Duka Mendalam Keluarga Pilot Nam Air Yang Jadi Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ182

Capten Didik Gunardi (48) ikut jadi korban Sriwijaya Air yang jatuh di Perairan Kepulauan Seribu kemarin. Keluarga tak menyangka pilot Nam Air ini turut menumpangi pesawat Sriwijaya Air SJ182 itu.


"Kita dapat kabar dari adik (ipar), kemarin pada pukul 17.00 WIB. Namun, saya tidak percaya, karena adik saya kan pilot Nam Air, bukan Sriwijaya," kata kakak Didik, Inda Gunawan saat ditemui wartawan di rumahnya, Desa Srinahan, Kesesi, Pekalongan, Minggu (10/1/2021).

Inda menyebut seusai magrib dia mendapat kabar dari iparnya, Ari Kartini, jika adiknya itu benar-benar menumpangi pesawat Sriwijaya SJ182 yang jatuh di Perairan Kepulauan Seribu. Adiknya itu, menurut iparnya Ari, menumpang pesawat tersebut untuk mengambil pesawat di Pontianak, Kalimantan Barat.

"Istrinya mengabari menangis-menangis bahwa adik saya memang menumpang Sriwijaya tujuan Pontianak guna mengambil pesawat Nam Air di Pontianak," jelasnya.

Inda menyebut adiknya itu memiliki lima anak dari pernikahannya dengan seorang Ari, pramugari Pelita Air asal Lampung. Didik, kata Inda, punya anak yang masih balita.

"Anaknya lima. Anak kelima Saka Gurnardi, laki-laki umur 2,5 tahun. Yang paling besar Prisilia sudah menjadi dokter umum, anak nomor dua Berlinada (18) masih kuliah, anak ketiga Mesiya masih SMP dan anak keempatnya Nafisa masih SD kelas dua," bebernya.

Inda mengenang adik bungsunya itu sejak kecil memang sosok yang pintar. Sejak belia, Didik sudah menyampaikan cita-citanya menjadi pilot.

"Dia berbeda dengan adik-adik saya (yang lain), dia pintar. Keinginan menjadi pilot sudah sejak kecil. Bahkan, sampai-sampai kamarnya digambar pesawat Merpati," katanya.

Cita-cita menjadi pilot itu pun terwujud. Didik bahkan bekerja di maskapai yang pernah dilukisnya saat kecil.

"Dia mulai karir di dunia penerbangan ya di Merpati. Setelah disekolahkan, karena kondisinya seperti itu, dirinya pindah ke Nam Air. Padahal masih betah di Merpati, karena yang menyekolahkan adik saya Merpati," cerita Inda.

Saat ini, Inda mengaku tak tega menyampaikan kabar ini kepada ayahnya yang terbaring sakit. Apalagi belakangan ini, sang ayah, Ruslani kerap merindukan Didik bahkan hingga mengigau.

"Bapak saya sakit-sakitan. Dia stroke ringan dan sudah mulai pikun juga, karena kondisi inilah, ayahnya belum diantar ke Bekasi. Tapi rasa kangennya sangat tinggi, sudah sebulan ini, bapak ingin tetap ketemu adik saya" jelas Inda Gunawan.

Dia menyebut ayahnya pun kini diungsikan ke rumah adiknya di Kota Pekalongan agar tidak tahu jika banyak orang datang ke rumahnya. Keluarga, kata Inda, berharap yang terbaik untuk Didik.


Sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5328564/sedihnya-keluarga-pilot-nam-air-yang-jadi-korban-sriwijaya-air-jatuh

Belum ada Komentar untuk "Duka Mendalam Keluarga Pilot Nam Air Yang Jadi Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ182"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel