Warga menggerebek pesta seks 6 remaja di rumah kosong.
Keenam remaja tersebut ternyata telah 4 hari menginap di lokasi, melakukan perbuatan asusila.
3 remaja wanita bahkan mengaku pernah berganti-ganti pasangan.

Ke-enam remaja tersebut digerebek di Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie .

Data dari Polres Pidie, 1 pasangan laki-laki berinisial AD (18) dan perempuan berinisial TM (19), sementara 2 pasangan lagi masih di bawah umur.

Ketiga pasangan bersamaan melakukan persetubuhan di rumah kosong.

Diduga telah 4 hari rumah kosong tempat mereka berbuat haram, akhirnya digerebek warga.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Sabtu (3/10/2020), dari warga dan kepolisian, bahwa 3 lelaki dan 3 wanita melakukan hubungan layaknya suami-istri, Jumat (1/10/2020), sekitar pukul 03.00 WIB, dipergoki warga.

Ketiga pasangan tersebut dibawa ke balai gampong untuk diperiksa warga.

Hasil pemeriksaan warga, bahwa ketiga pasangan telah menginap di rumah kosong tersebut selama 4 hari.

Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian SIK MH, melalui Kasat Reskrim, Iptu Ferdian Chandra MH, kepada wartawan, Sabtu (3/10/2020) mengatakan, ketiga pasangan yang melakukan hubungan layaknya suami-istri, telah diamankan polisi.

Ia menyebutkan, ketiga pasangan tersebut mengaku telah melakukan perzinaan 4 kali.

Warga menyerahkan ketiga pasangan ke Kantor Satpol-PP dan WH Pidie.

Pihak WH berkoordinasi dengan Tim Perlindungan Perempuan dan Anak (TP2A) Pidie.

Bahwa, 3 perempuan tersebut pernah melakukan persetubuhan di tempat lain dengan berganti pasangan ( seks bebas ).

"3 perempuan itu pernah berhubungan di tempat lain dengan laki-laki lain yang dominan masih di bawah umur," jelas Iptu Ferdian.

Ia menyebutkan, ketiga pasangan akan dibidik dengan Pasal 25 Juncto Pasal 23 dan Pasal 37 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

"Kita imbau kepada orangtua untuk menjaga anak sehingga tidak terjerumus kepada pergaulan bebas," jelasnya.

Kasus ini bahkan mendapat sorotan Wakil Bupati (Wabup) Pidie, Fadhlullah TM Daud ST.

Wabup mengaku sangat prihatin dengan kasus pesta seks remaja tersebut dan meminta segenap masyarakat untuk dapat memfokuskan perhatian bersama atas ulah yang telah melenceng dari norma agama tersebut.

"Ini menjadi perhatian dan catatan kita bersama dengan melibatkan semua pihak atas keprihatinan tindakan remaja yang telah melampaui kapasitas norma agama," ucap Fadhlullah TM Daud ST kepada wartawan, Senin (5/10/2020).

Secara hukum, jelas Wabup, mereka semua harus ditindak sesuai aturan yang berlaku.

Selain itu, juga harus direhab mentalitas sebagaimana yang berlaku di tempat serta kearifan lokal.

"Aparat penegak hukum dapat melakukan tindakan proses hukum sebagai kewenangannya."

"Atas munculnya kasus ini, setidaknya menjadi kajian dan bahan refleksi bagi kita semua, para pemimpin, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta kalangan orangtua," ungkapnya.

Miris, 6 Remaja Ini Pesta Sek Di Rumah Kosong Selama 4 Hari

Warga menggerebek pesta seks 6 remaja di rumah kosong.
Keenam remaja tersebut ternyata telah 4 hari menginap di lokasi, melakukan perbuatan asusila.
3 remaja wanita bahkan mengaku pernah berganti-ganti pasangan.

Ke-enam remaja tersebut digerebek di Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie .

Data dari Polres Pidie, 1 pasangan laki-laki berinisial AD (18) dan perempuan berinisial TM (19), sementara 2 pasangan lagi masih di bawah umur.

Ketiga pasangan bersamaan melakukan persetubuhan di rumah kosong.

Diduga telah 4 hari rumah kosong tempat mereka berbuat haram, akhirnya digerebek warga.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Sabtu (3/10/2020), dari warga dan kepolisian, bahwa 3 lelaki dan 3 wanita melakukan hubungan layaknya suami-istri, Jumat (1/10/2020), sekitar pukul 03.00 WIB, dipergoki warga.

Ketiga pasangan tersebut dibawa ke balai gampong untuk diperiksa warga.

Hasil pemeriksaan warga, bahwa ketiga pasangan telah menginap di rumah kosong tersebut selama 4 hari.

Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian SIK MH, melalui Kasat Reskrim, Iptu Ferdian Chandra MH, kepada wartawan, Sabtu (3/10/2020) mengatakan, ketiga pasangan yang melakukan hubungan layaknya suami-istri, telah diamankan polisi.

Ia menyebutkan, ketiga pasangan tersebut mengaku telah melakukan perzinaan 4 kali.

Warga menyerahkan ketiga pasangan ke Kantor Satpol-PP dan WH Pidie.

Pihak WH berkoordinasi dengan Tim Perlindungan Perempuan dan Anak (TP2A) Pidie.

Bahwa, 3 perempuan tersebut pernah melakukan persetubuhan di tempat lain dengan berganti pasangan ( seks bebas ).

"3 perempuan itu pernah berhubungan di tempat lain dengan laki-laki lain yang dominan masih di bawah umur," jelas Iptu Ferdian.

Ia menyebutkan, ketiga pasangan akan dibidik dengan Pasal 25 Juncto Pasal 23 dan Pasal 37 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

"Kita imbau kepada orangtua untuk menjaga anak sehingga tidak terjerumus kepada pergaulan bebas," jelasnya.

Kasus ini bahkan mendapat sorotan Wakil Bupati (Wabup) Pidie, Fadhlullah TM Daud ST.

Wabup mengaku sangat prihatin dengan kasus pesta seks remaja tersebut dan meminta segenap masyarakat untuk dapat memfokuskan perhatian bersama atas ulah yang telah melenceng dari norma agama tersebut.

"Ini menjadi perhatian dan catatan kita bersama dengan melibatkan semua pihak atas keprihatinan tindakan remaja yang telah melampaui kapasitas norma agama," ucap Fadhlullah TM Daud ST kepada wartawan, Senin (5/10/2020).

Secara hukum, jelas Wabup, mereka semua harus ditindak sesuai aturan yang berlaku.

Selain itu, juga harus direhab mentalitas sebagaimana yang berlaku di tempat serta kearifan lokal.

"Aparat penegak hukum dapat melakukan tindakan proses hukum sebagai kewenangannya."

"Atas munculnya kasus ini, setidaknya menjadi kajian dan bahan refleksi bagi kita semua, para pemimpin, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta kalangan orangtua," ungkapnya.