beliau menjawab:" Hari Kamis adalah hari pencapaian hajat. "

Lalu ditanyakan kembali: "Kenapa bisa demikian Ya Rasulullah? '. Jawab: "Karena Ibrahim Al-Kholil as, masuk menghadap raja Mesir pada hari tersebut, maka ia mendapatkan hajatnya dan ia diberi hajar".

Uraian: Para ulama yang ahli dalam kisah-kisah telah mengatakan: Ada tujuh Nabi dan Wali yang mendapatkan sesuatu pada hari Kamis, yaitu:

Nabi Ibrahim as, masuk menghadap raja Mesir pada hari Kamis, maka ia mendapatkan istri yaitu Siti Hajar.
Tukang minum Raja Mesir keluar pada hari Kamis, maka ia mendapatkan kebebasan dari penjara.
Saudara Yusuf masuk menemui Yusuf, pada hari kamis, maka mereka mendapatkan kenikmatan.
Benyamin masuk ke negeri Mesir pada hari kamis, maka ia bertemu dengan kakaknya Yusuf alaihissalam.
Nabi Ya'qub alaihissalam masuk negeri Mesir pada hari kamis, maka ia mendapatkan keamanan.
Nabi Musa alaihissalam masuk ke Mesir, pada hari kamis maka ia mendapatkan Qibti.
Nabi Muhammad saw, memasuki kota Mekkah pada hari kamis, maka ia mendapatkan kemenangan.

HARI JUM'AT.
       
Telah diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, dengan sanad yang sama, ia berkata: Rasulullah saw, ditanya tentang hari Jum'at. Maka Beliau menjawab: "Hari Jum'at adalah hari silaturohmi dan pernikahan".
       
Para penanya itu menanyakan kembali: "Apa sebab demikian, Ya Rasulullah saw". Jawab: "Karena para Anbiya 'alaihissalam dahulu melakukan pernikahan pada hari itu".
       
Uraian: Berkata sebagian ulama ': Telah terjadi tujuh pernikahan antara para Anbiya' dan antara para Auliya 'pada hari jum'at, yaitu;
Pernikahan antara Nabi Adam as. dan ibu Hawa.
Pernikahan antara Nabi Yusuf as. dan Zulaikhah.
Pernkahan antara Musa as, dan Shofwaro.
Pernikahan antara Nabi Sulaiman as, dan Ratu Balqis.
Pernikahan antara Nabi Muhammad saw, dengan Siti Khotijah.
Pernikahan Nabi Muhammad saw, dengan Siti Aisyah.
Pernikahan Sayyidina Ali bin Abi Tholib dengan Siti Fathimah.

HARI SABTU

Dari Muslim bin Abdullah dari Sa'id bin Jubair dari Anas bin Malik ra, ia berkata: Rasulullah saw, ditanya tentang hari yang ke tujuh (Sabtu). Maka Rasulullah saw, menjawab: "Hari Sabtu adalah hari Makar dan tipu daya". Para sahabat bertanya: "Bagaimana bisa demikian, Ya Rasulullah?". Jawab: "Karena bangsa Quraisy telah melakukan makar di Darunnadwah".

Pada hari sabtu terjadi tujuh peristiwa makar dan penipuan terhadap tujuh orang oleh tujuh kaum, yaitu;
Kaum Nuh melakukan makar dan tipu daya terhadap Nuh as. Akhirnya mereka dibinasakan oleh Allah dengan Banjir.
Kaum Nabi Sholeh melakukan makar dan tipu daya, yang akhirnya oleh mereka mendapatkan kebinasaan dan kehancuran.
Saudara-saudara Nabi Yusuf melakukan makar dan tipudaya kepada Nabi Yusuf as, karena merasa dengki dan iri kepada Nabi Yusuf.


Kaum Nabi Musa melakukan makar dan tipu daya kepada Nabi Musa dengan menggunakan sihir, yang akhirnya oleh Allah mereka dihinakan.
Kaum Nabi Isa melakukan makar dan tipu daya kepada Nabi Isa, yang kemudian mereka mendapat penghinaan dan pengusiran.

Gembong-gembong Quraisy melakukan makar dan tipu daya terhadap Nabi Muhamad saw, yang akhirnya mereka mendapatkan azab dan siksa
Kaum Bani Israil melakukan makar dan tipu daya atas larangan Allah, yaitu meninggalkan ibadah wajib hari sabtu dengan mencari ikan di laut yang akhirnya mereka mendapatkan kutukan menjadi kera.

Wallohua'lam Bisshowab, kebenaran hanya Milik Alloh SWT.

