NGANJUK JATIM - Akibat pengaruh minuman keras (miras), empat pemuda di Nganjuk menyetubuhi dua gadis di bawah umur. Kedua korban merupakan pelajar SMP yang baru berusia 14 dan 15 tahun.


"Betul kami menangani laporan dari orang tua korban bahwa anaknya telah disetubuhi oleh pelaku," ujar Kasat Reskrim Polres Nganjuk Nikolas Bagas saat di konfirmasi wartawan Selasa (10/11/2020).

Nikolas mengatakan para pelaku adalah WS (20), warga kecamatan Loceret dan MN (24), warga Kecamatan Pace, DE dan DK.

Nikolas menjelaskan peristiwa itu berawal saat salah satu korban berkenalan dengan WS melalui facebook. Mereka kemudian sepakat bertemu.

"Bermula dari salah satu korban chating melalui facebook dengan WS. Mereka kemudia janjian bertemu di rumahnya WS. Tapi korban tak datang sendiri, dia mengajak seorang temannya yang akhirnya turut jadi korban," kata Nikolas.

Sesampai di rumah WS, ternyata sudah ada tiga pelaku lainnya MN, DE, dan DK. Di dalam rumah WS, para pelaku sedang pesta miras.

"Di rumah WS ini para pelaku sedang menenggak minuman keras jenis arak Jowo," lanjut Nikolas.

Kedatangan kedua korban disambut para pelaku. Mereka langsung ditarik ke dalam kamar, kedua korban diajak bersetubuh. Korban pertama diajak bersetubuh oleh tiga pelaku. Selang sekitar 30 menit, korban kedua diajak bersetubuh dengan satu pelaku.

"Jadi kedua korban disetubuhi para pelaku di ruang yang sama namun beda waktu saja," jelas Nikolas.

Setelah kejadian itu, salah satu korban sering merasa murung. Korban lantas curhat kepada seorang perangkat desa yang dikenalnya yang kemudian diteruskan ke orang tua korban.

"Atas kejadian tersebut kedua orang tua korban melaporkan ke Polsek Loceret," tandas Nikolas.

Dari kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa celana dalam dari kedua korban. Dari hasil visum ditemukan luka robek pada selaput dara kedua korban.

Sumber : detik.com

Miris, Dua Gadis SMP Di Nganjuk Diperkosa 4 Pemuda Mabuk

NGANJUK JATIM - Akibat pengaruh minuman keras (miras), empat pemuda di Nganjuk menyetubuhi dua gadis di bawah umur. Kedua korban merupakan pelajar SMP yang baru berusia 14 dan 15 tahun.


"Betul kami menangani laporan dari orang tua korban bahwa anaknya telah disetubuhi oleh pelaku," ujar Kasat Reskrim Polres Nganjuk Nikolas Bagas saat di konfirmasi wartawan Selasa (10/11/2020).

Nikolas mengatakan para pelaku adalah WS (20), warga kecamatan Loceret dan MN (24), warga Kecamatan Pace, DE dan DK.

Nikolas menjelaskan peristiwa itu berawal saat salah satu korban berkenalan dengan WS melalui facebook. Mereka kemudian sepakat bertemu.

"Bermula dari salah satu korban chating melalui facebook dengan WS. Mereka kemudia janjian bertemu di rumahnya WS. Tapi korban tak datang sendiri, dia mengajak seorang temannya yang akhirnya turut jadi korban," kata Nikolas.

Sesampai di rumah WS, ternyata sudah ada tiga pelaku lainnya MN, DE, dan DK. Di dalam rumah WS, para pelaku sedang pesta miras.

"Di rumah WS ini para pelaku sedang menenggak minuman keras jenis arak Jowo," lanjut Nikolas.

Kedatangan kedua korban disambut para pelaku. Mereka langsung ditarik ke dalam kamar, kedua korban diajak bersetubuh. Korban pertama diajak bersetubuh oleh tiga pelaku. Selang sekitar 30 menit, korban kedua diajak bersetubuh dengan satu pelaku.

"Jadi kedua korban disetubuhi para pelaku di ruang yang sama namun beda waktu saja," jelas Nikolas.

Setelah kejadian itu, salah satu korban sering merasa murung. Korban lantas curhat kepada seorang perangkat desa yang dikenalnya yang kemudian diteruskan ke orang tua korban.

"Atas kejadian tersebut kedua orang tua korban melaporkan ke Polsek Loceret," tandas Nikolas.

Dari kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa celana dalam dari kedua korban. Dari hasil visum ditemukan luka robek pada selaput dara kedua korban.

Sumber : detik.com