Alloh SWT menciptakan Alam Semesta berdasarkan Hari



PENCIPTAAN SEMESTA ALAM
Diantara masalah proses penciptaan alam semesta. Dalam al-Quran, Allah hanya memberikan keterangan global dan tidak rinci. Hanya dengan mengetahui secara global, tanpa menggali yang lebih rinci, itu sudah cukup bagi seorang muslim.
Allah tegaskan dalam al-Quran,
مَا أَشْهَدْتُهُمْ خَلْقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلا خَلْقَ أَنْفُسِهِمْ
Aku tidak menghadirkan mereka untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri (QS. al-Kahfi: 51)
Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan,
فأما الأيام الستة التي خلق الله فيها السموات والأرض فهي غيب لم يشهده أحد من البشر، ولا من خلق الله جميعاً
Rentang 6 hari yang Allah jadikan waktu penciptaan langit dan bumi, sifatnya ghaib. Tidak ada satupun manusia yang menyaksikannya, tidak pula makhluk Allah semuanya. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 190003)

Proses Penciptaan Alam Semesta dalam Al-Quran

Allah ta’ala menceritakan proses penciptaan alam semesta dalam al-Quran. Ada yang bersifat global dan ada yang lebih rinci.
Dalam penjelasan global, Allah menegaskan bahwa Dia menciptakan langit dan bumi selama 6 hari. Allah tegaskan hal ini di tujuh ayat dalam al-Quran. Diantaranya,
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ
Sesugguhnya Tuhan kalian, yaitu Allah, Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari, kemudian Dia beristiwa di atas Arsy. (QS. al-A’raf: 54).
Allah juga berfirman di surat al-Furqan,
وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَمَا مَسَّنَا مِنْ لُغُوبٍ
Sungguh Aku telah menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada diantara keduanya dalam 6 hari, dan Aku tidak merasa capek. (QS. Qaf: 38).
Keterangan lainnya Allah sebutkan di surat Yunus (ayat 3), Hud (ayat 7), al-Furqan (ayat 59), as-Sajdah (ayat 4), dan al-Hadid (ayat 4).
Disamping penjelasan global, Allah juga memberikan penjelasan lebih rincin, di surat Fushilat (ayat 9 sampai 12), Dia berfirman,
قُلْ أَإِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ بِالَّذِي خَلَقَ الْأَرْضَ فِي يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُونَ لَهُ أَنْدَاداً ذَلِكَ رَبُّ الْعَالَمِينَ*
Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua hari dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam”. (9)
وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاءً لِلسَّائِلِينَ*
Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan penghuninya dalam empat hari. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. (10)
ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ائْتِيَا طَوْعاً أَوْ كَرْهاً قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِين*
Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati” (11)
فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ وَأَوْحَى فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظاً ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ
Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua hari. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (12).

Makna Kata “Hari”

Selanjutnya, kita akan memahami makna kata ‘hari’ yang disebutkan dalam berbagai ayat di atas.
Ar-Raghib al-Asfahani mengatakan,
اليوم -في لغة العرب- يعبر به عن وقت طلوع الشمس إلى غروبها، وقد يعبر به عن مدة من الزمان أي مدة كانت
Kata ‘hari’ – dalam bahasa arab –, bisa digunakan untuk menyebut rentang waktu antara terbit matahari hingga terbenamnya. Bisa juga untuk menyebut rentang waktu tertentu. (al-Mufradat, hlm. 553).
Karena itulah, ulama berbeda pendapat dalam memahami kata ‘hari’ terkait proses penciptaan alam semesta.
Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wa anNihayah menyebutkan perbedaan pendapat ulama tentang makna ‘hari’ dalam ayat di atas. Beliau menyatakan ada dua pendapat ulama tentang makna kata ‘hari’ terkait penciptaan langit dan bumi,
Pendapat Pertama, maknanya sebagaimana makna hari yang dikenal manusia, dimulai sejak terbit matahari hingga terbenamnya matahari. Ini merupakan pendapat jumhur (mayoritas) ulama.
Pendapat Kedua, bahwa satu hari dalam proses penciptaan alam semesta itu seperti 1000 tahun dalam perhitungan manusia. Ini merupakan pendapat yang diriwayatkan dari Ibn Abbas, Mujahid, ad-Dhahak, Ka’b al-Ahbar, dan pendapat yang dipilih oleh Imam Ahmad sebagaimana keteragan beliau dalam ar-Rad ‘ala al-Jahmiyah. Pendapat ini pula yang dinilai kuat oleh Ibnu Jarir at-Thabari. (al-Bidayah wa an-Nihayah, 1/15).
Diantara ulama yang berpendapat bahwa satu hari sama dengan seribu tahun adalah al-Qurthubi. Beliau mengatakan dalam tafsirnya,
في ستة أيام” أي من أيام الآخرة أي كل يوم ألف سنة لتفخيم خلق السماوات والأرض….
Dalam waktu 6 hari, maksudnya adalah hari di akhirat, bahwa satu hari sama dengan 1000 tahun, karena besarnya penciptaan langit dan bumi. (Tafsir al-Qurthubi, 7/219)

Bumi atau Langit Dulu?

Ada dua hal yang perlu dibedakan terkait proses penciptaan langit dan bumi, pertama, mengawali penciptaan (Ibtida al-Khalqi) dan kedua, penyempurnaan penciptaan (Taswiyah al-Khlqi).
Di surat Fushilat ayat 9 hingga 12 di atas, Allah menyebutkan bahwa Dia menciptakan bumi terlebih dahulu sebelum langit. Sehingga, secara Ibtida al-Khalqi, bumi lebih awal dibandingkan langit. Namun penyempurnaan bumi (Taswiyah al-Khlqi), baru dilakukan setelah Allah menciptakan langit.
Ketika menafsirkan surat Fushilat di atas, Ibnu Katsir mengatakan,
فذكر أنه خلق الأرض أولا لأنها كالأساس، والأصل أن يُبْدَأَ بالأساس، ثم بعده بالسقف، كما قال: هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَوَاتٍ
Allah menyebutkan bahwa Dia menciptakan bumi terlebih dahulu, karena bumi ibarat pondasi. Dan pertama kali, harusnya dimulai dengan pondasi. Kemudian setelahnya adalah atap. Sebagaimana yang Allah firmankan,
هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَوَاتٍ
Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kalian, kemudian Dia berkehendak (beristiwa) menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit (al-Baqarah: 29
Ibnu Katsir melajutkan dengen menjelaskan firman Allah di surat an-Nazi’at,
أَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ بَنَاهَا رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَاهَا وَالأرْضَ بَعْدَ ذَلِكَ دَحَاهَا أَخْرَجَ مِنْهَا مَاءَهَا وَمَرْعَاهَا وَالْجِبَالَ أَرْسَاهَا مَتَاعًا لَكُمْ وَلأنْعَامِكُمْ
Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya, ( ) Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya, ( ) dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. ( ) Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. (30) Dia memancarkan dari bumi mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. ( ) Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh, ( ) (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu. (QS. an-Nazi’at: 27 – 33)
ففي هذه الآية أن دَحْى الأرض كان بعد خلق السماء ، فالدَّحْيُ هو مفسر بقوله: { أَخْرَجَ مِنْهَا مَاءَهَا وَمَرْعَاهَا } ، وكان هذا بعد خلق السماء، فأما خلق الأرض فقبل خلق السماء بالنص
Dalam ayat ini disebutkn bahwa Dahyu al-Ardi (penyempurnaan bumi) dilakukan setelah menciptakan langit. Bentuk ad-Dahyu, ditafsirkan pada ayat, “Dia memancarkan dari bumi mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.” Dan ini dilakukan setelah penciptaan langit. Adapun penciptaan bumi, ini dilakukan sebelum penciptaan langit berdasarkan nash (dalil tegas). (Tafsir Ibnu Katsir, 7/165).
Selanjutnya, Ibnu Katsir menyebutkan keterangan dari Ibnu Abbas yang diriwayat Bukhari dalam Shahihnya.
Dari Said bin Jubair bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Ibnu Abbas beberapa ayat yang menurutnya bertentangan, diantaranya firman Allah tentang penciptaan langit dan bumi.
Orang ini menanyakan,
Di surat an-Nazi’at (ayat 27 – 30), Allah menyebutkan bahwa Dia menciptakan langit sebelum menciptakan bumi. Sementara di surat Fushilat (ayat 9 – 12) Allah menyebutkan bahwa Dia menciptakan bumi sebelum menciptakan langit.
Jawab Ibnu Abbas,
خلق الأرض في يومين، ثم خلق السماء، ثم استوى إلى السماء، فسواهن في يومين آخرين، ثم دَحَى الأرض، ودَحْيُها: أن أخرج منها الماء والمرعى، وخلق الجبال والجماد والآكام وما بينهما في يومين آخرين، فذلك قوله: {دَحَاهَا} وقوله { خَلَقَ الأرْضَ فِي يَوْمَيْنِ } فَخُلِقت الأرض وما فيها من شيء في أربعة أيام، وخلقت السماوات في يومين
Allah menciptakan bumi dalam 2 hari, kemudian Dia menciptakan langit. Kemudian dia beristiwa ke atas langit, lalu Allah sempurnakan langit dalam 2 hari yang lain. Kemudian Allah daha al-Ardha (menyempurnakan bumi). Bentuk penyempurnaan bumi adalah dengan Dia keluarkan dari bumi mata air, tumbuh-tumbuhan, Allah ciptakan gunung, benda mati, dataran tinggi, dan segala yang ada di antara langit dan bumi, dalam 2 hari. Itulah makna firman Allah, “Bumi dihamparkannya.” Sementara firman Allah, “Dia menciptakan bumi dalam 2 hari.” Diciptakanlah bumi dan segala isinya dalam 4 hari dan diciptakan semua langit dalam 2 hari. (HR. Bukhari secara Muallaq sampai al-Minhal, 16/85).
Kesimpulan dari keterangan Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma,
Allah menciptakan bumi 2 hari belum sempurna dan belum ada isinya. Kemudian menciptakan semua langit dalam 2 hari, dan terakhir Allah mengisi bumi dengan tumbuhan, gunung, benda-benda dala jikam 2 hari.
Wallohua'lam Bisshowab
Sekian penjelasan tentang asal usul dan penciptaan alam semesta
Menurut Al-Quran, semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.

Asal usul dan Terjadinya Alam Semesta Beserta isinya Menurut Al-Quran